LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
KABAR dari HAFIZ


__ADS_3

Aulian yang sudah pulang dari kantor dan baru saja sampai dirumahnya serta baru saja sampai diruang tamunya dia tiba-tiba mendengar ponselnya yang ada disaku jasnya berdering dan juga bergetar.


Aulian untuk sejenak menghentikan langkahnya untuk mengambil ponselnya itu, ketika sudah diambil oleh Aulian, Aulian lalu melihat nama siapa yang sedang menelfonnya, dan ternyata yang sedang menelfonnya ada Hafiz.


"Halo Assalamu'alaikum Fiz, apa kabar??", kata Aulian ketika sudah mengangkat sambungan telefonnya Hafiz.


"Halo Wa'alaikumussalam Aul, kabar baik aku disini, kamu bagaimana??", jawab Hafiz kepada Aulian.


"Alhamdulillah aku juga baik Fiz", jawab Aulian sambil melanjutkan langkah kakinya lagi untuk menuju kedalam kamar.


"Syukur alhamdulillah kalau begitu, oh ya ada ingin aku kabarkan ini kepadamu", kata Hafiz kepada Aulian.


"Apa itu Fiz??", tanya Aulian kepada Hafiz.


"Aku sudah kembali pulang dan aku langsung menempatin rumah yang dulu pernah aku ceritakan kepadamu dan juga Adzriel", jawab Hafiz dengan suara yang ceria kepada Aulian.


Aulian pun yang mendengarnya dia juga sangat senang, karena akhirnya Hafiz sudah kembali kenegara asal setelah beberapa bulan berada diTurki.


"Waaah selamat Fiz, aku ikut senang mendengarnya, dan kamu sejak kapan pulang kesininya??", tanya Aulian kepada Hafiz dan dia sudah sampai didalam kamarnya.


Ternyata Zahra dia juga baru saja selesai sholat ketika melihat Aulian masuk kedalam kamar mereka.


Tanpa mengganggu Aulian yang lagi sedang menerima telefon Zahra langsung membantu Aulian untuk melepaskan jas dan juga kemeja yang dipakai oleh Aulian.


"Sejak lusa kemarin Aul, maaf baru sempat mengabarimu akan hal ini, setelah ini aku juga akan menelfon Adzriel", jawab Hafiz kepada Aulian.


"Iya tidak apa-apa yang penting kalian sekeluarga sehat dan selamat sampai sininya", jawab Aulian kepada Hafiz.


"Dan nanti aku usahakan main kerumah kamu sama Zahra juga ya Fiz, kalau tidak besok ya lusanya", kata Aulian lagi kepada Hafiz.


"Siaaap, aku tunggu untuk kedatangan kamu dengan Zahra Aul", jawab Hafiz kepada Aulian.


Dan sambungan telefon mereka langsung saja terputus ketika mereka sudah saling sepakat untuk mengakhiri sambungan telefon mereka.

__ADS_1


Zahra yang melihat Aulian sudah selesai menelfon, dia langsung bertanya kepada Aulian dengan siapa dia sedang menerima telefon.


"Oh dari Hafiz sayang, katanya dia sudah pulang kesini sejak kemarin lusa", jawab Aulian kepada Zahra sambil melepaskan celana kainnya didepannya Zahra.


"Waaah, ayo Abang jika Abang tidak sibuk ayo kita segera menjenguk mereka sekalian melihat babynya mereka", kata Zahra kepada Aulian dengan semangat sambil mengambil celananya Aulian yang kotor untuk dia bawa kekeranjang pakaian kotor.


"Iya nanti ya lihat jadwalnya Abang dulu", jawab Aulian kepada Zahra sambil tersenyum.


"Oh ya sayang apa kamu sudah mendengar kabar dari Mayang??", kata Aulian lagi sambil duduk dipinggir ranjang.


"Memangnya ada apa dengan Mayang Abang??", jawab Zahra kepada Aulian ketika dia sudah menaruh celananya Aulian kekeranjang kotor.


"Tadi Adzriel menelfon Abang dan juga bercerita jika Mayang sedang hamil.....", perkataannya Aulian langsung terpotong oleh perkataannya Zahra.


"Waaah alhamdulillah dong Bang, berarti jika anak kita sudah lahir akan besar bersama-sama dong", kata Zahra memotong perkataannya Aulian dengan nada yang ceria.


"Iya sayang, namun masalahnya Mayang selama hamil dia tidak bisa berbuat apa-apa harus bedrest total sampai dia harus menggunakan kursi roda", jawab Aulian kepada Zahra, yang mana membuat Zahra langsung saja syok dan merasa sangat kasihan sekali dengan Mayang.


