LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
CERITA ADZRIEL


__ADS_3

"Zahra", gumam Adzriel dengan suara sangat kecil dan hanya dia saja yang mendengarnya. Ketika dia melihat Zahra yang duduk diseberang meja sana sambil tersenyum kepada waitress.


Hafiz yang mendengar Aulian menyebut nama Zahra dia menjadi penasaran kenapa Aulian bisa mengenal wanita yang tadi dia lihat.


"Kamu kenal Aul sama wanita itu", tanya Hafiz kepada Aulian sambil masih terus melihat kearahnya Zahra.


"............ ..... "


Hafiz yang bertanya kepada Aulian dan tidak mendapatkan jawaban, dia lalu melihat kearahnya Aulian.


"Yeee pantas saja tidak menjawab ternyata lagi terpesona sama wanita itu", kata Hafiz lagi sedikit lebih keras berbicaranya dan tepat ditelinganya Aulian.


Aulian yang terkejut dengan perkataannya Hafiz yang tepat ditelinganya dia reflek langsung mengusap telinganya.


"Kamu ini", kata Aulian sambil memukul pelan lengannya Hafiz karena terkejut.


"Lagian kamu ditanya daritadi bukannya menjawab malah diam saja karena terpesona dengan itu cewek", jawab Hafiz kepada Aulian.


"Iya aku memang terpesona malam ini Zahra terlihat sangat cantik sekali", kata Aulian lagi sambil melihat kearahnya Zahra.


Adzriel yang juga sekilas terpesona dengan Zahra dia langsung tersadar ketika Hafiz yang berkata sedikit keras kepada Aulian tadi. Dan Adzriel saat ini dia sedang mendengarkan percakapan antara Aulian dan juga Hafiz.


Adzriel sendiri diam saja karena dia juga penasaran bagaimana Aulian bisa mengenal Zahra.


"Kamu kenal sama wanita itu Aul?? ", tanya Hafiz lagi kepada Aulian sambil menunjuk kearahnya Zahra yang sedang menikmati hidangannya.


Adzriel dia siap-siap memasang telinga dengan baik-baik agar bisa jelas mendengar jawaban dari Aulian.


"Dia sekretaris Kakak Iparku Kia, dan aku baru saja melamarnya kemarin, bahkan aku melamar dia tidak cuma sekal**i saja", jawab Aulian kepada Hafiz dengan sangat serius.


Hafiz sangat-sangat terkejut sekali mendengar jawaban dari Aulian. Dia tidak menyangka jika Aulian ternyata sudah melamar seorang wanita. Padahal selama berteman dengan Aulian Hafiz tidak pernah melihat Aulian dekat dengan seorang wanita.


Sedangkan Adzriel dia lebih terkejut lagi mendengar jawaban dari Aulian. Adzriel sendiri dia sedikit penasaran dan sedikit tertarik dengan Zahra, hanya sedikit. Karena sosok Zahra yang sangat lembut dan keibuan. Akan tetapi ketika mendengar jawaban dari Aulian dia lebih mengurungkan rasa penasaran dan ketertarikannya kepada Zahra.


Adzriel akan melupakan rasa yang sepintas hadir dibenaknya. Karena Adzriel tidak mau persahabatannya dengan Aulian yang sudah berjalan bertahun-tahun akan putus dan rusak hanya gara-gara seorang wanita.


"Apaaaaaaa!!!", kata Hafiz dengan berteriak dan mengalihkan semua pandangan pengunjung kearahnya, termasuk Zahra.

__ADS_1


"Tuan Aulian, Tuan Adzriel, mereka ada disini juga", kata Zahra dengan suara kecil ketika melihat kearahnya Hafiz yang berteriak tadi.


Aulian dan Adzriel mereka berdua langsung saja reflek berdiri untuk menutupi mulutnya Hafiz, sambil melirik kesegala arah untuk melihat kearah pengunjung yang sedang melihat kearah mereka bertiga.


"Kamu ini bikin kita malu saja Fiz", kata Aulian kepada Hafiz dengan gemas.


"Iya nih, mulutmu juga bau", kata Adzriel dengan sebal ketika sudah melepaskan bekapan dimulutnya Hafiz.


"Lagian kamu Aul bikin aku sangat terkejut sekali, tidak pernah dekat dengan seorang wanita, tahu-tahu kamu memberiku kabar baru saja melamar anak orang", jawab Hafiz kepada Aulian.


"Ceritanya lumayan panjang Fiz", jawab Aulian kepada Hafiz.


Sedangkan Zahra dia masih curi-curi pandang kearahnya Aulian yang sedang berbicara kepada kedua sahabatnya.


"Kamu sudah lama kenal sama Zahra Aul?? ", tanya Adzriel kepada Aulian.


"Baru kemarin, lebih tepatnya baru beberapa jam", jawab Aulian dengan pedenya dan langsung saja mendapatkan jitakan dikepalanya oleh Hafiz.


