
Ketika Aulian dan juga Putra sedang saling pandang, Aulian dululah yang memulai pembicaraan dengan Putra.
"Pasti anda menebak jika saya akan melaporkan dia kePolisi kan Tuan Putra??", kata Aulian kepada Putra.
Dan Putra langsung saja mengangguk sambil tersenyum kepada Aulian.
"Iya memang saya pasti akan melaporkannya kepada Polisi, namun saya meminta anda secara pribadi untuk menjadi saksi sekaligus pengacara saya, bagaimana Tuan Putra??", kata Aulian kepada Putra.
"Deal", jawab Putra kepada Aulian.
Aulian setelah mendengar perkataannya Putra dia lalu menelfon kantor Polisi yang terdekat, dan selang tiga puluh menit kemudian Polisi yang berjumlah lima orang sudah sampai direstoran tempat Aulian berada.
Kedatangan lima orang Polisi berseragam lengkap langsung saja mengalihkan pandangan semua pengunjung yang hadir didalam restoran itu, namun mereka hanya memperhatikan saja tanpa banyak bertanya kepada Aulian atau Putra.
"Selamat siang Tuan Aulian", kata Polisi itu kepada Aulian ketika sudah tiba dimejanya Aulian.
"Siang Pak, silahkan duduk", jawab Aulian sambil mengangguk kepada Pak Polisi itu dan juga mempersilahkannya duduk dikursi yang diduduki oleh Santi tadi.
"Anda melaporkan kepada kami, jika ada seseorang yang memberikan obat tidur kepada Anda dan ingin menjebak anda, dimanakah orangnya Tuan", kata Polisi itu kepada Aulian.
"Ini dia orangnya Pak", jawab Aulian kepada Pak Polisi itu sambil menunjuk Macel yang masih tidak sadarkan diri.
Karena memang Santi dalam mencampurkan obat tidur dan obat pencuci perutnya cukup lumayan banyak sekali.
"Dia kenapa Tuan??", tanya Pak Polisi itu lagi kepada Aulian.
"Dia memakan makananku yang sudah dia campurkan obat tidur itu, jadinya begini senjata makan tuan", jawab Aulian kepada Pak Polisinya.
"Kata anda ada dua orang, dimana yang satunya Tuan Aulian??", kata Pak Polisi itu lagi kepada Aulian.
"Tunggu sebentar, mungkin sebentar lagi dia akan keluar dari dalam toilet", jawab Aulian kepada Pak Polisi itu.
Sedang Putra daritadi hanya diam saja sambil terus mendengarkan percakapan dari Pak Polisi itu dan juga Aulian.
__ADS_1
"Baiklah akan kami tunggu", jawab Pak Polisinya kepada Aulian.
Dan daritadi yang bertanya kepada Aulian, diperkirakan Aulian dia adalah ketua anggotanya.
Selang beberapa menit sekitar lima menit saja, Santi sudah keluar dari dalam kamar mandi, dengan tangan yang dipegang erat oleh Zain.
"Nah itu dia Pak", kata Aulian sambil menunjuk Santi dan juga Zain.
"Yang mana Pak, pelaku yang kedua??", tanya Pak Polisinya lagi kepada Aulian ketika melihat dua orang yang ditunjuk oleh Aulian.
"Yang perempuan Pak, dia adalah sekretaris dari Tuan Macel", jawab Aulian kepada Pak Polisi itu dengan ramah.
Santi akhirnya sampai juga didepannya Pak Polisi dengan keadaan yang cukup lemas juga karena dia daritadi harus keluar masuk kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya.
"Bisakah Anda ikut dengan kami Tuan Aulian untuk dimintai keterangan serta brang buktinya??", kata Pak Polisi itu dengan ramah.
"Maaf Pak, satu jam lagi saya akan meeting dengan bawahan saya, masalah ini sudah saya serahkan kepada Pengacara saya dan juga sekretaris saya", jawab Aulian kepada Pak Polisi sambil menunjuk Putra dan juga Zain.
Zain dan Putra mereka hanya mengangguk saja kepada Aulian dan juga Pak Polisi yang sedang melihat kearah mereka.
Tinggalah Aulian direstoran itu seorang diri ketika mereka semua sudah pada pergi kekantor polisi.
Aulian lalu memanggil seorang waitress dan menanyakan siapa pemilik atau manajer restoran itu.
Ketika sang pemilik tidak ada ditempat sang manajerlah yang datang menemui Aulian ketika ada bawahannya yang menghadap kepadanya katanya ada seorang pengunjung ingin bertemu dengannya.
