LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
NASIHAT BUNDA LILI


__ADS_3

Ketika diruang tamunya Papah Ziyas sedang pada berdebat dan pada tegang, berbeda lagi dikamarnya Kak Anin, dimana Zahra sedang berada bersama Bunda Lili.


"Yang sabar ya Nak kami selalu ada untukmu, ada Bunda, Papah, dan juga Aul yang selalu bersamamu", kata Bunda Lili sambil mengusap lembut punggungnya Zahra yang sedang berada dipelukannya.


"Bunda, apakah Zahra boleh tidur disini dulu malam ini", kata Zahra kepada Bunda Lili.


"Boleh sekali Nak, pintu rumah ini selalu terbuka lebar untukmu", jawab Bunda Lili kepada Zahra sambil tersenyum.


Bunda Lili lalu melihat kearah bajunya Zahra yang sudah kusut karena kejadian tadi.


"Nak bagaimana kalau kamu ganti baju dulu yang lebih nyaman untuk kamu tidur ya", kata Bunda Lili kepada Zahra.


"Tapi Zahra tidak membawa baju ganti Bund", jawab Zahra kepada Bunda Lili.


Bunda Lili yang menyadari dan mendengar perkataannya Zahra dia lalu beranjak dari ranjang yang dia duduki, setelah itu Bunda Lili berjalan menuju kearah lemari yang ada disitu.


"Ini bajunya Kak Anin Nak, pakai saja dulu tidak apa-apa, lagi pula Kak Anin jarang main kesini", kata Bunda Lili sambil menyerahkan pakaiannya Kak Anin kepada Zahra.


"Apakah tidak apa-apa Bund?? ", tanya Zahra kepada Bunda Lili.


"Tidak apa-apa pakailah, itu kamar mandinya ada disana Nak, Bunda akan menunggumu disini", jawab Bunda Lili kepada Zahra sambil menunjukkan letak kamar mandinya.


"Baik Bund", jawab Zahra dan setelah itu Zahra berlalu pergi menuju kedalam kamar mandi untuk berganti pakaiannya.


Setelah beberapa menit, Zahra akhirnya keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan pakaian Kak Anin yang tadi diambilkan oleh Bunda Lili.


"Bund, Zahra takut untuk tidur", kata Zahra kepada Bunda Lili dengan sedih ketika dia sudah duduk disampingnya Bunda Lili.


"Nak setiap manusia memiliki kisah dan masa lalu sendiri-sendiri, entah itu baik ataupun buruk, jadikan itu sebagai pengalamanmu, jika masa lalumu buruk, ambil saja hikmah dibalik semua itu Nak, jangan terus berlarut dalam kesedihan itu", kata Bunda Lili kepada Zahra.


"Ambil pelajaran dari kejadianmu ini Nak, dengan ini kamu menjadi tahu jika temanmu itu benar-benar buruk sifatnya dan kamu bisa menjadi lebih mawas diri lagi kepada semua teman laki-lakimu walaupun kamu sudah mengenalnya lama", nasihat Bunda Lili lagi kepada Zahra.


"Iya Bund, Zahra akan berusaha melupakan masalah ini", jawab Zahra kepada Bunda Lili sambil menunduk


"Allah masih sayang kepadamu Nak, karena Allah membuat Aul lebih cepat datangnya kerumahmu, jangan bersedih lagi ya Nak, lebih dekatkan diri lagi dengan Allah, agar hatimu menjadi tenang dan juga agar tidak sering kefikiran dengan kejadian ini, karena sebaik-baiknya obat adalah berserah diri kepada Allah, membaca Al-qur'an, serta mendengarkan ayat-ayat suci al-qur'an dan sebagaimana dengan Firman Allah SWT mengungkapkan: 

__ADS_1


وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ 


“Dan kami turunkan Alquran sebagai penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS al-Isra [17]: 82).


"Apakah kamu faham Nak", nasihat Bunda Lili lagi dengan panjang lebar kepada Zahra.


"Iya Bund, terimakasih atas semua nasihatnya kepada Zahra, Zahra sudah sedikit lebih tenang mendengarnya", kata Zahra kepada Bunda Lili dan Zahra langsung saja memeluk Bunda Lili dan balas juga pelukannya oleh Bunda Lili.


Tiba-tiba Zahra dan Bunda Lili mendengar pintu kamarnya yang diketuk dari luar dan setelah itu langsung terbuka dari luar. Ternyata Kialah yang masuk kedalam kamar itu.


"Masalahnya sudah selesai Zahra, Rizky....... Perkataannya Kia terpotong oleh Zahra.


"Tolong Kak, jangan menyebut namanya lagi dihadapanku", kata Zahra kepada Kia.


