
Aulian dia yang mendengar nada biacaranya Zahra yang sudah kembali seperti semula, dia menjadi tenang dan senang.
Sedang Zain dan juga Ameera mereka juga senang melihat Zahra sudah tidak sedingin tadi nada bicaranya kepada mereka, akan tetapi Zain dan juga Ameera merasa aneh dengan sikapnya Zahra.
"Ada yang ingin aku sampaikan juga kepadamu Meera", kata Zahra kepada Ameera ketika mereka semua sudah pada selesai makan.
Perkataannya Zahra membuat Ameera menjadi deg-degan dan membuat Zain serta Aulian langsung memasang telinga dengan baik-baik.
"Apa itu Zahra?? ", jawab Ameera kepada Zahra.
"Sebenarnya, aku sudah mengetahuinya sejak kemarin Ameera jika kamu sudah bertunangan dengan Zain, dan aku tadi hanya berpura-pura marah kepadamu", kata Zahra kepada Ameera membuat Zain, Ameera dan Aulian tentu saja terkejut mendengarnya.
"Waktu aku pertama kali mendengar kamu bertunangan dengan Zain, jujur Ameera aku sedikit kecewa dan marah kepadamu, karena kamu tidak mau jujur denganku dan aku malah tahunya dari orang lain", sambung Zahra lagi kepada Ameera dan semuanya.
Zain, Ameera serta Aulian mereka masih setia mendengarkan dengan seksama perkataannya Zahra.
"Akan tetapi setelah mengetahui penyebab kamu belum bercerita kepadaku, aku lalu mencoba memahami posisimu Ameera", kata Zahra lagi sambil tersenyum kepada Ameera.
"Apakah Khansa yang memberitahukan ini kepadamu Zahra?? ", tanya Ameera kepada Zahra.
Dan Zahra hanya mengangguk memberikan jawaban kepada Ameera.
...*FLASHBACK ON*...
Ketika malam harinya ketika Khansa sudah pulang dari acara pesta pernikahannya Kak Qiyas dan Kia.
Khansa yang teringat ingin membicarakan sesuatu kepada Ameera dia langsung saja mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Ameera.
"Halo Sa, Assalamu'alaikum", kata Ameera ketika sudah mengangkat sambungan telefon dari Khansa.
"Wa'alaikumussalam Meer, emm kamu lagi dimana sekarang?? ", kata Khansa kepada Ameera.
__ADS_1
"Nih lagi dikamar mau siap-siap tidur", jawab Ameera kepada Khansa.
"Em Meer ada yang ingin aku tanyakan kepadamu", kata Khansa kepada Ameera.
"Apa itu Sa, tanyakan saja", jawab Ameera kepada Khansa.
"Kamu sudah menceritakan perihal lamarannya Zain kepadamu belum kepada Zahra, jangan lama-lama Meer, Zahra dia bisa marah kepadamu nanti", kata Khansa lagi kepada Ameera.
"Belum Sa, dari kemarin aku perhatikan Zahra sibuk terus, dan aku juga jika harus mengatakan kepada Zahra melalui telefon aku merasa kurang pas, secara Zain dan Zahra mereka satu kampung serta sahabatan dari kecil, apalagi Zahra adalah wanita yang pernah disukai oleh Zain", jawab Ameera kepada Khansa.
"Saran aku secepatnya Meer kamu kasih tahu kepada Zahra, karena aku tidak mau persahabatan kita yang sudah kita jalin cukup lama akan rusak hanya karena kesalah fahaman seperti ini, kamu faham kan Meera maksud aku", nasihat Khansa kepada Ameera.
"Faham Sa, secepatnya aku akan bercerita kepada Zahra", jawab Ameera kepada Khansa.
Dan setelah itu sambungan telefon mereka benar-benar teputus setelah mereka pada berpamitan ingin tidur dan saling mengucapkan salam.
Keesokan harinya Khansa yang sudah berangkat kekantor dia yang dari semalam terus berfikir, akhirnya membulatkan tekadnya untuk menemui Zahra diruangannya. Dan disinilah Khansa sekarang, sudah berada diruangannya Zahra dan juga sudah duduk dikursi depan meja kerjanya Zahra.
"Kamu tumbenan dijam kerja main keruanganku, apa sedang tidak sibuk kamu Sa?? ", tanya Zahra sambil mengerjakan pekerjaannya dikomputer.
"Cerita apa Sa, cerita saja", jawab Zahra kepada Khansa sambil terus menginput data kekomputernya.
"Ini tentang Ameera dengan Zain", jawab Khansa kepada Zahra. Membuat Zahra dia langsung mengalihkan pandangannya kearahnya Khansa.
