
Aulian yang sedang tiduran sambil menunggu Hafiz selesai memilih film, akhirnya langsung membuka mata karena pertanyaan dari Adzriel.
"Ditanya bukannya menjawab malah tersenyum sendiri begitu, sehat Aul?? ", kata Adzriel lagi untuk Aulian.
Karena Aulian bukannya menjawab malah tersenyum sendiri sambil melamun. Adzriel yang gemas dengan tingkahnya Aulian, Adzriel langsung saja memukul pelan pundaknya Aulian untuk menyadarkan Aulian dari melamunnya.
"Aduuuh!!! ", kata Aulian mengaduh karena terkejut pundaknya dipukul oleh Adzriel.
"Naaaah ketemu, kita menonton ini saja ya", kata Hafiz sambil mengangkat CD film yang ingin dia tonton.
Perkataan dari Hafiz mengalihkan pandangannya Aulian dan juga Adzriel. Aulian dan juga Adzriel mereka cuek saja dengan apa yang dilakukan oleh Hafiz. Dan Hafiz tadi langsung saja memutar film yang ingin dia tonton tanpa menunggu persetujuan dari Aulian dan juga Adzriel.
"Kamu kenapa memukulku Dzriel, bikin terkejut saja", kata Aulian kepada Adzriel.
"Kamu juga ditanya daritadi bukannya menjawab malah tersenyum sendiri begitu dan juga malah melamun", jawab Adzriel kepada Aulian.
"Memangnya kamu tanya apa sama aku Dzriel?? ", kata Aulian lagi kepada Adzriel.
"Berisik, bisa diam tidak sih, aku lagi mau menonton nih", kata Hafiz yang terganggu dengan percakapan antara Aulian dan juga Hafiz.
Aulian dan juga Adzriel mereka hanya memasang wajah sebal kepada Hafiz ketika mendengar Hafiz menegur mereka. Sedangkan Hafiz dia cuek saja dan kembali menonton film yang tadi dia pilih.
"Tanya apa tadi kamu Dzriel?? ", kata Aulian lagi kepada Adzriel dengan suara yang lebih pelan dari sebelumnya.
"Aku tanya, bagaimana perkembangan hubunganmu dengan Zahra?? ", tanya Adzriel lagi kepada Aulian.
"Baik", jawab singkat Aulian kepada Adzriel, membuat Adzriel menjadi gemas kepada Aulian dan langsung menjitak kepalanya Aulian.
Bukannya marah Aulian malah tertawa ketika mendapat jitakan dikepalanya oleh Adzriel, karena memang Aulian sengaja menggoda Adzriel dengan memberikan jawaban yang sangat singkat.
Hafiz yang terganggu dengan suara tawanya Aulian dia reflek langsung saja melempar bantal kursi yang ada disebelahnya kepada Aulian.
Aulian pun langsung terdiam dengan membalas melempar bantal juga kepada Hafiz. Sedangkan Adzriel dia tertawa melihat Aulian mendapatkan lemparan bantal dari Hafiz.
Hafiz yang mendapat lemaparan bantal balik, dia hanya memasang wajah sebal kepada Aulian tanpa ada niatan untuk membalas lagi perbuatan dari Aulian.
"Sudah-sudah, cepat cerita Aul sama aku", tegur Adzriel kepada Aulian.
"Iya-iya, begininih ceritanya", jawab Aulian kepada Adzriel.
Aulian lalu menceritakan dari kedatangannya kekantor Kakak Ipar Kia untuk menjemput Zahra, dan dari situlah ceritanya mengalir dengan sendirinya kepada Adzriel.
*Flashback On*
Ketika Zahra mengangkat tangannya yang ada cincin indah dari Bunda Lili yang dipakaikan Aulian kemarin. Zahra lalu mengusap lembut cincin itu dengan perasaan bingung sekali.
