LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
TERKEJUT


__ADS_3

Tadi ketika Adzriel yang sudah sampai didepan gangnya rumahnya Mayang, dia sudah ditunggu oleh para anak buahnya.


"Tuan, Ayahnya Nona Mayang, dan Kakaknya mereka berdua sudah pulang kerumahnya Tuan, sedang Ibunya dan Nona Mayang mereka berdua masih berada diklinik", lapor Dani kepada Adzriel ketika Adzriel sudah berhenti tepat didepannya.


"Kalian semua antarkan saya kerumahnya Mayang sekarang", kata Adzriel kepada Dani dan kedua anak buahnya yang lainnya.


"Mari Tuan", jawab Dani kepada Adzriel.


Hanya cuma butuh waktu lima menit saja, dari gang menuju kerumahnya Mayang, akhirnya Adzriel sampai juga dirumahnya Mayang, dan disinilah Adzriel sekarang sudah duduk diruang tamu rumahnya Ayah Rahman bersama Kak Arjuna.


Ayah Rahman serta Kak Arjuna mereka berdua kebingungan dengan kedatangan orang berwibawa dan berwajah tampan khas orang Arab yaitu Adzriel kerumah mereka.


Sedang Mayang dan Ibunya yang masih didalam klinik dia sedang mengobrol ringan sebagai ibu dan juga anak.


"Kamu kenapa May, kenapa tiba-tiba bisa pingsan begini, padahal kamu dari kecil tidak pernah yang namanya pingsan seperti ini, kamu membuat kami sangat khawatir sekali", kata Ibu Ajeng kepada Mayang sambil menyuapi Mayang makan, karena Mayang baru saja siuman dari pingsannya dan masih lemas saja.


"Ibu ada yang ingin May ceritakan kepada Ibu, tapi May mohon Ibu jangan marah kepada May", kata Mayang kepada Ibunya dengan suara lirihnya.


"Apa itu May, cerita saja kepada Ibu, siapa tahu beban dipundak kamu serta difikiran kamu bisa menjadi ringan dengan berbagi cerita kepada Ibu", jawab Ibu Ajeng dengan lembut kepada Mayang.


"Ibu masih ingat laki-laki yang dipanggil Om oleh May, yang bernama Adzriel itu??", kata Mayang kepada Ibunya.


"Ingat Nak, dia kan selalu ada disampingnya Nak Aulian ketika Nak Aulian menikah kemarin, memangnya kenapa dia Nak", kata Ibu Ajeng kepada Mayang.


"Dia sudah berani mencium bibirku Bu, bahkan tidak cuma mencium saja, akan tetapi dia juga me***tnya dengan begitu na***unya Bu", kata Mayang kepada Ibu Ajeng dengan muka sedihnya.


Dan perkataanya Mayang sontak langsung saja membuat piring makanan yang dibawa oleh Ibu Ajeng langsung terjatuh kebawah karena Ibu Ajeng sangat terkejut sekali.

__ADS_1


"Ba........ Bagaimana itu bisa terjadi Nak, kamu tidak diapa-apakan selain dicium olehnya kan Nak?", tanya Ibu Ajeng kepada Mayang dengan sangat khawatir sekali sambil mengontrol rasa terkejutnya.


"Tidak Bu, karena ketika May sadar dari rasa terkejut May, May langsung saja menampar pipinya dengan begitu keras sekali Bu", jawab Mayang kepada Ibunya.


"Syukurlah", jawab Ibu Ajeng dengan sangat lega sekali karena takutnya Mayang diapa-apakan lebih dari sekedar ciuman oleh Adzriel.


"Tapi bagaimana ceritanya Nak itu bisa terjadi, apakah ini yang membuatmu sampai pingsan begini??", tanya Ibu Ajeng lagi kepada Mayang.


"Iya Bu, dan Mayang kefikiran terus setelah kejadian itu, hingga membuat Mayang tidak tenang akhir-akhir ini", jawab Mayang kepada Ibu Ajeng.


Mayang langsung saja menceritakan semuanya kepada Ibunya dengan sangat lengkap ketika dia tiba-tiba ditarik masuk kedalam kamar makeupnya Aulian kemarin, hingga Adzriel meminta maaf dan memohon kepadanya didalam kamar hotel tempatnya menyinap kemarin pun, semua Mayang ceritakan kepada Ibunya.


"Dari cerita kamu Ibu bisa melihat jika nak Adzriel dia tertarik kepadamu Nak, dan dia tidak bisa mengontrol godaan setan ketika bersamamu", jawab Ibu Ajeng kepada Mayang ketika Ibu Ajeng sudah selesai mendengarkan cerita dari Mayang.


