LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
PENGAKUAN


__ADS_3

"May", panggil Adzriel kepada Mayang sambil tersenyum manis diwajahnya yang penuh luka itu.


Mayang yang masih terpaku sambil melihat kearahnya Adzriel dia langsung mengalihkan pandangannya ketika dibelakangnya Adzriel datang Kakak dan juga Ayahnya.


Ibu Ajeng sendiri yang melihat suami dan juga anak sulungnya dia langsung saja berdiri dari duduknya ketika rasa terkejutnya sudah bisa dia atasi.


"Eh ada Nak Adzriel, silahkan duduk dulu Nak, sini", kata Ibu Ajeng kepada Adzriel sambil mempersilahkan Adzriel duduk dikursi yang baru saja didudukinya tadi.


Adzriel yang mendapat sambutan ramah dari Ibunya Mayang dia langsung saja tersenyum manis kepada Ibu Ajeng.


"Terimakasih Bu", jawab Adzriel kepada Ibu Ajeng sambil tersenyum.


Sedang Mayang dia masih diam saja tanpa ada eskpresi sama sekali diwajahnya, dan Ayah Rahman serta Kak Arjuna mereka juga masih memperhatikan interaksinya Adzriel dengan Ibu Ajeng.


"Nak, tolong jagain May sebentar ya, kami beri ruang dan waktu sebentar untuk kalian menyelesaikan masalah kalian berdua, ingat kepercayaan kami ya Nak Adzriel", kata Ibu Ajeng dengan lembut kepada Adzriel.


"Iya Bu, terimakasih banyak", jawab Adzriel kepada Ibu Ajeng sambil tersenyum.


"Ingat pesanku tadi", kata tegas dari Kak Arjuna kepada Adzriel sebelum meninggalkan ruangan.


"Iya Mas", jawab Adzriel sambil tersenyum kepada Kak Arjuna.


Sedang Ayah Rahman dia hanya tersenyum kaku saja kepada Adzriel. Dan setelahnya mereka bertiga langsung saja meninggalkan Adzriel dan juga Mayang diruang inap berdua saja.


Ibu Ajeng, Kak Arjuna dan juga Ayah Rahman mereka sengaja seperti itu kepada Adzriel dan juga Mayang karena mereka menganggap Mayang dan juga Adzriel sudah dewasa tentunya mereka berdua sudah bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri tanpa campur tangan orang lain.


Ayah Rahman, Ibu Ajeng dan juga Kak Arjuna mereka bertiga langsung duduk dibangku taman yang sudah disediakan yang ada dihalaman klinik.


"Ayah itu wajahnya Nak Adzriel kenapa seperti itu, apa yang kalian lakukan kepadanya??, dia anak orang lho Yah, Kak, jangan seperti itu, walau dia salah kan bisa diselesaikan dengan kepala dingin", tanya Ibu Ajeng kepada suami dan juga anak sulungnya yaitu Kak Arjuna.


"Maafkan Arjun Bu, itu Arjun tadi reflek memukulinya karena terpancing emosi dengan ceritanya tadi tentang May", jawab Kak Arjuna kepada Ibunya.


"Tapi tidak begitu Nak caranya",jawab Ibu Ajeng kepada Kak Arjuna sambil merasa sedih dengan sikapnya Kak Arjuna kepada Adzriel.


"Tadi Ayah dan juga Arjun yang baru saja sampai rumah terkejut dengan kedatangannya Nak Adzriel kerumah Bu, karena dari tampilannya saja serta jas kerjanya terlihat sekali kalau dia pastinya orang kaya Bu, dan apalagi ketika melihat mobil yang ditumpanginya terlihat sangat mencolok sekali", kata Ayah Rahman kepada istrinya.


"Terus Yah, apa yang dia katakan kepada Ayah dan juga Arjun??", tanya Ibu Ajeng kepada suaminya.


...*Flashback On*...


Ketika Adzriel sudah dipersilahkan masuk dan juga sudah duduk berhadapan dengan Ayah Rahman dan juga Kak Arjuna, mereka bertiga saling diam sekitar lima menitan, karena rasa terkejut yang dirasakan Ayah Rahman dan juga Kak Arjuna serta Adzriel sendiri dia bingung ingin mengutarakan maksudnya yang tiba-tiba datang kerumahnya Ayah Rahman.


"Maaf Tuan, anda siapa ya, dan ada maksud apa anda datang kerumah kami??", tanya Kak Arjuna terlebih dahulu kepada Adzriel setelah memecah keheningan selama lima menit tadi.


"Perkenalkan Mas, nama saya Adzriel, tepatnya Adzriel Kivanc Danial", jawab Adzriel kepada Kak Arjuna dan juga Ayah Rahman.


"Saya datang kesini ingin melamar May menjadi istri saya Mas, Pak, apakah boleh??", sambung perkataannya Adzriel lagi kepada Ayah Rahman dan Kak Arjuna.

