
Setelah sarapan Aulian yang masih merasakan mual diperutnya dia memutuskan tidak berangkat kekantor dan malah merebahkan badannya diatas shofa yang ada diruang tamu rumahnya.
"Abang beneran tidak berangkat kekantor ini berarti??", tanya Zahra kepada Aulian sambil duduk dishofa seberangnya Aulian.
"Iya sayang, Abang rasanya tidak kuat untuk masuk kekantor, padahal nanti itu ada meeting dengan client yang dari Singapura", jawab Aulian kepada Zahra sambil memposisikan badannya supaya bisa nyaman tiduran diatas shofa.
"Apa biar Zahra saja yang menelfon sekretarisnya Abang??", kata Zahra kepada Aulian.
"Boleh sayang, itu ponselnya Abang ada diatas meja", kata Aulian kepada Zahra sambil menunjuk ponselnya yang berada diatas meja.
Pagi itu gantian Aulian yang lemas dan ingin muntah-muntah terus, padahal malam sebelumnya Zahralah yang merasakan itu semua, kecual mual muntahnya.
Zahra langsung saja mengambil ponselnya Aulian yang ada diatas meja, akan tetapi ketika Zahra sedang mencari namanya Indra tiba-tiba ponselnya Aulian berdering dan nama Papah Ziyas tertera dipanggilan masuk yang ada diponselnya Aulian.
"Papah Bang, ini", kata Zahra kepada Aulian sambil memberikan ponselnya kepada Aulian.
"Kamu saja yang angkat sayang", jawab Aulian sambil memejamkan matanya dengan tangan kirinya ditaruh diatas dahinya.
Zahra langsung saja mengangkat sambungan telefon itu ketika Aulian sudah mengijinkannya.
"Halo Assalamu'alaikum Pah", kata Zahra ketika sudah mengangkat sambungan telefon dari Papah Ziyas.
"Wa'alaikumussalam Zahra, ko kamu yang angkat, Aulnya mana??'', kata Papah Ziyas kepada Zahra.
"Abang Aul ada Pah, dia sedang tidak enak badan, daritadi pagi dia muntah-muntah terus", jawab Zahra kepada Papah Ziyas.
"Makanya Abang Aul tidak kuat untuk berangkat kekantor Pah padahal dia sudah bersiap-siap daritadi", kata Zahra lagi kepada Papah Ziyas.
Papah Ziyas yang mendengar perkataan dari Zahra dia menjadi sangat terkejut sekali, pasalnya tadi malam ketika mereka semua berkumpul Aulian dia tidak kenapa-kenapa dan Zahralah yang terlihat sangat pucat sekali.
"Kemarin malam dia tidak kenapa-kenapa Zahra, kenapa sekarang Aul muntah-muntah begitu", kata Papah Ziyas kepada Zahra dengan bingung.
"Kata Ibu, Abang Aul yang mengalami mual muntahnya Pah, dia yang menggantikan morning sicknessnya Zahra", jawab Zahra kepada Papah Ziyas sambil tertawa kecil.
Sedang Aulian dia masih memejamkan matanya sambil mendengarkan percakapannya Zahra dan juga Papahnya.
__ADS_1
"Ada-ada saja, ya sudah kalau begitu Papah tutup dulu telefonnya, Papah menelfon sebenarnya cuma ingin menanyakan berkas saja kepada Aul, karena ketika Papah cari Aul diruangannya ko belum berangkat, akhirnya Papah berinisiatif menelfonnya", kata Papah Ziyas kepada Zahra.
"Iya Pah, apa Zahra tanyakan saja kepada Abang dimana berkas yang Papah minta??", jawab Zahra kepada Papah Ziyas.
"Tidak perlu lain kali saja, lagi pula Papah juga tidak sedang terburu-buru menggunakan berkas itu", jawab Papah Ziyas kepada Zhara.
"Iya sudah kalau begitu Pah", kata Zahra kepada Papah Ziyas, dan sambungan telefon mereka akhirnya terputus ketika Papah Ziyas sudah mengucapkan salam dan dijawab juga salamnya oleh Zahra.
"Papah tanya berkas apa sayang kepada kamu??", kata Aulian kepada Zahra dengan masih memejamkan matanya.
"Papah tidak bilang apa-apa Abang, katanya nanti saja kalau Abang sudah sembuh", jawab Zahra kepada Aulian.
"Abang kita istirahat saja didalam yuk, atau kita berjemur saja didepan yuk sayang, mumpung matahari paginya sangat bagus itu diluar", kata Zahra kepada Aulian.
"Kita berjemur saja sayang, tapi sebelum itu tolong ambilkan baju santainya Abang dulu ya didalam kamar, karena Abang tidak nyaman dirumah masih memakai pakaian kerja begini", kata Aulian kepada Zahra.
