LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
GOOOOOLLLL


__ADS_3

Aulian tanpa sadar dia berkumpul dengan para Keluarganya sampai jam empat sore, dan ketika para Keluarganya sudah pada pulang semua, Aulian dia kembali kekamarnya untuk membangunkan Zahra dan juga ingin melaksanakan sholat ashar berjamaah dengan Zahra.


Ketika Aulian masuk kedalam kamar, Aulian masih melihat Zahra tertidur pulas diatas ranjang, fikir Aulian dia ingin membangunkan Zahra nanti saja setelah dia sudah selesai mandi.


Aulian langsung saja masuk kedalam walk in closetnya untuk mengambil sesuatu, dan ketika sudah beberapa menit didalam walk in closetnya Aulian langsung saja masuk kedalam kamar mandi, dan tanpa Aulian duga ternyata ada Zahra yang sedang berada didalam kamar mandi dan sudah hampir semua membuka pakaiannya.


Ternyata ketika Aulian berada didalam walk in closet, Zahra tadi terbangun dari tidurnya, dan ketika Zahra melihat jam yang tergantung diatas dinding dia melihat jam sudah menunjukkan pukul empat sore, tanpa fikir panjang lagi Zahra langsung berlari menuju kedalam kamar mandi, dan langsung membuka semua pakaiannya. Dan ketika Zahra ingin membuka bra dan juga yang dibawah, Aulian tiba-tiba masuk kedalam kamar mandi yang ternyata tidak dikunci oleh Zahra karena terlupa tadi.


Aulian dan Zahra mereka saling terdiam dengan pandangannya Aulian yang menusuri setiap tubuhnya Zahra. Sedang Zahra sendiri dia hanya diam kaku sambil tidak bergerak sama sekali karena dia sungguh rasanya sangat malu yang super sekali kepada Aulian.


Aulian dia tersenyum kepada Zahra dengan senyum yang menurut Zahra sangatlah aneh sekali. Aulian bukannya menutup pintu dari luar dia malah melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar mandi dan menutupnya dari dalam.


Aulian dia langsung saja mendekati Zahra setelah menutup pintu kamar mandi tadi dan juga menguncinya serta Aulian sudah menaruh sesuatu yang dibawanya dari dalam walkin closetnya tadi disembarang tempat.


Zahra hanya bisa memundurkan badannya ketika Aulian semakin berjalan mendekatinya, hingga badannya Zahra akhirnya terbentur oleh tembok kamar mandi.


Aulian langsung saja mengukung tubuhnya Zahra menggunakan kedua tangannya didinding, sambil berbisik mesra ditelinganya Zahra.


"Sungguh kamu ternyata lebih cantik jika lagi begini sayang", kata Aulian kepada Zahra dengan suara yang seperti menahan sesuatu ditubuhnya.


"Jika Abang menginginkannya, Zahra inysaallah siap Abang, karena tubuh ini juga sudah sepenuhnya miliknya Abang, akan tetapi jujur Zahra masih malu sekali sama Abang", jawab Zahra akhirnya kepada Aulian.


"Nanti saja sayang, Abang akan menahannya dulu, karena Abang lagi tidak mau melakukannya itu didalam kamar mandi", kata Aulian kepada Zahra.


"Terserah Abang saja, kalau begitu Zahra mau mandi dulu ya Abang", kata Zahra sambil melepaskan ikatan branya dihadapannya Aulian.


Membuat Aulian dia langsung melototkan matanya kepada Zahra ketika melihat Zahra sedang menggodanya, sedang Zahra sendiri dia hanya tersenyum lucu saja kepada Aulian, karena dia sebenarnya juga malu menggoda Aulian, akan tetapi mau bagaimana lagi, dia ingin segera mandi dan menunaikan sholat ashar.


"Abang tunggu diluar sajalah, takut iman Abang tidak kuat nanti Zahra jika terus-terusan didalam kamar mandi bersamamu", kata Aulian kepada Zahra dan dia langsung saja berlalu keluar dari dalam kamar mandi, menyisahkan Zahra yang sedang tertawa melihat tingkahnya Aulian.


Zahra langsung saja mandi ketika Aulian sudah berlalu keluar dari dalam kamar mandi, sedangkan Aulian yang sudah berada diluar kamar mandi, dia langsung saja menenangkan jantungnya yang sedang berdetak sangat kencang itu ketika melihat tubuh indahnya Zahra.


Sungguh tidak cuma Zahra saja tadi yang malu, akan tetapi Aulian dia sebenarnya juga malu ketika melihat Zahra tidak memakai baju seperti tadi, sudah kepalang tanggung fikir Aulian, Aulian menutupi malunya itu kepada Zahra dia sengaja menutup pintu dari dalam kamar mandi dan juga menguncinya setelah itu dia berjalan mendekati Zahra.

__ADS_1


Disaat Aulian yang sudah berhasil mengukung tubuhnya Zahra, jantung Aulian rasanya sedang berdisko ria saja, bahkan matanya Aulian ingin sekali mengarah kearah keindahan yang ada dibadannya Zahra yang selama ini ditutupin oleh Zahra. Serta Aulian juga merasakan sesuatu dibagian miliknya yang biasanya hanya dia rasakan ketika didalam mimpinya saja.


"Ternyata sangat sakit menahan sesuatu dibawah sana, baru kali ini aku tersiksa dengan punyaku yang dibawah", kata Aulian kepada dirinya sendiri.


