
Ketika kehamilannya Zahra sudah menginjak ketrimester yang ketiga, Aulian sudah tidak mau lagi menghadiri meeting keluar kota maupun keluar negeri, bagaimana pun caranya Aulian harus bisa pulang kerumah.
Karena bagi Aulian Zahra dan calon anaknya adalah hal yang terpenting dihidupnya sekarang.
Uang bisa dicari namun cinta dan kasih sayang dari seorang istri dan seorang anak tidak mudah didapatkan jika bukan kita yang membangunnya, begitulah yang selalu Aulian terapkan didalam dirinya.
Semakin besar kandungannya Zahra membuatnya semakin sulit untuk beraktifitas, namun Zahra sangat senang sekali karena gerakan babynya sangat aktif dan selalu meresponnya dengan baik ketika dia ajak berkomunikasi.
Aulian setiap kali pulang dari bekerja, dia selalu menyapa istri dan juga calon anaknya yang sedang dikandung oleh Zahra.
Seperti saat ini Aulian yang baru saja sampai dirumahnya karena baru saja pulang bekerja, dia langsung disambut hangat oleh Zahra didepan pintu dengan sambil mengusap lembut perutnya yang sudah sangat besar itu.
"Assalamu'alaikum", salam Aulian kepada Zahra ketika dia akan masuk kedalam rumah sambil mencium keningnya Zahra.
"Wa'alaikumussalam Abang", jawab Zahra sambil membantu Aulian membawakan tas dan jas kerjanya.
"Halo Assalamu'alaikum anak Ayah, sedang apa didalam sana, baik-baik saja kan??", kata Aulian menyapa calon babynya sambil mengusap lembut perutnya Zahra, dan langsung direspon dengan tendangan dari sibaby.
Aulian dan Zahra langsung tersenyum senang akan respon yang diberikan dari calon anaknya itu.
Kegiatan yang dilakukan selalu sama dan terulang terus setiap harinya, sampai tidak terasa jika Zahra sudah mendekati masa HPLnya.
Lima hari menjelang HPL (Hari Perkiraan Lahir) Zahra sudah merasakan mulas yang sebentar ada dan sebentar hilang, dan Zahra juga sudah bercerita kepada Aulian jika dia sering merasakan sakit diperutnya.
Dan itu membuat Aulian selalu siap siaga jika wajah Zahra menunjukkan seperti menahan sakit diperutnya.
Aulian juga sudah mengabari Bunda maupun Papahnya jika Zahra sebentar lagi akan melahirkan dan dia juga sudah sering merasakan sakit diperutnya, hingga membuat Bunda Lili sering menelfon hingga satu jam sekali untuk menanyakan keadaannya Zahra.
Aulian dia juga masih aktif berangkat kekantor, karena itu permintaannya Zahra, sebab fikir Zahra dia belum merasakan mulas dan sakit yang terlalu dia rasakan diperutnya.
Walau sebenarnya Aulian ingin sekali dirumah menemani Zahra saja.
Bahkan Aulian dia sangat tidak sabar ingin segera pulang dan selalu kefikiran Zahra jika sedang berada dikantor.
Namun ketika Aulian menelfon Zahra, Zahra selalu mengatakan tidak kenapa-kenapa dan baik-baik saja. dan jika Aulian sudah mendengar sendiri jawabannya Zahra yang seperti itu dia menjadi sedikit lebih tenang dalam bekerja.
Ketika HPLnya Zahra kurang tiga hari, dan jam sedang menunjukkan pukul dua belas malam, Zahra yang memang tidak bisa tidur daritadi karena sering merasakan mulas diperutnya, tiba-tiba dia merasakan sakit perut yang sangat-sangat sakit sekali melebihi hari yang kemarin-kemarin.
Zahra langsung saja menepuk dengan kencang badannya Aulian karena dia sungguh sangat tidak tahan sekali dengan rasa sakitnya.
"Abaaaaaang, sakiiiiitt aaah, sakit Abaaaaang",, kata Zahra sambil membangunkan Aulian dan Aulian langsung saja terbangun mendengar suaranya Zahra yang kesakitan itu.
Karena sejujurnya semenjak Zahra sering merasakan sakit, Aulian tidur pun tidak bisa nyenyak dan selalu terjaga setiap waktu, karena takutnya jika Zahra tiba-tiba akan melahirkan.
