
Ketika Adzriel yang sedang rapat dengan para stafnya, dia sudah menunggu-nunggu laporan dari anak buahnya, hingga sudah satu jam dia menunggu akan tetapi belum juga ada laporan masuk keemail maupun kepesan masuk ponselnya dari Dani ataupun anak buahnya yang lainnya.
"Ini kenapa Dani belum memberi laporan kepadaku, kemana dia", batin Adzriel sambil terus mengecek ponsel dan emailnya ketika sedang rapat.
Adzriel menghadiri rapat dia sampai tidak fokus hari itu, karena sudah tidak sabar untuk segera mengetahui lebih lanjut lagi tentang Keluarganya Mayang.
Hingga ketika rapatnya sudah selesai dijam sepuluh pagi, Adzriel baru saja mendapatkan laporan dari para anak buahnya semua yang sedang berada dikampungnya Mayang.
Adzriel yang mendapat pesan dari Dani dan dari anak buah yang lainnya, dia sudah tidak sabar ingin segera masuk kedalam ruang kerjanya untuk membaca semua pesan-pesan itu.
"Fredik jika ada yang mencariku, katakan saya sedang tidak bisa diganggu", pesan Adzriel kepada sekretarisnya yang bernama Fredik sebelum Adzriel masuk kedalam ruangannya.
"Baik Tuan Adzriel", jawab Fredik sambil sedikit membungkukkan badannya kepada Adzriel.
Adzriel langsung saja masuk kedalam ruang kerjanya, dan dia langsung saja duduk dikursi kerjanya sambil membuka semua pesan-pesan dari para anak buahnya.
"Mayang Asyura Salsabila umur dua puluh tahun anak kedua dari orang tua yang bernama Ibu Ajeng dan Pak Rahman, Kakak bernama Rasyiq Muhammad Arjuna panggilannya Arjuna umur tiga puluh satu tahun", kata Adzriel ketika sedang membaca pesan diponselnya yang dikirimkan oleh para anak buahnya.
"Wah berarti Kak Arjuna Kakaknya Mayang dia seumuran dengan Kak Qiyas dong, pantas saja dia sudah terlihat lebih dewasa daripada aku", kata Adzriel untuk dirinya sendirinya ketika baru saja membaca pesan tentang Keluarganya Mayang.
"Memiliki perkebunan dan juga persawahan seluas lebih dari satu hektar", kata Adzriel lagi ketika membaca pesan diponselnya.
"Cukup kaya juga ternyata Keluarganya Mayang", kata Adzriel lagi yang baru saja membaca informasi tentang Mayang.
Adzriel yang malas membaca lagi tulisan dipesannya dia langsung saja memencet tombol telefon untuk menelfon anak buahnya.
"Halo Assalamu'alaikum Tuan Adzriel", kata anak buahnya Adzriel yang mengangkat sambungan telefonnya Adzriel.
"Wa'alaikumussalam Budi, bisa jelaskan Mayang dikampungnya dia biasanya kegiatannya apa saja", tanya Adzriel kepada anak buahnya yang lain bernama Budi.
"Dari pantauan kami beberapa hari disini, Nona Mayang dia rajin membantu Kakaknya dikebun Tuan, membantu Ibunya dan Nona Mayang juga sering sholat dan mengaji kemasjid yang tidak jauh dari rumahnya setiap harinya Tuan Adzriel", jawab Budi kepada Adzriel.
Dan Adzriel ketika mendengaer jawaban dari Budi dia lalu menganggukkan kepalanya, padahal Budi tidak bisa melihatnya.
"Baiklah nanti saya hubungi kamu lagi jika saya membutuhkan informasi", kata Adzriel kepada Budi.
"Baik Tuan", jawab Budi kepada Adzriel.
Adzriel langsung saja mematikan sambungan telefonnya ketika sudah mendapatkan jawabannya Budi.
__ADS_1
"Ternyata Mayang termasuk wanita sholehah, seperti yang diharapkan Papah dan juga Mamah, serta pastinya termasuk salah satu kriteria calon istriku", kata Adzriel yang baru saja mendengar tentang Mayang dari Budi.
Dan setelahnya Adzriel lalu menyandarkan badannya kesandaran kursi kerjanya sambil memikirkan cara untuk meminta maaf kepada Mayang.
Sedang Mayang sendiri yang sedang berada dikebun seperti biasanya untuk membantu Kakaknya, dai seharian sudah tidak fokus mengerjakan pekerjaannya.
Dan entah kenapa dari bangun tidur tadi fikiran Mayang selalu tertuju kepada Adzriel.
Kak Arjuna yang melihat adiknya Mayang daritadi sering tidak konsen dan sering melamun, akhirnya mencoba mendekati dan bertanya kepada Mayang.
"Dek kamu tidak apa-apa??, kenapa daritadi Kakak perhatikan kamu tidak fokus dalam mengambil sayuran ini??", tanya Kak Arjuna kepada Mayang ketika sudah berada disampingnya Mayang.
"Eh, tidak apa-apa Kak, hanya saja perasaannya May sedang tidak enak", jawab Mayang kepada Kak Arjuna.
"Ti**dak enak kenapa sih May, kamu sakit atau kamu sedang memikirkan sesuatu", tanya Kak Arjuna kepada Mayang.
Mayang yang mendengar pertanyaan dari Kak Arjuna dia menjadi salah tingkah karena takut ketahuan jika dia sedang memikirkan seorang laki-laki dan laki-laki itu adalah Adzriel.
