LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
KHAWATIR


__ADS_3

"Iya May, ada apa??, Mayaaaaaaaaaaang !!!!!!!!", kata Ibu Ajeng dan dia langsung saja berteriak ketika melihat Mayang yang tiba-tiba sudah pingsan didepan pintu kamarnya.


Ibu Ajeng dia langsung berlari mendekati Mayang yang sudah tergeletak dilantai rumah didepan pintu kamarnya Ajeng.


"Ajeng kamu kenapa Nak??, toloooooong!!!!!", kata Ibu Ajeng dan dia langsung saja berteriak meminta tolong kepada semua orang yang mendengarnya.


Dan kebetulan Ayah Rahman Ayahnya Mayang dan Kak Arjuna dia sedang perjalanan pulang dan sudah sampai perkarangan rumahnya, jadi ketika Ayah Rahman mendengar teriakan dari istrinya dia langsung saja berlari menuju kedalam rumahnya.


"Ibu, Buuuuu, Mayaaaaang!!!", panggil-panggil Ayah Rahman kepada Istrinya dan dia langsung berteriak memanggil namanya Mayang ketika melihat Mayang sedang dipangku Istrinya dengan keadaan pingsan.


"Ibu May kenapa Bu", tanya Ayah Rahman sambil mendekati Ibu Ajeng dan juga Mayang dengan ekspresi yang sangat khawatir sekali dengan Mayang.


"Tidak tahu pak, sudah sekarang Ayah angkat May kedalam kamarnya, biar Ibu susulin Arjun dikebun", kata Ibu Ajeng kepada Ayah Rahman.


Dan Ayah Rahman dia langsung saja menggendong Mayang masuk kedalam kamarnya, sedang Ibu Ajeng dia langsung berlari keluar kamar untuk menuju kekebunnya dan memberitahukannya kepada Kak Arjuna.


"Arjuuuuuun, Arjuuuuuun", panggil Ibu Ajeng sambil berteriak-teriak memanggil namanya Kak Arjuna.


Dan suara teriakan Ibu Ajeng tidak cuma mengalihkan panggilannya Kak Arjuna saja, melainkan semua para pekerja yang ada dikebunnya.


Kak Arjuna yang mendengar suara Ibunya dengan memanggil namanya sambil berteriak-teriak dia langsung saja mengalihkan pandangannya dan langsung juga berlari mendekati Ibunya.


"Ibu, Ibu kenapa memanggil Arjun dengan berteriak-teriak seperti itu??", tanya Kak Arjuna kepada Ibu Ajeng yang sedang terlihat panik dan khawatir sekali.


"May Jun, adik kamu dia pingsan, ayo cepat pulang", kata Ibu Ajeng kepada Kak Arjuna dan langsung membuat Kak Arjuna terkejut sekali mendengarnya.


"Apaaaa!!!, ayo Ibu kita segera pulang sekarang", kata Kak Arjuna kepada Ibunya.


Kak Arjuna dan Ibu Ajeng mereka berdua langsung saja berlari menuju kerumah mereka yang jaraknya tidak terlalu jauh itu.


Kak Arjuna dan Ibu Ajeng yang sudah masuk kedalam rumah mereka langsung saja masuk kedalam kamarnya Mayang untuk melihat keadaannya Mayang.

__ADS_1


Didalam kamarnya Mayang Ayah Rahman ternyata sedang berusaha membangunkan Mayang dengan memberikan minyak kayu putih dihidungnya Mayang.


Kak Arjuna yang khawatir dengan keadaannya Mayang dia langsung saja menggendong Mayang untuk dibawa keklinik dekat rumah mereka.


"Ayo Yah, kita bawa Mayang keklinik saja", kata Kak Arjuna kepada Ayahnya dan sambil menggendong Mayang menuju kedalam mobilnya.


Ibu Ajeng yang sudah menutup dan mengunci pintu rumah dia langsung saja ikut masuk kedalam mobil bersama suami dan anak sulungnya itu untuk memeriksakan keadaannya Mayang diklinik terdekat.


Ternyata tadi ketika Ibu Ajeng dan Kak Arjuna yang sedang berlari-lari untuk pulang kerumahnya, anak buahnya Adzriel mereka semua pada melihatnya, dan salah satu dari mereka langsung berinisiatif untuk bertanya kepada salah satu pekerja kebunnya Kak Arjuna.


"Mohon maaf Pak, tadi Mas Arjun kenapa berlari-lari ya sama Ibunya??, dan juga tadi saya mau kesana berpas-pasan dijalan dengan mobilnya Mas Arjun yang baru saja keluar dari pekarangan rumahnya??", tanya salah satu anak buahnya Adzriel kepada salah satu pekerja kebunnya Adzriel.


"Oh tadi Mbak Mayang katanya sedang sakit dan dia sekarang sedang pingsan Mas, mungkin mereka ingin membawa Mbak Mayang keklinik depan sana", jawab pekerjanya Kak Arjuna kepada anak buahnya Adzriel dengan ramah.


