
Hari-hari cepat berlalu, dan kehamilannya Zahra pun juga tanpa terasa sudah menginjak usia keempat bulan saja.
Ditrimester pertama sungguh Aulian dia sangat cukup tersiksa sekali, karena dia yang harus mengalami fase mengidam dan fase morning sickness untuk menggantikan Zahra.
Sedang Zahra dia enjoy-enjoy saja dimasa kehamilan anak pertamanya.
Dikehamilannya Zahra yang ketiga bulan kemarin, Aulian sungguh sangat aneh sekali menurut Zahra, karena Aulian dia mengidam ingin mengajak semua Keluarganya yang terdiri dari Papah Ziyas, Bunda Lili, Kak Anin beserta suami dan kedua anaknya, Kak Qiyas, dan juga Kia dan beserta kedua anak kembarnya tentunya, Ibu Dina, dan juga Firman untuk liburan kesuatu tempat yang tempatnya bisa dibilang sebuah puncak dan akan menginap divila yang ada disana selama tiga hari.
Zahra dan juga Aulian yang waktu itu sedang berbincang hangat didalam kamar mereka, tepatnya dikursi santai yang ada dibalkon kamar mereka.
Aulian lalu mengutarakan rasa mengidamnya kepada Zahra, yang sudah diinginkannya dari kemarin-kemarin.
"Sayang, Abang ingin sekali kita semua liburan kepuncak lalu menginap divilanya Papah yang ada disana selama tiga hari bagaimana menurut kamu sayang??". kata Aulian kepada Zahra.
"Entah kenapa rasanya Abang ingin sekali pergi liburan", sambung Aulian lagi kepada Zahra sambil melihat kearahnya Zahra.
"Tapi kan Abang, bagaimana dengan pekerjaannya Abang yang akan Abang tinggalkan selama beberapa hari itu, kan kata Abang, Abang sedang menangani proyek besar yang baru saja dimenangkan tendernya oleh Perusahaannya Abang??", jawab Zahra kepada Aulian.
"Iya Abang tahu, tapi bagaimana lagi, rasanya Abang ingin sekali pergi berlibur sayang", jawab Aulian kepada Zahra dengan sedikit cemberut.
"Bagaimana kalau lain kali saja ya sayang, supaya Abang bisa fokus sama proyek Abang dulu ya", jawab Zahra kepada Aulian.
"Yaaaaahhhh", jawab Aulian kepada Zahra dengan sedikit cemberut.
Sudah beberapa hari berlalu dan Aulian tidak lagi mengutarakan keinginannya itu kepada Zahra, dan Zahra kira Aulian sudah mengurungkan niatnya untuk pergi berlibur, namun siapa sangka dihari Jum'at pagi sekitar pukul delapan pagi Zahra dikejutkan dengan kedatangan semua Keluarganya, yaitu Papah Ziyas, Bunda Lili, Kak Qiyas, Kia dan Zaida serta Zayyan dan juga Kak Anin beserta suami dan kedua anak mereka.
Zahra yang tidak tahu apa-apa dia hanya bisa bengong sambil mempersilahkan mereka semua untuk masuk kedalam rumahnya.
Dan mereka semua para orang tua kecuali anak-anak mereka sudah pada duduk anteng dishofa yang ada diruang tamu, karena anak-anak mereka sudah langsung pada bermain dan berlari-larian entah kemana.
__ADS_1
"Zahra, Aul mana, jadi tidak nih kita berangkat??", tanya Papah Ziyas kepada Zahra.
Zahra yang ditanya seperti itu dia hanya bisa menampilkan wajah bingung dan juga anehnya kepada semua orang terutama Papah Ziyas.
"Maksudnya Papah bagaimana ya Zahra tidak faham??", jawab Zahra akhirnya kepada Papah Ziyas.
Dan mereka semua masih pada diam mendengarkan pembicaraan antara Papah Ziyas dan juga Zahra.
"Lho kita ini mau pergi kepuncak dan akan pulang hari Minggu, kamu apa tidak tahu Zahra, Aulian apa tidak memberitahukanmu??", kata Papah Ziyas kepada Zahra.
Dan Zahra hanya menggelengkan kepalanya saja menjawab pertanyaan dari Papah Ziyas.
Dan ketika Zahra dan juga Papah Ziyas sedang saling berbincang, keluarlah Aulian dari dalam kamarnya dan sedang berjalan kearah mereka semua yang sedang pada duduk diruang tamu rumahnya.
"Kamu ini bagaimana sih Nak, mau pergi ko tidak memberitahukan kepada Zahra??", kata Bunda Lili kepada Aulian yang sedang berjalan kearah mereka semua.
