LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
DALANG DARI FITNAH ZAHRA


__ADS_3

Ketika Aulian sedang asik mengamati kamarnya Zahra, dia tiba-tiba mendengar suara berisik dari luar kamar. Dan waktu Aulian melihat keluar, ternyata Aulian melihat Indra, Pak Rt dan sepasang suami istri yang diperkirakan Aulian mereka adalah yang mempunyai rumah kontrakannya Zahra.


Aulian lalu keluar dan menemui mereka semua, mereka semua dipersilahkan masuk oleh Indra untuk duduk diruang tamu yang ada disitu.


"Apa mereka yang mempunyai kontrakan ini Indra?? ", tanya Aulian yang memulai pembicaraan.


"Iya Tuan Aulian, saya dan istri sayalah yang mempunyai kontrakan ini", jawab laki-laki yang mempunyai kontrakan.


"Apa saya mengenalmu, hingga kamu bisa tahu nama saya?? ", tanya Aulian kepada laki-laki pemilik rumah kontrakan.


"Nama saya Agus Tuan, saya salah satu staf dikantornya Tuan Aulian", jawab laki-laki itu yang mengaku bernama Agus.


"Iya Tuan Aulian, dia salah satu pegawai kantornya Tuan Aulian dibagian staf biasa dikantor Tuan", jawab Indra menambahi perkataan Agus tadi.


"Pak Rt bisa anda jelaskan kenapa tunangan saya bisa difitnah seperti yang anda bilang tadi?? ", tanya Aulian dengan dingin dan tegas kepada ketua Rt.


Belum sempat Pak Rt menjawab datanglah tiga buah mobil, yang ternyata itu mobilnya Papah Ziyas dan beberapa anak buahnya.


"Ada apa Aulian", tanya Papah Ziyas yang langsung mengalihkan pandangan semua orang yang ada disitu.


"Maaf saya terlambat Tuan Aulian", kata Zain yang tiba-tiba datang bersamaan dengan Papah Ziyas.


Indra yang melihat bos besar datang, dia langsung saja berdiri dari duduknya dan langsung mempersilahkan duduk untuk Papah Ziyas disampingnya Aulian.


"Apakah anda Tuan Ziyas Irawan yang sering muncul ditelevisi itu Tuan?? ", tanya Pak Rt dengan nada yang tidak percaya.


"Iya Pak, itu saya", jawab Papah Ziyas dengan tersenyum ramah.


"Sungguh kehormatan bagi saya bisa bertemu dengan anda Tuan", kata Pak Rt dengan tersenyum senang sambil mengajak berjabat tangan Papah Ziyas.


Dan Papah Ziyas juga membalas jabat tangan dari Pak Rt sambil tersenyum ramah.


"Bisa dijelaskan ada apa ini sebenarnya?? ", tanya Papah Ziyas lagi kepada semuanya.


Sedangkan Zain dia juga masih mengamati kenapa ada banyak orang dirumahnya Zahra, dan tiba-tiba dia juga dipanggil oleh Aulian.


Pak Rt lalu menjelaskan seperti apa yang tadi dia katakan kepada Aulian, dan Pak Rt juga bilang yang melapor dengannya adalah istri dari Agus, alias dari pemilik kontrakan itu.


Papah Ziyas dan Zain mereka sangat terkejut mendengar penjelasan dari Pak Rt itu.


"Maaf apakah anda ketua Rt dilingkungan ini Pak?? ", tanya Papah Ziyas kepada Pak Rt.

__ADS_1


"Betul Tuan Ziyas, nama saya Burhan", jawab Pak Rt dengan tersenyum.


"Dan anda Nyonya bisa anda jelaskan darimana informasi itu berasal, karena jika saya tidak terima, saya bisa melaporkan anda kepenjara dengan tuduhan pencemaran nama baik", kata tenang dari Papah Ziyas kepada istrinya Agus. Membuat Istrinya Agus yang biasanya sedikit julid dia langsung diam ketakutan ketika mendengarkan perkataannya Papah Ziyas.