Dan Zahra memanggil Kia Kakak, karena itu permintaannya Kia dan juga Zahra jika mereka tidak dalam situasi bekerja.


"Oh maaf Zahra, Kakak tidak akan menyebut namanya lagi dihadapanmu, Zahra dia sudah Papah masukkan kedalam penjara, Kakak sengaja memberitahumu karena Kakak tidak mau kamu nanti tahu kabar ini dari orang lain", kata Kia kepada Zahra yang sudah ikut duduk bersama Zahra dan Bunda Lili.


"Biar saja Kak, dia pantas mendapatkannya", jawab Zahra dengan dingin kepada Kia.


"Tapi nanti bagaimana dengan Kakak dan pekerjaannya Zahra?? ", tanya Zahra kepada Kia.


"Tenang saja, masih ada sekretarisnya Ayah Zahra", jawab Kia kepada Zahra.


"Sudah malam Zahra, kamu lebih baik istirahat saja dulu ya, biar besok bisa lebih fresh", kata Kia kepada Zahra.


"Iya istirahat ya Nak sudah malam, Bunda juga mau istirahat karena ini juga sudah jam setengah sebelas", kata Bunda Lili juga kepada Zahra.


"Bunda kekamar dulu ya Nak", kata Bunda Lili lagi kepada Zahra dan Kia.


"Iya Bund, maafkan Zahra ya Bund sudah merepotkan Bunda dan semuanya malam ini", kata Zahra kepada Bunda Lili.


"Tidak merepotkan ko, kan Zahra juga anaknya Bunda", jawab Bunda Lili sambil mengusap pipinya Zahra dan tersenyum, setelah itu Bunda Lili berlalu keluar menuju kedalam kamarnya.


"Kakak juga kembali kekamar dulu ya Zahra", kata Kia kepada Zahra.

__ADS_1


"Terimakasih juga ya Kak atas semuanya", kata Zahra sambil memegang tangannya Kia.


"Sama-sama", jawab Kia dengan tersenyum dan setelah itu dia juga berlalu keluar dan menuju kedalam kamarnya Kak Qiyas.


Sepeninggalan Kia dan juga Bunda Lili, Zahra lalu membaringkan tubuhnya diatas ranjang, tanpa adanya ponsel karena kejadian tadi lupa Zahra bawa. Dengan sekuat tenaga, Zahra mencoba memejamkan matanya.


Baru sekitar dua belas malam kurang lima belas menit, Zahra baru bisa benar-benar lelap dalam tidurnya.


Aulian dan Kak Qiyas yang baru saja pulang dari kantor polisi, mereka lalu berjalan menaiki tangga untuk menuju kekamarnya masing-masing, akan tetapi sebelum masuk kedalam kamarnya Aulian yang melewati kamarnya Kak Anin, lalu mencoba membuka pintu kamar itu yang ternyata tidak dikunci oleh Zahra.


"Ingat jangan masuk, lihat saja dari sini", kata Kak Qiyas kepada Aulian sambil berlalu berjalan kearah kamarnya dan tadi melihat Aulian membuka pintu kamarnya Kak Anin.


"Siap Kak, beres, kalau pun ketahuan memang yang itu yang Aul inginkan segera menikah sama Zahra", jawab Aulian kepada Kakaknya, dan Kak Qiyas yang mendengar perkataannya Aulian hanya menggeleng sambil terus berjalan menuju kekamarnya dan tidak menghiraukan Aulian.


Ketika Aulian membuka pintu kamarnya Kak Anin, dia melihat Zahra sudah tertidur dengan sangat lelapnya, dan lalu Aulian tersenyum melihatnya.


"Semoga besok lebih baik harimu Zahra, selamat tidur", batin Aulian sambil melihat kearahnya Zahra yang tertidur lelap.


Setelah itu Aulian lalu menutup kembali pintu itu dan dia langsung melangkahkan kakinya menuju kedalam kamarnya.


Aulian lalu bersih-bersih badannya, ketika sudah selesai, seperti biasa jika mau tidur Aulian hanya menggunakan celana boxernya saja.


Ketika Aulian mau minum, ternyata gelas yang ada diatas mejanya, sudah habis. Aulian lalu memakai kaosnya setelah itu dia langsung saja keluar dari kamarnya dan sambil membawa gelas kosong itu untuk diisi air lagi didapur.


Ketika Aulian melewati kamarnya Zahra, Aulian samar-samar mendengar Zahra yang seperti sedang berteriak-teriak, sontak saja Aulian langsung membuka pintu kamarnya Kak Anin.


"Zahraaaaa!!!! ", teriak Aulian ketika sudah membuka pintu kamarnya Kak Anin.


🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅


Mata Author mengantuk, sambung part selanjutnya yah 😅😅😆


💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2