
Kita bahas Zahra dan juga Aulian dulu yuk, hampir saja mereka berdua kelupaan karena saking asiknya membahas Adzriel dan juga Mayang.
Tanpa terasa Aulian dan juga Zahra sudah satu bulan saja mereka menjalani masa bulan madunya diperbagai Negara yang mereka kunjungi.
Dan saat ini Aulian serta Zahra sedang berada didalam pesawat yang hampir sampai dibandara yang ada dinegara mereka.
Sekitar satu jam kemudian pesawat jet yang mereka tumpangi sampai juga dibandara dan Aulian serta Zahra pun mereka sudah berada didalam mobil untuk pulang menuju kerumah mereka.
Semua keluarganya banyak yang pada tidak tahu jika Aulian dan juga Zahra pulang hari itu, karena jadwal kepulangan bulan madu mereka dimajukan dua hari.
Alhasil ketika Aulian dan juga Zahra yang baru sampai rumah menggunakan mobil pribadinya Aulian yang disopiri oleh anak buahnya, membuat kegemparan untuk para pekerja yang ada dirumahnya Aulian dan juga Zahra, terutama Ibu Dina yang sangat terkejut sekali melihat menantu dan juga anaknya tiba-tiba sudah berada didalam rumah.
Karena ketika Aulian dan juga Zahra sampai dirumah mereka, Ibu Dina dia sedang berada didalam kamar mandi.
"Ya Allah Nak, kapan kalian berdua sampai, Ibu sampai terkejut melihatnya", kata Ibu Dina sambil memeluk Zahra dan dibalas juga pelukannya oleh Zahra.
Sedang Aulian dia langsung bersalaman sambil mencium tangannya Ibu Dina saja.
"Baru saja Bu, sekitar lima menit tadi", jawab Zahra kepada Ibunya.
Mereka bertiga saat ini sedang duduk dishofa yang ada diruang keluarga.
"Bukannya kepulangan kalian masih dua hari lagi, kenapa menjadi pulang sekarang??", tanya Ibu Dina kepada Aulian dan juga Zahra.
"Berarti Ibu tidak senang nih, melihat kita sudah pulang??", jawab Zahra sambil menggoda Ibunya.
"Bukan begitu maksudnya Ibu Zahra, iishh kamu ini", kata Ibu Dina kepada Zahra sambil menahan gemasnya kepada Zahra.
Sedang Aulian dia tersenyum saja melihat interaksi antara istri dan juga Ibu mertuanya.
"Biasa Bu, ini Zahra sudah kangen sekali dengan Ibu dan yang lainnya juga, makanya dia meminta ingin cepat-cepat pulang saja kesini", jawab Aulian kepada Ibu mertuanya.
"Ini Firman kemana Bu, ko tidak kelihatan, bukannya ini sudah jam tiga sore, pastilah dia sudah pulang sekolah kan??", tanya Zahra kepada Ibunya karena dia tidak melihat adiknya daritadi.
"Inikan hari Rabu Zahra, jadwalnya adik kamu les basket dia", jawab Ibu Dina kepada Zahra.
"Makanya ko tadi Aul tidak sengaja ada ring basket yang menempel ditembok Bu", jawab Aulian kepada Ibu Dina.
__ADS_1
"Iya Nak Aul, semenjak mengikuti esktrakulikuler basket yang ada disekolahannya dia menjadi suka sekali dengan basket, terus Firman dia mendaftarkan diri ikut les basket dimana ya aduh Ibu lupa tempatnya dan namanya, makanya dia langsung saja membeli ring basketnya dan dipasang deh ditembok situ untuk dia latihan, Nak Aulian tidak marah kan??", kata Ibu Dina kepada Aulian.
"Tidak Bu, untuk apa Aulian marah, nanti biar Aul bicara sama Firman dia masuk les basket dimana, jika dia mau, Aul bisa memasukkan Firman dikursus les basket yang bagus kenalanannya Aul", jawab Aulian kepada Ibu Dina, membuat Zahra yang mendengarnya dia tersenyum senang sekali, karena Zahra sangat beruntung mempunyai suami yang juga menyayangi Keluarganya.
"Terimakasih Nak", jawab Ibu Dina kepada Aulian sambil tersenyum manis, dan dibalas juga senyumannya oleh Aulian.
"Oh Zahra kemarin pengurus panti datang kesini menyerahkan uang sumbangan dari beberapa donatur, Ibu sampai terkejut melihat jumlah uangnya, mereka tidak mau menyimpannya sendiri katanya takut, dan mereka juga berpesan pada Ibu mereka lebih baik menerima secukupnya untuk kebutuhan mereka setiap bulannya daripada harus memegang uang sebanyak itu katanya", kata Ibu Dina kepada Zahra.
"Memangnya jumlahnya berapa Bu uangnya??", tanya Aulian kepada Ibu mertuanya.
"Seratus lima puluh juta Nak, yang lima puluh juta itu cash, yang seratus juta itu berupa cek", jawab Ibu Dina kepada Aulian.
"Banyak sekali Bu jumlahnya, Ibu apa tidak bertanya uang donasinya dari siapa??", kata Zahra kepada Ibunya dengan terkejut.
