LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
AULIAN - ZAIN 2


__ADS_3

"Ini tentang Zahra Zain", kata Aulian lagi kepada Zain ketika Aulian melihat wajah kebingungannya Zain.


Sementara itu Zain dia terkejut sekali ketika mendengar Aulian mengatakan jika ini tentang Zahra.


"Maksud Tuan apa ya, maaf Tuan Aulian saya tidak faham maksud dari Tuan Aulian", kata Zain kepada Aulian.


"Sebelumnya jawab jujur kepadaku Zain, apa kamu mencintai Zahra?? ", kata Aulian dengan tegas kepada Zain. Membuat Zain semakin terkejut mendengar pertanyaan dari Aulian.


Zain lalu mengontrol mimik mukanya agar dia bisa tenang menjawab semua pertanyaan dari Aulian. Dengan menarik nafas dan mengeluarkannya dengan pelan. Zain mulai menjawab pertanyaan dari Aulian.


"Akan saya jawab jujur Tuan dengan sejujur-jujurnya....... Zain sengaja menjeda perkataannya kepada Aulian.


"Saya menyukai dan mencintai Zahra sejak kami masih sekolah dasar dulu Tuan, dulu saya menganggap perasaan ini adalah perasaan cinta monyet belaka, akan tetapi semenjak kita sama-sama dewasa perasaan saya kepada Zahra semakin besar Tuan hingga saya berniat ingin menikahinya", kata Zain kepada Aulian. Yang mana perkataan dari Zain membuat darah ditubuhnya Aulian langsung mendidih karena marah dan cemburu.


"Apa Zahra mengetahui jika kamu mencintainya?? ", tanya Aulian sambil menekan rasa marahnya kepada Zain.


"Tidak Tuan, saya tidak berani mengungkapkannya kepada Zahra karena saya takut jika persahabatan diantara kami yang sudah terjalin sejak kecil akan merenggang", jawab Zain kepada Aulian.


"Saya harap kamu jangan mengungkapkannya kepada Zahra Zain", kata Aulian dengan sangat tegas kepada Zain.


"Tuan Aulian tenang saja, semenjak saya mengetahui jika Zahra calon istrinya Tuan, saya sudah belajar mengubur perasaan saya untuk Zahra sedalam-dalamnya Tuan, karena saya sebagai laki-laki bisa melihat sendiri jika Tuan Aulian sangat mencintai Zahra", kata Zain kepada Aulian.


"Tuan ada satu lagi yang ingin saya sampaikan dan ceritakan kepada Tuan Aulian, akan tetapi Tuan Aulian jangan marah dan mohon dengarkan terlebih dahulu cerita saya", kata Zain kepada Aulian. Membuat Aulian bertanda tanya apa maksud perkataannya Zain.


"Apa itu Zain, dan apa ini tentang Zahra?? ", kata Aulian kepada Zain.


"Iya Tuan", jawab Zain sambil mengangguk.

__ADS_1


"Coba ceritakan kepada saya", kata Aulian dengan tegas kepada Zain.


"Waktu itu sebelum Tuan Aulian bertemu dengan saya, saya sebenarnya berdebat dan bertengkar hebat dengan Ibu saya Tuan, karena saya meminta ijin untuk menikahi Zahra Tuan Aulian...... Zain sengaja menjeda perkataannya dan lalu melihat kearah wajahnya Aulian bagaimana ekspresinya.


Dan ekspresi yang ditunjukkan oleh Aulian dia seperti ingin marah kepada Zain, dan Zain menyadari itu semua. Walau Zain menyadari itu, Zain tetap saja melanjutkan ceritanya kepada Aulian.


"Ibu saya sangat menentang keinginan saya itu, akan tetapi Bapak saya merestuinya Tuan. Ibu saya tidak merestui karena Keluarga saya termasuk keluarga orang kaya Tuan dikampung saya, Ibu saya malu memiliki menantu seperti Zahra yang dari Keluarga Tuan Aulian pasti sudah tahu sendiri. Mendengar Ibu saya menghina Zahra, saya marah Tuan, dan terakhir saya mengucapkan kata-kata yang membuat Ibu saya sangat marah kepada saya Tuan Aulian, hingga saya diusir dari rumah oleh Ibu. Bapak saya yang sudah lelah menasihati Ibu saya, beliau hanya bisa merestui kepergian saya dari rumah Tuan, dan menyuruh saya untuk memperlihatkan serta menunjukkan kepada Ibu saya bahwa saya bisa sukses tanpa harta mereka, dan jika sudah sukses saya bertekad ingin melamar Zahra, begitulah Tuan awal mula saya merantau kesini, salah satunya untuk bisa dekat dengan Zahra...... Sambung cerita Zain dengan panjang lebar kepada Aulian.


