
Kita bahas versi Mayangnya ya readers.
Waktu Mayang akan pulang kerumahnya dia yang sedang bersiap-siap didalam kamarnya tiba-tiba mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar dan ketika dibuka ternyata adalah Kakaknya yaitu Kak Arjuna.
"Kamu sudah selesai belum dek, ayo Ibu sama Ayah sudah menunggu kita dibawah", kata Kak Arjuna sambil mengambil kopernya Mayang yang ada disebelah ranjang.
"Sudah Kak, ini tadi Mayang juga mau keluar, tapi sudah keduluan Kakak kesini", jawab Mayang kepada Kakaknya.
"Ayo sini Kakak gandeng, supaya tidak ada laki-laki yang berani mencoba menggodamu", kata Kak Arjuna kepada Mayang.
"Pasti begitu, kalau Mayang setiap jalan sama Kakak disuruh bergandengan mesra dengan Kakak, nanti mana ada laki-laki yang mau menjadi suaminya May Kak, kan pasti mereka berfikirnya May sudah punya suami yang tua seperti Kakak", jawab Mayang kepada Kakaknya sambil cemberut.
Ya memang begitulah kemauan Kak Arjuna, jika Mayang jalan dengannya Mayang wajib bergandengan tangan kepadanya, karena Kak Arjuna sangat sayang kepada Mayang, dan tidak mau jika nanti Mayang ada yang berani menggodanya.
"Tidak apa-apa jika tidak ada laki-laki yang mau menikah denganmu, Kakak masih sanggup untuk membiayai makan kamu yang banyak itu ko", kata Arjuna kepada Mayang sambil tertawa kecil dan sambil juga menutup pintu kamarnya Mayang dari luar.
"Kalau kita jalan begini terus, nanti Kakak juga susah untuk medapatkan seorang istri, karena dikira Kakak sudah mempunyai sugar baby", goda Mayang kepada Kakaknya sambil berjalan menuju kelift untuk turun kebawah menemui kedua orang tuanya sambil menyerahkan kunci kamar hotel kepada resepsionis.
"Tidak apa-apa, uang Kakak malah bisa untuk kamu semua nanti", jawab Kak Arjuna sambil tertawa kepada Mayang, membuat Mayang juga ikut-ikutan tertawa.
"Nanti tambahi uang jajannya May ya Kak", kata Mayang lagi kepada Kak Arjuna.
"Boleh, asal cabai dikebun nanti kamu semua yang memanennya", jawab Kakak Arjuna kepada Mayang.
"Itu bukan ditambahi, itu namanya upah Kak", jawab Mayang kepada Kak Arjuna sambil terus menggandeng mesra tangan Kakaknya.
Dan semua yang dilakukan mereka berdua terlihat dengan jelas oleh orang suruhannya Adzriel, dan Adzriel sudah melihat foto kedekatannya Mayang dengan Kak Arjuna ketika keluar dari hotel yang dikirimkan oleh para orang suruhannya.
Dua hari sudah ternyata Mayang beserta Keluarganya sudah tiba dikampung halaman mereka sendiri.
Seperti biasa pagi harinya Mayang akan selalu membantu Kakaknya dikebun dan disawah, dan hari itu Mayang membantu Kak Arjuna mengambil sayur-sayuran serta buah-buahan yang siap untuk panen.
"Kak May ijin pulang dulu ya, mau pipis sekalian nanti May antarkan makan siang kesini untuk Kakak", kata Mayang kepada Kakaknya.
"Iya hati-hati dijalan", jawab Kak Arjuna kepada Mayang.
__ADS_1
Setelah berpamitan kepada Kakaknya, Mayang langsung saja berjalan pulang menuju kerumahnya yang letaknya tidak jauh dari kebun milik keluarganya.
Mayang yang sudah sampai dirumahnya dia langsung saja masuk kedalam kamar mandi untuk buang air kecil, sambil beristirahat sebentar dirumahnya sekalian nanti akan mengantarkan makan siang untuk Kakaknya, karena waktu juga sudah menunjukkan pukul sebelas siang.
Mayang yang berada didalam kamarnya sendiri, dia selalu teringat dengan ciuman yang dilakukan oleh Adrziel kepadanya, hingga terkadang tiba-tiba rasa sesak hinggap dihatinya jika mengingat sikapnya Adzriel kepadanya kemarin.
Ketika Mayang sedang termenung didalam kamarnya dia mendengar suara Ibunya yang memanggilnya untuk mengantarkan makan siang untuk Kakaknya dikebun.
"May, sudah hampir jam dua belas siang, ayo antarkan makanan ini untuk Kakakmu May", teriak Ibu Ajeng kepada Mayang yang sedang berada didalam kamarnya.
"Iya Bu", jawab Mayang juga sambil berteriak.
Singkatnya Mayang sedang berjalan menyusuri jalan arah menuju keperkebunanya yang jaraknya hanya lima puluh meter dari rumahnya, terbilang sangat dekat sekali perkebunan milik Keluarganya Mayang dengan rumahnya Mayang.