Dan Zahra yang melihat Aulian dijitak oleh Hafiz dia tersenyum lucu melihatnya.


"Kamu kenapa menjitakku Fiz", kata Aulian dengan sangat sebal sekali kepada Hafiz.


"Eh Dzriel kamu tidak bertanya dan penasaran sama ini teman kamu Aul, dan kamu tidak penasaran juga sama cewek yang bernama Zahra itu?? ", tanya Hafiz kepada Adzriel.


"Penasaran s**edikit, dan untuk Zahra aku sudah mengenal dia beberapa bulan yang lalu", jawab Adzriel kepada Hafiz membuat Hafiz terkejut, dan membuat Aulian reflek tersedak makanannya karena dia ketika Adzril berbicara Aulian sedang memakan hidangannya.


Zahra yang melihat Aulian tersedak dia reflek hampir saja mau berdiri untuk menghampiri Aulian, akan tetapi dia sudah tersadar terlebih dahulu dan tidak jadi untuk menghampiri Aulian.


Adzriel yang melihat Aulian tersedak ketika mendengar perkataannya dia hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Kamu bisa kenal dengan Zahra bagaimana ceritanya Dzriel?? ", tanya Aulian ketika sudah minum untuk meredakan rasa sakit ditenggorokannya.


*Flashback On*


"Tuan, Nona Kia dia meminta untuk diajukan meetingnya diresto Hui yang ada dimall ini Tuan", kata sekretarisnya Adzriel kepadanya.


"Iya tidak apa-apa sekalian kita tunggu saja disana terlebih dahulu", jawab Adzriel kepada sekretarisnya.

__ADS_1


Kebetulan Adzriel dan sekretarisnya dia sedang meninjau mallnya dan para karyawan yang bekerja dimall tersebut.


Mall Kymara Blue adalah salah satu mall terbesar dikota itu, dan mall itu adalah milik Keluarga besarnya Adzriel.


Perusahaan Ibrahim Company adalah Perusahaan milik Keluarga Kakak Iparnya Aulian yang bernama Kia dia akan berencana mendirikan sebuah hotel yang bersebelahan persis disebelah mall tersebut, dan Adzriel yang mengetahui itu, dia lalu mengajukan kerjasama untuk proyek hotel itu, serta Adzriel mengajukan kerjasama untuk membuat jembatan penghubung antara hotel dan juga mallnya.


Perusahaan Ibrahim Company menyetujui ajakan kerjasamanya Adzriel dan pihak Perusahaan Ibrahim Company mengajak meeting untuk membahas proyek kerjasama itu disalah satu Resto yang ada dimall tersebut.


Ketika Adzriel baru saja turun dari eskalator dan baru beberapa melangkahkan kakinya dia tidak sengaja bertabrakan dengan seorang wanita berhijab dengan gamis yang sangat anggun dan dengan wajah yang cantik alami membuat Adzriel langsung terpaku dengan wajah manisnya.


"Aduh", kata wanita itu ketika tidak sengaja bertabrakan dengan Adzriel.


"Aduh, eh maaf mbak", kata Adzriel juga dan dia langsung meminta maaf kepada wanita itu.


"Saya yang salah Tuan, saya yang terburu-buru, saya juga meminta maaf", kata wanita itu sambil menundukkan badannya sedikit. Dan setelah itu dia mengambil berkas-berkas yang terjatuh serta laptop yang dia taruh ditas ikut terjatuh juga.


Adzriel yang melihat wanita itu berjongkok untuk mengambilin berkas-berkasnya dia lalu berinisiatif ikut membantunya.


"Sungguh wanita yang sangat sopan dan cantik, wajahnya pun sangat keibuan sekali", batin Adzriel ketika ikut membantu mengambilin berkas-berkas yang berserakan dilantai dan tidak sengaja melihat wajah wanita itu dari dekat.


"Terimakasih Tuan sudah membantu saya, kalau begitu saya permisi dan sekali lagi saya minta maaf", kata wanita itu dengan membungkukkan badannya dan dia langsung saja berlalu meninggalkan Adzriel yang masih terpesona dengan wajah wanita itu.


Walaupun wanita itu sudah berlalu dari hadapannya Adzrile masih saja melihat kearahnya wanita itu yang sudah menjauh dari pandangannya, hingga Adzriel tidak sadar jika daritadi sekretarisnya memanggilnya.


"Tuan Adzriel", panggil sekretarisnya untuk kesekian kalinya.


"Eh, ayo kita segera keresto itu, pasti Nona Kia sudah menunggu kita", kata Adzriel kepada sekretarisnya dengan kikuk karena malu.


Sesampainya diResto Hui Adzriel dibuat terkejut sekali ketika melihat sekretaris dari CEO Perusahaan Ibrahim Company. Dan wanita itu juga sama-sama terkejutnya ketika melihat Adzriel.


πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


Tenang masih berlanjut ko Flashbacknya 😝😝


πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2