
Ketika jam baru menunjukkan pukul setengah tiga sore, Aulian dan juga Zahra yang belum pada bangun dari tidur siangnya, tiba-tiba ponselnya Aulian yang diatas meja samping ranjang berdering dengan cukup kencang dan itu langsung saja mengagetkan Aulian yang masih sedang tertidur.
"Mas Arjun", kata Aulian ketika membaca nama Arjuna dipanggilan masuk yang ada didalam ponselnya.
Aulian lalu berusaha untuk duduk dari tidurannya sambil menyandarkan badannya kesandaran ranjang.
Dan ketika Aulian melihat dadanya Zahra terbuka karena dia berusaha duduk, Aulian langsung saja menutupinya karena Aulian maupun Zahra mereka berdua belum pada memakai pakaian mereka setelah melakukan hubungan suami istri tadi.
"Halo Assalamu'alaikum Mas Arjun", kata Aulian ketika sudah mengangkat sambungan telefonnya Kak Arjuna.
"Wa'alaikumussalam Mas Aulian, maaf mengganggu waktunya ini", kata Kak Arjuna kepada Aulian.
"Iya tidak apa-apa ko Mas Arjun, bagaimana??, ada apa??, apakah ada yang bisa saya bantu??", jawab Aulian kepada Kak Arjuna.
"Tidak ada Mas, saya cuma ingin memberitahukan dan mengabari Mas Aulian serta juga Mbak Zahra jika saya mau menikah bulan depan dengan Kakak sepupunya Adzriel yang bernama Khumairah itu, dan tadi saya juga sudah menelfon telefon rumah Mas dan sudah bilang juga kepada Budhe Dina tentang pernikahan saya ini Mas", kata Kak Arjuna kepada Aulian melalui sambungan telefon.
Aulian yang mendengar kabar dari Kak Arjuna dia sangat terkejut dan juga senang secara bersamaan.
Matanya Aulian yang tadi masih sedikit mengantuk menjadi langsung cerah ketika mendengar kabar dari Kak Arjuna.
"Waaah selamat Mas, tidak menyangka jika adanya Adzriel diKeluarganya Mas, bisa mendatangkan jodohnya Mas Arjun", kata Aulian sambil menggoda Kak Arjuna.
Dan Kak Arjuna langsung saja tertawa diseberang sana mendengar godaannya Aulian.
"Ya kamu benar Mas, tanpa sadar Adzriellah adalah perantara jodohku datang", kata Kak Arjuna kepada Aulian.
Dan Aulian dia ikutan tertawa mendengar jawabannya Kak Arjuna.
"Oh ya Mas Aulian, Ibu sama Ayah juga katanya minggu-minggu ini mau bersilaturrahmi kekota kerumahnya Mas, sama sekalian nanti mau mampir kerumahnya Khumairah", kata Kak Arjuna lagi kepada Aulian.
"Iya tidak apa-apa nanti kabari saja ya kapan mau datang kesini", jawab Aulian kepada Kak Arjuna.
"Dan itu ngomong-ngomong apakah Mayang dan juga Adzriel sudah pulang dari bulan madu mereka??", tanya Aulian kepada Kak Arjuna.
__ADS_1
"Belum Mas, tadi pagi mereka baru saja telefon dan mengabari jika mereka akan pulang lusa katanya", jawab Kak Arjuna kepada Aulian.
"Oh", jawab Aulian hanya beroh ria saja kepada Kak Arjuna.
"Sudah hanya itu saja Kak yang ingin saya sampaikan, kalau begitu saya tutup dulu telefonnya ya Mas, Assalamu'alaikum", kata Kak Arjuna kepada Aulian.
"Iya Mas, wa'alaikumussalam", jawab Aulian kepada Kak Arjuna dan panggilan telefon mereka akhirnya benar-benar terputus.
Aulian lalu melihat kejam yang ada diponselnya dan ternyata waktu sudah menunjukkan jam setengah empat sore.
Aulian yang sudah menaruh ponselnya lagi diatas meja yang ada disamping ranjang, dengan masih belum menggunakan pakaiannya, dia lalu turun dari ranjang dan berjalan menuju kedalam kamar mandi untuk mandi.
Sedang Zahra dia masih tertidur anteng ditempatnya, tidak terganggu sama sekali dengan percakapannya Aulian ditelefon dengan Kak Arjuna tadi.