"Oh ya terimakasih Pak, kalau begitu nanti biar saya menelfon Mas Arjunnya kalau begitu", jawab anak buahnya Adzriel yang mengaku mengenal Kak Arjuna sambil tersenyum ramah juga.


"Mas ini temannya Mas Arjun ya??", tanya pekerjanya Kak Arjuna kepada anak buahnya Adzriel itu.


"Iya Pak, kalau begitu saya permisi dulu Pak mau menelfon", jawab anak buahnya Adzriel lagi dan dia langsung saja mengangkat telefonnya untuk menghubungi Adzriel, dan pekerjanya Kak Arjuna tahunya anak buahnya Adzriel sedang ingin menghubungi Kak Arjuna.


Dan anak buahnya Adzriel dia langsung berlalu dari perkebunan Keluarganya Mayang untuk menghubungi Adzriel.


Adzriel yang sedang didalam ruang kantornya, dia terkejut mendengar dering ponselnya ketika dia sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya.


Semakin terkejut lagi ketika nama anak buahnya yang dia tugaskan untuk mengawasi Mayang menelfonnya dijam segitu.


"Halo Dani, ada apa??", kata Adzriel ketika mengangkat sambungan telefonnya Dani.


"Tuan, Nona Mayang saat ini sedang sakit, dia juga pingsan dan sekarang Nona Mayang sedang dibawa Keluarganya keklinik yang terdekat dari sini Tuan", lapor Dani dengan segera kepada Adzriel.


Adzriel yang mendengar laporan dari Dani dia langsung saja terkejut sambil berdiri dan entah kenapa perasaaanya tidak bisa dia bohongi, kalau dirinya begitu khawatir sekali dengan kesehatannya Mayang.

__ADS_1


"Apaaaa!!!, kamu tidak bercanda kan Dan sama saya??", kata Adzriel kepada Dani.


"Tidak Tuan, dan saat ini Pino sama Hendra sedang menuju keklinik itu Tuan", jawab Dani kepada Adzriel.


"Baik-baik saya matikan dulu ini telefonnya, kamu terus kabarkan saya tentang keadaannya Mayang kepadaku", kata Adzriel lagi kepada Dani.


"Baik Tuan", jawab Dani dan dia langsung saja mematikan sambungan telefonnya ketika sudah tidak mendapat tanggapan dari Adzriel.


Adzriel yang didalam ruangannya dia langsung saja berlalu keluar untuk memanggil sekretarisnya yang bernama Fredik itu.


"Fredik tolong kamu simpankan dulu pekerjaan saya yang baru saya kerjakan dikomputer, karena saya ada hal penting yang harus segera saya tangani", kata Adzriel kepada Fredik.


"Baik Tuan", jawab Fredik kepada Adzriel.


Dan Adzriel dia langsung saja berlalu pergi dari Perusahaannya untuk menuju kekampung halamannya Mayang, tanpa persiapan apapun untuk menghadapi kedua orang tuanya Mayang dan juga Kak Arjun.


Sedang Fredik dia langsung saja masuk kedalam ruang kerjanya Adzriel untuk membereskan semua pekerjaannya Adzriel yang dia tinggalkan begitu saja tadi.


Yang ada didalam fikirannya Adzriel saat ini adalah ingin segera melihat dan bertemu dengan Mayang, serta didalam hatinya Adzriel mengatakan jika Mayang sakit karena perbuatannya kepada Mayang tempo hari.


"Apa kamu terlalu memikirkan ciumanku kepadamu kemarin May, hingga bisa membuatmu sakit begini??", kata Adzriel sambil mengendarai mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi itu.


"Jika iya, sungguh aku sangat bersalah sekali kepadamu, apapun nanti tanggapan dari kedua orang tua kamu dan juga Kakak kamu akan aku hadapi, aku tidak mau pantang menyerah untuk mendapatkanmu May", kata Adzriel lagi untuk dirinya sendiri.


"Dan kali ini aku yakin jika aku benar-benar mencintaimu May, semoga kamu baik-baik saja disana", kata Adzriel lagi untuk kesekian kalinya.


Perjalanan lama yang ditempuh oleh Adzriel menuju kekampung halamannya Mayang akhirnya membuahkan hasil, Adzriel dengan selamat sampai dikampung halamannya Mayang dikawal dengan para anak buahnya yang berjumlah tiga orang itu, sedangkan yang dua lagi mereka sedang menunggu Mayang yang sedang berada diklinik.


Karena ketika diperjalanan tadi Adzriel sudah menghubungi para anak buahnya yang ada dikampungnya Mayang jika dirinya akan datang kekampung halamannya Mayang.


Dan disinilah Adzriel sekarang sudah duduk diruang tamu rumahnya Mayang bersama Ayah Rahman dan juga Kak Arjuna, sedangkan para anak buahnya Adzriel mereka semua sedang pada menunggu diteras rumahnya Ayah Rahman.

__ADS_1


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


***TBC***


__ADS_2