LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
RESEPSI ADZRIEL-MAYANG


__ADS_3

Setelah kemarin tiga hari berlibur dikampung halamannya Zahra untuk menghadiri pesta pernikahannya Adzriel dan juga Mayang, saat ini Aulian dan juga Zahra beserta semua keluarganya sudah pada pulang kerumah kerumah mereka yang ada dikota.


Saat ini Aulian dan juga Zahra sedang menikmati kebersamaannya mereka berdua diruang Keluarga yang ada dirumah mereka.


Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, dan Zahra serta Aulian juga baru saja selesai makan malam bersama Ibu Dina dan juga Firman diruang makan tadi.


Dan Zahra serta Aulian mereka berdua juga sudah melaksanakan kewajibannya yaitu sholat isya.


"Abang, Zahra masuk kedalam kamar duluan ya Abang, rasanya badannya Zahra entah kenapa capek sekali", kata Zahra kepada Aulian yang sedang duduk disampingnya itu.


Diruang Keluarga itu memang hanya ada Aulian dan juga Zahra saja, sedang Ibu Dina dia sudah berada didalam kamarnya, dan Firman sendiri dia juga sedang belajar didalam kamarnya.


"Iya sayang, kamu duluan saja, Abang masih ingin disini", jawab Aulian kepada Zahra sambil tersenyum.


Zahra hanya tersenyum saja membalas perkataannya Aulian, dan Zahra langsung saja berlalu pergi menuju kedalam kamarnya.


Walau didalam kamar mereka juga ada televisinya sendiri, akan tetapi Zahra dan juga Aulian mereka berdua sengaja sering menonton televisi diruang keluarga, supaya bisa berkumpul dengan Firman maupun Ibu Dina.


Zahra yang sudah sampai didalam kamar, dia lalu bersih-bersih dahulu didalam kamar mandi sebelum merebahkan badannya diranjang.


Walau jam baru menunjukkan pukul setengah sembilan malam, akan tetapi entah kenapa matanya Zahra sudah sangat mengantuk sekali, padahal Zahra juga tidak mengerjakan pekerjaan yang berat-berat dirumah.


Ketika sudah selesai dari dalam kamar mandi, dan Zahra juga sudah berganti pakaian dengan baju tidurnya, dia lalu merebahkan badannya diatas ranjang.


Baru lima belas menit Zahra merebahkan badannya, dia sudah sangat terlelap dalam tidurnya.


Tidak terasa juga Aulian juga sudah lama menonton televisinya, ketika waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, Aulian baru beranjak dari ruang Keluarga dan masuk kedalam kamarnya.


Ketika didalam kamar, Aulian melihat Zahra yang sudah sangat lelap sekali dalam tidurnya, seperti Zahra Aulian yang sudah selesai dengan rutinitasnya sebelum tidur, dia lalu juga ikut merebahkan badannya diranjang sampingnya Zahra.


Satu minggu kemudian akhirnya hari ini adalah pesta respsi pernikahannya Adzriel dan juga Mayang.


Aulian dan juga Zahra yang sudah pada bersiap-siap untuk datang kepesta resepsinya Adzriel dan juga Mayang, mereka langsung saja berangkat ketika sudah pada selesai.


Dan pesta resepsinya Adzriel serta Mayang hanya selisih satu minggu saja dengan pesta pernikahannya Zain dan juga Ameera yang akan diadakan satu minggu lagi.

__ADS_1


Didalam mobil yang dikendarai oleh Aulian, Zahra duduk didepan bersama Aulian dengan memakai pakaian yang sangat serasi dengan Aulian walau sangat simple namun masih terkesan mewah.


Entah kenapa Zahra hari itu rasanya senang sekali melihat kearah Aulian terus, dan itu membuat Aulian menjadi sedikit bingung dengan Zahra yang daritadi sering memperhatikannya dengat sangat intens sekali.


