LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
AKSINYA HAFIZ


__ADS_3

Tidak cuma para Keluarga yang hadir saja yang terharu akan keromantisan dari Aulian. Bahkan Ibu Dina Ibunya Zahra yang hanya bisa menonton disaluran televisi pun dia juga tidak menyangka, jika calon menantunya bisa berbuat sedemikian rupa untuk Zahra.


Sebenarnya Ibu Dina dan Firman sudah akan dijemput oleh Aulian dan Zahra untuk bisa hadir diacara pesta reasepsinya Kak Qiyas dan Kia, akan tetapi kondisi Ibu Dina yang tidak memungkinkan perjalanan jauh, karena Ibu Dina sedang tidak enak badan dan tidak kuat untuk berpergian apalagi kecapekan.


Zahra dan Aulian mereka berdua sudah menyampaikan maaf serta menjelaskan kepada Papah Ziyas dan Bunda Lili jika Ibu Dina tidak bisa hadir diacara pesta resepsinya Kak Qiyas dan Kia.


Papah Ziyas dan Bunda Lili mereka tidak marah dan memahami kondisi dari Ibu Dina, calon Ibu mertuanya Aulian, sekaligus calon besannya.


Disisi lain, para laki-laki yang menyukai Zahra mereka dibuat terkejut dan tidak menyangka jika saingannya mereka yaitu Aulian yang sudah bisa merebut hatinya Zahra berani mengungkapkannya dan mengatakan didepan umum begitu.


Rizky dan Ibu Kani yang berada dibalik jeruji besi pun mereka juga tidak sengaja menonton acara pesta resepsinya Kak Qiyas dan Kia apalagi adegan romantis antara Aulian dan Zahra mereka juga melihatnya, dari sipir yang berjaga yang sedang menonton televisi.


"Zahra, kamu cantik sekali, dan maafkan aku, jika aku tidak bodoh, aku pasti masih bisa berteman denganmu", kata Rizky dengan lirih sambil menyesali perbuatannya, ketika melihat Zahra ditelevisi begitu cantik sekali.


"Hemmm", dehem Ibu Kani dengan muka juteknya ketika melihat Zahra ditelevisi terlihat begitu elegan dan cantik.


Zain, Adzriel dan Fadhil mereka sangat dibuat baper dengan keromantisannya Aulian kepada Zahra. Zain dia sebisa mungkin memandang Zahra dengan pandangan biasa saja, karena Zain tidak mau nanti Ameera salah sangka kepadanya.


"Mereka romantis ya Zain", kata Ameera kepada Zain yang duduk disampingnya.


"Iya, itu mengapa setelah aku tahu jika Zahra tunangannya Tuan Aulian aku sekuat tenaga membuang perasaan ini Ameera, karena sebagai laki-laki aku bisa melihat jika Tuan Aulian begitu mencintai Zahra dan kamu lalu hadir mengisi kekosongan hatiku yang sempat terpuruk itu, jika kamu mau aku berbuat seperti Tuan Aulian, akan aku lakukan Ameera", kata Zain kepada Ameera sambil menggenggam tangannya Ameera.


"Tidak perlu Zain, itu cuma masa lalumu, sekarang aku sudah percaya denganmu ko", jawab Ameera kepada Zain sambil tersenyum manis kepada Zain.


Sedang Hafiz yang mempunyai sifat lebih kocak dari Aulian dia lalu menawarkan sesuatu kepada Khansa.


"Kamu mau Yunda Mas bernyanyi seperti Aulian", kata Hafiz kepada Khansa yang duduk berdampingan dengannya.


"Tidak perlu Mas, aku malu", jawab Khansa kepada Hafiz.


"Lagi pula aku juga malu Yunda, soalnya aku tidak bisa menyanyi, nanti jika aku menyanyi, bisa pecah itu sound sistemnya", jawab Hafiz kepada Khansa sambil tertawa.


Membuat Khansa juga ikut-ikutan tertawa juga mendengar perkataannya Hafiz.


"Tapi bentar boleh juga itu untuk meramaikan acara pernikahannya Kak Qiyas dan Kak Kia", kata Hafiz lagi dan dia lalu mempunyai sesuatu ide.


"Kamu mau kemana Mas, jangan membuat Yunda malu, atau Yunda akan marah kepada Mas Hafiz", kata Khansa kepada Hafiz ketika melihat Hafiz ingin berjalan keatas panggung.