"Ampuni saya Tuan, jangan masukkan saya kepenjara", kata Istrinya Agus itu dan dia langsung saja menceritakan kejadian yang sebenarnya.


*Flashback On*


Mamahnya Rizky yang malam itu baru pulang dari rumahnya Papah Ziyas dengan keadaan marah, dia lalu mempunyai ide untuk membuat perhitungan untuk Zahra, karena fikir Mamahnya Rizky karena Zahralah anaknya bisa masuk kedalam penjara.


"Mamah punya ide Ayah, Mamah tidak bisa tinggal diam saja, ini semua gara-gara wanita yang bernama Zahra", kata Mamahnya Rizky kepada suaminya.


"Mamah jangan aneh-aneh nanti Keluarga kita yang malu Mah, anak kita Rizky dipenjara saja sudah membuat Ayah malu", jawab Tuan Ferdinan kepada istrinya.


"Sudah Ayah diam saja, sudah Mamah mau pergi dulu sebentar", kata Mamahnya Rizky berpamitan kepada suaminya.


Setelah itu Mamahnya Rizky mencari tahu tempat tinggalnya Zahra dari sopir yang pernah mengantarkan Rizky main kerumahnya Zahra.


"Apa benar ini rumahya mang", tanya Mamahnya Rizky kepada sopirnya.


"Benar Nyonya", jawab sang sopir.


Mamahnya Rizky lalu turun dari dalam mobil dan terus melihat kearah rumahnya Zahra.


Ketika sedang asik mengamati rumahnya Zahra, Mamahnya Rizky dikejutkan dengan suara seorang ibu-ibu yang menegurnya.


"Nyonya kenapa melihat kearah rumah saya terus?? ", kata wanita itu kepada Mamahnya Rizky.


Perkataan dari wanita itu membuat Mamahnya Rizky menjadi bingung.


"Bukannya ini rumahnya gadis bernama Zahra Bu?? ", jawab Mamahnya Rizky kepada wanita itu.


"Iya dia yang mengontrak rumah ini, dan rumah ini adalah milik saya", jawab wanita itu yang ternyata istri pemilik kontrakan yang ditempati Zahra.


Mamahnya Rizky lalu mempunyai ide untuk mempermalukan Zahra melalui istri dari pemilik kontrakan tersebut.


*Flashback Off*


"Dia lalu mengajak saya kerumah saya Tuan, dan dia juga bilang, jika Zahra tadi menggoda anaknya yang bernama Rizky, dan terus ketahuan warga lalu katanya Zahra bilang kepada warga jika dia tadi hampir diperkosa anaknya yang bernama Rizky Tuan", jawab istrinya Agus, si pemilik kontrakan.


"Terus gara-gara ucapannya Zahra, anaknya Rizky harus mendekam dipenjara Tuan, dan Nyonya itu juga bilang jika Zahra sudah melarikan diri dan bersembunyi agar dia tidak ketahuan", sambung istri Agus itu lagi.

__ADS_1


"Ketika Nyonya itu sudah pulang, saya langsung mengecek rumah itu, ketika saya mengetuk pintu tidak ada jawaban, akhirnya saya membuka dengan kunci cadangannya Tuan, dan saat saya masuk saya melihat ruang tamu ini begitu berantakan membuat saya semakin yakin akan cerita dari Nyonya itu Tuan, terus paginya saya bercerita dan melapor kepada Pak Rt, jika ada yang melihat Zahra suruh Zahra untuk melapor Pak Rt dan pindah dari lingkungan sini Tuan, begitulah Tuan ceritanya", jawab lagi istrinya pemilik kontrakan.


Sontak perkataan dari istri pemilik kontrakan membuat Tuan Ziyas, Aulian dan Zain semakin marah mendengarnya. Karena Mamahnya Rizky dia tidak jera malah semakin keterlaluan.


