LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
LEGA


__ADS_3

Walau Mayang sering membantu Kakaknya dikebun, akan tetapi Mayang jika dikebun dia selalu memakai pakaian yang serba tertutup hingga wajahnya pun dia tutupi entah menggunakan masker atau kain, dan tak lupa Mayang juga sering merawat badannya supaya tidak terlihat hitam kerena sering terkena sinar matahari ketika berada dikebun.


Dan serta kulitnya Mayang cenderung mudah kembali bersih lagi jika sudah menghitam.


Mayang dan Kak Arjuna dia sudah pada kembali dari supermarket, dan Kak Arjuna walau capek dari kebun dia masih tetap mengantar bahkan menemani dan menunggui Mayang selesai berbelanja.


"Ini Kak kopi susunya diminum dulu", kata Mayang kepada Kak Arjuna yang sedang beristirahat dan duduk-duduk santai diteras rumahnya sambil memberikan kopi susu kesukaannya Kak Arjuna yang sudah dibuatkannya tadi.


"Iya terimakasih", jawab Kak Arjuna kepada Mayang.


Sedang kedua orang tuanya mereka pada sedang berada didalam rumah tepatnya diruang keluarga sambil menonton televisi.


"Kak Mayang mau ngomong sesuatu sama Kakak",, kata Mayang kepada Kak Arjuna dan langsung membuat Kak Arjuna mengalihkan pandangannya kepada Mayang.


"Mau ngomong apa May, sepertinya serius sekali", tanya Kak Arjuna kepada Mayang.


"Kak jika ada laki-laki yang datang melamar May, bagaimana tanggapannya Kakak kepada laki-laki itu", tanya Mayang kepada Kak Arjuna dengan serius.


"Tumben sekali kamu bertanya seperti itu kepada Kakak, apa kamu mempunyai pacar??, kan sudah Kakak bilang jangan pacaran May, Kakak tidak suka, dan lagi pula kamu masih kecil", jawab Kak Arjuna kepada Mayang.


"Bukan Kak, May teringin saja menanyakan seperti itu kepada Kakak, dan May juga tidak mempunyai seorang pacar", jawab Mayang kepada Kakaknya.


Mayang sengaja bertanya seperti itu kepada Kakaknya karena dihati kecilnya selalu mengatakan jika Adzriel akan datang kerumahnya dan akan membuat kegemparan didalam rumahnya.


Ingin hati mengalihkan itu semua, akan tetapi kata hati dan fikirannya Mayang selalu tertuju kepada Adzriel.


"Jangan pacaran ya Dek, jika ada yang menyukaimu suruh langsung saja datang kerumah untuk melamar kamu", kata Kak Arjuna kepada Mayang.


"Dan untuk laki-laki itu sendiri, Kakak akan melihat seberapa tangguhnya dia memperjuangkanmu dan seberapa baiknya dia pantas untuk bersanding denganmu. Dan jika menurut Kakak serta Ayah laki-laki itu baik untuk kamu, kami akan berusaha menerimanya May", sambung Kak Arjuna lagi kepada Mayang.


"Kak apa Kakak sendiri tidak teringin menikah, umur Kakak saja sudah tiga puluh tahunan lebih begini", tanya Mayang lagi kepada Kakaknya.


"Kakak belum menemukan wanita yang baik dan pas serta cocok dihati Kakak May, karena Kakak ingin mempunyai istri yang mau diajak hidup susah senang bersama May, apalagi Kakak hanya seorang tukang kebun dan petani begini", jawab Kak Arjuna kepada Mayang.


"May doakan semoga ada wanita yang baik sesuai harapannya Kak Arjuna ya Kak", kata Mayang kepada Kak Arjuna sambil memegang tangan Kak Arjuna yang sebelah kiri, karena tangan Kak Arjuna yang sebelah kanan untuk memegang cangkir kopi.


"Aamiin, sudah sana masuk sebentar lagi maghrib, dan nanti jangan lupa mengaji juga, setelah itu bantu Ibu untuk menyiapkan makan malam May", kata Kak Arjuna kepada Mayang sambil mengusap lembut kepalanya Mayang yang tertutup hijab itu.

__ADS_1


"Kakak juga jangan disini terus, nanti banyak setannya", jawab Mayang kepada Kak Arjuna sambil berlalu masuk kedalam rumah.


Semua interaksinya Mayang dan juga Kak Arjuna terekam jelas dimata para anak buahnya Adzriel, bahkan mereka semua sudah memfoto adegan pegang tangannya Mayang dan juga usapan lembut dikepalanya Mayang oleh Kak Arjuna tadi.


Akan tetapi para anak buahnya Adzriel belum melaporkannya kepada Adzriel.


..........>>>>><<<<<..........


Disebuah Negara, Aulian dan juga Zahra mereka benar-benar sangat menikmati bulan madu mereka yang dipenuhi dengan suka cita dan kebahagian sebagai pengantin baru, dan juga sedang dimabuk asmara.


Aulian dengan penuh mesra dan selalu menjaga Zahra dari tatapan-tatapan mata laki-laki hidung belang yang tidak sengaja berpas-pasan dengan mereka ketika dijalan.


Bahkan ketika baru pertama sampai dihotel Zahra tidak diperbolehkan keluar oleh Aulian selama satu hari penuh hanya untuk menuntaskan hasrat pengantin barunya Aulian kepada Zahra.