"Sudah ibu tanya, katanya yang mengantarkan adalah anak buahnya Zahra", jawab Ibu Dina kepada Zahra.
"Mungkin nama pengirimnya ingin dirahasiakan Zahra, tidak apa-apa kita simpan saja uangnya, itu sudah menjadi rejekinya anak-anak panti semuanya", jawab Aulian yang mengerti akan cerita dari Ibu Dina.
"Mungkin juga Bang", jawab Zahra kepada Aulian.
"Baiklah kami istirahat dulu kalau begitu ya Bu", jawab Zahra kepada Ibu Dina.
Dan Ibu Dina dia hanya mengangguk saja kepada Zahra dan juga Aulian.
Setelahnya Aulian dan juga Zahra mereka beranjak berdiri dan berlalu menuju kedalam kamar mereka, yang selama kurang lebih satu bulan tidak mereka tempati itu.
Walau Zahra dan juga Aulian pergi berbulan madu, kamarnya mereka tetap Ibu Dina bersihkan dengan menyuruh para pembantu rumah tangga mereka.
Aulian dan juga Zahra yang sudah berada didalam kamar, mereka langsung melihat tumpukan kado yang masih menggunung diatas meja dekat shofa yang ada didalam kamar.
"Zahra sampai lupa Abang jika masih banyak kado yang harus dibukain semua", kata Zahra kepada Aulian sambil tertawa kecil menghampiri kearah meja.
"Nanti sajalah kita bukain kadonya sayang, lebih baik kita bersih-bersih badan kita, setelah itu kita sholat ashar terlebih dahulu", jawab Aulian kepada Zahra sambil menaruh kopernya disebelah lemari.
"Ok, baiklah suami tersayang", jawab Zahra sambil memeluk Aulian dari belakang.
"Mandi bersama ya", kata Aulian kepada Zahra sambil tersenyum genit.
__ADS_1
"Iyaaaaaaaa", jawab Zahra sambil mencium bibirnya Aulian, dan lalu langsung berlari menuju kedalam kamar mandi.
"Sudah berani ya sekarang", kata Aulian sambil tertawa dan menyusul Zahra masuk kedalam kamar mandi.
Mereka lalu mandi bersama sesuai keinginannya Aulian, dan mereka mandi diselingi canda tawa didalam kamar mandi.
Setelah selesai mandi mereka langsung saja berganti baju dan setelahnya langsung menunaikan sholat ashar, karena waktu juga sudah menunjukkan pukul empat sore.
Setelah selesai semua, Zahra dan juga Aulian mereka mengistirahatkan badan mereka untuk sejenak supaya jika makan malam nanti mereka bisa berkumpul untuk makan malam bersama Ibu Dina dan juga Firman.
Zahra yang tidak bisa tertidur karena waktu juga sudah sore, akhirnya dia memutuskan untuk beranjak bangun dari tidurannya, dan Aulian yang melihat Zahra bangun dia langsung saja bertanya kepada Zahra.
"Mau kemana sayang??", tanya Aulian kepada Zahra.
"Mau bukain kado saja Bang, rasanya susah mau istirahat, karena waktunya juga tanggung sekali ini", jawab Zahra kepada Aulian sambil berjalan menuju kemeja yang penuh dengan tumpukan kado.
Dan Aulian dia hanya mengangguk saja menanggapi perkataannya Zahra. Aulian dia tidak beranjak dari tidurannya, dia hanya memperhatikan Zahra membuka semua kado dari atas ranjang.
Ketika kado pertama yang dibuka Zahra isinya lingerie Zahra langsung saja menggelengkan kepalanya saja, dan Aulian dia langsung tertawa dengan bahagianya.
"Pakai ya sayang nanti malam", goda Aulian kepada Zahra.
"Tapi jangan disobek lagi ya suamiku, yang kemarin saja tidak ada yang tersisa satu pun", jawab Zahra kepada Aulian.
"Kalau begitu nanti malam tidak perlu dipakai saja, supaya tidak Abang sobek", jawab Aulian kepada Zahra sambil tertawa kecil.
Zahra tidak menanggapi perkataannya Aulian, dia lanjut saja membuka semua kado-kado yang lain, Aulian dan juga Zahra mendapatkan berbagai banyak kado dari para teman, sahabat, kolega, client dan saudara-saudara yang lainnya.
Padahal diundangannya Aulian dan juga Zahra sudah tertulis dengan jelas, tulisannya tidak menerima kado, akan tetapi tetap saja ada yang memberikan kado kepada mereka.
Bahkan bagi Aulian dan Keluarga Irawan jika mereka tidak memberikan sumbangan juga tidak apa-apa, karena yang diharapakan semua Keluarga adalah doa tulus untuk rumah tangganya Aulian dan juga Zahra kelak.
Papah Ziyas dan Bunda Lili mereka pada belum mengetahui jika Aulian dan juga Zahra sudah pada pulang kerumah mereka, karena sama dengan Ibu Dina, setahu Papah Ziyas serta Bunda Lili Aulian dan juga Zahra pulangnya masih dua hari lagi.
ππππππππππππππ
***TBC***
__ADS_1