LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
KEMARAHAN AULIAN


__ADS_3

Setelah menggombal receh kesana kemari, akhirnya Zahra meminta Aulian untuk mengantarkannya pulang kerumah kontrakannya. Dan tepat pukul lima sore, Zahra sampai juga dirumah kontrakannya.


"Zahra ini kan malam minggu tapi Abang hari ini tidak bisa apel kerumahmu, tapi tenang saja, Abang akan apel didalam mimpimu nanti", kata Aulian dengan tertawa pkepada Zahra ketika baru saja sampai didepan rumah kontrakannya Zahra.


"Iya Abang tidak apa-apa", jawab Zahra kepada Aulian dengan tertawa juga.


"Hari ini badan Abang rasanya capek sekali, ingin rebahan saja dirumah", kata Aulian lagi kepada Zahra.


"Ya sudah, Abang perbanyakkin istirahat ya, biar besok senin bisa fit lagi", pesan Zahra untuk Aulian.


"Oh ya, untuk keacara resepsinya Kak Qiyas dan juga Kak Kia bagaimana, kamu jadi datang kan bersama Abang", tanya Aulian kepada Zahra.


"Tapi Zahra malu bang, Zahra belum siap", jawab Zahra kepada Aulian.


"Ayolah Zahra, jika kamu tidak siap sekarang, mau sampai kapan?? ", kata Aulian kepada Zahra dengan nada membujuk.


"Akan Zahra fikirkan dahulu ya Abang", jawab Zahra kepada Aulian lagi.


"Baiklah, semoga jawabanmu nanti tidak mengecewakan Abang ya", kata Aulian dengan lesu.


"Abang hati-hati dijalan ya, jangan mengebut naik mobilnya, dan terimakasih", kata Zahra kepada Aulian sambil tersenyum manis.


"Iya Zahra sayang, Zahra baik-baik ya dirumah, jangan sembarangan membuka pintu untuk orang, jika mau pergi bilang sama Abang, akan Abang usahakan untuk mengantarkanmu, jika tidak bisa biar nanti Abang kirim sopir untukmu", kata Aulian kepada Zahra. Dan Zahra dia tersenyum senang mendengar perhatian dari Aulian.


"Siap CEO ku", jawab Zahra kepada Aulian. Dan Aulian dia tertawa kecil ketika melihat tingkahnya Zahra yang begitu kepadanya dengan tangan diangkat seperti sedang hormat.


"Bye Zahra", kata Aulian sambil membunyikan klaksonnya kepada Zahra. Dan Zahra dia melambaikan tangan kepada Aulian.


Singkat cerita Zahra yang baru saja selesai beres-beres rumah dan sedang mengerjakan pekerjaannya, sekitar setengah delapan dia tiba-tiba mendengar suara pintu rumahnya diketuk oleh seseorang, setelah mengintip sedikit dari jedela, Zahra melihat Rizky yang datang berkunjung kerumahnya.


Dilain tempat seseorang yang sudah ditugaskan untuk selalu menjaga dan mengawasi Zahra dia melihat gelagat mencurigakan dari Rizky dan dia segera melaporkannya kepada bosnya yaitu Aulian.

__ADS_1


Dan disisi lain juga orang yang menjadi suruhannya Papah Ziyas pun melihat gelagat yang aneh dari laki-laki yang sedang berkunjung kerumahnya Zahra.


Pasalnya ketika Rizky baru saja sampai dan akan mengetuk pintu rumahnya Zahra, dia seperti memperhatikan keadaan sekitar.


Sebagai seorang mata-mata yang sudah lama mereka geluti, otomatis alarm diotak mereka memberikan sinyal jika orang yang sedang berkunjung kerumahnya Zahra mempunyai niat yang buruk.


Sama seperti orang suruhannya Aulian, orang suruhannya Papah Ziyas pun dia langsung saja melaporkannya kepada Papah Ziyas.


Aulian yang waktu itu baru saja ingin mencoba memejamkan matanya dia mendengar jika ponselnya berbunyi dan juga bergetar. Ketika dilihat ternyata adalah nama anak buahnya yang dia suruh selalu memantau keadaannya Zahra.


"Adam, tumben jam segini dia menelfonku, biasanya juga dia hanya mengirimkan lewat pesan saja", kata Aulian dan dia segera mengangkat panggilan telefonnya.


"Hallo Assalamu'alaikum Tuan, ada seorang laki-laki yang sangat mencurigakan datang kerumahnya Nona Zahra Tuan", lapor Adam dengan sangat cepat kepada Aulian.


Aulian yang mendengarnya dia langsung saja bangkit dari duduknya yang diatas pinggiran ranjang.


"Kamu terus awasi dia, saya akan segera kesana sekarang", jawab Aulian dan dia langsung saja mematikan sambungan telefonnya.


