LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
AULIAN ZAHRA


__ADS_3

Bukannya menjawab perkataannya Zahra Aulian dia semakin memajukkan badannya hingga Zahra sudah tiduran diatas ranjang, dan Aulian dia juga mengukung Zahra dengan kedua tangannya serta badannya pun juga sudah berada diatas badannya Zahra.


"A........ Abang", kata Zahra memanggil namanya Aulian dengan gugup, karena posisi mereka yang begitu intim sekali.


"Kamu sangat cantik sekali sayang ternyata ketika tidak memakai hijab, dan Kakak sangat beruntung yang bisa mendapatkanmu", kata Aulian kepada Zahra sambil mengusap lembut pipinya Zahra dengan menggunakan jari telunjukknya.


Tangan Aulian bergerak semakin kebawah, keleher dan sampai juga dikancing bajunya Zahra, sambil mengucapkan kata-kata kepada Zahra yang membuat Zahra tidak sadar jika kancing atasnya sudah dibuka oleh Aulian.


"Abang sangat mencintai kamu Zahra", kata Aulian kepada Zahra sambil mulai menciumin lehernya Zahra.


Zahra hanya diam saja pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Aulian kepadanya. Suara bisik Aulian ditelinga dan hembusan nafas hangatnya Aulian dilehernya membuat Zahra merasakan sesuatu yang selama ini belum pernah dia rasakan sama sekali dihidupnya.


"Apa Kakak mau meminta Hak Kakak sekarang??", tanya Zahra kepada Aulian yang sedang menciumin leher putihnya Zahra.


"Apakah kamu akan memberikannya jika Kakak memintanya sekarang??", kata Aulian kepada Zahra sambil melihat kearah wajahnya Zahra.


"Insyaallah Bang, karena itu sudah kewajibannya Zahra sebagai istrinya Abang", jawab Zahra kepada Aulian sambil memeluk Aulian membuat tubuh Aulian semakin menempel dengan tubuhnya.


Aulian yang mendengar jawabannya Zahra dia juga tersenyum sama manisnya kepada Zahra.


"Nanti saja, diluar masih banyak Keluarga yang belum pada pulang sayang, sekarang kita pemanasan saja dulu saja", jawab Aulian kepada Zahra sambil menempelkan hidungnya kehidungnya Zahra.


"Pemanasan ba............", kata Zahra belum selesai karena Aulian langsung saja mencium Zahra tepat dibibirnya.


Mereka berciuman untuk pertama kalinya dalam ikatan halal yang baru saja Aulian ucapkan dihadapan para saksi dan para Keluarga serta Pak Penghulu tadi.


"Sungguh menikah ternyata indah sekali rasanya", kata Aulian kepada Zahra ketika sudah melepaskan ciuman mereka.


Zahra hanya tersenyum saja kepada Aulian karena masih belum percaya dengan apa yang baru saja mereka lakukan tadi.


"Bagaimana sayang pemanasannya tadi, apakah kurang??", kata Aulian kepada Zahra sambil tertawa kecil.


Membuat Zahra ikut-ikutan tertawa ketika mendengar perkataannya Aulian.


"Apakah kamu ingat ketika Abang pernah mengatakan jika kita sudah menikah Abang akan membuatmu tidak bisa berjalan karena ulah Abang, dan kamu menantangnya, sungguh Abang waktu sangat tertantang sekali karena ucapanmu itu sayang", kata Aulian lagi kepada Zahra.


Zahra reflek tertawa cukup keras sambil menutupi mulutnya menggunakan telapak tangannya ketika mendengar perkataannya Aulian.


"Ingat Abang, dan Zahra juga tidak takut dengan tantangannya Abang", jawab Zahra kepada Aulian dengan sambil mengalungkan kedua tangannya kepundaknya Aulian yang masih berada diatas tubuhnya itu.


Aulian gantian tertawa ketika mendengar perkataannya Zahra, sambil mengucapkan sesuatu kepada Zahra.

__ADS_1


"Siapkan saja tenaga kamu sayang untuk menghadapi tantangannya Abang, karena Abang tidak akan memberi ampun kepadamu sedetik pun nanti", kata Aulian kepada Zahra sambil tersenyum miring.


"Tenang saja Abang, tenaga Zahra masih full dan sanggup untuk memenuhi semua tantangannya Abang nanti", jawab Zahra kepada Aulian, membuat Aulian dia langsung gemas kepada Zahra dan langsung mencium Zahra tepat dibibirnya.