Ketika sudah sampai Mayang langsung menyiapkan makanan yang dibawanya dipondok yang ada diperkebunan milik keluarganya itu.
"Kakakku sayang ayo makan", panggil Mayang kepada Kak Arjuna yang berada tidak jauh dari pondok.
"Iya", jawab Kak Arjuna kepada Mayang.
"Iya Mas Arjun", jawab serempak para pekerja kebunnya kepada Kak Arjuna, dan memang orang-orang kampung pada memanggil Kak Arjuna dengan panggilan Mas Arjun.
Dan orang-orang yang bekerja diperkebunan serta persawahan milik Keluarganya Mayang adalah orang-orang kampung yang ada dikampungnya sendiri yang memang sedang membutuhkan pekerjaan.
Walau gajinya tidak terlalu besar dan cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka setiap harinya, para pekerja diperkebunannya Kak Arjuna dan persawahannya Kak Arjuna mereka semua sudah sangat senang sekali, karena Kak Arjuna ataupun Mayang serta kedua orang tuanya tidak pelit dan selalu juga akan memberikan sebagian hasil panennya kepada para semua pekerjanya.
Ketika para pekerjanya sudah pada bubar untuk beristirahat, Kak Arjuna langsung saja berjalan menuju kepondok dan dia saat ini sudah duduk bersama Mayang dipondok untuk menikmati makan siang.
Sungguh sangat nikmat sekali makan sambil melihat pemandangan daun-daun yang hijau, buah-buahan dan hamparan padi yang indah dipandang ditambah dengan tiupan angin yang sangat alami menyejukkan, menambah kesan sangat alami sekali, dan kita sudah jarang bahkan sama sekali tidak bisa menemukan itu diperkotaan.
Ketika Kak Arjuna sudah duduk dipondok, Mayang dengan telaten mengambilkan makanan untuk Kakaknya, dan ketika Kak Arjuna makan Mayang masih setia menemani Kak Arjuna makan hingga selesai.
"Kak sepertinya semua tanamannya pada sehat semua ya Kak, dan May lihat buah-buahannya pada berbuah semua", kata Mayang kepada Kak Arjuna sambil memperhatikan semua tanaman yang ada diperkebunannya.
"Iya May, alhamdulillah hasil panen kita tahun ini meningkat dua persen", jawab Kak Arjuna kepada Mayang sambil menikmati makan siangnya.
__ADS_1
"Oh ya Kak, nanti antarkan May membeli kebutuhannya May ya disupermarket", kata Mayang kepada Kakaknya.
"Kapan??", tanya Kak Arjuna kepada Mayang.
"Nanti sekitar jam tiga atau jam empatanlah yang penting sudah tidak panas", jawab Mayang kepada Kak Arjuna.
"Iya, uangnya ada tidak??", tanya Kak Arjuna lagi yang sudah selesai makannya.
"Ada yang kemarin saja masih banyak, bahkan dari upah May membantu dikebun kemarin masih utuh belum May gunakan", jawab Mayang kepada Kakaknya.
"Ya sudah ayo kita pulang, Kakak mau sholat dan beristirahat sebentar dirumah", jawab Kak Arjuna kepada Mayang.
"Iya ayo Kak", jawab Mayang yang sudah selesai membereskan bekal makan siang untuk Kakaknya tadi.
Mayang dan Kak Arjun mereka lalu berjalan pulang menyusuri jalan kampung dengan seperti biasa Mayang selalu bergandengan dengan Kakaknya.
Dan orang-orang kampung mereka pada biasa saja melihat Mayang dan juga Kak Arjuna bergandengan begitu, karena mereka semua tahu jika Mayang dan Kak Arjuna adalah Kakak adik.
Singkat cerita Mayang dan Kak Arjuna mereka akan berangkat membeli keperluannya Mayang disupermarket dan mereka berdua sedang beradu argumen ingin menggunakan mobil apa motor.
"Motor sajalah Kak, sambil menikmati udara sore yang adem ini", kata Mayang kepada Kakaknya.
"Nanti apa tidak susah jika membawa belanjaannya kamu May??", jawab Kak Arjuna kepada Mayang.
"Tak apalah gampang itu, sudah kita naik motor saja ya Kak", kata Mayang lagi kepada Kakaknya.
"Iya-iya baiklah", jawab Kak Arjuna akhirnya kepada Mayang.
Dan akhirnya Mayang serta Kak Arjuna pergi kesupermarketnya menaiki motornya Kak Arjuna dengan Mayang yang diboncengkan oleh Kak Arjuna. Semua kegiatannya Mayang dan Kak Arjuna difoto dan dilaporkan semua oleh anak buahnya Adzriel kepada Adzriel.
Orang suruhannya Adzriel mereka semua memang pada belum mengetahui jika laki-laki yang sering bersama Mayang adalah Kakaknya Mayang yang bernama Kak Arjuna.
Dan Adzriel dia sudah mulai merasakan cemburu dengan kedekatan dari Kak Arjuna kepada Mayang.
...πππππππππππππ...
__ADS_1
***TBC***