LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
CERITA 3


__ADS_3

Setelah kejadian Adzriel yang terkena ulat bulu, dimalam harinya ketika baru saja selesai makan malam, Adzriel berbincang hangat dengan Kak Arjuna diteras depan rumahnya Ayah Rahman.


"Bagaimana keadaan kamu Dzriel, apa masih gatal??", tanya Kak Arjuna kepada Adzriel.


"Sudah mendingan Mas, hanya masih ada salah satu yang masih gatal saja", jawab Adzriel kepada Kak Arjuna.


"Apakah kamu melakukan pengorbanan ini kepada adikku Mayang, karena benar-benar mencintainya, atau cuma hanya tertantang ingin mendapatkannya saja Dzriel??", tanya Kak Arjuna kepada Adzriel dengan tiba-tiba.


"Apa yang pernah saya sampaikan ketika pertama kali berkunjung kesini memang benar apa adanya Mas, jika saya sangat mencintai adiknya Mas", jawb Adzriel dengan mantap kepada Kak Arjuna.


"Didalam keluarga saya, Ayah saya mengajarkan jika saya mulai merasakan jatuh cinta kepada seorang perempuan, harus lihat dahulu bagaimana sifat dari wanita itu Mas, dan jika wanita itu benar-benar baik dan pantas menjadi seorang istri, Ayah saya langsung menyuruh saya untuk memperjuangkannya seberat apapun perjuangannya", kata Adzriel lagi kepada Kak Arjuna sambil menatap lurus kedepan.


"Apakah kamu sudah mengatakan dan ijin kepada kedua orang tua kamu jika kamu akan menginap disini untuk beberapa waktu??", tanya Kak Arjuna kepada Adzriel sambil melihat kearahnya Adzriel.


"Sudah Mas, dan Ayah serta Mamah juga sudah memberi restu kepada saya untuk memperjuangkan Mayang", jawab Adzriel sambil melihat kearahnya Kak Arjuna juga.


"Terus bagaimana dengan pekerjaan kamu dikota Dzriel??", tanya Kak Arjuna lagi kepada Adzriel.


"Sudah saya serahkan kepada sekretaris saya Mas", jawab Adzriel sambil tersenyum kepada Kak Arjuna.


"Sebenarnya apa sih pekerjaan kamu Dzriel, dari segi penampilan kamu saja pasti kamu bekerja dikantoran", tanya Kak Arjuna untuk kesekian kalinya kepada Adzriel.


"Saya sama seperti Aulian Kak sebagai seorang CEO diPerusahaan Ayah saya", jawab Adzriel lagi kepada Kak Arjuna sambil tersenyum ramah.


Kak Arjuna yang mendengar perkataan dari Adzriel dia sungguh sangat terkejut sekali, karena pasalnya Kak Arjuna mengira jika Adzriel bekerja dikantoran hanya sebagai karyawan biasa, akan tetapi dugaannya Kak Arjuna ternyata salah, Adzriel ternyata menjabat sebagai pimpinan Perusahaan sama seperti Aulian, dan Kak Arjuna langsung membayangkan bagaimana rumah serta Keluarga Adzriel yang pastinya orang kaya semua, sama seperti Keluarganya Aulian.


"Keluarga saya tidak seperti yang Mas takutkan ko, Keluarga saya tidak memandang harta, yang terpenting akhlaknya, jika Keluarga saya memandang harta pastilah saya tidak mungkin ada disini bersama kalian, karena saya yakin Ayah saya sudah menyuruh para anak buahnya untuk selalu mengawasi saya Mas", sambung perkataan Adzriel lagi kepada Kak Arjuna, yang melihat wajah terdiamnya Kak Arjuna.


"Sudah berapa lama kamu mengenal Mas Aulian Dzriel??", tanya Kak Arjuna lagi kepada Adzriel.


"Dari kecil Mas dan juga dari SMP karena rumah kita juga tetanggaan", jawab Adzriel lagi kepada Kak Arjuna.


"Apakah Ayah serta Mamah kamu tidak malu Dzriel mempunyai besan dan menantu hanya berlatar belakang sebagai tukang kebun begini", kata Kak Arjuna kepada Adzriel.


"Tidak Mas percaya sama Adzriel", jawab Adzriel dengan santai kepada Kak Arjuna dengan tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah saya percaya kepada kamu Dzriel, saya menitip adik saya Mayang jika nanti dia menjadi istri kamu, jangan mengecewakan kami", kata Kak Arjuna kepada Adzriel sambil menepuk pundaknya Adzriel dan tersenyum hangat.


"Terimkasih Mas, saya berjanji akan hal itu untuk selalu menjaga Mayang semampu saya", jawab Adzriel kepada Kak Arjuna dan sambil tersenyum juga.


"Mas Arjuna sendiri kenapa belum menikah, bukannya Mas umurnya sudah matang, dan saya lihat Mas lebih tua dari saya", gantian Adzriel yang bertanya kepada Kak Arjuna.


"Belum menemukan wanita yang cocok dihati saya Dzriel, apalagi pekerjaan saya hanya sebagai tukang kebun begini", jawab Kak Arjuna kepada Adzriel.


"Sebetulnya pekerjaannya Mas itu malah lebih sulit menurutku dari pekerjaanku, dan bahkan saya bangga dengan Mas Arjuna yang bisa mengembangkan lahan perkebunan itu menjadi seluas ini berkat kegigihan dari Mas Arjuna sendiri, dan jika saya hitung dan kalkulasi pendapatan perbulan dan pertahunnya jika tidak ada kendala hasilnya juga sangat lumayan kan Mas", kata Adzriel kepada Kak Arjuna sambil tertawa kecil.