__ADS_1


Sontak perkataannya Adzriel membuat Ayah Rahman dan juga Kak Arjuna melototkan matanya karena terkejut sekali dan membuat mereka berdua langsung saling pandang.


Kak Arjuna dan Ayahnya mereka sangat terkejut karena tiba-tiba ada seorang laki-laki berwajah tampan dan terlihat sangat kaya datang kerumah mereka dan lansung melamar Mayang yang umurnya masih terbilang sangat kecil sekali.


"Maaf Tuan apa kami tidak salah mendengar tadi??", tanya Kak Arjuna yang sudah bisa mengontrol rasa terkejutnya kepada Adzriel.


"Tidak Mas, anda tidak salah dengar, dan panggil saya Adzriel saja", jawab Adzriel kepada Kak Arjuna sambil tersenyum.


"Bisa jelaskan kepada kami, kenapa kamu tiba-tiba bisa datang kesini dan melamar anak saya Mayang Nak??", tanya Ayah Rahman akhirnya angkat bicara juga kepada Adzriel.


"Sebelumnya maafkan saya Pak jika nanti apa yang akan saya ceritakan bisa membuat kalian berdua akan marah kepadaku", jawab Adzriel sambil tersenyum kaku kepada Kak Arjuna dan juga Ayah Rahman.


Dan Kak Arjuna serta Ayah rahman mereka masih diam mendengarkan kelanjutan dari perkataannya Adzriel.


"Ketika pertama kali bertemu dengan May dipernikahan sahabat saya Aulian dan juga Zahra, saya merasa tertarik sekali dengannya Mas, Pak, dan jujur saya belum pernah merasakan perasaan kuat seperti itu kepada lain jenis.............", Adzriel mulai bercerita dan menjedanya sebentar.


"Setelah pertemuan itu saya selalu menyangkal jika saya jatuh cinta kepada Mayang pada pandangan pertama, akan tetapi ketika dihari resepsinya Aulian dan juga Zahra perasaan itu semakin kuat ketika seharian melihat Mayang terus Mas, Pak, hingga puncaknya saya menarik May kedalam kamar makeupnya Aulian yang tidak dikunci untuk menggoda dan menggertaknya saja", sambung cerita Adzriel lagi kepada Kak Arjuna dan juga Ayah rahman.


Perkataan terakhirnya Adzriel langsung saja menyulut emosinya Kak Arjua dan juga Ayah Rahman, karena Kak Arjuna dan juga Ayah Rahman berfikiran yang tidak-tidak tentang apa yang dilakukan oleh Adzriel kepada Mayang.


Kak Arjuna dan Ayah Rahman mereka langsung saja menampilkan wajah marahnya kepada Adzriel.


"Apa yang kamu lakukan kepada anak saya setelah itu??", tanya Ayah Rahman dengan bernada dingin kepada Adzriel.


"Cepat jawab!!!", kata Kak Arjuna kepada Adzriel dan dia sampai bangun dari duduknya sambil mencengkram kerahnya Adzriel.


"Sabar Kak, kita dengar dahulu penjelasannya dari Nak Adzriel ini", kata Ayah Rahman sambil meredakan emosinya Kak Arjuna.


"Silahkan duduk lagi Nak", kata Ayah Rahman kepada Adzriel.


Adzriel yang sudah menyiapkan diri jika ada kejadian seperti itu dia tidak akan marah, karena dia juga tahu bagaimana perasaan dari Kakak dan Ayahnya Mayang.


"Ketika sudah masuk didalam kamar niat hati ingin menggoda Mayang saja, akan tetgapi saya yang tergoda sendiri dengan tingkah polosnya Mayang dan membuat saya langsung memeluk serta mencium bibirnya Pak", jawab Adzriel kepada Ayah Rahman dan Kak Arjuna juga mendengarnya.


"Ber***k kamu", kata Kak Arjuna langsung berdiri dari duduknya dan langsung memukuli wajahnya Adzriel, hingga membuat Ayah Rahman kualahan menahan emosinya Kak Arjuna kepada Adzriel.


Adzriel dia tidak membalas sama sekali pukulan bertubi-tubi yang diberikan oleh Kak Arjuna diwajahnya, Adzriel hanya diam saja menerima pukulan itu, karena menurut Adzriel dia pantas mendapatkan itu, karena sudah berani melecehkan Mayang, anak gadis yang dijaga sepenuhnya oleh Keluarganya.


"Cukuuuup, Stooop Arjun!!!", teriak Ayah Rahman kepada Kak Arjuna.


Dan teriakan dari Ayah Rahman mengundang anak buahnya Adzriel langsung pada masuk kedalam rumahnya Ayah Rahman.


Kedatangan para anak buahnya Adzriel langsung saja mengalihkan pandangannya Kak Arjuna, Adzriel dan juga Ayah Rahman.


"Stop saya tidak apa-apa, kalian keluar lagi dan tetap jaga diluar", kata Adzriel yang menahan anak buahnya yang pada mau mendekatinya.


