
Dan benda yang diambil Ameera adalah sebuah testpack. Ketika dia sudah mendapatkan benda yang diharapkannya, Ameera langsung saja berjalan masuk kedalam kamar mandi.
Sedang Zain yang lagi berada didalam ruang walk in closet dan lagi memakai pakaian kerjanya dia tidak mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh Ameera tadi ketika berada didalam kamar.
Ameera yang sudah masuk kedalam kamar mandi, dia langsung paksakan buang air kecil walau itu hanya sedikit saja.
Air seninya yang sangat sedikit itu yang sudah Ameera tampung didalam wadah yang juga sudah dibawanya tadi, Ameera langsung saja membuka kemasan testpack yang dibawanya.
Ameera sangat yakin, walau air seninya hanya sedikit namun yang namanya positif hamil akan tetap positif hasilnya.
Ameera sedikit ragu untuk mencelupkan testpack itu kedalam air seninya, karena dia sudah mempunyai beberapa pengalaman yang hasilnya selalu membuat dia kecewa.
Namun karena rasa penasaran yang sangat tinggi, takut tidak takut Ameera langsung saja memasukkan testpack yang sudah disiapkannya itu kedalam air seninya.
"Bissmillah", kata Ameera sambil mencelupkan testpacknya sambil memejamkan matanya juga.
Ameera yang sangat tidak sabar sekali akan hasilnya walau baru sebentar dia langsung saja mengambil testpack itu.
Ketika dia tidak percaya akan hasilnya, dia membuka bungkusan testpack keduanya untuk lebih meyakinkan hatinya lagi.
Dan lagi-lagi hasilnya pun sama, yaitu garis dua, artinya Ameera positif hamil.
Ameera yang sangat tidak sabar ingin segera menunjukkan hasilnya kepada Zain, dia langsung saja keluar dari dalam kamar mandi dan langsung memanggil-manggil namanya Zain.
"Sayang, sayaaaaang, Mas.....", panggil Ameera kepada Zain.
Dan Zain yang lagi mengancingkan kemejanya, dia langsung saja keluar dari dalam ruang walk in closet ketika mendengar namanya dipanggil oleh Ameera.
"Ada apa sih sayang, pagi-pagi teriak-teriak??", kata Zain ketika sudah keluar dari dalam walk in closet sambil masih mengancingkan kemejanya.
"Mas aku hamil, aku hamil anak kita Mas", kata Ameera kepada Zain dengan sangat tidak sabaran dan sambil menunjukkan wajah yang sangat bahagia sekali.
Zain yang mendengar perkataannya Ameera dia sungguh sangat terkejut sekali.
__ADS_1
"Apa Meera kamu hamil, beneran kamu hamil??", kata Zain kepada Ameera dengan ekspresi terkejutnya.
"Iya Mas, ini coba lihat", kata Ameera sambil mengangguk dan sambil juga memberikan testpacknya tadi.
Zain yang menerima testpack itu dia langsung saja melihatnya dengan mata berkaca-kacanya, karena benar ada dua garis didua testpack yang dipegangnya itu.
Tanpa banyak berkata Zain langsung saja membawa Ameera kedalam pelukannya dengan sambil menciumin kepalanya Ameera yang tertutup hijab itu.
Zain tidak mengira jika dipagi itu dia dan juga Ameera akan mendapatkan kabar gembira yang mereka harap-harapkan sejak beberapa bulan yang lalu.
Zain lalu melepaskan pelukannya dibadannya Ameera dan langsung mengusap lembut perutnya Ameera dengan senyum yang terus mengembang dengan sempurna.
"Hari ini kita harus periksa keDokter kandungan ya sayang, namun aku mau berangkat kekantor dulu untuk ijin kepada Tuan Aulian, serta menitipkan berkas pentingku dulu kepada Mas Indra karena sedang diperlukan oleh Tuan Aulian", kata Zain kepada Ameera istrinya.
"Iya Mas, aku setuju dan aku mengikut saja apa katamu", jawab Ameera kepada Zain sambil tersenyum manis sekali.
"Baiklah aku berangkat sekarang saja ya supaya bisa cepat sampai dikantornya", kata Zain kepada Ameera sambil berlalu masuk kedalam walk in closet untuk memgambil jas kerjanya.
"Tapi kan Mas belum sarapan", kata Ameera kepada Zain.
Dan Zain langsung saja berangkat kekantor sambil berpamitan kepada Ameera ketika dia sudah selesai bersiap-siapnya.
