
Aulian saat ini sudah berada didalam kamarnya. Ketika tadi baru saja pulang dari acara syukuran pernikahan Kakaknya Qiyas yang diadakan diPerusahaan Kakak Iparnya Kia, senyum lebar dan manis selalu terpancar dari bibirnya. Hingga Bunda Lili dan Papah Ziyas mereka berdua menggelengkan kepalanya melihat Aulian yang lagi sedang jatuh cinta.
Tidak seperti Kakaknya Aulian, yang bisa menyembunyikan perasaannya, dan hanya berani terbuka dengan Bundanya yaitu Bunda Lili, berbeda dengan Aulian, dia dengan terang-terangan menunjukkan rasa jatuh cintanya dengan Zahra kepada Papah Ziyas dan Bunda Lili.
"Semoga anak Papah itu tidak gila ya", kata Bunda Lili yang melihat Aulian hari itu sangat cerah wajahnya dan selalu tersenyum senang ketika pulang dari acara syukuran tadi.
"Bunda itu ada-ada saja, anak sendiri didoain gila", jawab Papah Ziyas kepada istrinya.
"Bukan didoain Pah, tapi lihat saja, sambil makan saja senyumnya daritadi tidak pernah luntur", jawab Bunda Lili juga kepada Papah Ziyas.
"Papah dan Bunda ini kenapa sih, sepertinya tidak suka melihat Aul lagi bahagia begini", kata Aulian yang daritadi mendengar pembicaraan dari kedua orang tuanya.
"Kamu itu sudah sangklek Aul, dari pulang tadi senyam-senyum begitu malah bikin Bunda tambah ngeri sama kamu", jawab Bunda Lili kepada Aulian. Karena saat itu mereka bertiga sedang makan malam bersama. Ya begitulah salah satu candaan yang dilontarkan oleh Bunda Lili dan Papah Ziyas kepada Aulian.
"Hari ini aku bahagia sekali", kata Aulian untuk dirinya sendiri ketika berada didalam kamarnya sambil tersenyum sendiri.
"Zahra, oh Zahra", kata Aulian lagi sambil mengingat kejadian tadi didalam ruangannya Zahra.
*Flashback On*
"Zahra, jangan tersenyum begitu, hatiku bagaikan es batu yang meleleh karena terkena air panas, nyeessss", gombal receh dari Aulian untuk Zahra, dan Zahra reflek tertawa kepada Aulian. Membuat Aulian langsung terpesona ketika melihatnya.
"Ya Allah mungkin aku sedang bermimpi ini, ada bidadari sedang berada dihadapanku, jika ini mimpi jangan bangunkan aku dulu ya Allah", kata Aulian dengan menggombal karena menutupi keterpesonaannya kepada Zahra. Dan Zahra dia langsung saja tersenyum sambil menutupi mulutnya ketika mendengar gombalannya Aulian lagi.
"Tuan Aul ternyata lucu juga ya", kata Zahra sambil tertawa kecil kepada Aulian.
Dan Aulian dia hanya tersenyum saja mendengar perkataannya Zahra. Padahal Aulian dia tidak sedang mencari muka dengan Zahra, akan tetapi bagi Zahra senyum Aulian yang tadi adalah senyum termanisnya Aulian.
"Ya Allah, manis juga ternyata senyumnya Tuan Aulian, astaghfirullah", batin Zahra ketika melihat senyumnya Aulian.
"Ya Allah, kenapa jantungku berdetak dengan kencang lagi", batin Zahra lagi ketika baru saja melihat senyum manisnya Aulian.
"Bukan lucu sih sebenarnya, memang ini karakter asliku, jika saya bersama orang terdekat dan orang itu bisa membuatku merasa nyaman", jawab Aulian kepada Zahra. Dan membuat Zahra langsung tertegun mendengar jawaban dari Aulian.
"Cie langsung diem, kenapa Zahra, merasa menjadi orang yang bisa bikin nyaman aku ya?? ", goda Aulian kepada Zahra. Membuat Zahra langsung tersipu malu.
"Yeee mukanya memerah tuh, memang betul sih kamu langsung bisa bikin aku nyaman berada didekatmu, dan juga membuat jantungku langsung berdisko ria", gombal Aulian lagi kepada Zahra membuat Zahra langsung tertawa kecil karena malu dan suka dengan gombalannya Aulian.
__ADS_1
Aulian dia sampai menggunakan kata aku dan bukan saya, karena Aulian baru kali itu merasa benar-benar nyaman dengan seorang wanita yang baru dia kenal tadi.
Aulia dan Zahra mereka tertawa lepas karena candaan dan gombalan dari Aulian untuk Zahra. Semuanya mengalir dengan apa adanya, dan Zahra pun tanpa dia sadari dia juga mulai merasa nyaman dengan Aulian.
*Flashback Off*
"Astaghfirullah, kenapa juga Zahra belum memberikan jawaban kepadaku, jika dia benar-benar mau denganku kan aku tidak selalu terbayang-bayang mukanya begini", kata Aulian sambil menahan kepalanya dengan kedua tangannya yang sedang bersandar dikepala ranjang.
"Aku harus lebih meyakinkan Zahra lagi untuk menerimaku, karena aku yakin sainganku tidak cuman Fadhil sekretarisnya Kak Qiyas saja", kata Aulian lagi untuk dirinya sendiri.
