LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
DEG-DEGAN GUYS


__ADS_3

Mayang waktu pertama kali sampai dirumahnya Adzriel dia sungguh sangat malu sekali, akan tetapi setelah satu minggu tinggal dirumahnya Adzriel dia sudah mulai terbiasa dan Mayang juga sudah mulai dekat dengan Mamah Hasna yaitu Mamahnya Adzriel.


Hingga dipesta respsinya Mayang dan juga Adzriel pun Mayang sering dibantu Mamah Hasna untuk menata dan merapikan gaun yang dipakainya.


Saat ini semua orang dan para Koleganya Adzriel serta Ayah Falah sudah mengetahui jika Adzriel sudah menikah dan istrinya bernama Mayang.


Setelah pesta resepsinya mereka kemarin, tiga hari kemudian Adzriel langsung saja memboyong Mayang untuk berbulan madu keSAUDI ARABIA sekalian mengenalkan Mayang dengan semua keluarganya yang ada disana sambil menikmati masa bulan madu mereka.


Dan Adzriel juga rencananya tidak cuma mengajak Mayang keARAB saja, namun Adzriel juga akan mengajak Mayang kePAris untuk menikmati masa bulan madu yang romantis berdua saja, ketika Adzriel dan juga Mayang nanti sudah puas berkeliling diARAB.


..........>>>>><<<<<..........


Setelah pulang dari acara pesta resepsinya Adzriel dan juga Mayang kemarin, Zahra sering sekali merasakan lemas dan sakit semua dibadannya.


Akan tetapi Zahra belum bercerita kepada Aulian, karena fikirnya Zahra jika dirinya belum terbiasa dirumah saja, sebab biasanya Zahra sibuk bekerja dan badannya lebih banyak bergerak.


Ketika Aulian yang sudah berangkat kekantor, Zahra dia kembali masuk kedalam kamarnya lagi.


Dan entah kenapa matanya Zahra sudah sangat mengantuk sekali padahal waktu baru menunjukkan pukul sembilan pagi.


"Ini apa yang terjadi dengan tubuhku", kata batin Zahra ketika merasakan ada yang aneh ditubuhnya.


"Mungkin aku terkena anemia", kata Zahra untuk dirinya sendiri ketika sudah duduk dipinggir ranjang.


Zahra lalu berjalan kearah kotak P3K yang selalu tersedia didalam kamarnya untuk mengambil obat penambah darah yang dia punya, dan setelah sudah diambil Zahra lalu meminumnya.


"Mungkin harus aku buat tidur dulu supaya mengantuknya bisa hilang dan obatnya juga bekerja ditubuhku", kata Zahra dan dia mulai merebahkan badannya diatas ranjangnya.


Keadaan itu berlangsung ditubuhnya Zahra selama berhari-hari, dan Zahra juga belum bercerita sama sekali dengan Aulian, walau diwajahnya Zahra terlihat sedikit pucat.


Akan tetapi ketika ditanya oleha Aulian kenapa wajahnya pucat, Zahra selalu menjawab hanya kurang enak badan saja.


Ketika waktu hari pesta resepsinya Zain dan juga Ameera tiba, hari itu tubuhnya Zahra benar-benar sangat lemas sekali, hingga setelah Aulian berangkat kekantor Zahra langsung masuk kedalam kamar dan langsung tidur seperti hari-hari sebelumnya.

__ADS_1


Aulian sengaja berangkat bekerja terlebih dahulu, dan nanti dia akan pulang lagi untuk bersiap-siap berangkat kepesta pernikahannya Zain dan juga Ameera yang akan diadakan sekitar pukul satu siang sampai jam empat sore.


Dirumah sebelum berangkat bekerja Aulian ketika bangun tidur sudah melihat wajah pucatnya Zahra, akan tetapi Zahra selalu menjawab jika dia cuma tidak ada kegiatan hingga membuatnya sering capek saja akhir-akhir ini setelah mengundurkan diri dari kantor.


Aulian sudah memaksa Zahra untuk mengantarkannya berobat keDokter akan tetapi Zahra menolaknya, dan Zahra hanya bilang jika dirinya cuma membutuhkan istirahat dan tidur.


Zahra yang tidak bisa tidur dan merasakan pusing dikepalanya, dia lalu berusaha untuk bangun dan meminum obatnya, akan tetapi ketika dicek Zahra persediaan obatnya yang ada dikota P3K sudah habis, alhasil Zahra memutuskan untuk membeli obatnya diapotek dekat komplek perumahannya diantar oleh sopir pribadi yang ada dirumahnya.


"Bu, Zahra ijin membeli obat dulu ya diapotek depan, persediaan obatnya Zahra habis dikotak P3K, diantar sama Mamang ko Bu", pamit Zahra kepada Ibu Dina yang sedang menonton televisi.


"Kenapa tidak menyuruh Mamang atau Bibi saja yang membelinya Nak, kan kamu bisa beristirahat dirumah, kata Nak Aul kamu sedang tidak enak badan", jawab Ibu Dina kepada Zahra sambil mengalihkan pandangannya kearahnya Zahra.