"Tapi Bu, apakah Ibu tidak marah dengan tindakannya Om Adzriel kepada May??", tanya Mayang kepada Ibunya.


"Iya Bu, May janji May akan lebih lagi menjaga diri May Bu", jawab Mayang kepada Ibunya. Dan Ibu Mayang dia hanya tersenyum saja sambil membersihkan makanan yang jatuh tadi.


"Bu, May tadi bermimpi aneh tentang Om Adzriel, dan itu langsung membuat May terbangun dari tidurnya May", kata Mayang lagi kepada Ibunya.


"Mimpi apa itu Nak??", tanya Ibu Ajeng kepada Mayang yang sudah selesai membersihkan makanan yang jatuh tadi, dan sudah duduk lagi dikursi yang ada disebelah ranjang pasien.


Dan Mayang langsung saja menceritakan perihal mimpinya tentang Adzriel yang datang kerumah sambil melamarnya untuk menjadikan dirinya menjadi istrinya Adzriel.


Ibu Ajeng dia reflek langsung tertawa mendengar ceritanya Mayang tentang mimpinya.


"Ibu kenapa tertawa sih", kata Mayang kepada Ibunya dengan cemberut.

__ADS_1


"Itu karana kamu terlalu kefikiran dengan ciuman itu dan juga Nak Adzriel, makanya kamu bisa bermimpi seperti itu, karena mimpi adalah bawaan dari apa yang kita fikirkan sebelum tidur Mayang", jawab Ibu Ajeng kepada Mayang.


"Atau mungkin kamunya yang menginginkan dilamar oleh Nak Adzriel jadinya kamu bisa bermimpi seperti itu", goda Ibu Ajeng kepada Mayang.


Mayang yang mendengar godaan dari Ibunya dia langsung saja menampilkan wajah cemberutnya sambil memajukan bibirnya kepada Ibunya.


"Ibu ini, tidaklah kan Ajeng masih kecil Bu, dan dia juga umurnya kelihatannya sudah tua", kata Mayang kepada Ibunya.


"Kata siapa kamu masih kecil May, umur kamu sudah pantas untuk menikah, dan menurut Ibu Nak Adzriel dia belum tua, kalau Ibu lihat sama Kakak kamu saja lebih tua Kakak kamu Arjun sepertinya, dan untuk masalah jodoh itu tidak memandang selisih umur berapa Mayang", jawab Ibu Ajeng untuk Mayang.


"Dan jika Nak Adzriel tiba-tiba benar datang kerumah untuk melamar kamu, bagaimana tanggapan kamu May, apakah kamu akan menerima lamarannya atau sebaliknya??", kata Ibu Ajeng lagi kepada Mayang.


"Tidak tahu Bu, Mayang belum kefikiran untuk menikah muda, akan tetapi Mayang akan menurut apa kata Ayah dan juga Kak Arjun, karena Mayang tahu, Ayah serta Kak Arjun mereka pasti akan menyeleksi terlebih dahulu siapa laki-laki yang akan menjadi calon suaminya May dengan ketat", jawab Mayang kepada Ibunya.


Perkataannya Mayang sontak membuat Ibu Ajeng reflek tertawa kecil, karena memang benar apa kata Mayang, Ayah Rahman dan juga Kak Arjuna mereka sangat overprotektif kepada Mayang, dan pastinya Ayah Rahman dan juga Kak Arjuna tidak akan memberikan Mayang kepada laki-laki sembarangan.


Dan ketika Mayang serta Ibu Ajeng sedang tertawa bersama-sama karena perkataannya Mayang tadi, tiba-tiba pintu ruang inapnya Mayang terbuka dengan cukup kuat sekali dan langsung masuklah Adzriel dengan wajah yang penuh dengan luka lebam dan membiru seperti baru saja dihajar oleh seseorang.


Sontak ketika Adzriel masuk langsung saja membuat Ibu Ajeng dan juga Mayang yang sedang tertawa, mereka berdua langsung saja terdiam dengan ekspresi yang sangat terkejut sekali, terutama bagi Mayang sampai dia terlihat seperti tidak bergerak dan bernafas bak patung hidup, karena saking terkejutnya melihat Adzriel tiba-tiba yang sudah ada dihadapannya.


"May", panggil Adzriel kepada Mayang sambil tersenyum manis diwajahnya yang penuh luka itu.


...πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€...


Penasaran kan, makanya ikutin terus readers ceritanyaπŸ˜‚πŸ˜‚


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2