LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
RENCANA ADZRIEL


__ADS_3

Sudah dua hari Aulian dan juga Zahra kembali pulang kerumah mereka yang sudah ditempatin oleh Zahra beberapa bulan terakhir itu.


Waktu Aulian dan juga Zahra kembali pulang kerumah yang sudah ditempatin oleh Zahra, Aulian dan juga Zahra mereka langsung disambut hangat oleh Ibu Dina dan Bunda Lili yang memang sengaja menyambut kepulangan mereka dari hotel kemarin.


Ketika Aulian dan juga Zahra yang baru sampai dirumah, mereka berdua langsung saja mengobrol hangat dengan Ibu Dina serta Bunda Lili diruang Keluarga.


Tidak ada Papah Ziyas maupun Kak Qiyas yang ikut menyambut kepulangan mereka, karena Papah Ziyas sedang lagi banyak pekerjaan, serta Kak Qiyas sendiri dia sedang berada diluar kota karena ada pekerjaan penting.


Dan ketika acara berbincang-bincangnya dengan Ibu Dina serta juga Bunda Lili sudah selesai, Zahra dan juga Aulian mereka berpamitan dengan Ibu Dina dan Bunda Lili untuk masuk kedalam kamar mereka yang ada didalam rumah itu.


Ketika Zahra dan juga Aulian baru saja membuka pintu kamar yang akan mereka tempatin, Aulian dan juga Zahra mereka berdua disuguhkan dengan pemandangan kamar yang sungguh sangat romantis sekali, khas untuk pengantin baru, sama seperti kamarnya Aulian yang ada dirumahnya Papah Ziyas kemarin.


Ternyata Bunda Lili juga sudah mendekor kamar utama yang ada dirumah itu ketika Aulian dan juga Zahra belum pada pulang dari hotel kemarin.


"Sungguh Zahra setelah menikah dengan Abang tidak henti-hentinya Zahra selalu terkejut dan diberikan kejutan", kata Zahra yang sudah duduk dipinggir ranjang yang penuh dengan tabungan kelopak bunga melati yang sangat harum itu.


"Tapi kejutan ini tidak seberapa dengan kejutan yang kamu berikan kepada Abang sayang", jawab Aulian sambil berdiri dihadapannya Zahra.


"Memangnya apa yang sudah Zahra berikan kepada Abang??", tanya Zahra kepada Aulian dengan bingung.


"Kejutan dengan keindahan yang selama ini kamu tutupin itu", jawab Aulian sambil menggoda Zahra, membuat Zahra langsung saja tertawa kecil mendengarnya.


"Apaan sih Abang, bisa saja membuat Zahra malu", jawab Zahra sambil tertawa kecil kepada Aulian.


"Kenapa mesti malu, Abang sudah melihat semuanya, dan ternyata juga kamu mempunyai tahi lalat tersembunyi didaerah........", perkataannya Aulian sambil menggoda Zahra terhenti karena Zahra langsung menarik tangannya Aulian dan membuat Aulian terjatuh tepat diatas badannya Zahra.


Zahra sengaja menarik tangannya Aulian karena Zahra sangat malu dengan godaannya Aulian kepadanya.


"Abang issh, kenapa sih dikatakan sih", kata Zahra sambil malu-malu kepada Aulian yang masih berada diatas badannya, dan posisi mereka masih diatas ranjang dengan Aulian yang menindih badannya Zahra.


"Abang seperti de javu ya Sayang, dan kemarin juga posisinya seperti ini, dan ada yang baru merasakan apa itu ciuman pertama", goda Aulian lagi kepada Zahra.

__ADS_1


Zahra yang sudah malu daritadi dia langsung saja menarik kepalanya Aulian dan langsung mencium bibirnya Aulian dengan begitu agresifnya.


Dan Aulian yang terkejut dengan apa yang dilakukan Zahra kepadanya, dia langsung saja ingin membalas ciumannya Zahra akan tetapi sudah keburu dilepaskan oleh Zahra.


"Oh jangan-jangan Abang sudah pernah melakukan ciuman sebelum sama Zahra ya??", jawab Zahra sambil menggoda Aulian.


"Sudah", jawab Aulian kepada Zahra membuat Zahra langsung terdiam ketika mendengar perkataannya Aulian.


Aulian yang melihat Zahra terdiam dan seperti sedang cemburu dia langsung saja tertawa kecil ketika melihat wajahnya Zahra.


"Ya pasti sudahlah Zahra, sama Bunda, sama anak-anaknya Kak Anin dan sama keponakan-keponakan Abang yang cewek yang masih baby dan kecil berarti Abang sudah pernah berciuman dong sama perempuan selain Zahra", kata Aulian lagi kepada Zahra dan langsung membuat Zahra tertawa ketika mendengarnya.


Dan Aulian dia juga ikutan tertawa ketika melihat Zahra tertawa karena perkataannya.


"Dasar Abang, bisa saja membuat Zahra jantungan", jawab Zahra kepada Aulian.


Aulian tanpa menunggu lama dia langsung mencium Zahra tepat dibibirnya dan Zahra juga lalu membalas ciumannya Aulian kepadanya. Mereka berciuman dengan sangat intens dan romantis dengan posisi yang begitu intim sekali.