"Sudah tunggu sebentar ya disini, tenang saja Yunda tidak akan membuat malu ko, paling membuat kita semakin terkenal saja, kamu tunggu disini dulu ya", jawab Hafiz kepada Khansa sambil tertawa.


Dan setelah itu Hafiz langsung berjalan keatas panggung. Aulian dan Zahra yang sudah duduk dikursi para tamu dan sedang menikmati jamuan yang disediakan mereka juga melihat Hafiz sudah naik keatas panggung.

__ADS_1


Tadi setelah acara melamar Zahra yang kedua kalinya, Aulian langsung mengajak Zahra naik keatas panggung pelaminan untuk meminta doa restu kepada Papah Ziyas dan Bunda Lili serta memberikan selamat kepada Kak Qiyas dan juga Kia, serta Ayah Ibrahim dan Mamah Dian.


Setelah itu Zahra mengajak Aulian untuk menikmati hidangan yang ada sambil duduk bergabung dengan para Keluarganya Aulian yang pada hadir dari luar negeri.


Dan saat ini Aulian serta Zahra sedang memperhatikan Hafiz yang sudah benar-benar berdiri diatas panggung sambil memegang microfonnya.


"Selamat siang semuanya", kata Hafiz diatas panggung membuat pandangan mata semua para tamu undangan dan yang diatas panggung pelaminan teralihkan keHafiz semua.


Dan Khansa dia masih memperhatikan kearah Hafiz yang sedang diatas panggung dengan harap-harap cemas.


"Hafiz apa mau bernyanyi juga seperti Abang", tanya Zahra kepada Aulian.


"Entahlah, tapi aku harap tidak, karena nanti bisa membuat gendang telinga yang ada disini bisa pecah", jawab Aulian kepada Zahra sambil tertawa keras.


"Abang ish teman sendiri ko dikatain begitu", jawab Zahra juga ikut-ikutan tertawa kecil kepada Aulian.


"Memang benar ya Zahra jika suaranya Hafiz jelek, tapi dia bisa satu hal", jawab Aulian lagi kepada Zahra sambil melihat sesuatu yang ada diatas panggung musik.


"Satu hal apa Abang?? ", tanya Zahra kepada Aulian dengan penasaran.


"Nanti kamu juga tahu Zahra", jawab Aulian kepada Zahra dan Aulian sepertinya sudah tahu apa yang akan dilakukan oleh Hafiz diatas panggung sana.


"Semoga dia tidak malu-maluin Khansa, bisa tidak jadi menikah nanti minggu depan", kata Adzriel untuk dirinya sendiri.


"Siaaaaang", jawab serempak semua para tamu undangan.


"Emm kalian kira saya mau menyanyi ya, sama seperti Aulian, hoho maaf pemirsa tebakan anda kurang tepat", kata Hafiz dengan gaya khasnya yang lucu dan langsung disambut gelak tawa para semua orang.


Sedang Khansa dia bingung dengan apa yang ingin dilakukan oleh Hafiz, walau dia juga ikut tertawa sama seperti yang lainnya.


"Tenang sayang, aku tidak bakal malu-maluin kamu ko", kata Hafiz sambil memberikan kedipan mata kepada Khansa membuat para penonton tertawa mendengar Hafiz menggoda Khansa.


"Kak Qiyas dan Kak Kia, ijinkan saya membuat pesta ini semakin heboh ya", ijin Hafiz kepada Kak Qiyas dan Kia, dan Kak Qiyas dia tertawa kecil sambil mempersilahkan Hafiz memulai aksinya.


"Untuk calon istriku yang akan saya nikahi minggu depan, jangan ceraikan aku ya jika nanti aku mempermalukanmu diatas sini, kawin saja belum, eh maksudnya nikah saja belum, masa mau diceraikan sih", kata Hafiz sambil menunjuk Khansa dan perkataan dari Hafiz bagai hiburan untuk semua orang yang datang, karena mereka semua terhibur oleh kelakuannya Hafiz diatas panggung.


"Maaf mas tampan pemain piano, bolehkah saya pinjam sebentar pianonya", kata Hafiz meminta ijin kepada pemain piano, dan pemain pianonya dia tertawa kecil mendengar perkataannya Hafiz.