"Awasi terus laki-laki itu, dan jika sudah tidak memungkinkan lagi, kamu keluar dan selamatkan Zahra, saya juga yakin Aulian pasti akan segera datang kesana", jawab Papah Ziyas ketika mendapat telefon dari anak buahnya yang mengawasi Zahra.


Papah Ziyas langsung saja mematikan sambungan telefonnya ketika sudah menjawab jawaban dari anak buahnya.


Kembali lagi keAulian yang tadi sudah mendapatkan laporan dari Adam anak buahnya. Aulian langsung saja bergegas memakai bajunya kembali yang tadi dia lepas. Dan setelah itu dia segera turun setelah mengambil kunci mobil.


Dengan tergesa-gesa dan terburu-buru Aulian pergi sampai tidak berpamitan dengan kedua orang tuanya dan Aulian langsung saja bergegas pergi menuju kekediamannya Zahra, dengan mengendarai mobil dengan kecepatan yang tidak bisa dibilang pelan itu.


Sekitar dua puluh lima menit akhirnya Aulian sampai juga dirumahnya Zahra, dan ketika Aulian tiba dirumahnya Zahra, Aulian mendengar Zahra berteriak meminta tolong.


Aulian langsung saja bergegas mendobrak pintu rumahnya Zahra dan Aulian dibuat sangat marah sekali ketika melihat keadaannya Zahra. Dengan sangat brutal sekali Aulian memukuli Rizky, hingga jika tidak dilerai oleh anak buahnya dan anak buah dari Papahnya, Rizky mungkin sudah tewas ditangannya Aulian.


"Bawa dia kerumahku", perintah Aulian kepada para anak buah yang sudah menangkap Rizky dengan nada marah dan tegas.

__ADS_1


Dan para anak buah itu langsung saja membawa Rizky kerumahnya Papah Ziyas sesuai perintahnya Aulian.


Aulian langsung saja reflek memeluk Zahra yang sudah sangat ketakutan sekali untuk memberikan ketenangan bagi Zahra. Dan Zahra pun tidak menolak akan pelukannya Aulian, akan tetapi malah membalas pelukannya itu.


Dengan keadaan dan fikiran yang sudah tidak bisa lagi berfikir dengan jernih, Aulian langsung saja masuk kedalam kamarnya Zahra untuk mengambil sesuatu untuk menutupi bajunya Zahra yang sudah tidak karuan. Dan Aulian mendapatkan sebuah jaket tergantung dibalik belakang pintu kamarnya Zahra. Aulian langsung saja mengambil itu dan langsung memakaikan kebadannya Zahra.


Zahra pun hanya diam dan menurut saja dengan apa yang dilakukan oleh Aulian yang sedang memakaikan jaket kepadanya.


Aulian langsung saja menuntun Zahra masuk kedalam mobilnya, untuk rumahnya Zahra sendiri, Aulian serahkan kepada anak buahnya yang masih tersisa disitu.


Papah Ziyas pun sudah mengetahui akan hal itu, karena laporan dari anak buahnya. Papah Ziyas sangat-sangat terkejut mendengar laporan dari anak buahnya. Dengan tidak sabar Papah Ziyas sudah menunggu diruang tamu untuk melihat seseorang yang sudah berani berbuat yang tidak baik kepada calon menantunya itu.


"Kita pulang kerumah Abang dulu ya Zahra, nanti kamu bisa tidur dikamarnya Kak Anin", kata Aulian dengan lembut kepada Zahra.


Zahra yang masih syok dia hanya bisa mengangguk sambil dengan terus mengeluarkan air matanya.


"Semua sudah baik-baik saja, ada Abang disini, Abang akan selalu berusaha ada untuk Zahra", kata Aulian lagi kepada Zahra.


Zahra tidak bisa menanggapi perkataan dari Aulian, dia hanya diam saja karena jiwanya masih syok. Aulian lalu menurunkan sandaran kursi yang didudukki Zahra, agar Zahra bisa sedikit tiduran didalam mobil.


Setelah itu Aulian langsung saja menjalankan mesin mobilnya untuk menuju kerumahnya. Aulian tidak seperti tadi saat mengendarai menuju kerumahmya Zahra.


Saat ini Aulian mengendarai mobilnya dengan sangat pelan dan hati-hati sekali agar Zahra nyaman dan agar tidak semakin ketakutan.


"Dia yang sudah berani berbuat seperti ini kepadamu, dia harus mendapatkan pelajaran sesuai dengan apa yang dia perbuat kepadamu Zahra", batin Aulian sambil melihat Zahra yang sedang mencoba memejamkan matanya dengan masih ada sisa-sia air mata yang keluar dari matanya. Karena saat itu mobil yang dikendarai oleh Aulian sedang berhenti sejenak karena lampu merah.


πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


Mau tahu tidak nih readers apa yang sedang terjadi dengan Zahra😁


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2