Dan disinilah manajer restoran itu sudah duduk bergabung dengan Aulian dimejanya Aulian.
"Ada apa ya Tuan, apakah ada yang bisa saya bantu??", kata Manajer restoran itu kepada Aulian.
"Tuan tolong kasih tahu kepada bawahan anda, jika ada seseorang yang mencampurkan sesuatu kedalam makanan atau minuman yang dipesan para pengunjung, tolong pelayan itu suruh lapor atau mengganti dengan yang lainnya", kata Aulian kepada Manajer itu.
"Maaf maksud Tuan apa ya", tanya sang manajer kepada Aulian.
__ADS_1
Karena ketika ada polisi kedalam restorannya sang manajer dia tidak mengetahui, sebab dia sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya diruang kerjanya.
Aulian lalu memperlihatkan sebuah rekaman yang sudah Putra kirimkan kepada Aulian, dan ketika sang manajer melihat itu dia merasa malu dan tidak enak kepada Aulian.
Aulian lalu menjelaskan tentang masalah yang baru saja dialaminya itu kepada sang manajer.
"Maafkan Tuan, maafkan atas kebodohan dari bawahan saya Tuan, saya janji saya akan segera memecatnya karena sudah bersikap bodoh seperti itu", kata sang manajer ketika sudah melihat hasil rekaman dan penjelasan dari Aulian.
"Saya sudah memaafkannya, dan tolong jangan pecat dia, kasihan dia nanti bawahan anda mau cari kerja dimana", kata Aulian kepada manajer restoran itu.
"Sekali lagi maafkan kami Tuan, atas ketidaknyamanannya ditempat kami, sebagai permintaan maaf dari kami untuk semua makanan yang anda pesan kami gratiskan semua Tuan", kata manajer itu lagi kepada Aulian.
"Baiklah terimakasih Tuan, saya permisi dulu, saya mau rapat sebentar lagi, dan sekali lagi jangan pecat pelayan itu", pesan Aulian lagi kepada Manajer itu sebelum berlalu pergi dari restoran itu.
Dan Aulian dia langsung saja berdiri dari duduknya serta beranjak pergi meninggalkan restoran itu setelah memberi pesan kepada sang manajer.
Sedangkan sang manajer restoran dia hanya mengangguk sambil menundukkan badannya dengan hormat kepada Aulian, ketika Aulian akan pergi dari hadapannya.
Sang manajer restoran dia langsung saja memanggil pelayan yang terlibat didalam permasalahannya Aulian, dia memang tidak berslah, kesalahannya hanya satu, kenapa sudah tahu diberi campuran sesuatu bukannya melapor atau menggantinya malah tetap menghidangkan kepada pengunjung restoran.
Namun bawahan dan orang dalam tekanan pastilah sulit dalam menentukan sikapnya, seperti dengan pelayan itu yang sedang dalam keadaan diancam oleh Santi, maka dari itu Aulian mengerti dan memaafkan sikap dari pelayan itu serta menyuruh sang manajer untuk tidak memecatnya.
Waitress itu memang tidak dipecat, namun dia diberi SP untuk yang pertama kalinya, dan diskors selama tiga hari tidak boleh bekerja, serta semua makanan dan minuman yang ada dimejanya Aulian tadi, waitress itu yang harus membayarnya dengan cara dipotong gajinya.
Sungguh kasihan memang nasib waitress itu, namun itu lebih baik daripada dipecat dan itu juga sudah ketentuan dari restoran tempat dia bekerja.
Aulian yang sudah sampai kantor, dia lalu meminta Indra untuk menemaninya meeting dengan para bawahannya diruang meeting yang ada dikantornya.
Meeting berlangsung selama dua jam lamanya, dan setelah meeting selesai Aulian menyuruh Indra untuk masuk kedalam ruangannya.
Aulian lalu menceritakan apa yang baru saja terjadi tadi dengannya ketika meeting direstoran bersama Zain, sungguh Indra sangat terkejut sekali mendengarnya, dan Indra juga disuruh Aulian untuk membantu Zain jika Zain kesulitan ketika sedang menangani masalahnya dengan Macel itu.
Sepeninggalan dari Indra, didalam ruangannya Aulian merasa sangat berterimakasih sekali dan bersyukur kepada Allah karena semua itu tidak terjadi kepadanya, sungguh Aulian tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan rumah tangganya nanti jika sampai hal itu terjadi.
__ADS_1
...πππππππππππππ...
***TBC***