LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
PENOLAKAN ZAHRA


__ADS_3

Setelah menyelesaikan makan Aulian lalu mengajak Zahra untuk menonton, akan tetapi Zahra tidak mau, dan Zahra memilih mengajak Aulian pulang, karena takut jika Aulian nanti kecapekan karena belum istirahat dari pulang kerja tadi.


"Yakin sayang mau pulang?? ", tanya Aulian untuk kesekian kalinya kepada Zahra.


"*Iya Abang Zahra y*akin, kita pulang saja ya tidak apa-apa kan??, Abang kan belum istirahat dari pulang kerja tadi, Zahra tidak mau jika nanti Abang kecapekan, Abang tidak marah kan?? ", jawab Zahra kepada Aulian.


"*Abang tidak marah Zahra, b*aiklah kalau begitu calon istriku, yuk kita keluar", kata Aulian kepada Zahra, dan Zahra hanya mengangguk saja memberikan jawaban.


Zahra dan Aulian akhirnya berjalan keluar dari mall menuju keparkiran mobil untuk pulang kerumahnya Papah Ziyas.


"Zahra nanti kamu datang ya bersama Abang dipesta resepsinya Kak Iyas dan Kak Kia", kata Aulian kepada Zahra disela-sela menyetir mobilnya.


"Zahra tidak mau Abang, Zahra masih malu untuk memperlihatkan hubungan kita kepublik, Zahra belum siap rasanya Abang", jawab Zahra dengan sedikit sedih.


Aulian yang mengerti kesedihannya Zahra, dia lalu mencoba meyakinkan Zahra lagi supaya percaya dengannya, kalau dirinya bisa melindungi Zahra.


"Abang akan melindungimu Zahra, percaya sama Abang ya, terserah saja orang lain mau berkata apa tentang Zahra, yang penting Abang percaya dan yakin sepenuhnya dengan Zahra", kata Aulian mencoba meyakinkan Zahra.


"Maaf Abang, Zahra tidak bisa ya, kita berangkat sendiri-sendiri saja ya Abang", jawab Zahra dengan semakin sedih.


Dan Aulian yang mendengar nada sedih serta melihat wajah sedihnya Zahra, dia langsung tidak bertanya lagi atau mencoba meyakinkan Zahra lagi. Serta Zahra pun sama diamnya dengan Aulian. Hingga mobil yang mereka tumpangi sudah sampai dihalaman rumahnya Papah Ziyas.


"Abang, Abang tidak marah kan sama Zahra, maafkan Zahra ya Abang", kata Zahra kepada Aulian, karena Zahra merasa kurang nyaman dengan kediaman dari Aulian.


Aulian yang melihat wajah sedihnya Zahra, dia lalu menarik nafas dalam-dalam untuk meredakan rasa marahnya.


"Iya Zahra, Abang mengerti ko, sudah yuk kita masuk saja, sudah malam juga", kata Aulian ketika sudah bisa meredakan rasa marahnya kepada Zahra.


Walaupun Aulian menjawab perkataannya dengan nada yang biasa, dihati kecilnya Zahra dia merasakan jika Aulian marah kepadanya.


Aulian dan Zahra mereka langsung masuk kedalam rumah, dan menujun kekamar mereka masing-masing. Zahra serta Aulian ketika sampai rumah sekitar pukul setengah sembilan malam.


Tanpa berbicara dengan Zahra, Aulian langsung masuk kedalam kamarnya untuk bersih-bersih badannya dan setelah itu Aulian bukannya tidur, dia lalu memulai mengerjakan berkas-berkas yang tadi diberikan oleh Zain kepadanya.


Sedangkan Zahra yang juga sudah masuk kedalam kamar, dia menjadi tidak selera untuk membuka laptop barunya yang baru saja dibelikan oleh Aulian.


"Apakah aku salah ya Allah", batin Zahra ketika mengingat sikapnya Aulian tadi ketika akan masuk rumah.


Zahra yang merasa sedih, dengan langkah lesu Zahra lalu melangkahkan kakinya menuju kedalam kamar mandi untuk membersihkan badannya. Setelah selesai Zahra langsung saja menunaikan sholat isya' dan ketika sudah sholat Zahra langsung saja merebahkan badannya diatas ranjang sambil menahan rasa sesak didadanya.

__ADS_1


Tanpa disadari Zahra lama kelamaan mata dia mengantuk dengan sendirinya dan akhirnya Zahra tertidur dengan lelapnya.


Sekitar pukul dua belas malam, Zahra merasa haus sekali, dan ketika Zahra ingin minum ternyata air minum yang ada diatas meja dekat ranjang habis, Zahra lalu turun kebawah untuk mengambil segelas air.


Ketika Zahra akan sampai didapur, dia melihat lampu dapur masih menyala dengan terangnya, dan ketika Zahra sampai dipintu dapur dia melihat Aulian sedang berada didepan kulkas yang terbuka lebar.


"Abang, Abang sedang apa didepan kulkas?? ", tanya Zahra yang tentu saja mengagetkan Aulian.


"Oh, Abang sedang mencari sesuatu yang bisa dimakan, karena Abang sedang lapar Zahra", jawab Aulian kepada Zahra.


"Mau Zahra masakin Abang?? ", tawar Zahra kepada Aulian.


"Boleh masakin Abang mie instans saja Zahra", jawab Aulian kepada Zahra.