Ameera langsung saja memberitahukan kepada kedua orang tuanya dan juga kedua mertuanya jika dia sedang hamil anaknya Zain sekarang ketika Zain sudah berangkat kekantor.
Sungguh kedua orang tuanya Ameera dan juga Zain sangat senang mendengar kabar gembira itu dari Ameera, karena itu artinya mereka akan mendapatkan cucu pertama mereka.
Dan singkat cerita Zain dia sudah kembali dari kantor setelah ijin dengan Aulian dan menitipkan berkas penting kepada Indra.
Indra langsung saja mengucapkan selamat kepada Zain ketika mendengar alasan Zain ingin mengantar Ameera untuk check up kandungannya.
Begitupun dengan Aulian dia juga turut bahagia ketika mendengar jika Ameera sedang hamil anaknya Zain.
Aulian langsung memberikan libur kepada Zain untuk hari itu saja untuk menemani Ameera check kandungannya.
__ADS_1
Aulian pun dia langsung menelfon Zahra untuk memberitahukan kabar gembira dari sahabatnya Ameera dan juga Zain.
Zahra turut serta bahagia mendengar kebahagiaan dari Zain dan juga Ameera, dan Zahra dengan tulus mendoakan Ameera semoga dia sehat dan lancar sampai hari dimana dia melahirkan anak pertamanya.
Setelah mendapat kabar dari Aulian, Zahra langsung menelfon sahabatnya Khansa untuk memberitahukan kabar gembira itu juga.
"Halo Assalamu'alaikum Ra", kata Khansa ketika menerima telefon dari Zahra.
"Halo wa'alaikumussalam Sa, kamu sedang apa, mengganggukah aku??", kata Zahra kepada Khansa.
"Tidak, aku cuma lagi mengawasi Adzkhan yang lagi main, ada apa kamu menelfonku Ra??", jawab Khansa kepada Ameera.
"Aku cuma mau memberitahukanmu jika Ameera saat ini dia sedang hamil, duh senengnya aku mendengarnya, akhirnya dia bisa diberikan kepercayaan oleh Allah juga sama seperti kita", kata Zahra kepada Khansa.
Khansa juga sangat senang sama seperti Zahra ketika mendengar kabar kehamilannya Ameera.
Karena Khansa dan juga Zahra sangat tahu bagaimana gundah gulana hatinya Ameera ketika belum hamil-hamil juga, sebab Ameera terkadang masih sering curhat kepada Khansa dan juga Zahra.
"Waaah apakah benar Zahra, jika benar syukurlah, aku juga ikut senang mendengarnya, semoga dia bisa lancar dan sehat sampai dia melahirkan nantinya", kata Khansa kepada Zahra.
"Iya Sa, aamiin, oh ya aku tutup dulu telefonnya ya, itu Baby Fika menangis mungkin dia haus karena terbangun dari tidurnya", kata Zahra kepada Khansa.
Dan Khansa sendiri dia sangat senang sekali dengan baby Fika anaknya Aulian, Zahra, bahkan Khansa ingin sekali menjodohkan Adzkhan dengan baby Fika kelak ketika mereka sudah besar.
Tidak cuma Khansa, namun Hafiz juga sangat sayang dan senang dengan baby Fika yang wajahnya sungguh sangat manis dan lucu sekali, serta kulitnya yang putih bersih.
"Aaah calon menantuku menangis, ya sudah sana tenangkan dulu calon menantuku itu, kasihan dia, jangan sampai calon menantu masa depanku rewel", kata Khansa kepada Zahra membuat Zahra langsung tertawa geli mendengarnya.
Zahra dan juga Khansa langsung saja mematikan sambungan telefon mereka masing-masing, ketika mereka sudah sepakat ingin mengakhiri panggilan telefon mereka.
Adzriel sendiri belum pernah melihat wajahnya Baby Fika, mungkin jika dia sudah melihat wajahnya baby Fika, dia akan sama senangnya seperti yang lainnya, atau bisa juga sama seperti Hafiz dan juga Khansa yang ingin menjadikan Baby Fika sebagai calon menantu masa depannya.
Karena jika suatu saat Baby Fika berjodoh dan menikah dengan anaknya Adzriel dan juga Mayang sangat bisa sekali, sebab silsilahnya mereka tidak sedarah dan didalam islam mereka sah jika menikah.
__ADS_1
...πππππππππππππ...
...***TBC***...