Zahra tiba-tiba menutup matanya untuk menentukan jawabannya, setelah beberapa menit menutup mata, Zahra lalu membuka matanya dan langsung melihat tepat kearah bola matanya Aulian.
Aulian yang tadi melihat kewajahnya Zahra yang sedang menutup mata, dia berdoa didalam hatinya, semoga jawaban yang diberikan Zahra sesuai dengan apa yang diinginkannya.
__ADS_1
Ketika Zahra membuka matanya, Aulian langsung saja melihat tepat kearah matanya Zahra. Jadi saat itu mereka saling mengunci pandangan mereka masing-masing.
"Bissmillahhirrohmaanirrohiim", ucap Bissmillah Zahra dengan suara kecil, akan tetapi Aulian masih mendengarnya.
Sedangkan Aulian jantungnya tambah tidak karuan dan tidak sabar untuk segera mendengarkan jawaban dari Zahra.
Zahra lalu mengangkat jari tangannya yang ada cincin indah dari Bunda Lili dan Zahra langsung saja memegang cincin itu tepat dihadapannya Aulian.
Setelah itu Zahra melepaskan cincin itu dari jari manisnya........
Cerita dari Aulian terpotong karena pertanyaan dari Adzriel.
**********
"Terus-terus Aul, itu Zahra menolak kamu ya jadinya", tanya Adzriel memotong ceritanya Aulian.
"Makanya, kalau orang cerita itu jangan dipotong", jawab Aulian kepada Adzriel dengan ekspresi sebalnya.
"Iya-iya maaf, sudah lanjutkan lagi, aku tidak akan tanya-tanya lagi", kata Adzriel lagi kepada Aulian. Sedangkan Hafiz dia masih asik sibuk dengan film yang dia tonton.
**********
Setelah itu Zahra melepaskan cincin itu dari jari manisnya, membuat Aulian yang melihatnya langsung kecewa dan sedih sekali dengan jawaban dari Zahra.
"Abang", kata Zahra memanggil Aulian sambil memperlihatkan cincin yang baru saja dia lepaskan, dan Aulian hanya diam saja karena lidahnya rasanya sulit sekali untuk dia gerakkan.
Aulian yang belum terlalu sadar akan perkataan dari Zahra dia lalu bertanya kepada Zahra.
"Kamu benar mau menjadi istrinya Abang Zahra", tanya Aulian kepada Zahra dan dijawab anggukan oleh Zahra dengan tersenyum manis.
"Lihat", kata Zahra kepada Aulian sambil langsung memakai cincin itu lagi dijari manisnya.
"Beneran ini Zahra, Abang tidak lagi mimpi kan?? ", tanya Aulian lagi kepada Zahra.
"Benar Abang, masa tidak percaya, Zahra serius Abang dengan perkataan dan jawaban ini, karena Zahra juga merasakan hal sama seperti apa yang Abang rasakan keZahra", jawab Zahra dengan tersenyum kepada Aulian.
"Yeeaaay", kata Aulian dan reflek ingin memeluk Zahra. Akan tetapi langsung dicegah oleh Zahra.
"Eh Abang, belum halal", kata Zahra sambil menahan tubuhnya Aulian.
"Maaf Zahra khilaf, Abang reflek karena saking senangnya hati Abang", jawab Aulian sambil tertawa senang kepada Zahra.
Sedangkan Zahra dia hanya tersenyum serta menggelengkan kepalanya karena melihat tingkahnya Aulian yang tadi tidak bisa memeluk Zahra akan tetapi Aulian lampiaskan dengan berteriak-teriak dan melompat-lompat didepannya Zahra.
"Ayo Zahra kita pulang, nanti habis maghrib Abang akan menjemputmu untuk makan malam dirumahnya Abang ya, mau Abang kenalkan dengan Bunda dan Papah, ya walau kamu juga sudah kenal, akan tetapi Abang mau memberitahu tentang hubungan kita kepada mereka", kata Aulian kepada Zahra. Membuat Zahra sangat terkejut sekali mendengarnya.