Lima belas menit kemudian, Aulian yang sudah keluar dari dalam kamar mandi, dia lalu berjalan mendekati Zahra yang masih tertidur itu.
Dengan pelan-pelan dia mulai membangunkan Zahra untuk segera bangun, mandi dan menunaikan sholat ashar bersamanya.
Dengan keadaan yang belum terjaga dengan benar, Zahra yang sudah membuka matanya, dia lalu turun dari ranjang dan berjalan menuju kedalam kamar mandi untuk mandi.
"Oh ya sayang, tadi Mas Arjun menelfonku, katanya dia ingin menikah dengan Kak Khumairah bulan depan", kata Aulian kepada Zahra sambil duduk dikursi taman yang ada disitu.
Zahra yang mendengar kabar itu dari Aulian dia juga sama terkejutnya seperti Aulian tadi.
"Alhamdulillah Abang, Zahra sungguh senang sekali mendengar kabar ini, sungguh pasti tante Ajeng sangat senang sekali", kata Zahra kepada Aulian.
"Karena Tante Ajeng sudah sangat ingin sekali melihat Mas Arjuna menikah Bang, sebab umurnya Mas Arjun pun juga sudah cukup matang", kata Zahra lagi kepada Aulian.
Zahra mengobrol berdua dengan Aulian ditaman yang ada dihalaman rumah mereka sambil menikmati waktu sore berdua saja ditaman itu.
"Iya Zahra, dunia itu sempit, dan kita tidak tahu akan berjodoh dengan siapa, hanya saja yang aku tahu dan yang pasti jodoh aku adalah kamu, karena memang sudah ditentukan oleh authornya", kata Aulian kepada Zahra sambil tertawa, dan itu membuat Zahra juga ikut-ikutan tertawa.
"Betul sekali Abang, dan semoga authornya tidak memberikan jalan cerita yang berliku untuk kehidupan rumah tangga kita yang lagi harmonis ini ya", jawab Zahra kepada Aulian sambil tertawa juga.
__ADS_1
"Oh ya sayang, kalau kamu mau mempunyai anak perempuan atau laki-laki??", tanya Aulian kepada Zahra sambil memeluk Zahra dari samping.
"Kalau Zahra sih sebenarnya maunya cowok, tapi entahlah cowok atau cewek sama saja Bang", jawab Zahra kepada Aulian sambil melihat kearahnya Aulian.
"Tapi kalau Abang sebenarnya ingin mempunyai anak cewek, karena lucu saja rasanya mempunyai anak perempuan sayang", kata Aulian kepada Zahra.
"Kembali lagi jika kita dapatnya cowok, Abang juga tidak apa-apa ko sayang, karena dia juga darah dagingnya Abang", kata Aulian lagi kepada Zahra sambil tersenyum.
Aulian dan juga Zahra setelah merasa waktu sudah mulai gelap, mereka berdua lalu memutuskan untuk masuk kedalam rumah.
Adzan maghrib yang berkumandang pun membuat Aulian dan juga Zahra langsung bergegas untuk menunaikan kewajibannya sebagai umat muslim.
Masih sama seperti tadi pagi, Aulian dia masih ingin meminum dan memakan yang segar-segar terutama yang asam-asam.
Bahkan Aulian juga menyuruh Bibi untuk menyetok jus lemon dikulkas dan membeli buah lemon yang lebih banyak lagi untuk persediaan dikulkas.
Walau mulutnya tidak naf**u makan, akan tetapi Aulian dia tetap paksakan makan supaya dia tidak lemas dan tidak sakit, karena efek mual yang masih dia rasakan hingga pagi hari.
Sedang Zahra dia malah kebalikannya dari Aulian, walau dia sedang hamil, akan tetapi dia tidak merasakan apa-apa dibadannya, dan untuk naf**u makannya sendiri juga masih sama seperti halnya ketika dia sedang tidak hamil.
...❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤...
Aulian: Thor aku tidak sanggup jika harus merasakan mual begini terus thor🙁😫😫
Author: Tidak apa-apa, enak ko rasanya😂😂
Aulian: Sungguh hebat sekali para wanita yang sanggup mengandung buah hati mereka, dan pantas saja kata Ibu disebut sebanyak tiga kali baru Ayah☺☺😇😇
Author: Nah pinter😍😍😍😘
Aulian:🙄🙄🙄😏
...💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕...
__ADS_1
***TBC***