"Zahra hanya takut mereka salah membelinya Bu dan Zahra lebih suka membeli sendiri persediaan obatnya Zahra", kata Zahra kepada Ibu Dina lagi.


"Ya sudah sebentar saja ya Nak, setelah itu langsung pulang istirahat dan hati-hati dijalan", kata Ibu Dina kepada Zahra.


"Iya Bu", jawab Zahra dan dia langsung saja berlalu dari hadapannya Ibu Dina setelah menyalami tangannya Ibu Dina.


Zahra yang diantar sopir pribadi rumahnya pun saat ini sudah berada didalam mobil untuk menuju keapotek terdekat, yang hanya menempuh perjalanan sekitar lima belas menit saja.


"Mbak, obat pusing, lemas sama untuk yang sering mengantuk apakah ada??", kata Zahra kepada apotekernya itu.


"Apakah Mbaknya sudah menikah??", tanya sang apoteker kepada Zahra.


"Sudah Mbak", jawab Zahra kepada apoteker itu.


"Itu bisa jadi Mbaknya kurang darah, atau bisa juga Mbaknya sedang hamil Mbak, apakah Mbaknya sudah pernah dicek, karena gejala yang Mbak sebutkan tadi mirip sekali dengan wanita yang sedang hamil muda", jawab sang apoteker kepada Zahra.


Zahra langsung saja deg-degan sekali ketika mendengar perkataan dari apoteker, dan Zahra juga sampai tidak kefikiran jika dirinya bisa saja sedang hamil.


"Apakah Mbak juga merasakan mual diperutnya atau bawaannya pingin muntah begitu Mbak??", kata apoteker itu lagi kepada Zahra.


"Tidak Mbak, hanya saja nafsu makan saya malah lebih banyak dari biasanya", jawab Zahra kepada apoteker itu.

__ADS_1


"Sebentar Mbak", kata Apoteker itu kepada Zahra dan dia langsung berlalu masuk seperti sedang mengambil obat.


Dan Zahra hanya mengangguk saja kepada apoteker itu.


"Begini saja Mbak, ini tiga tespack yang paling bagus, nanti Mbaknya dirumah coba dites dulu siapa tahu Mbak memang beneran hamil, dan ini adalah obat sementara untuk penghilang rasa pusing yang tidak apa-apa dikonsumsi oleh Ibu hamil Mbak", kata apoteker itu kepada Zahra sambil memperlihatkan barang-barang yang disebutkannya tadi.


"Dan kalau boleh tahu Mbaknya menikah sudah berapa lama ya??", tanya sang apoteker lagi kepada Zahra.


"Sudah jalan hampir tiga bulanan Mbak", jawab Zahra kepada apoteker itu.


"Ternyata pengantin baru tho", goda apotekernya kepada Zahra, dan Zahra langsung tersenyum malu ketika mendengarnya.


"Dan saya yakin jika Mbaknya sedang hamil, nanti jika memang benar positif hamil Mbak segera cek kedokter supaya bisa mendapatkan vitamin dan juga obat khusus Ibu hamil ya Mbak", kata Apoteker itu lagi kepada Zahra dan langsung diaamiinin oleh Zahra.


"Baik Mbak, terimakasih atas informasinya dan saya juga membeli obat......", kata Zahra kepada apoteker itu sambil menyebutkan obat-obatan untuk persediaan dirumahnya kepada apoteker itu.


Setelah membayar semua obat-obat yang dibelinya tadi serta ketiga testpack nya, Zahra langsung saja kembali pulang kerumah lagi dengan fikiran yang berkecamuk.


Dan jika Zahra fikir-fikir, memang ada benarnya juga apa perkataan dari apoteker tadi jika dirinya bisa saja sedang hamil, karena Zahra belum mendapatkan tamu bulanannya semenjak menikah dengan Aulian.


Sesampainya dirumah Zahra langsung saja berlalu masuk kedalam kamarnya dengan tidak sabar untuk segera mengecek urinnya menggunakan testpack yang dibelinya tadi.


Zahra yang sudah masuk kedalam kamar dia lalu menyediakan sebuah wadah kecil untuk menampung urinnya itu.


Tanpa menunggu lama Zahra langsung masuk kedalam kamar mandi dan menampung sedikit urinnya didalam wadah itu sesuai petunjuk yang ada didalam kemasan testpack tersebut.


Zahra dengan gemetaran dan jantung yang bertalu-talu dia mulai membuka semua bungkus testpack yang dibelinya.


Ketiga testpack itu dia buka semua, dan semua-semuanya dimasukkan kedalam urinnya tadi, dan Zahra lalu menunggu selama beberapa menit dengan perasaan yang sangat amat penasaran dan serta deg-degan sekali.


...🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀...


Iklannya mau lewat dulu 🤣🤣🤣

__ADS_1


...💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕...


***TBC***


__ADS_2