"Tidak Kak, emm bolehkah May ijin pulang dulu Kak sebentar??", ijin Mayang kepada Kak Arjuna.
"Iya boleh, dan nanti jika sudah tenang kembali lagi kesini ya, bantuin Kakak dan lainnya lagi", jawab Kak Arjuna kepada Mayang.
Mayang langsung saja berlalu pergi dari perkebunan dan berjalan menuju kerumahnya. Sedang Ayah Rahman yang sudah tua beliau juga membantu Kak Arjuna diperkebunan jika sedang sehat badannya.
Mayang yang sudah sampai rumah dia melihat Ibunya sedang menyiapkan bahan-bahan seperti sayuran untuk makan siang mereka nantinya, dan sayuran itu hasil dari perkebunan mereka sendiri, lalu May langsung saja berjalan menghampiri Ibunya itu.
"Sini Bu, biar May bantu", kata Mayang yang sudah duduk disamping Ibunya.
"Lho May ko kamu sudah pulang, tumben", tanya Ibu ajeng kepada Mayang ketika melihat Mayang sudah duduk disampingnya.
"Tidak apa-apa Bu, kepingin pulang saja", jawab Mayang dengan wajah yang dipaksakan biasa saja.
"Wajah kamu sedikit pucat, apa kamu sakit Nak??", tanya Ibu Ajeng kepada Mayang.
"Tidak Bu hanya sedikit pusing saja", jawab Mayang lagi kepada Ibunya.
"Kamu minum obat terus istirahat saja sana, supaya nanti bisa lebih enakan", kata Ibu Ajeng lagi kepada Mayang.
"Baik Bu, May masuk kekamar dulu kalau begitu ya Bu", jawab Mayang kepada Ibu Ajeng.
__ADS_1
Dan Ibu Ajeng dia hanya mengangguk saja kepada Mayang sambil melihat kearah Mayang yang masuk kedalam rumah.
Ketika Mayang sudah berada didalam kamarnya, dia lalu merebahkan badannya diranjangnya dengan fikiran dan perasaan yang tidak tenang.
Mayang lalu mencoba masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badannya yang baru saja selesai dari kebun, setelah itu Mayang lalu mengambil air wudhu untuk menunaikan sholat dhuha sekaligus menenangkan hati dan perasaannya yang sedang berantakan itu.
Ketika Mayang sudah selesai sholat dhuha sekitar sepuluh menit yang lalu dia langsung saja mencoba merebahkan badannya lagi diatas ranjangnya dan berusaha memejamkan matanya.
Akhirnya lama kelamaan Mayang tertidur dengan sendirinya. Didalam tidurnya yang lelap, Mayang tiba-tiba bermimpi tentang Adzriel yang sedang tersenyum dengannya sambil mengucapkan perkataan yang membuat Mayang langsung terbangun dari tidurnya.
"Astaghfirullah hal'adzim", kata Mayang ketika baru saja mendengar perkataan dari Adzriel didalam mimpinya.
"Ya Allah apa arti dari mimpi tadi", kata Mayang sambil memegangi jantungnya yang sedang berdetak lebih kencang karena terkejut.
Karena didalam mimpinya Mayang, Mayang berjumpa dengan Adzriel disebuah tempat dan tempatnya tidak terlalu jelas dimimpinya Mayang.
Bukan tempatnya yang membuat Mayang terbangun, akan tetapi perkataan dari Adzriellah didalam mimpi yang membuat Mayang langsung terbangun.
Sebab Adzriel berkata kepada Mayang seperti ini.
"May, maafkan saya, dan tunggu saya dirumah kamu, saya sungguh sangat menyesal sekali atas tindakan saya kemarin kepada kamu, dan ijinkan saya untuk menjadi Imam kamu May, apakah kamu mau menjadi istriku Mayang Asyura Salsabila", kata Adzriel didalam mimpinya Mayang sambil berlutut menggunakan satu lututnya dihadapannya Mayang, dengan memberi sebuah cincin emas putih untuk Mayang.
Begitulah sekiranya yang dikatakan oleh Adzriel didalam mimpinya Mayang kepada Mayang, dan langsung membuat senam jantung untuk Mayang.
Mayang langsung melihat kearah jam dinding yang menempel cantik didinding kamarnya, dan waktu pun sudah menunjukkan pukul sebelas siang.
"Sudah jam sebelas siang, sebentar lagi dhuhur, ternyata lama juga aku tertidurnya", kata Mayang ketika melihat jam dindingnya.
Mayang lalu mencoba untuk beranjak dari ranjangnya, dan ketika dia bangun Mayang tiba-tiba merasakan sakit dikepalanya yang sangat pusing sekali, membuat Mayang langsung memegang kepalanya dengan kuat sekali.
Walau dengan keadaan kepalanya yang pusing, Mayang tetap saja berjalan dengan perlahan untuk keluar dari dalam kamarnya, dan ketika Mayang sudah membuka pintu kamarnya, Mayang mencoba untuk memanggil Ibunya yang sedang berada diruang makan sambil menata makanan yang sudah matang dimasaknya tadi.
"Bu, Ibuuuuu", panggil Mayang dengan lirih kepada Ibunya.
Dan Ibu Ajeng yang mendengar panggilannya Mayang, dia lalu keluar dari ruang makan untuk menghampiri Mayang.
"Iya May, ada apa??, Mayaaaaaaaaaaang !!!!!!!!", kata Ibu Ajeng dan dia langsung saja berteriak ketika melihat Mayang yang tiba-tiba sudah pingsan didepan pintu kamarnya.
...πππππππππππππ...
__ADS_1
***TBC***