
Yuk sekarang kita bahas Aulian dan juga Zahra readers dan ini masih terusan flashbacknya Adzriel ya.
Pagi itu setelah selesai sarapan Aulian dia sudah kembali beraktifitas lagi dikantor, sedang Zahra dia juga akan kembali berangkat kekantornya Ayah Ibrahim, bukan untuk bekerja melainkan untuk mengantarkan surat pengunduran dirinya dari kantor.
Malam sebelumya Zahra dan juga Aulian mereka berdua sedang berbincang hangat ditaman yang ada dihalaman rumahnya sambil membahas soal pekerjaan.
"Sayang, ada yang ingin Abang sampaikan kepada kamu", kata Aulian kepada Zahra yang sedang duduk disampingnya sambil dirangkulnya itu.
Zahra langsung saja mengalihkan penadangannya kearahnya Aulian ketika mendengar kalimat yang lumayan serius dari Aulian.
"Mau bicara apa sih sayang, sepertinya serius sekali??", tanya Zahra kepada Aulian sambil mencubit pipinya Aulian.
"Emm, kalau kamu berhenti bekerja bagaimana sayang, Abang inginnya kamu dirumah saja mengurus Abang dan anak-anak kita nanti", kata Aulian sambil melihat kearahnya Zahra.
Zahra langsung menegapkan duduknya ketika baru saja mendengar perkataan dari Aulian.
"Tapi kalau mendadak apa bisa Abang, karena kalau mendadak kasihan Kak Rion", jawab Zahra kepada Aulian.
"Itu bisa diatur sayang, soalan mudah saja, yang terpenting kamu mau menuruti keinginan dari Abang kan", jawab Aulian kepada Zahra.
"Baiklah Bissmillah Zahra mau Abang, Zahra akan menuruti keinginannya Abang", jawab Zahra kepada Aulian sambil tersenyum.
"Serius sayang kamu mau??", tanya Aulian kepada Zahra dengan perasaan senangnya.
"Iya Abang", jawab Zahra kepada Aulian sambil mengangguk.
"Baiklah sebentar Abang akan menelfon Rion dan Ayah Ibrahim dulu ya kalau begitu", kata Aulian kepada Zahra.
Dan Zahra hanya mengangguk saja kepada Aulian. Aulian lalu menghubungi Rion atasannya Zahra sekaligus suami dari adik sepupunya yang bernama Mita jika Zahra akan mengundurkan diri dari kantor, dan Rion akan dibantu oleh Aulian serta sekretarisnya untuk mencarikan penggantinya Zahra, dan Rion pun setuju-setuju saja akan hal itu.
__ADS_1
Lalu Aulian menghubungi Ayah Ibrahim untuk memberitahukan hal sama kepadanya tentang pengunduran dirinya Zahra, dan Ayah Ibrahim pun mengerti akan hal itu jadi dia mengijinkan dan tidak mempermasalahkannya.
Dan disinilah Zahra yang sudah berada dalam satu mobil dengan Aulian untuk menuju kekantor.
Empat puluh menit kemudian, Zahra sudah diantarkan terlebih dahulu oleh Aulian kekantornya Ayah Ibrahim, dan Zahra langsung saja masuk kedalam kantor ketika sudah berpamitan dengan Aulian tadi.
Aulian langsung saja tancap gas lagi menuju kekantornya sendiri untuk bekerja. Zahra yang sudah sampai dlantai yang biasanya dia bekerja, Zahra langsung saja masuk keruang kantornya Rion untuk memberikan surat pengunduran dirinya dan juga sekaligus berpamitan kepada Rion, begitu pun dengan Ayah Ibrahim, Zahra juga menemuinya sebentar untuk sekedar berbincang hangat, karena sudah lama juga Zahra tidak mengobrol dengan Ayah Ibrahim.
Setelah urusannya selesai, Zahra langsung saja naik taksi untuk menuju kekantornya Aulian, karena itu keinginannya Aulian untuk menyuruh Zahra kekantornya jika urusannya dikantor Ayah Ibrahim sudah selesai.
Aulian sudah menawarkan Zahra untuk dijemput oleh sopir pribadi, akan tetapi Zahra tidak mau dan dia memilih ingin naik taksi saja.
Dan setelah menempuh perjalanan yang cukup lancar karena bukan dijam sibuk berangkat bekerja, akhirnya Zahra sudah sampai juga dikantornya Aulian yaitu Perusahaannya Papah Ziyas.
Semua para karyawan yang melihat kedatangannya Zahra, mereka semua menyapa dengan ramah dan sopan kepada Zahra, karena mereka semua sudah tahu siapakah Zahra.
Zahra yang awalnya risih dengan sapaan para karyawan kantor, sekarang dia sudah menjadi terbiasa dengan sendirinya dan Zahra membalas sapaan mereka semua dengan tersenyum ramah dan juga mengangguk.