Aulian lalu mengatur nafasnya untuk meredakan gejolaknya. Tadi Aulian sebenarnya dia bisa saja melakukannya langsung dan meminta haknya kepada Zahra, akan tetapi Aulian rasanya tidak ingin melakukannya karena waktu sudah menunjukkan pukul segitu, yang sebentar lagi akan memasukki waktu maghrib. Karena fikir Aulian melakukan itu dengan Zahra pastinya akan membutuhan waktu yang lama.


Singkat cerita Aulian beserta Zahra mereka sudah pada selesai mandi dan sudah pada selesai melaksanakan sholat ashar berjamaah. Bahkan tanpa terasa mereka juga sudah melaksanakan sholat maghrib juga.


Aulian dan Zahra setelah selesai sholat maghrib mereka langsung saja pergi menuju kehotel yang esoknya untuk melangsungkan pesata resepsinya mereka berdua.


Tidak cuma Aulian dan juga Zahra, malamnya pun para Keluarga yang lain mereka juga pada menyusul Aulian kehotel yang sama dengan Aulian. Karena mereka semua ingin tidur dihotel dan supaya esoknya jika bersiap-siap lebih cepat selesainya.


Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Aulian dan Zahra pun sudah melaksanakan sholat isya' berjamaah juga tadi. Mereka berdua saat ini sedang tiduran diats ranjang kamar yang paling atas yang ada dihotel tersebut.


Dan hotelnya pun juga salah satu hotel miliknya Keluarga Irawan. Aulian dia terus memandangi Zahra yang sedang berada disampingnya sambil saling menghadap satu sama lainnya.


"Sungguh Abang sangat mencintaimu Zahra", kata Aulian sambil memainkan rambutnya Zahra.


"Zahra juga sangat mencintai Abang", jawab Zahra sambil tersenyum manis kepada Aulian.


"Boleh Abang, lakukanlah insyaallah Zahra sudah siap", jawab Zahra kepada Aulian sambil tersenyum manis.


Aulian yang mendapat lampu hijau dari Zahra, dia mulai menindih badannya Zahra, serta Aulian mulai melancarkan aksinya dengan mulai berciuman dengan Zahra. Dan akhirnya terjadilah seperti apa yang mereka inginkan dan seperti pengantin baru pada umumnya, saling memadu kasih dan terus saling berc***u satu sama lainnya.


"Ternyata seperti ini rasanya jika melakukannya secara langsung, selama ini Abang hanya bisa merasakannya hanya lewat mimpi dan paginya celana Abang basah karena mimpi itu", kata Aulian kepada Zahra yang sudah selesai melakukan itu dengan Zahra sambil tersenyum bahagia.


"Punya Zahra sakit sekali Abang rasanya", kata Zahra kepada Aulian sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Maafkan Abang jika Abang tadi terlalu bersemangat denganmu Zahra, karena Abang sejujurnya sudah tidak tahan dari tadi sore", kata Aulian kepada Zahra sambil tetawa kecil dengan Zahra.


Zahra juga ikut-ikutan tertawa sama seperti Aulian sambil menahan rasa nyeri pada daerah kewanitaannya.


"Tidak apa-apa Abang, karena ini wajar sebab Zahra baru pertama kali melakukan itu dengan seorang laki-laki", jawab Zahra kepada Aulian sambil memeluk Aulian dari samping dengan lengan Aulian yang dia gunakan sebagai bantalannya.

__ADS_1


"Apakah Abang boleh melakukannya lagi denganmu Zahra??", tanya Aulian lagi kepada Zahra.


"Boleh Abang, tapi nanti saja ya, punya Zahra masih sakit sekali rasanya ini", jawab Zahra kepada Aulian.


"Baiklah", jawab Aulian kepada Zahra.


Setelahnya Aulian mencium Zahra tepat dibibirnya, awalnya niat Aulian hanya cuma ingin berciuman saja dengan Zahra, karena rasanya Aulian ingin sekali mencium bibirnya Zahra lagi, akan tetapi semakin lama berciuman, Zahra dan Aulian mereka terbuai dengan suasana dan mereka melakukannya lagi kegiatan mereka untuk kedua dan ketiga kalinya.


Dan ketika keempat kalinya Aulian meminta kepada Zahra, Zahra langsung memohon kepada Aulian untuk jangan meneruskannya lagi, karena esoknya mereka berdua akan melangsungkan pesta resepsi pernikahannya mereka.


Aulian langsung saja teringat, karena tadi sempat terlupa karena kegiatan indah mereka. Akhirnya Aulian dia memahami Zahra dan mereka lalu memutuskan untuk tidur supaya esoknya mereka mempunyai tenaga untuk melangsungkan pesta resepsinya mereka, karena waktu juga sudah menunjukkan pukul dua belas malam.


...πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ...


Author: Wah Abang Aul akhirnya bisa cetak gol juga sama ZahraπŸ‘πŸ‘


Aulian: Iya nih thor, makasih ya atas partnya yang ini, aku suka 😘


Author: main nyosor saja, ingat bukan mahrom tahuπŸ™„,


Aulian: iya-iya maap, lagian lagi senang nih aku thorπŸ˜†πŸ˜†


Author: ya-ya-ya terserah kamu sajalah, itu ngomong-ngomong mau dikasih cepat juga tidak nih Zahra bisa hamilnyaπŸ˜‰


Aulian: kasih cepat dong, kalau bisa habis resepsi langsung hamil itu ZahraπŸ˜‚


Author: πŸ”¨πŸ”¨πŸ”¨πŸ”¨πŸ”¨πŸ˜‘


Aulian: ampun thor πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜


Maaf ya readers kemarin tidak Up, karena Author kemarin sedang tumbangπŸ˜„πŸ˜…


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2