
"Pah, Aul tidak terima jika Zahra difitnah lagi begitu Pah, jika tidak kita tangani nanti lama-kelamaan gosip itu akan menyebar semakin luas, apalagi jika sampai terdengar oleh wartawan nanti Zahra semakin depresi Pah, dan Aul tidak mau itu terjadi kepada Zahra", kata Aulian kepada Papah Ziyas.
Dan saat ini mereka sedang berada diruang kerjanya Papah Ziyas, karena setelah sampai rumah tadi mereka langsung menuju keruang kerjanya Papah Ziyas untuk membahas masalah itu lebih lanjut lagi.
"Papah tahu itu Aul, nanti setelah sholat ashar kita pergi kekantor polisi dan....... ", kata Papah Ziyas kepada Aulian dan langsung menjelaskan semua rencananya kepada Aulian.
"Aul setuju Pah, dan setelah Aul selidiki Tuan Ferdinan dia memiliki begitu banyak hutang dibank, dan istrinya juga memeliki banyak hutang dimana-mana karena untuk memenuhi gayanya yang selangit Pah", jawab Aulian kepada Papah Ziyas.
"Yasudah kamu bersih-bersih dahulu sana, dan Papah yakin itu Zahra juga lagi konsultasi sama Dokter Diva, karena ini juga sudah jam setengah empat", kata Papah Ziyas kepada Aulian.
"Iya Pah, Aul kekamar dahulu kalau begitu", jawab Aulian dan setelah itu dia berlalu keluar dari ruang kerjanya Papah Ziyas.
Aulian ketika sudah masuk kedalam kamarnya dia lalu bersih-bersih badannya, dan langsung menunaikan sholat ashar terlebih dahulu. Setelah itu dia langsung keluar menuju kekamarnya Kak Anin yang sementara ditempatin Zahra. Untuk melihat keadaannya Zahra yang seharian dia tinggal.
Tok, Tok, Tok
Aulian langsung masuk ketika sudah dibukakan pintunya oleh Dokter Diva.
"Bagaimana keadaanmu sayang, maaf hari ini Abang pulangnya lama", kata Aulian kepada Zahra sambil mengusap lembut kepalanya Zahra yang tertutup hijab.
"Tidak apa-apa Abang", jawab Zahra sambil tersenyum manis kepada Aulian.
"Lihatlah sekitar kamu Zahra, banyak yang mencintai kamu, rugi lho jika kamu terlalu terpuruk dalam kubangan yang tidak ada akhirnya, menatap masa depan itu lebih indah, lihatlah Aulian, dia begitu mencintai kamu", kata Dokter Diva ikut menimpali perkataan dari Aulian dan juga Zahra.
"Iya Dokter", jawab Zahra kepada Dokter Diva dengan tersenyum kecil. P
"Oh iya Zahra, Abang setelah ini akan pergi lagi sama Papah, ada pekerjaan yang harus kami selesaikan Zahra, kamu baik-baik ya dirumah, jika butuh apa-apa bilang sama Bunda", kata Aulian kepada Zahra.
"Dan itu semua barang-barang kamu sudah Abang ambil semuanya", sambung Aulian lagi kepada Zahra.
"Emm Abang boleh minta tolong lagi tidak", kata Zahra kepada Aulian.
"Boleh sayang, apa coba bilang sama Abang", jawab Aulian kepada Zahra.
"Itu tolong bawa kesini ya Abang semua bajunya Zahra, sama ponsel dan juga laptopnya Zahra", kata Zahra lagi kepada Aulian.
__ADS_1
"Siap ratuku, akan Abang ambilkan setelah ini, akan tetapi janji ya sama Abang, jangan bekerja dahulu", kata Aulian kepada Zahra sambil tersenyum.
"Iya Abang", jawab Zahra dan juga membalas senyumnya Aulian.
Sedangkan Dokter Diva dia masih terus mengamati interaksi antara Zahra dan juga Aulian sambil mencatat sesuatu didalam bukunya.
"Dokter saya permisi sebentar", kata Aulian ramah kepada Dokter Diva, dan Dokter Diva hanya mengangguk dan tersenyum kepada Aulian.
Setelah itu Aulian berlalu keluar dari dalam kamarnya Kak Anin, untuk mengambilkan barang-barangnya Zahra yang diinginkan oleh Zahra.
"Lhoh laptopnya Zahra ko retak layarnya, apa tadi yang menaruhnya tidak pelan-pelan ya, coba nanti aku tanyakan kepada Zahra", kata Aulian ketika mencoba membuka laptopnya Zahra dan dia melihat retakan sedikit dilayarnya.