Ketika Zahra masuk dia melihat Aulian sedang menelfon atau menerima telefon dari seseorang yang dirasa Zahra sangat penting, jadi Zahra tidak mau mengganggu Aulian dan dia memilih langsung duduk dishofa yang ada diruangannya Aulian.
Aulian pun tadi ketika melihat yang masuk Zahra dia langsung saja tersenyum sangat manis sekali kepada Zahra, dan Aulian menyuruh Zahra untuk menunggunya sebentar dengan mengkode menggunakan tangannya.
Sekitar sepuluh menit Zahra menunggu Aulian, akhirnya Aulian sudah selesai juga menelfonnya, dan Aulian langsung saja mendekati Zahra yang sedang duduk dishofa yang ada diruangannya sambil membaca majalah bisnis.
"Maaf sayang lama, tadi Hafiz yang menelfon Abang", kata Aulian kepada Zahra sambil mencium keningnya Zahra.
"Memangnya kenapa Mas Hafiz Abang??", tanya Zahra kepada Aulian sambil melihat kearahnya Aulian.
"Khansa sudah melahirkan sayang, Hafiz tadi mengabari Abang akan hal itu, akan tetapi saat ini Khansa dan juga Hafiz masih berada diTurki sayang", jawab Aulian kepada Zahra dan sudah duduk disampingnya Zahra.
__ADS_1
Zahra yang mendengar jika sahabatnya Khansa sudah melahirkan dia sungguh sangat senang sekali.
"Kenapa Khansa bisa melahirkan diTurki sayang, bukannya Khansa sedang hamil besar ya kemarin ketika datang keacara pesta pernikahannya kita??, apa dia sedang berlibur diTurki bersama Mas Hafiz, jadinya dia melahirkan disana sekalian", tanya Zahra kepada Aulian.
"Kan keluarganya Hafiz asli orang sana sayang", jawab Aulian kepada Zahra.
"Zahra tahu Abang, tapi bukan itu maksudnya Zahra, maksudnya Zahra itu kenapa sampai bisa melahirkan diTurki begitu lho suamiku", kata Zahra kepada Aulian.
"Oh tadi Hafiz cerita katanya satu minggu setelah menghadiri pernikahan kita Hafiz dan juga Khansa dan juga Keluarganya Hafiz sedang berkunjung kesanak saudara yang ada diTurki sana sayang, terus fikir Hafiz dan juga Khansa mumpung lagi diTurki mereka rencananya sekaligus liburan karena Khansa sendiri kan belum pernah pergi keTurki",.
"Khansa dan juga Hafiz liburan diTurkinya sekitar dua bulanan sayang, nah ketika ingin kembali kesini, kandungannya Khansa bermasalah sayang mungkin kecapekan, dan Dokter menyarankan supaya Khansa harus banyak beristirahat dan tidak boleh melakukan perjalanan jauh apalagi sampai naik pesawat, karena pada saat itu juga kandungannya Khansa sudah menginjak kedelapan bulan sayang ketika mau pulang kesini", cerita Aulian kepada Zahra.
"Terus Abang", kata Zhara kepada Aulian.
"Kamu ini terus-terus saja, sudah seperti tukang parkir", goda Aulian kepada Zahra sambil tesenyum jahil.
"Ayo teruskan Abang", jawab Zahra kepada Aulian dengan berpura-pura merajuk.
"Iya-iya, terus kan Hafiz akhirnya dia tinggal sementara dirumah Kakek dan Neneknya sampai kondisinya Khansa memungkinkan untuk diajak pulang, akan tetapi sampai tiba waktunya melahirkan Khansa masih tetap tidak bisa diajak pulang, alhasil dia harus melahirkan disana sayang, dan katanya juga kedua orang tuanya Khansa saat ini sudah berada diTurki dari tiga hari lau", lanjut Aulian lagi kepada Zahra.
"Dan Hafiz meminta maaf kepada kita sayang karena baru sempat menghubungi kita, karena dia disana sangat-sangat sibuk sekali mengurusi persalinannya Khansa", kata Aulian lagi kepada Zahra.
"Tapi Khansa dan juga babynya sehat-sehat saja kan Abang??", tanya Zahra kepada Aulian.
"Alhamdulillah mereka sehat semua sayang, dan jenis kelamin anaknya Hafiz laki-laki sayang", kata Aulian kepada Zhara sambil tertawa kecil.
"Baru saja akan Zahra tanyakan kepada Abang apa jenis kelaminnya", kata Zahra kepada Aulian sambil tertawa juga
Dan suara tawa dari Aulian semakin keras saja ketika mendengar perkataannya Zahra.
__ADS_1
...πππππππππππππ...
***TBC***