"Kamu kenapa sih sayang, melihat Abang dengan tersenyum terus seperti itu, membuat Abang gagal fokus nanti lho", kata Aulian kepada Zahra sambil tersenyum kepada Zahra.


"Ya jangan sampai gagal fokus dong Abang, kan Abang sedang menyetir, nanti kalau menabrak bagaimana??", jawab Zahra kepada Aulian.


"Terus kamunya kenapa sayang, daritadi melihat Abang seperti itu??", kata Aulian lagi kepada Zahra.


"Tidak tahu Abang, rasanya mata Zahra hari ini ingin memandang Abang terus", jawab Zahra kepada Aulian sambil melihat kearahnya Aulian dengan tersenyum manis.


Aulian yang mendengar jawaban dari Zahra dia hanya mengusap lembut pipinya Zahra dan juga sambil tersenyum manis juga.


Beberapa menit kemudian, mobil yang mereka tumpangi, akhirnya sampai juga dihotel tempat acara pesta resepsinya Adzriel dan juga Mayang berlangsung.


Hotel yang diadakan pesta resepsinya Adzriel adalah hotel milik Keluarganya Adzriel sendiri.


Banyak kalangan perempuan yang sangat penasaran dengan sosok istri dari seorang Adzriel, karena pasalnya Adzriel adalah salah satu laki-laki yang terkenal tampan akan tetapi susah untuk ditaklukan.


Ketika banyak bisik-bisik yang terdengar ditelinga Ayah Falah tentang Keluarga dari menantunya dia hanya tersenyum saja tanpa sepengetahuan dari mereka yang menggunjingkannya.


Banyak orang yang menyayangkan jika Adzriel menjadi istri dari anak Keluarga tukang kebun, banyak juga yang menyebut jika Mayang cuma mengincar hartanya saja dan lain sebagainya.


Aulian dan juga Zahra yang sudah duduk ditempat yang sudah disediakan pun mereka berdua langsung saja menikmati hidangan dan acara yang sudah disediakan.


Untuk Ibu Dina sendiri dan juga Firman mereka sudah pada datang daritadi diantar sopir yang ada dirumahnya Aulian.


Zahra yang tidak seperti biasanya, dia hari itu sangat banyak sekali memakan hidangan yang disediakan, dan Aulian pun juga dibuat heran akan hal itu.


"Sayang, tumben sekali kamu tidak merasa kenyang, padahal kamu sudah makan banyak makanannya lho", kata Aulian kepada Zahra dengan heran.


"Kenapa Abang, malu melihat Zahra banyak makan begini??", jawab Zahra sedikit sensitiv kepada Aulian.


Dan itu juga membuat Aulian semakin heran karena Zahra tumben sekali sangat sensitiv sekali. Benar-benar sangat aneh sikapnya Zahra hari itu menurut Aulian.

__ADS_1


"Bukan, bukan begitu sayang maksudnya Abang, jika Zahra meminta Abang untuk mengambilkan makanan lagi pun akan Abang ambilkan ko", jawab Aulian kepada Zahra takut jika Zahra salah faham kepadanya.


"Tidak tahu Abang, rasanya Zahra tidak merasakan kenyang sama sekali, dan Zahra rasanya ingin mencicipi semua makanan yang ada disini", jawab Zahra kepada Aulian, membuat Aulian sedikit membuka mulutnya ketika mendengar perkataannya Zahra.


Ketika mereka semua sedang pada asik menikmati pesta resepsinya Mayang, termasuk Aulian dan juga Zahra.


Tiba-tiba terdengar suara yang menggunakan microfon dan ternyata orang yang berbicara ada diatas panggung pelaminan, dan orang itu adalah Mayang.


"Mohon maaf mengganggu waktunya sebentar", kata Mayang sambil menggunakan microfon kepada semua para tamu undangan yang hadir.


Bahkan Adzriel dan semua Keluarganya tidak tahu akan apa yang diperbuat oleh Mayang.