"Ada apa sayang, kenapa??, kamu apa mau melahirkan sekarang??", kata Aulian dengan sangat panik sekali, dan Zahra hanya mengangguk saja kepada Aulian dengan keringat yang sudah mulai bercucuran.
Aulian yang panik dia langsung saja keluar dari dalam kamar sambil berteriak memanggil Ibu Dina, Bunda Lili dan juga Firman.
__ADS_1
"Ibuuuuuu, Firmaaaaaan, Bundaaaaaaa!!!!!, Zahra mau melahirkaaaan", teriak dari Aulian, namun tidak ada yang menjawab semua panggilannya.
Aulian langsung saja berjalan menuju kedalam kamarnya Firman yang letaknya tidak terlalu jauh dari kamarnya.
"Firmaaaaaan, Firmaaaan!!!", panggil Aulian sambil menggedor-gedor pintu kamarnya Firman, dan Firman yang tertidur pulas dia langsung saja terbangun karena terkejut sebab pintu kamarnya sedang digedor sangat kencang sekali oleh Aulian.
"Ada apa Kak??", kata Firman kepada Aulian dengan ekspresi yang masih terkejut ketika dia sudah membukakan pintu kamarnya untuk Aulian.
"Kamu segera bangunkan Ibu dan Bunda, karena Zahra akan mau melahirkan sekarang", kata Aulian kepada Firman dan Aulian setelah berkata seperti itu kepada Firman dia langsung saja berlalu lagi kedalam kamarnya.
Sedangkan Firman yang semakin terkejut dia langsung berlari turun tangga dan langsung menuju kekamar Ibunya serta Bunda Lili.
Bunda Lili dan juga Ibu Dina mereka berdua sangat terkejut sekali ketika Firman mengatakan jika Zahra akan segera melahirkan.
Dan Bunda Lili untungnya dia sudah dari tiga hari yang lalu menginap dirumahnya Aulian untuk menemani Zahra jika sewaktu-waktu akan melahirkan.
Sedang Aulian tadi yang sudah masuk kedalam kamarnya dia terus menenangkan Zahra yang sudah sangat kesakitan sekali sambil mengejan.
Aulian ingin sekali membawa Zahra kerumah sakit, namun kata Zahra, Zahra sudah sangat tidak kuat sekali.
"Zahra tidak kuat Abang", kata Zahra dengan lirih.
Dan ketika Ibu Dina serta Bunda Lili yang sudah masuk kedalam kamarnya Zahra dan Aulian mereka berdua melihat Aulian sedang ingn menggendong Zahra.
Namun sebelum digendong oleh Aulian keadaannya Zahra dicek terlebih dahulu oleh Bunda Lili dan juga Ibu Dina.
"Tunggu sebentar Nak", kata Bunda Lili dan langsung dianggukin oleh Ibu Dina karena sebagai Ibu mereka sangat tidak tahu jika ada yang tidak beres dengan Zahra.
Dan benar saja ketika dicek oleh Bunda Lili serta Ibu Dina ternyata kepala dari babynya Zahra sudah terlihat sedikit.
"Nak kamu tutup pintunya, dan segera telefon Dokter yang menangani Zahra suruh dia datang kesini sekarang juga, karena kepala baby kalian sudah terlihat sedikit tidak keburu jika kita bawa Zahra kerumah sakit sekarang, Bunda sama Ibu kamu akan membantu Zahra melahirkan sekarang", kata Bunda Lili dengan segera kepada Aulian, dan itu membuat Aulian langsung saja bingung, khawatir dan juga kalut menghadapi situasi yang sangat darurat seperti itu.
Aulian tanpa menunggu lama dia langsung menghubungi Dokter kandungan yang biasanya memeriksa Zahra.
Sedang Ibu Dina dan Bundda Lili mereka langsung membantu Zahra untuk menghadapi persalinannya yang pertama.
"Ayo Nak, tarik nafas panjang, dan doroooong dengan kuat ya Zahra", kata Ibu Dina mengintruksi kepada Zahra.
Dan Bunda Lili dia memegang erat tangannya Zahra untuk memberi kekuatan serta semangat kepada Zahra.
"Ayo Nak kamu pasti bisa demi anak kamu", kata Bunda Lili juga sambil menyemangati Zahra.
Zahra sekuat tenaga dia mengeluarkan semua tenaganya untuk melahirkan babynya.
Dan Aulian yang sudah selesai menelfon Dokter itu dia langsung saja menggantikan posisi dari Bund Lili.