Zahra hanya mengangguk saja kepada Aulian dan dia langsung saja berlalu dari hadapannya Aulian untuk mengambilkan baju untuk Aulian.
Setelah beberapa menit Zahra lalu keluar dari dalam kamar sambil membawa sebuah kaos rumahan dan sebuah celana pendek untuk Aulian, dan Aulian yang sudah diberikan kaos serta celana itu, dia langsung saja masuk kedalam kamar tamu yang dekat dengan ruang tamu untuk berganti pakaiannya.
Aulian yang sudah berganti baju rumahannya, dia dan juga Zahra langsung saja berlalu keluar rumah untuk berjemur dikursi taman halaman rumahnya.
Aulian dan juga Zahra sangat menikmati masa berjemur mereka dikursi taman yang ada dihalam rumah mereka.
"Berjemur dipagi hari seperti ini sangat baik untuk seorang Ibu hamil lho sayang", kata Zahra kepada Aulian.
"Iya Abang juga tahu, nanti jika Abang tidak bisa menemani kamu berjemur begini, kamu harus tetap berjemur sendiri ya sayang, atau suruh menemani Ibu saja", kata Aulian kepada Zahra.
"Iya Abang", jawab Zahra kepada Aulian sambil tersenyum.
"Kamu sendiri bagaimana keadaannya sayang, masih lemas kah seperti kemarin??", tanya Aulian kepada Zahra.
"Sudah tidak Abang, malahan Zahra merasa badannya sangat fit hari ini", jawab Zahra kepada Aulian.
"Akan tetapi hari ini gantian Abang yang merasakannya sayang, mungkin anak kita ingin Abang merasakan apa yang kamu rasakan juga Zahra", jawab Aulian kepada Zahra sambil tertawa kecil, dan Zahra juga ikut-ikutan tertawa mendengar perkataannya Aulian.
__ADS_1
Ketika Aulian dan juga Zahra sedang asik berbincang sambil berjemur, tiba-tiba mereka bedua melihat sebuah mobil yang sangat mereka kenal, dan mobil itu milik Ayahnya.
Zahra dan juga Aulian mereka terus mengamati mobil itu hingga benar-benar berhenti tepat didepan pelataran rumah mereka. Dan ketika mobil sudah berhenti, ternyata yang keluar dari dalam mobil adalah Bunda Lili.
Bunda Lili yang sudah melihat Aulian dan juga Zahra sejak didalam mobil, dia langsung saja mendekati Aulian dan juga Zahra yang sedang asik duduk dikursi taman yang ada dihalaman rumah makan.
"Kalian sedang apa disini??", tanya Bunda Lili kepada Aulian dan juga Zahra sambil berjalan mendekat kearahnya Aulian dan juga Zahra.
"Sedang berjemur Bund", jawab Aulian kepada Bundanya sambil menyalami tangan bunda Lili yang sudah sampai didepannya.
Begitupun dengan Zahra yang juga ikut-ikutan menyalami tangannya Bunda Lili.
"Kata Papah kamu sedang sakit Nak muntah-muntah terus, makanya Bunda langsung datang kesini", kata Bunda Lili ikut duduk bergabung disebelahnya Aulian.
Dan tadi setelah mendengar kabar dari Zahra Papah Ziyas ternyata langsung menelfon Bunda Lili untuk memberitahukan tentang keadaannya Aulian kepada isrinya.
Tanpa menunggu lama Bunda Lili langsung bersiap-siap dan meminta diantarkan kerumahnya Aulian kepada sopir pribadi yang ada dirumahnya.
"Iya Bund, biasa morning sickness", jawab Aulian kepada Bundanya sambil tertawa.
"Iya sih Bunda juga pernah dengar, yang hamil istrinya yang mual muntah malah suaminya", jawab Bunda Lili sambil tertawa kecil kepada Zahra dan juga Aulian.
Dan Zahara serta Aulian mereka berdua ikut-ikutan tertawa mendengar perkataannya Bunda Lili.
"Ibu kamu didalam Zahra??", tanya Bunda Lili kepada Zahra.
"Didalam Bund, masuk saja, sepertinya tadi Ibu sedang menonton televisi", jawab Zahra kepada Bunda Lili.
"Kalau begitu Bunda mau masuk dulu ya", kata Bunda Lili kepada Aulian dan juga Zahra.
"Iya Bund", jawab Zahra dan juga Aulian secara bersamaan sambil tersenyum.
Bunda Lili langsung saja berlalu masuk kedalam rumah, sedangkan Zahra dan juga Aulian mereka berdua masih diluar karena masih ingin berjemur.
...πππππππππππππ...
__ADS_1
***TBC***