Aulian tidak jadi membuka laptopnya Zahra, dia lalu membawa semua barang-barangnya Zahra keatas menuju kamarnya Kak Anin.
"Permisi lagi Dokter Diva", kata Aulian sambil membuka pintu kamar sedikit.
"Ya Aulian masuk saja", kata Dokter Diva kepada Aulian sambil tersenyum ramah.
Aulian langsung saja masuk sambil membawa dua buah koper dan sebuah tas laptopnya Zahra.
Zahra tersenyum melihat Aulian berkata seperti itu kepadanya.
"Itu sudah lama ko Abang tidak masalah, memang Zahra yang belum mengganti laptopnya, karena fikir Zahra masih bisa digunakan", jawab Zahra kepada Aulian, membuat Aulian langsung memikirkan sesuatu.
"Oh, baiklah Abang pamit pergi dahulu ya sayang, andai bisa menciummu, kucium langsung itu kening sama bibirmu, tahan-tahan Aul", kata Aulian kepada Zahra membuat Zahra reflek tertawa melihat tingkahnya Aulian yang mupeng dengan Zahra.
Aulian begitu senang melihat Zahra bisa tertawa lagi begitu. Hingga membuat Aulian berjanji pada dirinya sendiri akan berusaha menghadirkan senyum dan ketawa itu dibibirnya Zahra.
"Akan aku usahakan dan lakukan apapun untukmu Zahra, agar kamu tetap tersenyum dan tertawa seperti itu", kata batin Aulian sambil tersenyum dan melihat kearahnya Zahra.
Dan Zahra yang dilihatin oleh Aulian seperti itu membuatnya malu, dan langsung diam dari tertawanya sambil menutup mulutnya menggunakan kedua telapak tangannya.
Sedangkan Dokter Diva terus mengamati interaksi antara Zahra dan juga Aulian, agar dia bisa menyimpulkan apa yang sedang dibutuhkan oleh Zahra.
Setelah menggoda Zahra dan berpamitan dengan Zahra serta Dokter Diva, Aulian langsung berlalu pergi dari kamar itu.
__ADS_1
Setibanya dibawah Aulian langsung menyamperi Papahnya yang memang sudah menunggunya daritadi diruang tamu.
"Sudah Aul", tanya Papah Ziyas kepada Aulian sambi meminum tehnya.
"Sudah Pah, ayo", jawab Aulian kepada Papah Ziyas.
"Kalian jadi kekantor polisinya?? ", tanya Bunda Lili yang daritadi juga disitu menemani Papah Ziyas diruang tamu.
"Jadi Bund, jika ada yang bertanya tentang kita, jawab saja kita ada pekerjaan, dan jika Iyas yang tanya suruh dia menelfon Papah atau Aul ya Bund", jawab Papah Ziyas kepada Bunda Lili.
Karena Papah Ziyas sudah menceritakan semuanya kepadanya Bunda Lili tentang fitnah yang sedang menimpa kepada Zahra.
"Iya Pah, kalian berdua hati-hati dijalan", kata Bunda Lili kepada suami dan juga anaknya Aulian.
"Papah mau naik mobil sendiri atau sama Aul?? ", tanya Aulian kepada Papah Ziyas.
"Sama kamu saja, Papah rasanya capek sekali", jawab Papah Ziyas kepada Aulian.
"*Kami pe*rgi dulu Bund, Assalamu'alaikum", pamit Aulian dan Papah Ziyas kepada Bunda Lili secara bersamaan.
Setelah itu mereka langsung pergi kekantor polisi dengan membawa beberapa anak buah yang selalu setia mengikuti Papah Ziyas dan Aulian kemanapun mereka pergi.
Setelah beberapa menit berkendara akhirnya Papah Ziyas dan Aulian beserta anak buahnya sudah sampai juga dikantor polisi yang sama tempat Rizky ditahan.
Papah Ziyas dan Aulian tidak cuma disambut oleh Pak Polisi yang berjaga akan tetapi disambut juga dengan Agus beserta istrinya dan juga Liem sekretarisnya Papah Ziyas yang tadi ditugaskan untuk menjemput Agus dan istrinya.
ππππππππππππ
Masih sabar kan readers, sebab Author harus nguruti satu persatu alur ceritanyaπ€.
Salam kenal dan jaga kesehatan bagi readers semuanya πππ
ππππππππππππ
***TBC***
__ADS_1