
Setelah sekian abad, cielah thor sekian abad gayanyaπ. Setelah melalui perbagai penolakan dari Khansa karena permintaan anehnya Hafiz dan Hafiz tetap kekeh dengan pendiriannya untuk bisa mendapatkan nomor telefon serta alamat rumahnya Khansa, akhirnya Khansa dengan terpaksa mau memberikan nomor telefon beserta alamat tempat tinggalnya kepada Hafiz, karena diancam Hafiz akan dilaporkan oleh Kia karena attitude Khansa yang tidak baik kepada rekan bisnis dari Perusahaan Ibrahim Company.
Hafiz setelah mendapatkan apa yang dia mau dia lalu mengajak Adzriel untuk berpamitan pulang kepada Khansa.
Dengan menahan emosinya waktu itu Khansa dia membalas senyuman kepada Hafiz dan juga Adzriel. Ketika Hafiz dan Adzriel berpamitan pulang.
"Semoga tidak terjadi apa-apa nanti kedepannya dengan aku memberikan nomor telefon dan alamat rumahku kepada CEO gila itu", kata Khansa setelah kepergian Hafiz dan juga Adzriel.
Khansa sudah tidak merasa lapar lagi, karena kesibukannya tadi dengan Hafiz, daripada pusing memikirkan kelakuannya Hafiz, Khansa lalu menyelesaikan pekerjaannya lagi yang berantakan karena seharian diganggu oleh Hafiz.
Kembali lagi keZahra. Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, dan Aulian dia sedang bersiap-siap untuk pulang kerumahnya, karena dia sudah berjanji dengan Zahra untuk mengangajaknya jalan-jalan kesuatu tempat.
"Permisi Tuan Aulian", kata seseorang yang mengejutkan Aulian, dan orang itu adalah Zain ternyata.
Aulian yang lagi berjalan ingin memasuki lift dia lalu menghentikan jalannya dan berbalik arah menghadap Zain yang memanggilnya.
"Iya ada apa Zain?? ", tanya Aulian kepada Zain.
"Tuan maaf ini berkasnya harus ditanda tangani segera Tuan Aulian, karena ini adalah berkas penting proyek kerjasama kita dengan Perusahaan yang ada diSulawesi Tuan, karena berkas-berkas ini sudah akan diproses sama karyawan kita yang ada diSulawesi Tuan", lapor Zain kepada Aulian.
"Kenapa tidak daritadi Zain kamu memberi tahunya, saya sudah ada janji dengan Zahra sore ini", jawab Aulian kepada Zain.
"Maaf Tuan berkas ini juga baru saja saya terima Tuan melalui email dan ini juga baru saja selesai saya salin Tuan Aulian", jawab Zain dengan sopan kepada Aulian.
Aulian lalu diam dan memikirkannya sebentar, bagaimana caranya agar dia tetap bisa pergi dan juga menyelesaikan berkas-berkas yang jumlahnya cukup lumayan itu. Setelah diam beberapa detik akhirnya Aulian menemukan solusinya.
"Begini saja Zain, berkas-berkas itu semuanya taruh saja didalam mobil saya, nanti sepulang dari pergi sama Zahra akan saya kerjakan, karena saya tidak mau mengecewakan Zahra Zain, ayo sekarang kamu ikut saya membawa berkas-berkas itu, dan bilang kepada karyawan kita yang ada diSulawesi berkas-berkasnya akan segera dikirimkan", kata Aulian panjang lebar kepada Zain.
"Baik Tuan", jawab Zain kepada Aulian.
Dan setelah itu Aulian melangkahkan kakinya menuju kedalam lift dan diikuti oleh Zain dibelakangnya sambil membawa tumpukan berkas.
Setelah beberapa menit Aulian dan Zain didalam lift, akhirnya mereka sampai juga diloby kantor. Aulian langsung masuk kedalam mobil ketika sudah sampai didepan mobilnya, sedangkan Zain dia langsung menaruh semua berkas yang dia bawa dikursi belakang.
"Sudahkan Zain?? ", tanya Aulian kepada Zain. Karena Aulian sengaja membawa mobil sendiri tanpa sopir.
"Sudah Tuan", jawab Zain kepada Aulian.
"Kalau pekerjaan kamu sudah selesai, silahkan kalau mau pulang Zain, jika bisa dikerjakan dirumah bawa pulang saja kerumah, saya tidak mau memforsir para karyawan saya", kata Aulian kepada Zain.
__ADS_1
"Terimakasih Tuan", jawab Zain kepada Aulian dengan sedikit tersenyum dan dibalas senyum juga oleh Aulian.
Aulian lalu menjalankan mobilnya menuju kerumahnya, akan tetapi tadi sebelum Aulian benar-benar pergi dia membunyikan klakson kecil untuk menyapa Zain, dan Zain dia membungkukkan badannya kepada Aulian.
Zahra yang berada dirumah dia sore itu sudah selesai semuanya, dari mandi dan sholat. Untuk urusan berdandan Zahra tidak perlu repot-repot untuk memoles wajahnya yang sudah cantik alami dan serta natural.