Dan Zahra langsung saja menolehkan pandangannya kebelakang, karena Zahra sedang duduk membelakangi Aulian yang lagi berjalan.
"Kan kata Abang, Abang sedang banyak pekerjaan makanya tidak Zahra ijinkan", jawab Zahra kepada Aulian.
"Terus ini jadi tidak nih??", kata Kak Anin ikut menimpali perkataan mereka semua.
"Jadi dong", jawab Aulian dengan sangat semangat sekali kepada Kakaknya.
"Sudah kamu tenang saja sayang, semuanya sudah Abang siapkan didalam koper, baju, hijab semuanya sudah sayang", kata Aulian kepada Zahra, yang mengetahui jika Zahra sedang kebingungan.
Singkat cerita mereka semua sudah pada sampai divilanya Papah Ziyas yang ada dipuncak, bahkan Firman pun sengaja hari itu tidak berangkat sekolah sampai hari Sabtu esok karena keinginannya Aulian, dan juga sudah diijinkan disekolahannya oleh Aulian.
Mereka sampai divila sekitar jam dua belas siangan, karena perjalanan yang mereka tempuh cukup memakan waktu yang lumayan lama sekali dari rumah mereka yang ada dikota.
__ADS_1
Selama tiga hari divilanya Papah Ziyas, mereka semua melakukan piknik sederhana dihalaman vila dengan ditemani gemerlap cahaya lampu perkotaan yang terlihat indah dari vila mereka ketika malam hari.
Dan juga masih banyak keseruan-keseruan yang lainnya yang dilakukan oleh Keluarganya Aulian.
Aulian sangat-sangat bahagia sekali hari-hari itu bisa menikmati waktu luangnya dengan para keluarganya. Dan untuk urusan dikantor, Aulian menyerahkan kepada Indra dan juga Zain untuk sementara waktu.
Zain sendiri pun sudah aktif lagi berangkat kekantor sekitar satu minggu yang lalu setelah dia cuti selama dua minggu untuk berbulan madu dengan Ameera istrinya.
Kembali kewaktu sekarang, Aulian dan juga Zahra yang ingin mengadakan acara syukuran empat bulanannya Zahra, dirumah mereka sejak pagi mereka semua sudah sangat sibuk sekali, walau sudah ada petugas WO dan catering yang mengurusui.
Walaupun hanya para tetangga mereka saja yang mereka undang serta para kerabat dan juga saudara-saudara mereka, namun tidak bisa dipungkiri dirumahnya Aulian sangatlah sibuk untuk mempersiapkan semuanya dan Aulian juga ingin acara syukuran kehamilannya Zahra bisa berjalan dengan sangat lancar.
Zahra yang semakin besar saja perutnya, dia malah semakin cantik dan semakin bersinar wajahnya, dan itu mungkin bawaan dari baby yang dia kandung juga.
Rumahnya Aulian dan juga Zahra sudah didekor dengan cantik dan para petuga WO pun selalu stanby untuk mengontrol makanan serta dekorasi yang sudah mereka siapkan.
Ketika semua para tamu undangan dan para saudara serta kerabat sudah pada datang semua, acara syukurannya pun langsung saja dimulai, dan Aulian juga mengundang seorang kyai untuk memberikan ceramah singkat serta mendoakan Zahra dan juga babynya beserta Keluarganya supaya berada didalam lindungan-NYA dan diberi kelancaran juga sampai Zahra melahirkan.
Mayang dan juga Adzriel pun turut serta hadir diacara syukuran empat bulannya Zahra, Zain dan juga Ameera pun juga hadir, hanya saja Hafiz dan juga Khansa tidak bisa hadir sendiri karena mereka berdua masih berada diTurki, namun walau berada diNegara yang sangat jauh disana, Aulian tetap mengabari perihal kehamilannya Zahra serta acara syukurannya Zahra kepada Hafiz sahabatnya.
Acara syukurannya Zahra berjalan sangat lancar sekali, sangat khidmat dan sangat meriah.
Semua orang nampak senang dan sangat menikmati hidangan yang sudah disediakan oleh Aulian sebagai tuan rumah.
Bahkan Adzriel pun dia diam-diam berdoa didalam hatinya supaya istrinya Mayang segera hamil menyusul Zahra.
Dan Keluarganya Adzriel juga ikut datang diacara syukuran empat bulanannya Zahra, karena semua keluarganya Adzriel diundang semua oleh Aulian.
...πππππππππππππ...
__ADS_1
***TBC***