"Sebentar lagi kamu akan tahu sayang apa kelebihannya Hafiz", kata Aulian kepada Zahra.


"Bermain piano kah Abang?? ", jawab Zahra kepada Aulian.

__ADS_1


"Iya, dia suka bermain piano sejak umur Hafiz lima tahun sayang, bahkan diwaktu SMP dia pernah mewakili sekolahnya lomba piano antar internasional Zahra", kata Aulian kepada Zahra.


"Waah hebat ya Abang", kata Zahra dan dia langsung mengalihkan pandangannya lagi kearahnya Hafiz.


Sedangkan Khansa yang melihat Hafiz ingin bermain piano dia bingung apakah Hafiz bisa bermain piano atau tidak, karena Khansa belum mengenal lebih jauh dengan Hafiz.


"Iya kalau bermain piano sih, tidak bakal membuat Khansa malu", kata Adzriel yang juga melihat Hafiz ingin bermain piano. Karena Adzriel juga tahu jika Hafiz jago bermain piano.


"Ini untukmu Ayunda Khansaku, dan ini juga saya persembahkan untuk kalian Kak Qiyas dan Kak Kia", kata Hafiz kepada Khansa dan juga Kak Qiyas serta Kia.


Kak Qiyas dia tersenyum senang menanggapi perkataannya Hafiz, sedang Khansa dia tersenyum kaku karena takut Hafiz akan mempermalukannya.


Hafis lalu memulai intro lagu yang ingin dimainkannya, semua orang langsung terhenyak mendengar ketikan piano yang dimainkan oleh jari jemarinya Hafiz.


Bahkan Khansa sendiri dia langsung terdiam, ketika mendengar suara piano yang enak didengar itu, karena ternyata Hafiz pandai juga memainkan pianonya.


Hafiz dengan merdu dan lincah serta menghayati setiap nada dan bunyi yang dia salurkan melalui piano yang dia mainkan itu. Membuat para tamu undangan dan semua orang yang berada diBallroom hotel pada terhenyak dan juga menghayati bunyi piano yang dimainkan oleh Hafiz.


Khansa sendiri dia sampai tidak sadar menitikkan air matanya karena saking terharunya mendengar lagu yang dimainkan oleh Hafiz untuknya.


Hingga diujung lagunya Hafiz sungguh sangat memakau para tamu undangan yang hadir, dan dia langsung mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari para tamu undangan.


"Kak Qiyas nanti bayarannya bisa ditransfer ya kerekeningku", goda Hafiz kepada Kak Qiyas ketika dia sudah selesai memainkan pianonya dan berdiri ditengah panggung, membuat Kak Qiyas yang mendengar perkataannya Hafiz dia langsung tertawa keras sekali, begitupun para tamu undangan yang hadir.


"Bagaimana calon istriku, tidak akan menceraikanku kan?? ", goda Hafiz juga kepada Khansa dan masih diatas panggung.


Para tamu undangan tertawa lagi, mereka sungguh terhibur melihat tingkahnya Hafiz diatas panggung. Dan aksinya Hafiz pun juga ditonton oleh setia pemirsa televisi yang sedang tayang ditelevisi.


"Sekian dari saya, karena saya ingin segera menenangkan Ayundaku yang sedang menangis terharu dengan permainanku tadi, tuh lihat sampai luntur maskara dan eyelinernya, Wassalamu'alaikum warroh matullah hiiwabarookatuh", kata Hafis untuk yang terakhir dan lagi-lagi membuat para tamu undangan yang hadir pada tertawa lagi.


Sedangkan Khansa dia tertawa sambil menangis secara bersamaan karena digoda terus oleh Hafiz diatas sana.


Sungguh pesta resepsi yang sangat meriah dan heboh yang dinobatkan oleh semua orang, terutama aksinya Aulian anak ketiga Keluarga Irawan yang berani melamar Zahra didepan umum disaksikan oleh ribuan tamu undangan yang hadir serta para penonton setia gosip ditelevisi.


πŸ’›πŸ’›πŸ’›πŸ’›πŸ’›πŸ’›πŸ’›πŸ’›πŸ’›πŸ’›πŸ’›πŸ’›


Bagaimana readers, meriah tidak tuh, acara pesta resepsinya πŸ˜‚πŸ˜πŸ˜πŸ˜


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2