"Tapi Tuan??", jawab anak buahnya Adzriel kepada Adzriel.

__ADS_1


"Tidak apa-apa", jawab Adzriel lagi kepada anak buahnya, dan para anak buahnya Adzriel mereka langsung saja berlalu keluar lagi.


Kak Arjuna dia yang ditahan oleh Ayahnya tadi dia langsung saja duduk dishofa lagi, sedang Ayah Rahman dia langsung membantu Adzriel untuk berdiri.


"Tolong Kak, jaga emosi kamu, kita dengar dahulu penjelasannya Nak Adzriel lagi sampai selesai", kata Ayah Rahman yang sudah duduk dishofa sampingnya Kak Arjuna, sedang Adzriel dia juga sudah duduk dishofa yang didudukinya tadi sambil menahan rasa sakit diwajahnya yang dipukuli Kak Arjuna tadi.


"Tapi dia Yah", jawab Kak Arjuna kepada Ayah Rahman.


"Iya Ayah tahu, kita dengarkan dulu penjelasannya", jawab Ayah Rahman lagi kepada Kak Arjuna.


Karena Ayah rahman sangat salut dengan keberaniannya Adzriel yang sudah berani mengakui kesalahannya kepadanya dan juga Kak Arjuna, makanya daritadi Ayah Rahman bisa menahan emosinya.


"Terimakasih Pak", jawab Adzriel ketika mendengar perkataannya Ayah Rahman.


"Jujur saya katakan, saya hanya mencium May saja Pak, Mas, karena May langsung menyadarkanku dengan tamparan yang lumayan keras dipipiku", cerita Adzriel lagi kepada Kak Arjuna dan Ayah Rahman.


"Dan saya kemarin ketika diacara pernikahannya Aulian serta Zahra saya sudah mencoba berusaha memohon dan meminta maaf kepada Mayang Pak, Mas akan tetapi Mayang malah mengusirku dan tidak mau bertemu denganku Pak, hingga akhirnya saya memutuskan menyuruh para anak buah saya untuk memantau keadaannya May dikampung dan setelah dirasa aman perasaannya May saya ingin datang kesini dan melamarnya Pak, Mas", lanjut lagi ceritanya Adzriel kepada Kak Arjuna dan Ayah Rahman.


"Akan tetapi ketika anak buah saya mengabari saya jika Mayang sedang sakit, tanpa fikir panjang saya meninggalkan semua pekerjaan saya dikantor dan saya langsung datang kesini ingin melihat keadaannya Mayang Pak, Mas, karena saya sungguh sangat khawatir sekali dengan keadaannya Mayang, dan saya juga semakin mantap serta yakin jika saya benar-benar mencintai Mayang", sambung ceritanya Adzriel lagi kepada Ayah Rahman dan juga Kak Arjuna.


Kak Arjuna dan juga Ayah Rahman mereka berdua sedikit bisa meredakan rasa emosionalnya ketika sudah mendengar semua ceritan dari Adzriel.


"Apa cerita dan pernyataanmu itu bisa dipercaya Nak??", tanya Ayah Rahman kepada Adzriel.


"Apakah saya sekarang terlihat sedang berbohong Pak, saya benar-benar mencintai Mayang", jawab Adzriel dengan mantap kepada Ayah Rahman.


"Terus apa yang kamu inginkan dari kami??", tanya Kak Arjuna kepada Adzriel.


"Ijinkan saya menjadi suaminya May Mas, Pak, karena saya sangat bersungguh-sungguh mencintai Mayang, dan jika Mas serta Bapak mau menerima lamaran saya, saya berjanji besok akan mengajak kedua orang tua saya untuk datang kesini menemui kalian", jawab Adzriel dengan serius kepada Kak Arjuna dan juga Ayah Rahman.


"Baiklah saya akan menerima lamaran kamu Nak dengan satu syarat yaitu jika May juga sudah mau memaafkanmu dan menerima lamaran kamu, bagaimana", jawab Ayah Rahman kepada Adzriel.


"Baik Pak, saya sanggup, saya akan terus berjuang untuk mendapatkan hati dan juga maaf dari May Pak", jawab Adzriel dengan sangat antusias sekali kepada Ayah Rahman.


"Tapi kamu jangan senang dulu Tuan, karena saya sebagai Kakak tidak mudah memaafkan sikap kamu yang sudah berbuat seperti itu kepada May, dan jika May sudah mau memafkan anda, ingat satu hal, jangan pernah membuat Mayang bersedih karena ulah anda", kata Kak Arjuna kepada Adzriel.


"Siap Mas, terimakasih atas kesempatan keduanya, saya akan menggunakannya sebaik mungkin dan juga saya akan membuktikan kepada kalian berdua terutama Mayang jika saya sangat mencintai Mayang", jawab Adziel dengan sangat mantap sekali kepada Kak Arjuna dan juga Ayah Rahman.


...*Flashback Off*...


...πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™...


Lanjut part sebelah πŸ‘‰ πŸ˜πŸ˜„


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2