"Akan tetapi sekarang sudah berbeda lagi niat dan tujuan saya Tuan Aulian setelah mengetahui jika Zahra dia calon istrinya anda Tuan Aulian", kata Zain lagi dan Aulian masih diam mendengarkan perkataannya Zain.


"Demi Allah saya sudah ikhlas dan merelakan serta sudah mengubur dalam-dalam perasaan ini Tuan Aulian, saya mohon Tuan percaya dengan saya, akan tetapi jika Tuan Aulian berani melukai hatinya Zahra, tanpa memandang anda sebagai atasan, saya akan memperjuangkan perasaan saya lagi dan berusaha merebut Zahra dari anda Tuan Aulian", kata Zain kepada Aulian.


Dengan menekan rasa terkejut, marah dan cemburu Aulian mulai meredakan itu semua, agar dia bisa berfikiran dengan jernih akan maksud semua perkataannya Zain.


Dan Zain sengaja menceritakan itu semua dengan Aulian, supaya hubungan antara Zain dan Aulian tidak ada salah faham lagi, serta Aulian nanti supaya tidak terkejut lagi jika suatu saat dia main kerumahnya Zahra dan bertemu dengan Ibunya yang memiliki mulut super pedas itu.


Zain yang melihat Aulian tersenyum kepadanya, dia juga membalas senyum Aulian itu dengan tulus.


"Tentu saja Tuan, karena laki-laki dipegang dari perkataannya, dan saya berjanji akan hal itu dengan anda Tuan Aulian", jawab Zain dengan tersenyum kepada Aulian.


"Oh iya Zain, ada lagi yang ingin saya tanyakan kepada kamu", tanya Aulian lagi kepada Zain.


"Apa ya itu Tuan Aulian?? ", tanya Zain dengan penasaran kepada Aulian.


"Apakah kamu mengenal yang namanya Rizky?? ", tanya Aulian kepada Zain.


"Apakah yang Tuan Aulian maksud itu teman saya dan juga Zahra yang nama lengkapnya Ahmad Rizky Ferdinan?? ", kata Zain kepada Aulian dan Aulian hanya mengangguk kepada Zain.

__ADS_1


"Memangnya ada apa dengan Rizky Tuan", tanya Zain kepada Aulian.


"Dia sudah berani hampir saja melecehkan Zahra Zain", jawab Aulian dengan dingin kepada Zain karena Aulian jadi teringat akan kelakuannya Rizky kepada Zahra.


Sedangkan Zain dia sangat-sangat terkejut sekali mendengarnya.


"Apakah benar apa yang Tuan Aulian katakan?? ", kata Zain dengan masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


"Apa untungnya buat saya Zain jika saya harus berbohong masalah seperti ini!!! ", jawab Aulian dengan sangat super tegas dan dingin kepada Zain.


Zain merasa tidak enak kepada Aulian yang seakan seperti meragukan perkataan dari Aulian, Zain lalu meminta maaf kepada Aulian.


"Maafkan saya Tuan, bukan maksud saya seperti itu", kata Zain meminta maaf kepada Aulian.


"Sebenarnya saya tahu jika Rizky menyukai Zahra dari sejak bangku SMA dahulu Tuan, karena saya sering mempergoki Rizky yang sering mencuri pandang kepada Zahra, bahkan sering memandang Zahra dengan tatapan seperti orang jatuh cinta Tuan, dan dia orangnya juga baik Tuan, walau dia dari Keluarga orang kaya", sambung Zain lagi kepada Aulian, dan Aulian masih setia mendengarkannya.


"Dan saya sangat terkejut mendengar perkataannya Tuan Aulian, maafkan saya Tuan, bukan maksud hati ingin membela Rizky", kata Zain kepada Aulian.


"Itu dikarenakan dia sudah dibutakan oleh cinta Zain, sebab lamaran yang Rizky utarakan kepada Zahra, Zahra menolaknya Zain, dan juga karena Rizky cemburu mendengar Zahra lebih menerima lamaran saya", jawab Aulian dengan tenang kepada Zain. Membuat Zain terkejut lagi. Sungguh pagi itu Zain dipenuhi dengan keterkejutan dari semua perkataannya Aulian kepadanya.


"Rizky melamar Zahra Tuan?? ", beo Zain kepada Aulian dengan eskpresi bengong kepada Aulian, dan Aulian dia hanya menangguk saja menanggapi perkataannya Zain.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Hari ini Author kurang fit, demi readers akan tetap author usahakan Up πŸ€—β˜ΊπŸ™ƒ


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2