Setelah cukup lama mereka berciuman dengan posisi Aulian juga masih berada diatas badannya Zahra, Aulian lalu melepaskan ciumannya dan mengajak Zahra untuk turun kebawah.


Namun sebelum itu Aulian dia mengambilkan baju dulu untuk Zahra dikamar tamu yang ditempatin oleh Zahra beberapa hari ini dirumahnya Papah Ziyas.


"Bu bajunya Zahra dimana ya Bu, saya mau mengambilkannya untuk Zahra??", tanya Aulian kepada Ibu Dina Ibu mertuanya ketika baru saja sampai dibawah.


"Daritadi baru mengambilkan baju untuk Zahra, terus daritadi juga Zahra memakai baju apa Aul??", kata Bunda Lili yang lagi lewat dan tidak sengaja mendengar perkataannya Aulian kepada Ibu Dina.


"Ya tidak memakai bajulah Bund, kan Aulian lebih suka seperti itu", jawab Aulian asal kepada Bundanya, dan langsung mendapat jitakan kepala oleh Bunda Lili.


Sedangkan Ibu Dina dia tertawa kecil ketika mendengar perkataannya Aulian.


"Ayo sini Nak buruan ikut Ibu, kasihan Zahra nanti kelamaan tidak memakai bajunya", kata Ibu Dina kepada Aulian sambil menggoda Aulian, membuat Aulian yang mendengar perkataan Ibu Dina dia langsung mengusap tengkuknya karena malu kepada mertuanya. Sedangkan Bunda Lili dia langsung tertawa mendengarnya.


Walau begitu Aulian tetap mengikuti Ibu Dina masuk kedalam kamar tamu yang beberapa hari ditempatin oleh Zahra.


"Ini Nak kopernya Zahra, memang sengaja belum dikeluarin dari dalam koper sama Zahra, katanya biar mudah nanti jika akan pulang", kata Ibu Dina kepada Aulian sambil menunjukkan kopernya Zahra yang terletak diatas shofa yang ada didalam kamar.


"Baik Bu, Aulian bawa ya Bu", jawab Aulian kepada Ibu Dina.


Aulian langsung saja membawa koper itu keluar dari kamar itu dan membawanya masuk kedalam kamarnya.


Sedangkan Zahra tadi ketika ditinggal oleh Aulian untuk mengambilkan bajunya, dia tersenyum sendiri dan masih tiduran diatas ranjang, karena dia rasanya masih belum percaya jika dirinya baru saja melakukan ciuman dengan Aulian dan itu juga ciuman pertamanya dengan seorang laki-laki.


Sambil melamun lama-kelamaan matanya Zahra tertutup sambil membayangkan kejadian tadi dengan Aulian, dan tanpa sadar Zahra malah ketiduran ketika menunggu Aulian mengambilkan baju untuknya.


Ketika Aulian masuk kedalam kamar dia melihat Zahra sudah tertidur dengan lelapnya dan jangan lupakan dua kancing bajunya Zahra yang masih terbuka itu membuat dadanya Zahra sangat terlihat jelas dimatanya Aulian.


Zahra masih belum sadar jika kedua kancing kemeja yang dipakainya tadi dilepaskan Aulian, alhasil Aulian bisa melihat pemandangan yang selama ini belum pernah dilihatnya itu.


"Sungguh sangat menggoda sekali kamu Zahra", kata Aulian ketika sudah meletakkan kopernya Zahra disebelah meja dekat ranjang.


Aulian lalu duduk dipinggir ranjang sampingnya Zahra yang sedang tertidur itu.


"Abang sangat mencintai kamu Zahra, mari kita melangkah bersama menuju kesurga-Nya dan jangan pernah lelah untuk mencintaiku sayang", kata Aulian sambil menyingkirkan rambutnya Zahra yang menutupi mukanya, dan setelah nya dia mencium keningnya Zahra dengan mesra sekali.


Setelah berkata seperti itu kepada Zahra yang sedang tertidur, Aulian dia berlalu keluar kamar untuk menemui beberapa Keluarganya yang masih berada dirumah Papahnya.