"Zahra malu Abang", jawab Zahra kepada Aulian.
"Tidak usah malu, tenang saja kedua orang tua Abang orangnya baik, percaya deh sama Abang", kata Aulian kepada Zahra.
__ADS_1
"Baiklah Abang, Zahra mau", jawab Zahra lagi kepada Aulian dengan hati yang berdebar-debar karena akan diajak kerumahnya Aulian.
"Ya sudah ayo kita pulang, tapi sebelum itu kita mampir dulu ya kesupermarket", kata Aulian kepada Zahra.
"Iya ayo Abang", jawab Zahra lagi untuk Aulian.
Ketika Aulian sedang membuka mulutnya untuk melanjutkan lagi ceritanya, sudah dipotong terlebih dahulu oleh perkataan dari Adzriel.
**********
"Waaaah, selamat Aul, jadinya kamu diterima sama Zahra ini", kata Adzriel dengan ikut bahagia mendengar cerita dari Aulian. Dan Aulian hanya tersenyum dan mengangguk menanggapi perkataan dari Adzriel.
Entah sejak kapan Hafiz sudah duduk disebelahnya Adzriel dan ikut mendengarkan juga cerita dari Aulian.
"Wuiiih selamat bro, sebentar lagi diantara kita bertiga kamu duluan ini ya yang laku", kata Hafiz kepada Aulian dengan tertawa kecil.
"Wajar sajalah diantara kita bertiga kan memang aku yang paling tampan", jawab Aulian dengan pedenya dan sambil tertawa. Membuat Adzriel dan Hafiz hanya memutar bola matanya sebal.
"Terus-terus cerita selanjutnya bagaimana Aul", tanya Adzriel kepada Aulian dan dijawab anggukan oleh Hafiz.
"Sudah malam aku mau tidur, ceritanya dilanjut besok saja, silahkan kalian berdua saja yang menonton, badanku sangat capek sekali, kalau mau pulang, pulang saja", kata Aulian kepada kedua sahabatnya Adzriel dan juga Hafiz, dan setelah itu Aulian langsung saja beranjak dari duduknya untuk kembali kedalam kamarnya.
"Kamu mau kemana Aul?? ", tanya Hafiz kepada Aulian.
"Kekamar tidur", jawab Aulian sambil membuka pintu ruang bioskop yang ada dirumahnya.
Setelah kepergian dari Aulian, Adzriel dan Hafiz mereka langsung saja mematikan film yang sedang tayang dilayar itu.
"Mungkin Aul benar-benar sangat capek, ya sudah kita pulang saja Dzriel, biar Aul bisa istirahat", kata Hafiz setelah mematikan film yang tadi dia tonton.
"Tumben-tumbenan kamu bisa bijak Fiz", jawab Adzriel kepada Hafiz.
"Lagi pula ini sudah pukul sepuluh malam Dzriel, aku juga sudah mengantuk", kata Hafiz kepada Adzriel dengan tertawa.
"Kirain kamu beneran bijak, ternyata sama saja kamu juga mengantuk", jawab Adzriel sambil merangkul pundaknya Hafiz. Dan Hafiz hanya tertawa mendengar perkataan dari Adzriel sahabatnya.
Setelah itu Adzriel dan Hafiz mereka langsung saja keluar dari ruang bioskop dan juga langsung pulang kerumah mereka masing-masing tanpa berpamitan dengan Aulian.
*Flashback Off*
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
Ya begitulah readers sepenggal cerita dari jawaban Zahra kepada Aulian, nanti kita sambung lagi Flashbacknya ya dipart selanjutnyaππππ.
Semoga kalian tidak bingung dipart ini yupsππ karena memang jika kita sedang bercerita kepada teman kita, terkadang sering terpotong dengan pertanyaan-pertanyaan dan perkataan dari sahabat kitaπ
ππππππππππππ
***TBC***
__ADS_1