Dokter yang biasanya memeriksa Zahra dia langsung saja berangkat menuju kerumahnya Aulian ketika ditelefon oleh Aulian, walau jam menunjukkan pukul tengah malam sekalipun.
__ADS_1
Ibu Dina dan Bunda Lili terus memberikan aba-aba kepada Zahra untuk terus semangat jangan menyerah untuk mengeluarkan baby yang dikandungnya.
Dan perjuangannya Zahra antara hidup dan mati tidak sia-sia, akhirnya keluar juga baby yang dikandungnya itu dengan selamat dan serta sehat.
Baby itu langsung saja menangis dengan sangat keras sekali, Firman dan para pembantu dirumahnya Aulian yang menunggu diluar kamar mereka sangat senang sekali ketika mendengar suara tangisan baby yang baru saja lahir itu.
Ibu Dina dan juga Bunda Lili mereka berdua langsung saja memotong tali pusar babynya Zahra dengan gunting bersih yang ada didalam kamarnya Aulian.
Dan Aulian langsung saja mencium mesra Zahra ketika dia melihat sendiri perjuangannya Zahra dalam melahirkan buah hatinya dan Aulian juga sangat senang melihat betapa gemuk dan sehat baby yang dikandung oleh Zahra.
Ibu Dina langsung mendekap baby itu dengan kain baby yang sudah diambikanl tadi oleh Bunda Lili dan langsung memberikan baby itu kepada Aulian untuk diadzani.
Zahra yang masih lemas dia hanya tersenyum senang sambil menangis melihat anaknya sendiri sangat sehat dan sedang diadzani oleh Aulian.
Dan ketika Aulian sedang mengadzani babynya datanglah Dokter yang biasanya memeriksa Zahra.
Dia langsung saja dibukakan pintunya oleh Firman untuk masuk kedalam kamarnya Aulian.
Dokter itu langsung saja mengambil alih Zahra dan langsung juga membersihkan Zahra pasca persalinan.
Ibu Dina dan Bunda Lili mereka berdua sangat bangga dan terharu karena bisa membantu melahirkan cucu mereka sendiri.
Dan Aulian yang sudah selesai mengadzani anaknya dia langsung saja memberikan babynya kepada Ibu Dina untuk dibersihkan, sedang Zahra dia sedang mendapatkan penanganan dari Dokter.
Aulian terus mendampingi Zahra dan siapa tahu Dokter itu akan membutuhkan bantuannya juga.
Selang beberapa menit Zahra sudah selesai ditangani Dokter, dan Dokter itu langsung gantian mengecek kondisi dari anaknya Zahra yang sudah selesai dibersihkan oleh Ibu Dina dan juga Bunda Lili.
Syukur Alhamdulillah semuanya pada sehat, dan juga baik-baik saja sesuai harapan mereka semua walau Zahra harus melahirkan dirumah tidak sesuai dengan ekspetasi mereka semua.
Ibu Dina dan Bunda Lili mereka berdua juga turut bahagia melihat kebahagiaannya Aulian serta Zahra yang baru memiliki seorang baby yang gemuk itu.
"Selamat nak atas kelahiran babynya, dia sangat cantik sekali dan sangat gendut", kata Bunda Lili kepada Aulian dan juga Zahra yang sudah selesai berganti pakaian yang lebih bersih.
Iya babynya Aulian dan juga Zahra adalah perempuan, dan tadi ketika ditimbang oleh Dokter berat badannya sekitar tiga koma empat kilogram dengan panjang sekitar lima puluh senti meter.
"Terimakasih Bunda, Ibu, kami juga sangat bahagia sekali", jawab Aulian kepada Ibu Dina dan Bunda Ajeng dengan tersenyum senang.
Sedang Zahra dia juga daritadi sudah tersenyum sambil mencoba menyusui babynya dengan bantuan sang Dokter yang masih disitu.
Aulian, Bunda Lili, Zahra dan semua orang yang ada dirumahnya Aulian sangat senang sekali akan kelahiran anak pertamanya Aulian.
Mereka semua menyambut suka cita akan kelahiran baby girlnya Aulian dan juga Zahra, bahkan Bunda Lili saking bahagianya dia langsung mengabari suaminya yaitu Papah Ziyas tanpa berganti pakaiannya terlebih dahulu yang terkena darah tadi ketika membantu Zahra melahirkan.
...πππππππππππππ...
***END***
__ADS_1