Dibeda tempat tepatnya didalam rumah kontrakannya Zahra. Zahra yang waktu itu sedang ingin tidur, setiap kali dia ingin memejamkan matanya, selalu wajah Aulian yang terlintas didalam benaknya, dan apa lagi senyum Aulian tadi ketika bersama Zahra selalu terbayang diwajahnya Zahra.
"Astaghfirullah ya Allah, kenapa aku ini, kenapa wajah Tuan Aulian selalu terlintas setiap aku menutup mata", kata Zahra untuk dirinya sendiri sambil terduduk dari tidurnya.
Zahra langsung saja membaringkan tubuhnya lagi diatas ranjangnya. Dan seperti tadi wajah Aulian langsung terlintas dibayang tidurnya. Hingga membuatnya tidak bisa tidur.
"Tuan Aul, tolong pergilah sebentar, aku mau tidur dulu", monolog Zahra lagi untuk dirinya sendiri, sambil mengacak rambutnya.
Zahra dia langsung teringat dengan Ibunya, dan Zahra lalu mengambil Hpnya yang ada dimeja dekat ranjang untuk menghubungi Ibunya.
Karena semenjak Zahra bekerja menjadi sekretarisnya Kia, Ibu beserta adiknya Zahra mereka dibelikan Hp satu-satu oleh Zahra.
"Hallo Assalamu'alaikum nak", salam Ibunya Zahra yang bernama Dina kepada Zahra.
"Wa'alaikumussalam Ibu, Ibu belum tidur", jawab dan tanya Zahra kepada Ibunya.
"Belum Nak, ini lagi menonton televisi sama Firman adikmu, ada apa Nak?? ", jawab Ibu Dina kepada Zahra.
"Em, Ibu bisa tidak masuk kekamar sebentar, ada yang ingin Zahra bicarain sama ibu", kata Zahra dengan pelan dan malu kepada Ibunya.
Ibunya Zahra langsung saja beranjak dari duduknya diruang tamu, dan lalu masuk kedalam kamarnya.
"Ada apa Nak, apa begitu penting, hingga membuat Ibu harus masuk kekamar dahulu?? ", tanya Ibu Dina kepada Zahra.
"Em tidak ada yang penting sih Bu, sebenarnya Zahra mau bercerita kepada Ibu", jawab Zahra kepada Ibunya.
"Cerita apa nak, cerita sajalah", kata Ibu Dina kepada Zahra.
__ADS_1
"Itu-itu....... ", perkataannya Zahra terpotong dengan perkataan dari Ibunya.
"Itu apa sih Zahra, jangan bikin Ibu penasaran dong", kata Ibu Dina lagi kepada Zahra.
"Hari ini Zahra baru dilamar oleh seseorang Bu, tapi sebelum itu Zahra juga sudah dilamar oleh teman Zahra sendiri Bu, namanya Rizky Ibu tahu orangnya, dia teman Zahra waktu SMA, dan tadi Zahra dilamar oleh adik dari atasannya Zahra sendiri Bu..... ", kata Zahra belum selesai sudah terpotong dengan pertanyaan dari Ibunya.
"Rizky teman SMA kamu yang cucunya Tuan Karim itu Zahra", tanya Ibu Dina kepada Zahra.
"Iya Bu", jawab Zahra kepada Ibunya.
"Tapi Zahra sudah menolaknya, karena Zahra hanya menganggap dia teman tidak lebih Bu", sambung Zahra lagi kepada Ibunya.
"Terus yang hari ini siapa nak?? ", tanya Ibu Dina kepada Zahra.
"Adik Iparnya atasannya Zahra Ibu, anak orang terkaya nomor satu dinegara ini Bu, anaknya Tuan Ziyas Irawan", kata Zahra kepada Ibunya.
"Ziyas Irawan yang sering muncul ditelevisi itu nak?? ", tanya Ibunya Zahra dengan sangat terkejut sekali, karena anaknya baru dilamar oleh orang yang tidak sembarangan.
"Iya Bu", jawab Zahra lagi.
"Terus Nak bagaimana jawabanmu untuknya?? ", tanya Ibu Dina lagi kepada Zahra.
"Zahra langsung tolak Ibu, karena Zahra takut Bu, akan tetapi ketika Zahra pertama kali melihatnya, jantung Zahra langsung berdegub dengan kencang sekali, dan saat ini pun Zahra sampai tidak bisa tidur, karena terbayang-bayang wajah dan senyumannya Bu", kata polos Zahra kepada Ibunya.
Ibu Dina diseberang telefon ketika mendengar cerita dari anaknya Zahra, dia tersenyum lucu karena anaknya Zahra tidak menyadari jika dia sedang jatuh cinta sama laki-laki yang baru melamarnya tadi.
"Itu namanya kamu sedang jatuh cinta Zahra", kata Ibu Dina kepada Zahra sambil tertawa kecil.
Sedangkan Zahra yang mendengar jawaban dari Ibunya dia terkejut sekali, karena dia seumur-umur baru merasakan seperti itu ketika melihat Aulian, jadi dia tidak tahu jika itu yang namanya sedang jatuh cinta.
ππππππππππππ
Cieee neng Zahra Fall in love at first sight sama Aul, cieeeeππππ
ππππππππππππ
***TBC***
__ADS_1