"Baiklah Abang, Abang duduk dulu saja disitu", kata Zahra kepada Aulian. Dan Aulian langsung mengangguk serta langsung duduk dikursi yang tersedia didapur.


"Kamu sebenarnya mau apa Zahra malam-malam begini didapur", tanya Aulian sambil mengajak mengobrol Zahra.


"Zahra ingin mengambil air minum Abang, Abang sendiri sebenarnya sudah tidur belum sih, atau memang ini kebiasaan Abang ketika terbangun dan langsung mencari makanan?? ", jawab dan tanya Zahra sekaligus kepada Aulian.


"Abang setelah pulang tadi belum tidur karena lagi menyelesaikan pekerjaan Abang yang cukup banyak, dan ini tinggal sedikit tapi perut Abang tidak tahan rasanya lapar sekali", jawab Aulian yang membuat Zahra mengalihkan pandangannya kearah Aulian.


"Tidak apa-apa Zahra, pekerjaan bisa dikerjakan kapan saja, akan tetapi kan pergi dengan Zahra tidak bisa kapan saja", jawab Aulian dengan tersenyum kepada Zahra.


"Lain kali Abang jangan begitu lagi ya", kata Zahra kepada Aulian sambil menghidangkan mie instans yang komplit dengan sayuran dan telur mata sapi dengan ekstra cabai yang sudah selesai dibuatnya.


"Iya Zahra, eeh tapi ko satu saja sih bikin mienya, kamu tidak sekalian Zahra?? ", kata Aulian kepada Zahra.


"Tidak Abang, Zahra masih kenyang", jawab Zahra sambil mengamblikan air minum untuk Aulian dan dirinya sendiri.


"Kalau begitu temani Abang makan ya Zahra, rasanya tidak enak makan sendirian begini", kata Aulian kepada Zahra, dan Zahra hanya mengangguk saja kepada Aulian.


"Em, Abang maafkan Zahra ya soal tadi", kata Zahra yang memberanikan diri mencoba mengajak berbicara dengan Aulian.


Aulian sebelum menjawab dia tersenyum terlebih dahulu kepada Zahra, setelah menelan mie yang dia makan.


"Maafkan Abang juga ya Zahra jika Abang juga salah, Abang kurang mengerti keadaanmu, berjanjilah kepada Abang, jika ada apa-apa cerita ya sama Abang, jangan dipendam sendiri ya Zahra", jawab Aulian kepada Zahra.


"Terimakasih Abang, dan Zahra berjanji akan selalu terbuka dengan Abang", jawab Zahra dengan tersenyum juga, karena didadanya dia merasa lega sekali.

__ADS_1


Dan Aulian pun juga tersenyum melihat Zahra tersenyum kepadanya.


"Buka mulutnya aaaaaa", kata Aulian sambil menyodorkan satu sendok mie kepada Zahra.


Zahra yang melihat Aulian ingin menyuapinya, Zahra hanya tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya kepada Aulian.


"Ayo dong aaa, masa Zahra tega dengan Abang sih, pegal nih tangan Abang Zahra", kata Aulian kepada Zahra dengan pura-pura merajuk.


Mau tidak mau, Zahra akhirnya mau membuka mulutnya dan langsung memakan satu sendok mie yang disodorkan Aulian untuknya.


"Nah begitu dong, berasa makan satu piring berdua rasanya", kata Aulian kepada Zahra dengan tersenyum lebar.


"Dulu sebelum Zahra menginap disini, Abang jika kelaparan malam-malam begini jika *makan s*epi sendirian tidak ada yang menemani seperti ini", sambung Aulian lagi kepada Zahra, sambil memakan mienya.


"Sudah makan Abang semuanya, Zahra sudah kenyang Abang", kata Zahra kepada Aulian ketika Aulian akan menyuapinya lagi.


Aulian tidak sengaja melihat jam yang menggantung didinding dapur, dan ternyata waktu cepat sekali menunjukkan hampir pukul satu dini hari. Aulian yang merasa kasihan dengan Zahra, lalu menyuruh Zahra untuk kembali kedalam kamar dan melanjutkan tidurnya lagi.


"Mie Abang tinggal sedikit, dan ini juga sudah hampir pukul satu, Zahra jika mau kembali kedalam kamar silahkan Zahra, nanti Abang menyusul", kata Aulian ambigu kepada Zahra, membuat Zahra reflek melototkan matanya kepada Aulian.


Aulian yang melihat Zahra melotot, dia reflek tertawa kecil kepada Zahra.


"Maksudnya Abang akan menyusul kekamar Abang sendiri Zahra", lanjut Aulian lagi kepada Zahra, membuat Zahra tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Sudah Zahra kembali kekamar ya Abang, Abang jangan malam-malam tidurnya ya, jaga kesehatan", kata Zahra kepada Aulian sambil berlalu kembali kekamar dan membawa segelas air minum.


Dan Aulian dia hanya mengangguk saja menanggapi Zahra. Setelah mienya habis, Aulian langsung menaruh mangkuk dan gelas yang dia pakai diwastafle tanpa mencucinya.


Setelah itu Aulian kembali kedalam kamarnya sendiri dan melanjutkan lagi pekerjaannya yang belum selesai hingga pukul dua dini hari.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Semoga tidak bosan ya readers dengan ceritanya 😁😁


Dan maaf ya readers Author belum bisa double Up, karena kemarin tangan Author kram, padahal sudah terlewat satu minggu ini, akan tetapi jika dibuat mengetik banyak masih belum kuat πŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2