
"Ayo adik kecilku sayang aaa", kata Adzriel kepada Mayang sambil menyodorkan satu sendok makanan kepada Mayang ketika Ibu Ajeng sudah berlalu keluar.
Mau tidak mau Mayang yang tergoda akan semur ayam kesukaannya akhirnya membuka mulutnya kepada Adzriel, dan Adzriel dengan pelan serta sabar langsung menyuapi Mayang.
Adzriel rasanya sangat senang sekali ketika bisa sedekat itu dengan Mayang, dan senyum dibibirnya Adzriel pun tidak pernah pudar daritadi.
Semua apa yang dilakukan Mayang dan juga Adzriel didalam ruang rawat inap terlihat jelas oleh kedua orang tuanya Mayang dan juga Kak Arjuna dari kaca yang tembus pandang dari luar, akan tetapi Mayang dan juga Adzriel tidak menyadari itu semua.
Dan Ibu Ajeng tadi sengaja berbohong kepada Mayang jika Kak Arjuna sedang pulang sebentar kerumah, padahal aslinya Kak Arjuna dia sedang menunggui Mayang dan juga Adzriel didepan ruangannya Mayang.
"Ayo aaa lagi adik kecilku yang manis", goda Adzriel kepada Mayang sambil menyodorkan satu sendok makanan lagi untuk Mayang.
"Jangan panggil May dengan panggilan adik kecil, berasa May sedang disukai oleh Om-om", kata Mayang kepada Adzriel dengan manja sambil memanyunkan bibirnya.
Dan May tidak sadar akan tingkah menggemaskannya itu kepada Adzriel.
Adzriel yang melihat wajah manjanya Mayang dia ingin sekali mencubit pipinya Mayang, akan tetapi dengan sekuat tenaga Adzriel menahannya karena dia tidak mau jika Mayang akan tambah marah kepadanya, alhasil Adzriel hanya bisa tertawa kecil melihat wajahnya Mayang.
"Kan memang May disukai oleh Om-om, dan saya juga sudah Om-om lho May, bahkan kamu saja memanggil saya dengan panggilan Om", jawab Adzriel kepada Mayang, membuat Mayang langsung mengalihkan pandangannya kepada Adzriel.
Karena benar juga apa yang dikatakan oleh Adzriel baru saja.
"Memang umurnya Om Adzriel berapa sih??", tanya Mayang kepada Adzriel dan sudah mulai mau diajak mengobrol oleh Adzriel.
"Baru dua puluh tujuh tahun, bahkan sama Mas Arjuna saja lebih tua Mas Arjuna kan May??", jawab Adzriel kepada Mayang, dan Mayang reflek langsung saja mengangguk dengan muka lucunya.
"Sabar Dzriel, sabar tahan", kata batin Adzriel untuk dirinya sendiri ketika melihat ekspresinya Mayang.
"Kalau begitu May jangan panggil saya Om lagi ya, panggil Mas atau Kakak saja bagaimana, berasa seperti punya sugar baby saya jika mendengar kamu memanggil saya dengan panggilan Om", Kata Adzriel lagi kepada Mayang dengan muka cemberut yang dibuat-buatnya.
Mayang yang melihat mukanya Adzriel dia reflek tertawa geli karena menurut Mayang wajahnya Adzriel lucu sekali dan tidak pantas dengan umurnya.
Adzriel yang melihat Mayang tertawa seperti itu, dihatinya tiba-tia menghangat, dan tanpa sadar semur ayamnya sudah habis dimakan Mayang dengan Adzriel yang setia menyuapinya.
"Baiklah, dan sekarang Mas Adzriel yang makan ya itu nasi gorengnya, pasti sudah tidak panas lagi nasi gorengnya", kata Mayang kepada Adzriel sambil memanggil Adzriel dengan panggilan Mas.
Adzriel dia tersenyum sangat manis dan senang kepada Mayang dengan panggilan barunya dari Mayang.
Adzriel lalu menaruh bekas makanannya Mayang keatas meja yang ada disamping brankarnya Mayang.
"Tidak apa-apa yang penting bisa melihat kamu tertawa dan tersenyum begitu kepada Mas, Mas sudah kenyang ko", gombal Adzriel kepada Mayang, dan langsung membuat Mayang tersipu malu dengan gombalannya Adzriel.
__ADS_1
"Mas makan ya ini nasi gorengnya May", kata Adzriel kepada Mayang sambil menyuapkan nasi goreng kedalam mulutnya.
Mayang langsung saja mengangguk kepada Adzriel ketika Adzriel meminta ijin kepadanya.
"Enak juga ya ternyata nasi gorengnya May, ngomong-ngomong kamu bisa masak tidak May??", kata Adzriel kepada Mayang sambil terus memakan nasi gorengnya yang dibelikan Kak Arjuna tadi.
"Bisa jika disuruh memasak air", jawab Mayang kepada Adzriel sambil tertawa.
Dan sebenarnya Mayang sendiri dia bisa masak, bahkan Ayah Rahman serta Kak Arjuna mengakui jika masakannya dan juga masakan dari Ibunya lebih enakan masakannya Mayang.
Perkataannya Mayang membuat Adzriel juga ikut-ikutan tertawa seperti Mayang.
"Oh ya apa kamu mau??", kata Adzriel menawari Mayang nasi gorengnya.