"Kamu jadi pergi Zahra sama Aulian?? ", tanya Bunda Lili kepada Zahra yang sedang duduk dishofa ruang tamu sambil membaca majalah yang ada disitu.
Sebelum menjawab pertanyaan dari Bunda Lili Zahra langsung menaruh majalah yang dibacanya itu diatas meja.
"Tidak tahu Bund, Zahra ikut saja bagaimana nanti Abang Aul", jawab Zahra kepada Bunda Lili.
"Zahra jika seumpama pernikahan kamu sama Aulian dipercepat bagaimana?? ", tanya Bunda Lili kepada Zahra.
"Zahra tidak masalah Bund, bagaimana Abang Aulnya sendiri", jawab Zahra kepada Bunda Lili.
"Dan sebentar lagi kan pesta resepsinya Kak Iyas dan Kia, semoga kita semua bisa berkumpul tanpa halangan apa-apa ya Zahra", kata Bunda Lili lagi.
"Aamiin, semoga berjalan sesuai harapan kita semua ya Bund", jawab Zahra sambil tersenyum kepada Bunda Lili.
"Ya sudah Bunda mau masuk dulu kekamar ya Zahra", kata Bunda Lili lagi kepada Zahra.
"Iya Bund", jawab Zahra dengan singkat kepada Bunda Lili.
Setelah beberapa menit Bunda Lili kekamarnya, datanglah Aulian yang baru saja pulang dari kantor. Aulian sengaja tidak memarkirkan langsung mobilnya kedalam garasi, karena akan dibawa pergi lagi.
Zahra yang mendengar suara mesin mobil, dia lalu menaruh majalahnya lagi dan melihat jika Aulianlah yang baru saja datang.
"Assalamu'alaikum", salam Aulian yang ketika masuk dan melihat Zahra masih berada diruang tamu.
"Wa'alaikumussalam Abang", jawab Zahra sambil meminta tas kerja yang dibawa Aulian.
"Sungguh indah rasanya, baru kali ini pulang sudah disambut sama istri sendiri", kata Aulian dengan tersenyum lebar kepada Zahra.
"Belum Abang, kita belum menikah", jawab Zahra sambil tertawa kecil.
"Makanya ayo nikah Zahra", ajak Aulian sambil bercanda kepada Zahra.
"Sudah sana Abang mandi dulu, bau", bukannya menjawab perkataannya Aulian, Zahra malah berkata yang lain lagi sambil mengikuti Aulian naik tangga menuju kekamar.
__ADS_1
"Mandiin yah", jawab Aulian sambil menggoda Zahra yang sedang berjalan disampingnya dengan tertawa kecil.
"Abaaaaaaaaang", kata Zahra merasa gemas kepada Aulian.
Aulian langsung saja tertawa keras mendengar Zahra sedikit berteriak sambil tertahan karena gemas dengannya.
"Cium dulu dong", kata Aulian yang menggoda Zahra ketika sudah sampai didepan pintu kamarnya Aulian.
"Mau cium sini mendekat", jawab Zahra sambil menantang Aulian karena Zahra sudah gemas sekali daritadi digoda oleh Aulian.
Aulian yang mendengar jawaban tak terduga dari Zahra dia langsung terkejut sendiri.
"Tidak jadi, Abang nanti bisa disunnat lagi sama Bunda dan Papah", jawab Aulian langsung mengelak kepada Zahra sambil tertawa kecil dan menggaruk kepalanya.
"Katanya mau cium, sini Zahra cium Abang", jawab Zahra dengan bernada santai kepada Aulian.
"Rasain itu, emang enak aku balas", batin Zahra sambil cekikikan didalam hati.
"Tidak jadi, Abang mau mandi dulu ya Zahra", jawab Aulian dengan segera dan langsung masuk kedalam kamarnya serta terus menutup pintunya.
"Rasain itu", kata Zahra sambil tertawa kecil.
Zahra lalu membalikkan badannya ingin berlalu dari depan kamarnya Aulian. Akan tetapi ketika Zahra ingin melangkahkan kakinya dia mendengar namanya dipanggil.
"Zahra", panggil Aulian lagi sambil membuka pintu kamarnya.
Zahra langsung membalikkan badannya lagi sambil menghadap kearah Aulian.
"Ayo kamu siap-siap, nanti setelah Abang selesai mandi Abang jadi ajak kamu pergi", sambung Aulian lagi dan Zahra hanya mengangguk memberikan jawaban kepada Aulian.
Zahra yang sebenarnya ingin kembali keruang tamu dia menjadi diurungkan, dan berganti tujuan untuk masuk kedalam kamarnya.
Sedangkan Aulian dia yang sedang berada didalam kamarnya lagi mandi dan juga setelah itu akan bersiap-siap untuk mengajak Zahra pergi.
ππππππππππππ
Maafkan ya readers setelah sekian paripurna tidak bisa Up karena ada urusan yang benar-benar tidak bisa ditinggalkanπππ
Sehari tanpa Up dan menyapa kalian semua, rasanya masih kurang lengkap aktifitas Authorπππ
__ADS_1
ππππππππππππ
***TBC***