"Terus Abang, sekarang bagaimana kondisinya Mayang??", tanya Zahra dengan wajah khawatirnya.


"Sudah ya sayang, Abang mau mandi dulu, sudah gerah", jawab Aulian kepada Zahra yang hanya memakai cel4na dal4mnya saja itu dan Aulian langsung saja berlalu menuju kedalam kamar mandi.


"Iya Abang, dan semoga Mayang serta Adzriel diberikan kekuatan untuk menghadapi ini semua, serta semoga juga Mayang sehat-sehat saja sampai dia bisa melahirkan", kata Zahra kepada Aulian dengan sambil mendoakan untuk Mayang dengan tulus.


Ketika Aulian sedang berada didalam kamar mandi, tiba-tiba ponselnya Aulian yang berada diatas meja samping ranjang berbunyi dengan nyaring, dan Zahra yang lagi mengambilkan baju untuk Aulian dia menghentikan kegiatannya dan langsung saja mengambil ponselnya Aulian.


Dan Zahra membaca nama Papah Ziyaslah yang tertera dipanggilan masuk ponselnya Aulian.


Zahra fikir jika menunggu Aulian mandi pasti akan lama, jadi dia berinisiatif untuk mengangkat sambunga telefon dari Papah Ziyas itu.


"Halo Assalamu'alaikum Pah", kata Zahra menerima telefon dari Papah mertuanya.


"Wa'alaikumussalam Zahra, ko kamu yang angkat, Aul mana??", kata Papah Ziyas kepada Zahra.

__ADS_1


"Oh Abang Aul sedang mandi Pah, apakah ada hal penting yang ingin Papah sampaikan kepada Abang, nanti biar Zahra panggilkan Abang Aulnya Pah", kata Zahra kepada Papah Ziyas.


"Oh tidak perlu, nanti saja Papah akan menelfon Aul lagi, ini hanya masalah pekerjaan, biarkan Aul menyelesaikan mandinya", jawab Papah Ziyas kepada Zahra.


"Oh baiklah kalau begitu Pah, nanti akan Zahra sampaikan jika Papah tadi menelfon", kata Zahra kepada Papah Ziyas.


"Iya, kalau begitu Papah tutup dulu ya telefonnya Zahra, Assalamu'alaikum", kata Papah Ziyas kepada Zahra dan Papah Ziyas langsung saja mematikan sambungan telefonnya ketika sudah mendengar jawaban dari Zahra.


Papah Ziyas menelfon Aulian padahal ingin berpesan kepada Aulian supaya masalah yang baru saja terjadi hari ini jangan diberitahukan kepada Zahra, sebab Zahra sedang hamil, takut akan membuat Zahra kefikiran dan itu tidak baik untuk kondisi janin yang sedang dikandung oleh Zahra.


Walau Papah Ziyas tidak berpesan kepada Aulian, Aulian sudah tahu akan hal itu dan dia memang tidak ingin memberitahukannya kepada Zahra, sebab Aulian tidak mau membuat Zahra khawatir kepadanya.


Aulian yang sudah selesai mandinya dia langsung saja keluar dari dalam kamar mandi, dan dia juga sudah melihat ada setelan pakaian rumahannya yang sudah disiapkan oleh Zahra ditepi ranjang.


Sedangkan Zahra dia sedang berada diruang walk in closet untuk mengambil hijabnya yang belum dia pakai.


Ketika sudah keluar dari dalam walk in closet, Zahra melihat Aulian sedang memakai pakaian yang tadi diambilkannya itu.


"Oh ya Abang, tadi Papah menelfon Abang, maaf Zahra angkat telefonnya", kata Zahra kepada Aulian.


"Iya tidak apa-apa ko sayang, tadi Papah bilang apa sama Zahara", kata Aulian kepada Zahra sambil memakai bajunya.


"Tidak bilang apa-apa katanya nanti mau menelfon lagi", jawab Zahra kepada Aulian.


"Biar Abang menelfon Papah duluan saja", kata Aulian dan dia langsung saja mengambil ponselnya yang ada diatas meja samping ranjang, karena Zahra tadi meletakkannya kembali kesitu.


"Zahra keluar dulu ya Abang", kata Zahra kepada Aulian dan dia ingin keluar kamar telebih dahulu.


"Iya, Abang mau menelfon Papah sebentar", jawab Aulian kepada Zahra.


Dan Aulian langsung saja menelfon Papah Ziyas ketika Zahra sudah berlalu keluar kamar.


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2