Singkat cerita hari ini tepatnya satu minggu setelah pernikahannya Zahra dan juga Aulian. Mereka berdua akan berangkat berbulan madu menuju keberbagai negara yang sudah diperbincangkan dengan Kak Qiyas dan juga Kia.


"Hati-hati disana ya Nak", kata Ibu Dina kepada Aulian dan juga Zahra ketika sudah berada dibandara.


"Iya Nak hati-hati dan jagain Zahra baik-baik sebagai Imam", pesan Bunda Lili juga kepada Aulian dan juga Zahra.


"Siap Bund, Bu Aul akan menjaga Zahra dengan baik", jawab Aulian dan juga Zahra kepada Ibu Dina dan juga Bunda Lili.


Setelah berpamitan dengan semua Keluarganya, yaitu Ibu Dina, Bunda Lili, Kak Qiyas, Kia, dan juga Papah Ziyas, Aulian dan juga Zahra mereka langsung saja menuju kepesawat jet milik Keluarga Irawan yang sudah dipersiapkan untuk kepergiannya Zahra dan juga Aulian.


Dan Aulian serta Zahra mereka akan menikmati masa-masa indah bulan madu mereka diberbagai negara yang tentunya kebanyakan belum pernah dikunjungi oleh Zahra, dan kehidupan Zahra sudah benar-benar berubah menjadi tiga ratus enam puluh derajat setelah menikah dengan penerus Keluarga Irawan.


...πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„...

__ADS_1


Sejenak kita melupakan Aulian dan juga Zahra yang sedang asik menikmati masa-masa bulan madu mereka, kita bahas Adzriel dan juga Mayang saja sambil menunggu kepulangannya Aulian dan juga Zahra dari bulan madu mereka ya readers.


Semua para Keluarganya Zahra sudah pada kembali pulang kekampung halaman dan rumah mereka masing-masing, satu hari sebelum Zahra dan juga Aulian pulang kerumah mereka.


Para Keluarganya Zahra sebelum pulang mereka semua pada berpamitan terlebih dahulu dengan Aulian dan juga Zahra tentunya, dan tidak lupa mereka semua juga berpamitan dengan Ibu Dina serta Bunda Lili dan juga Papah Ziyas.


Tiba masanya Mayang dan beserta Keluarganya untuk pada pulang kerumah mereka sendiri.


Ketika Mayang akan pulang dan dia baru saja keluar kamarnya dengan Kak Arjuna yang membawakan kopernya Mayang, Adzriel ternyata melihat semuanya itu, dari laporan anak buahnya yang untuk mengawasi Mayang setelah kejadian itu.


Ternyata setelah kejadian itu, Adzriel menyuruh para anak buahnya untuk selalu mengawasi Mayang, dan menyuruh para anak buahnya untuk melaporkan setiap sesuatu yang menyangkut dengan Mayang kepadanya.


"Tidak mungkin Mayang wanita seperti itu, karena kemarin saja setelah aku cium dia terlihat begitu marah dan sedih sekali", kata Adzriel untuk dirinya sendiri ketika melihat foto yang baru saja dikirimkan oleh orang suruhannya yang dia suruh untuk memata-matai Mayang.


Karena didalam foto itu Mayang sedang dirangkul mesra oleh Kak Arjuna, dengan tangan kirinya Kak Arjuna sambil menarik koper miliknya Mayang.


Dan didalam foto itu juga terlihat sekali jika Mayang dan Kak Arjuna begitu sangat bahagia sekali.


Memang jika banyak orang yang tidak tahu hubungannya Kak Arjuna dan Mayang sebagai Kakak adik, mereka semua pasti mengira jika Kak Arjuna dan Mayang adalah pasangan romantis yang sedang berpacaran atau pasangan pengantin baru.


"Aku tidak boleh gegabah lagi dan tidak boleh asal mengambil tindakan, karena aku tidak mau akan bertambah berakibat buruk lagi hubunganku dengan Mayang", kata Adzriel lagi untuk dirinya sendiri, dan saat ini Adzriel sedang berada didalam ruang kantornya.


Setelah berkata seperti itu Adzriel lalu menghubungi seseorang yang ternyata Adzriel sedang menghubungi anak buahnya.


"Kalian semua terus ikuti kemana Mayang dan laki-laki itu pergi, jangan sampai ketinggalan informasi apa saja tentang Mayang, dan kalian semua cari tahu dimana Mayang tinggal beserta Keluarganya, paham kalian", perintah tegas dari Adzriel untuk para anak buahnya.


"Paham Tuan", jawab anak buahnya Adzriel kepada Adzriel.


Dan setelah itu panggilan telefon mereka benar-benar terputus setelah Adzriel mendengar jawaban dari anak buah yang ditelefonnya.


"Aku akan terus berjuang untuk mendapatkan maafmu May, walau sejujurnya aku bisa saja tidak meminta maaf denganmu lagi, akan tetapi entah kenapa hatiku selalu mendorongku untuk meminta maaf denganmu dan selanjutnya hatiku terus menguatkanku untuk berjuang mendapatkanmu", kata Adzriel untuk Mayang sambil melihat fotonya Mayang yang ada didalam ponselnya yang diambil candid oleh para anak buahnya.

__ADS_1


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


***TBC***


__ADS_2