"Tapi May kan kata Dokter belum boleh makan yang pedes dulu Mas", jawab Mayang kepada Adzriel.
"Tidak apa, kan Ibu sama Dokternya tidak tahu May, dan nanti Mas yang akan bertanggung jawab deh bila May dimarahin oleh Dokter atau Ibu", jawab Adzriel kepada Mayang.
"Baiklah aaaaa", kata Mayang kepada Adzriel yang memang dia juga ingin mencoba nasi gorengnya Adzriel
Dan Adzriel dia ragu ingin menyuapi Mayang atau tidak karena itu sendok bekas mulutnya.
"Ayo dong mas aaaa", kata Mayang lagi yang melihat Adzriel tidak segera menyuapinya.
"Waaaah enak, lebih enak dari semur ayam tadi", kata Mayang ketika baru saja merasakan satu sendok nasi goreng yang disuapi Adzriel.
"Sini Mas", kata Mayang sambil merebut nasi goreng dari tangannya Adzriel.
Adzriel hanya pasrah saja ketika piring nasi goreng yang ada ditangannya direbut oleh Mayang.
"Mas Adzriel lepas dulu jasnya biar lebih leluasa geraknya", kata Mayang kepada Adzriel, dan Adzriel pun menurut saja.
Lalu Adzriel pun menurut saja ketika Mayang menyuruhnya melepaskan jasnya, dan Adzriel menaruh jasnya diranjang pasiennya Mayang yang dekat kakinya Mayang.
"Sekarang aaaa", kata Mayang kepada Adzriel ketika Adzriel sudah duduk dikursinya lagi yang dia duduki tadi.
Adzriel pun dengan ragu langsung membuka mulutnya ketika disuapin oleh Mayang.
"Apa ini artinya kamu sudah memaafkanku May??", tanya Adzriel kepada Mayang.
"Sudah Mas", jawab Mayang sambil menyuapkan nasi goreng lagi kedalam mulutnya.
__ADS_1
Adzriel yang melihat Mayang memakan lagi dari sendok yang sama dengannya dia langsung melototkan sedikit matanya karena tidak menyangka saja.
Dan akhirnya nasi goreng yang mereka makan habis juga dengan dimakan bersama oleh Mayang serta Adzriel menggunakan satu sendok yang sama.
Sangat romantis sekali jika memperhatikan mereka berdua, dan siapa sangka kejadian saling menyuapi itu tidak pernah ada didalam benaknya Adzril sama sekali.
"Itu artinya kamu mau menerima Mas menjadi calon suami kamu, dan kamu menerima lamarannya Mas dong", kata Adzriel lagi kepada Mayang.
Perkataannya Adzriel membuat Mayang langsung terdiam dengan seribu bahasa. Dan Adzriel yang melihat ekspresi yang tidak bisa ditebak dari wajahnya Mayang dia menjadi harap-harap cemas sekali.
"Iya mau, tapi ada syaratnya Mas Adzriel", jawab Mayang kepada Adzriel membuat wajahnya Adzriel langsung bersinar seketika.
"Apa syaratnya May, akan Mas usahakan semaksimal mungkin walau harus membuat seribu candi sekalipun akan Mas lakukan", jawab Adzriel dengan sangat bersemangat sekali kepada Mayang.
"Memangnya Mayang Rorojonggrang apa, tidaklah Mas", jawab Mayang kepada Adzriel.
"Lha terus apa dong May", jawab Adzriel dengan tidak sabaran kepada Mayang.
"Mas harus membantu Kak Arjuna dikebun untuk masa panen yang kali ini sampai selesai, bagaimana ??", jawab Mayang kepada Adzriel.
Adzriel yang mendengar jawabannya Mayang, dia langsung saja menyanggupinya, karena fikirnya Adzriel bekerja dikebun tidaklah sulit.
"Baik Mas sanggup", jawab Adzriel dengan mantap kepada Mayang.
"Tapi mas harus menginap disini untuk sementara waktu, tidak boleh pulang kekota terlebih dahulu, Mas harus menjalani hidup dikampung bersama May, bagaimana??", kata Mayang lagi kepada Adzriel.
"Iya May Mas sanggup", jawab Adzriel kepada Mayang dengan bersungguh-sungguh dan tersenyum.
"Baiklah akan May lihat pengorbanannya Mas Adzriel kepada May nanti, karena bekerja dikebun tidak semudah yang Mas Adzriel bayangkan", kata Mayang kepada Adzriel.
"Ok siapa takut May, Mas pasti bisa mendapatkanmu", jawab Adzriel kepada Mayang sambil tersenyum menggoda.
Mayang sengaja menerima Adzriel karena ketika bersama Adzriel dia merasa sangat nyaman sekali, dan Adzriel adalah laki-laki pertama yang berani mendatangi kedua orang tuanya langsung dan berani mengakui kesalahannya dihadapan kedua orang tuanya dan juga Kakaknya Arjuna.
Karena selama ini jika ada laki-laki yang berani mendekatinya sudah takut terlebih dahulu dengan Kak Arjuna dan mereka langsung saja mundur teratur untuk mendekati Mayang.
Dan Adzriellah yang berani mendekati Mayang walau harus mendapatkan beberapa pukulan dari Kak Arjuna.
...πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ...
Semangat Dzriel, tak dukung kamu sama Mayang, ganbatte kudasai π π π
__ADS_1
...πππππππππππππ...
***TBC***