Semua para tamu undangan termasuk Aulian dan juga Zahra langsung saja pada mengalihkan pandangan mereka kearahnya Mayang.


"Saya tidak mau menjelaskan kepada kalian semua apa kelebihanku dan kekuranganku, karena percuma saja menjelaskan itu semua jika dimata kalian saya adalah orang yang buruk", kata Mayang mulai berbicara didepan umum begitu.


Adzriel masih dengan setia mendengarkan perkataannya Mayang, begitupun dengan Ayah Rahman, Ibu Ajeng, Mamah Dina dan juga Ayah Falah.


"Saya memang anak tukang kebun seperti yang tadi kalian semua bisik-bisikan", kata Mayang lagi dan ternayata Mayang juga mendengar bisikan jelek tentangnya tadi ketika dia akan berjalan keatas panggung pelaminan.


"Setidaknya kebun yang kami punya adalah milik kami sendiri, dan keluarga kami juga bisa membuka lowongan pekerjaan untuk para warga yang ada dikampung saya, memang penampilan saya dan kalian semua sangatlah berbeda jauh akan tetapi jika dibandingkan dengan saya apakah kalian bisa lebih baik dari saya", kata Mayang lagi dan mereka semua masih diam mendengarkan Mayang.


"Saya tidak melanjutkan kuliah bukan karena Keluarga saya tidak mampu, itu karena saya sendiri yang tidak mau dan ingin membantu Kakak saya untuk mengembangkan hasil perkebunan Keluarga kami", kata Mayang lagi untuk kesekian kalinya.


"Dan saya tegaskan untuk satu hal, saya mau menjadi istri dari suami saya bukan karena saya menginginkan hartanya, tapi karena memang suamiku pantas aku terima setelah apa yang dia perjuangkan kepadaku", kata Mayang untuk terakhir kalinya dan Adzriel langsung saja berdiri mendekati Mayang ketika mendengar kalimat Mayang yang itu.


"Jika kalian tadi yang menggunjingkan saya merasa lebih baik dari saya, tunjukkanlah sekarang didepan sini, jangan asal berbicara saja dibelakang seperti tadi, dan jika dari kalian semua merasa diri kalian yang paling baik maka sebutkanlah kebaikan apa saja yang ada didalam diri kalian semua didepan sini juga", kata Mayang dengan santai namun dalam, dan itu langsung membuat semua para tamu undangan yang menggunjingkannya tadi langsung pada diam seketika.


"Dan jika ada yang berani menjelekkan istri saya lagi, saya tidak akan segan-segan untuk menuntut kalian semua, bukan kalian yang akan menjalai pernikahan ini, akan tetapi saya dan saya sangat mencintai istri saya ini", sambung Adzriel kepada semua para tamu undangan terutama para penggunjing tadi dan Adzriel langsung mencium Mayang disemua wajahnya termasuk dibibirnya Mayang.


Aulianlah orang yang pertama kali memberikan tepuk tangan kepada Adzriel dan juga Mayang serta langsung diikuti yang lainnya juga.


Sebetulnya Adzriel juga mendengar semua gunjingan itu tadi, dan Adzriel juga sudah mempunyai rencana sendiri untuk merencanakan sesuatu, setidaknya untuk membuat para penggunjing tidak kelewatan menggunjingkan Mayang lagi yang semakin parah, akan tetapi rencananya Adzriel sudah keduluan oleh Mayang.


Bahkan Ayah Falah dan juga Mamah Hasna mereka berdua saling pandang dengan senyum manis mereka yang merekah bahagia karena mereka berdua tidak menyangka, jika menantu mereka walau umurnya masih kecil akan tetapi mempunyai pemikiran yang cukup dewasa, dan Ayah Fakah serta Mamah Hasna tambah yakin jika Mayang memang pantas menjadi istrinya Adzriel.

__ADS_1


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


***TBC***


__ADS_2