"Memangnya Ameera dan Zain kenapa Sa, eh tunggu-tunggu, kamu ko bisa kenal dengan Zain?? ", kata Zahra kepada Khansa.
"Zain sekretarisnya Abang Aul kan maksud kamu?? ", sambung Zahra lagi kepada Khansa dan langsung mendapat anggukan dari Khansa.
"Terus apa yang ingin mau kamu ceritakan kepadaku Sa", tanya Zahra kepada Khansa.
"Ameera dan Zain mereka sudah bertunangan kemarin malam Ra, sehari sebelum acara resepsinya Kak Qiyas", jawab Khansa yang langsung membuat Zahra terkejut dan syok secara bersamaan.
__ADS_1
"Jangan bercanda deh kamu Sa sama aku", jawab Zahra kepada Khansa.
"Untuk apa aku berbohong kepadamu Ra, kita lagi pula sudah berteman cukup lama, dan kamu juga sudah mengenal karakterku dengan baik, bahkan kemarin mereka datang bersama kepesta resepsinya Kak Qiyas Ra", jawab Khansa kepada Zahra.
"Tapi kenapa Ameera tidak bercerita kepadaku, dan kenapa hanya bercerita kepadamu saja Khansa", kata Zahra kepada Khansa.
"Karena Ameera menunggu waktu yang tepat untuk berbicara dan mengatakannya kepadamu Ra, karena Ameera merasa kurang enak jika harus mengatakannya kepadamu lewat telefon, karena dua hal, yang satu kamu sahabatan dan satu kampung sama Zain, yang kedua adalah kamu juga wanita yang pernah dicintai oleh Zain", jawab Khansa panjang lebar kepada Zahra, membuat Zahra sedikit terkejut mendengarnya.
"Sebenarnya aku tidak percaya jika Zain mencintaiku Sa, karena dari dulu Zain selalu baik denganku dan dia juga tidak pernah mengatakannya kepadaku", jawab Zahra kepada Khansa.
Khansa yang mendengar perkataannya Zahra tentang Zain, dia langsung menceritakan tentang Zain yang diceritakan Ameera kepadanya, semua Khansa ceritakan kepada Zahra, membuat Zahra terkejut sekali ketika mengetahui jika Zain pernah terpuruk patah hati karena dirinya.
"Apakah kamu tidak berbohong kepadaku Khansa?? ", tanya Zahra masih ragu kepada Khansa.
"Tidak Zahra cantik apa untungnya jika aku berbohong kepadamu, bahkan yang selalu ada untuk Zain ketika Zain patah hati denganmu kemarin adalah Ameera, dari situlah cinta mereka tumbuh dan akhirnya bisa berakhir dengan Zain berani mendatangi kedua orang tuanya Ameera kemarin", jawab Khansa menjelaskan lagi kepada Zahra.
"Ra jangan marah ya jika nanti Ameera bertemu denganmu dan menceritakannya kepadamu, aku bahkan menceritakan ini kepadamu harus berfikir semalam tadi malam, karena aku fikir jika menunggu Ameera menceritakan kepadamu kelamaan, sebab aku tidak mau persahabatan kita akan terputus hanya karena masalah seperti ini", kata Khansa lagi meminta pengertiannya Zahra.
"Baik Sa, terimakasih sudah menceritakannya kepadaku, aku janji tidak akan marah kepada Ameera, tapi aku akan memberinya sedikit kejutan karena tidak segera menceritakannya kepadaku", kata Zahra kepada Khansa sambil tersenyum misterius dan Khansa faham akan senyumannya Zahra.
"Silahkan Zahra, karena aku fikir Ameera pantas mendapatkannya", jawab Khansa kepada Zahra sambil tertawa kecil membuat Zahra ikut-ikutan tertawa.
"Baiklah Zahra, aku balik lagi ya keruanganku kalau begitu", kata Khansa kepada Zahra. Dan Zahra hanya mengangguk saja kepada Khansa.
Ketika Khansa sudah pergi dari ruangannya, Zahra langsung saja menampilkan wajah sedihnya karena dia masih terkejut karena dirinya tidak menyangka bisa membuat Zain patah hati sampai segitunya karena dirinya.
Dan Zahra juga sedikit sedih karena Ameera sampai detik itu juga belum menceritakan perihal lamarannya Zain kepadanya malah Khansa yang bercerita kepadanya.
Zahra menjadi tidak bisa berfikir lagi ketika baru saja mendengar cerita dari Khansa, alhasil Zahra berdiam diri sejenak untuk meredakan rasa sedih dan terkejutnya itu, hingga ketika sudah mereda, Zahra lalu melanjutkan lagi pekerjaannya yang tertunda itu.
...*FLASHBACK OFF*...
__ADS_1
ππππππππππππ
***TBC***