"Nyonya apa yang anda dengar itu semua salah, saat ini Zahra sedang berada dirumah saya, dia itu calon menantu saya, dan cerita sebenarnya Zahra itu hampir saja diperkosa oleh orang yang namanya Rizky itu jika tidak diselamatkan oleh anak saya Aulian yang sekaligus tunangannya Zahra, jadi jika anda ingin selamat dari penjara, anda harus mau menjadi saksi dipenjara untuk menjebloskan Mamahnya Rizky itu, karena ini sudah termasuk pencemaran nama baik dan fitnah Nyonya", kata Papah Ziyas kepada istri pemilik kontrakan itu dengan nada marah.


"Dan asal Nyonya tahu, Zahra saat ini sedang mengalami masa trauma yang disebabkan oleh Rizky, jika anda mau mengikuti permainan saya, saya akan membebaskan anda dari jerat hukum", kata tegas Papah Ziyas kepada istri pemilik kontarakan.


"Saya mau Tuan, asal saya jangan dimasukkan kedalam penjara, saya mau, iya kan Yah", kata istri pemilik kontrakan kepada Papah Ziyas dan suaminya Agus.


"Iya Tuan, kami mau menjadi saksi dipenjara maupun dipengadilan sekalipun tuan", jawab Agus juga kepada Papah Ziyas.


"Zain jelaskan kepada mereka berdua", kata Aulian kepada Zain.


"Benar Pak, Bu, apa yang dikatakan Tuan Ziyas adalah benar, dan tadi saya juga baru saja menemui Rizky dipenjara dan dia mengakui semua perbuatannya, dan Rizky juga dikenakan pasal tentang percobaan pemerkosaan dan",....... Kata Zain menjelaskan kepada sepasang suami istri pemilik kontrakan sambil menyebutkan pasal-pasal yang membuat Agus dan istrinya pusing sendiri.


"Dan anda Nyonya yang memfitnah begini juga bisa dikenakan tentang pasal",............. Kata Zain lagi kepada istrinya Agus dan juga menyebutkan pasal-pasal serta kurungan penjara lagi yang membuat istrinya Agus semakin ketakutan saja ketika dia mendengar berapa lama kurungan yang dia dapat.


"Apakah Ibu faham maksud perkataan saya tadi", tanya Zain kepada Istrinya Agus.


"Faham, saya sangat faham, Tuan jangan masukkan saya kepenjara, saya mau menuruti semua perkataannya Tuan, asal saya jangan dimasukkan kedalam penjara", kata Istrinya Agus kepada Zain dan Papah Ziyas dengan sangat ketakutan sekali.


"Pak Rt anda sudah mendengar sendiri kan, pastikan kedua warga anda ini tidak melarikan diri dan saya harap anda mengawasi kegiatan mereka", kata Aulian kepada Pak Rt.


"Siap Tuan Aulian, saya akan awasi mereka dan saya juga akan meredakan gosip yang sudah keburu menyebar dilingkungan sini tentang Zahra", jawab Pak Rt kepada Aulian. Dan Aulian hanya mengangguk saja kepada Pak Rt.


"Sudah sekarang mohon bantuannya kepada Pak Rt dan anda Nyonya serta suami anda untuk membantu kami memasukkan semua barang-barangnya Zahra kedalam mobil box didepan", kata Papah Ziyas kepada Pak Rt dan Agus serta istrinya.


"Baik Tuan", jawab serempak semuanya kepada Papah Ziyas.


Dan setelah itu mereka memasukkan semua barang-barangnya Zahra kedalam mobil box. Untuk semua barang-barangnya Zahra yang ada dikamar termasuk baju semuanya Aulian sendirilah yang memasukkannya kedalam koper, dan tinggal diangkat oleh yang lain untuk dimasukkan kedalam mobil box.


"Ini untuk jika Zahra belum membayar kontrakan", kata Aulian sambil memberikan beberapa lembar uang kepada pemilik kontrakan.


Dan setelah selesai mereka semua termasuk Aulian, Papah Ziyas dan para anak buahnya pergi dari situ. Sedangkan Zain dan juga Indra mereka kembali kerumah mereka masing-masing dan sambil menunggu perintah selanjutnya dari atasan mereka.


πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


Mamahnya Rizky bikin author emosi jiwaπŸ˜…πŸ˜…


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2