"Iya kamu benar Dzriel, dan pastinya untuk urusan hitung menghitung seperti itu saya yakin kamu ahlinya, akan tetapi tetap saja mereka berfikirnya saya hanya sebagai tukang kebun biasa", jawab Kak Arjuna sambil melihat lurus kedepan.


"Apakah Mas Arjuna mau saya kenalkan dengan seseorang, dia adalah Kakak sepupu saya yang juga belum menikah dan umurnya selisih sedikit ko dengan Mas Arjuna, mau kan Mas??", kata Adzriel dengan tiba-tiba kepada Kak Arjuna membuat Kak Arjuna langsung saja mengalihkan pandangannya kepada Adzriel.


"Tidak Dzriel saya yakin dia pasti anak orang kaya sama seperti kamu, apakah dia mau berkenalan dengan orang seperti saya ini", jawab Kak Arjuna kepada Adzriel.


"Dia baik ko Mas, dicoba saja dulu, jika tidak cocok ya sudah jangan diteruskan, bagaimana", kata Adzriel kepada Kak Arjuna.


"Boleh deh", jawab Kak Arjuna kepada Adzriel sambil tersenyum.


Karena waktu juga sudah menunjukkan pukul sembilan malam lebih, dan semua orang sudah pada tidur kecuali Adzriel dan juga Kak Arjuna.


"Namanya siapa Dzriel??", tanya Kak Arjuna kepada Adzriel.


"Khumairah Mas", jawab Adzriel sambil mencari kontak telefon dari Kakak sepupunya diponselnya.


"Kemerah-merahan", kata Kak Arjuna ketika mendengar perkataannya Adzriel.


"Iya Mas, dia kalau tertawa dan malu pipinya langsung memerah dulu waktu kecil, karena Ayah dia kan Kakak kandung dari Ayah saya yang masih keturuan Arab, dan Ibunya juga asli keturunan arab, jadi kulitnya bisa dibilang sangat putih sekali Mas", jawab Adzriel sambil melihat kearahnya Kak Arjuna.


"Black in With dong jika sama saya", kata Kak Arjuna kepada Adzriel sambil tertawa.


"Jika jodoh mau black in with tetap bersatu ko Mas", jawab Adzriel sambil tertawa juga.


"Ini nomornya sudah ketemu, saya video call ya Mas", kata Adzriel lagi kepada Kak Arjuna.

__ADS_1


"Ja........", perkataannya Kak Arjuna langsung terputus karena Adzriel sudah keburu memencet tombol panggil kepada Khumairah itu.


Dan ternyata Kakak sepupunya Adzriel dia belum tidur seperti yang diharapkan Adzriel.


"Halo Assalamu'alaikum Adzriel, ada apa tumben malam-malam menelfon Kakak??", kata Khumairah kepada Adzriel ketika sudah mengangkat sambungan video call.


"Wa'alaikumussalam Kak Maira, Kakak belum tidur??, ini ada seseorang yang ingin berkenalan dengan Kakak", jawab Adzriel kepada Khumairah sambil tersenyum.


Sedang Kak Arjuna dia hanya diam saja sambil mendengarkan percakapannya antara Adzriel dan wanita yang bernama Khumairah ini.


"Ini Kakak lagi membuat desain untuk customer Kakak, dan Siapa Dzriel orangnya??", tanya Khumairah kepada Adzriel.


"Dia Kakak kandung dari calon isteri aku Kak Maira", jawab Adzriel sambil melirik kepada Kak Arjuna dan sambil tersenyum kepada Khumairah.


"Alhamdulillah kamu sudah mempunyai calon isteri Dzriel, Kakak ikut senang mendengarnya dan jangan lupa nanti undangannya ya Kakak tunggu", Jawab Khumairah kepada Adzriel dengan senang.


"Siapkan Kak dan doakan semoga semuanya lancar dan ini boleh Adzriel kasih nomor telefonnya Kakak kepada dia tidak??", tanya Adzriel kepada Khumairah.


"Iya boleh Dzriel, karena menjalin silaturrahmi tidak harus kepada sesama perempuan saja, akan tetapi kita harus tahu batasannya juga jika dengan lawan jenis", jawab Khumairah kepada Adzriel.


Dan Kak Arjuna yang mendengar suara lembut serta sedikit ceramah dari Khumairah dihatinya merasa nyaman saja rasanya.


"Iya nanti akan saya berikan kepada dia Kak, ini Kakak sekarang mengobrol saja sama dia dulu ya Kak", kata Adzriel kepada Khumairah, dan Khumairah langsung saja mengangguk kecil kepada Adzriel.


Adzriel langsung saja memberikan ponselnya kepada Kak Arjuna yang sedang duduk dikursi seberangnya itu.


Kak Arjuna langsung saja menerima ponsel itu dan dia langsung saja mengobrol dengan Khumairah dengan malu-malu karena ada Adzriel didepannya.


Adzriel yang melihat Kak Arjuna malu-malu, Adzriel berinisiatif langsung saja memutuskan untuk masuk kedalam rumah meninggalkan Kak Arjuna yang sedang mengobrol dengan Khumairah itu menggunakan ponselnya.


...❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤...


Rencana part ini Flashbacknya mau dioffkan, eh ternyata tidak bisa, harus dipart selanjutnya lagi readers😂😂😂


...💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕...

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2