Zahra yang mendapatkan setidaknya dua puluh pasang lingerie dari kado koleganya Aulian, dan sekarang tersisa hanya lima buah saja karena ulahnya Aulian yang sudah tidak sabar ketika bersama Zahra.


Dan itu hanya sebagian kado yang isinya lingerie-lingerie mahal yang baru dibuka Zahra, serta masih banyak lagi kado dirumah yang belum dibuka oleh Zahra dan juga Aulian karena belum sempat.


Ketika Zahra pertama kali melihat lingerie itu dia terkejut sekali dan serta risih melihatnya, akan tetapi Aulian tetap memaksa Zahra untuk memakainya.


"Ayolah sayang coba pakai ya, Abang ingin melihatnya, kan menyenangkan suami mendapatkan pahala sayang", kata Aulian waktu itu kepada Zahra.


Dan terpaksa juga Zahra langsung berlalu menuju kedalam kamar mandi untuk berganti memakai lingerie itu.


Ketika didalam kamar mandi Zahra yang sudah berganti memakai lingerie dia begitu risih dan malu untuk keluar dari dalam kamar mandi.


Hingga akhirnya Zahra memantapkan hatinya untuk keluar dari dalam kamar mandi dan ketika sudah keluar dia disambut tatapan lapar oleh Aulian, lapar ingin segera melahap Zahra.


Aulian yang sudah tidak sabar menunggu Zahra keluar, ketika mendengar suara pintu kamar mandi dibuka, Aulian langsung saja mengalihkan pandangannya kearah kamar mandi.


Dan ketika Aulian melihat Zahra begitu sangat menggoda sekali dengan cuma memakai lingerie tanpa menunggu lama Aulian langsung menuntaskan hasrat yang sudah ditahannya daritadi kepada Zahra.


..........~~...........


Kita geser keAdzriel dan Mayang lagi ya. Karena mau membahas Zain dan Ameera mereka berdua sudah pada siap untuk mempersiapkan hari pernikahannya mereka yang tinggal menghitung minggu saja.


Bahkan persiapan mereka semua sudah tujuh puluh persen, dan hampir selesai.

__ADS_1


Sedang Hafiz dan juga Khansa mereka berdua juga sedang berbahagia dengan calon anak pertama mereka yang sedang dikandung oleh Khansa. Dan Khansa sendiri dia sedang hamil sekitar enam bulan dan sudah jalan ketujuh bulan.


Adzriel yang sudah selesai sarapan dia langsung saja tidur tanpa mengecek ponselnya lagi, karena dia benar-benar begitu capek sekali, tidak cuma tubuhnya saja yang capek akan tetapi otaknya juga capek yang daritadi memikirkan Mayang terus.


Pagi harinya Adzriel yang akan berangkat kekantor dia mengecek terlebih dahulu ponselnya, dan ketika sudah dicek Adzriel begitu terkejut sekali waktu melihat foto-fotonya Mayang dengan Kak Arjuna.


"Dani menelfonku sebanyak lima kali, dua kali untuk yang semalam, dan tiga kali untuk tadi", kata Adzriel ketika melihat begitu banyak notifikasi panggilan yang tidak terjawab dari anak buahnya yang bernama Dani yang dia tugaskan untuk mengawasi Mayang.


Didalam mobil yang disopiri sopir pribadinya, Adzriel lalu menelfon kembali anak buahnya yang bernama Dani itu.


"Halo Dan, ada info apa kamu menelfon saya??", tanya Adzriel kepada anak buahnya.


"Tuan, ternyata laki-laki yang sering bersama Nona Mayang dia adalah Kakak kandungnya Tuan, dan dia bernama Arjuna", jawab Dani kepada Adzriel.


Adzriel yang mendengar perkataannya Dani entah kenapa dihatinya dia merasakan perasaan lega yang teramat membahagiakan sekali baginya.


Dan tanpa sadar Adzriel langsung tersenyum ketika mendengar laporannya Dani kepadanya.


"Apa kamu tidak berbohong kepadaku Dan??", tanya Adzriel kepada Dani.


"Tidak Tuan, saya tadi sudah menanyakannya kepada pekerja Tuan Arjuna yang bekerja diperkebunannya Tuan", jawab Dani kepada Adzriel.


"Kalau begitu kamu berikan informasi kepada saya semua latar belakang Keluarganya Mayang, satu jam dari sekarang, saya tunggu Dan", perintas tegas lagi kepada Dani.


"Siap Tuan, segera akan saya kerjakan", jawab Dani kepada Adzriel.


Dan Adzriel langsung saja menutup telefonnya ketika sudah mendapat jawaban dari Dani.


Sepanjang perjalanan menuju kekantor Adzriel dia tidak henti-hentinya tersenyum, dan entah kenapa rasa sesak yang semalam dia rasakan terhadap Mayang, dan rasa sesak yang didapatkannya tadi ketika melihat foto kedekatannya Mayang dengan Kak Arjuna diteras rumah tadi sore, seperti sudah terangkat kelangit ketika baru saja mendengar laporannya Dani tadi.


...🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴...


Tak apakan kita bahas Adzriel dan Mayang dulu readers 😁


Takutnya para readers kangen dengan Aulian yang sedang berbulan madu itu 🀣🀣🀣


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2