__ADS_1


Sedangkan Keluarganya serta saudaranya Zahra yang dari kampung mereka sudah diberikan kamar masing-masing oleh Papah Ziyas dihotelnya secara gratis yang ballroomnya nanti untuk diadakan pesta resepsinya Aulian.


Tadi ketika Adzriel sudah berpamitan pulang kepada Zahra dan juga Aulian serta Keluarga yang lainnya, dia tidak sengaja bertemu dengan Mayang yang hampir saja mau terpeleset karena baru saja menginjak sesuatu yang licin, entah itu tumpahan kuah atau apa yang pasti itu licin sekali dan hampir saja membuat Mayang akan terjatuh jika Adzriel tidak menangkapnya.


Adzriel yang saat itu dia ingin pulang menuju kemobilnya dia tidak sengaja melihat Mayang yang hampir terjatuh, sontak saja Azriel reflek berlari mendekati Mayang dan langsung menangkapnya.


"Astaghfirullah, terimakasih Tuan", kata Mayang yang sudah melepaskan pegangannya Adzriel dibadannya sambil membungkukkan badannya dan juga menunduk.


"Dasar ceroboh", kata Adzriel kepada Mayang, dan membuat Mayang langsung mendongakkan kepalanya ketika mendengar suaranya Adzriel.


"Eh Om lagi", kata Mayang sambil tersenyum kecil kepada Adzriel.


"Kalau ketiga kali kita bertemu lagi, kita berarti jodoh Om, itu sih kata orang-orang, tapi kalau kata Mayang, itu adalah sebuah ketidaksengajaan karena yang namanya jodoh tidak ditentukan seberapa banyak kita bertemu, tapi jika Om berjodoh dengan May, Om ketuaan untuk May", kata Mayang panjang lebar kepada Adzriel, membuat Adzriel langsung melototkan matanya kepada Mayang ketika mendengar perkataannya Mayang yang terkahir.


"Umur kamu berapa??", tanya Adzriel kepada Mayang.


"Dua puluh tahun Om", jawab Mayang kepada Adzriel.


"Bukan saya yang terlalu tua untuk kamu, tapi kamu yang terlalu kecil untuk saya, dan pantasnya kamu itu menjadi adik saya", jawab Adzriel kepada Mayang.


"Sama saja kali Om, sudah ya Om terimakasih atas bantuannya tadi, awas jangan rindu dan memimpikan Mayang, nanti bisa didatangi Ibunya Mayang yang galak itu didalam mimpi, sambil berkata "jangan memimpikan anak saya dia bukan mahram kamu", begitu Om", kata Mayang kepada Adzriel sambil tertawa dan juga sambil memeragakan ketika Ibunya sedang marah-marah.


Sekuat tenaga Adzriel menahan suara tawanya, karena menurut Adzriel Mayang itu orangnya lucu dan apa adanya dan Adzriel belum pernah menemui gadis yang seperti Mayang.


"By Om", sambung Mayang lagi kepada Adzriel yang masih diam saja dengan muka datarnya itu.


Padahal aslinya Adzriel menahan suara tawanya dengan menampilkan muka datarnya kepada Mayang.


"Mayang, gadis yang unik, polos, lugu, apa adanya dan juga manis", kata Adzriel ketika sudah berada didalam mobilnya.


Dan tanpa Adzriel sadari dia sudah sedikit tertarik dengan gadis yang bernama Mayang itu.


Kembali lagi keAulian dan Zahra. Aulian yang sudah ikut bergabung diruang Keluarga dia langsung ditanya oleh Papahnya ketika Aulian hanya datang sendiri dan tidak bersama Zahra.


"Zahra mana Aul, ko tidak sama kamu??", tanya Papah Ziyas kepada Aulian.


"Dia tidur Pah, waktu Aulian tinggal sebentar sambil mengambilkan kopernya dikamar tamu, dan ketika Aul masuk kamar dia sudah tidur dengan lelapnya", jawab Aulian kepada Papahnya.


"Ya sudah biarkan dia tertidur, oh ya jangan lupa jaga kesehatan Aul, karena besok kita akan sangat sibuk sekaki", kata Papah Ziyas kepada Aulian.


Dan setelahnya mereka semua dan para Keluarga yang lainnya yang pada belum pulang hanya mengobrol dan berbincang seperti biasanya sambil menikmati kebersamaan yang tidak bisa setiap hari mereka lakukan.

__ADS_1


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


***TBC***


__ADS_2