LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
BIJAKNYA ZAHRA


__ADS_3

Akhirnya orang yang ditunggu-tunggu oleh Zahra akhirnya datang juga, sedang Aulian dia bersembunyi dahulu didalam kantor owner pemilik Cafe, bersama Papah Ziyas, Kak Qiyas dan juga Pemilik Cafe yang bernama Restu sambil memperhatikan CCTV yang tertuju ketempat duduknya Zahra.


"Iya itu Via Kak, Pah", kata Aulian ketika Aulian melihat Via datang menghampiri Zahra.


"Apa yang ingin kamu ketahui dari foto itu Zahra??", kata Via dengan tiba-tiba kepada Zahra dan langsung duduk dikursi depannya Zahra dan sesuai dengan rencana.


Zahra yang terkejut tiba-tiba ada seorang wanita cantik langsung duduk didepannya, akan tetapi Zahra langsung bisa merubah mimik mukanya mejadi biasa saja.


"Kenapa Mbak mengirimkan foto itu kepada saya, apa maunya Mbak kesaya", kata Zahra kepada Via.


Aulian dan yang lainnya mendengar dengan jelas semua perkataannya Zahra dan juga Via, dari camera yang tersembunyi dari dalam tasnya Zahra. Belum sempat Via menjawab perkataannya Zahra, Zahra dan juga Via didatangi seorang waiters untuk menanyakan pesan apa, dan Via tidak menyadari jika waiters itu adalah Ayah kandungnya sendiri. Zahra hanya memesan orange jus, sedang Via tidak memesan apa-apa, dan waiters itu lalu pergi dari hadapannya Via dan juga Zahra ketika sudah mencatat yang dipesan oleh Zahra.


"Mau saya kamu meninggalkan Aulian dan membatalkan pernikahan kalian", jawab Via kepada Zahra dengan nada mengintimidasi sekali kepada Zahra.


"Apa hak anda melarangku untuk menikah dengan Abang Aul", jawab Zahra dengan sangat berani kepada Via.


"Karena saya mencintai dia sejak kami pertama kali masuk kuliah bersama dulu, dan kamu jangan coba-coba melawan saya Zahra", kata Via kepada Zahra dengan sombongnya.


Sebelum Zahra menjawab Ayahnya Via yang menyamar sebagai waiters tadi dia mengantarkan pesanan minumannya Zahra. Dan setelahnya itu dia berlalu pergi, akan tetapi dia tidak benar-benar pergi melainkan Ayahnya Via yang menyamar sebagai waiters dia berpindah posisi berdiri disamping meja belakangnya Via dan Tuan Andi bisa sangat jelas mendengar semua percakapannya Via dengan Zahra.


Bahkan Tuan Andi sendiri dia tidak tahu jika semua pengunjung Cafe itu adalah orang yang sudah bekerja sama dan terlibat dalam rencananya Kak Qiyas.


"Aku juga sangat mencintai Abang Aul Mbak, dan mungkin memang cinta Mbak lebih besar dari cinta saya, baiklah saya berjanji akan mengabulkan permintaannya Mbak asal Mbak mau mengakui semuanya kepadaku, karena saya juga tidak akan sembarangan dengan mudah untuk melepaskan orang seperti Abang Aul", jawab Zahra lagi kepada Via dengan tenang.


Via lalu mengakui semuanya, jika dia yang mengirimkan foto itu kepada Zahra bertujuan Zahra marah kepada Aulian dan akan membatalkan pernikahan mereka dan Via juga mengatakan kepada Zahra jika dia sangat mencintai Aulian.


"Jawab jujur satu pertenyaanku lagi Mbak, foto itu asli atau editan??", tanya Zahra kepada Via.


"Karena saya yakin Abang Aul tidak mungkin foto seperti itu bersama seorang wanita", kata Zahra lagi kepada Via.


"Baiklah saya akui jika foto itu memanglah hasil editan dari teman saya", jawab Via dengan begitu tenangnya kepada Zahra.


Ketika mendengar perkataannya Via Kak Qiyas menyuruh Aulian keluar melalui pintu belakang dan masuk lagi melalui pintu depan.


"Hai sayang, Via??", sapa Aulian kepada Zahra dan Aulian dia pura-pura terkejut ketika melihat Via duduk dimeja yang sama dengan Zahra.


"Ada apa ini, kenapa kalian bisa satu meja begini, dan katanya kita mau makan siang bersama sayang, kenapa ada Via disini", kata Aulian kepada Zahra dan dia sudah mulai berakting didepannya Via.


Sedang Via dia sudah memasang muka manis sok kecantikannya didepannya Aulian ketika dia melihat Aulian tadi datang dan langsung duduk dikursi disampingnya Zahra.

__ADS_1


"Zahra ingat janji kamu dan perkataanmu yang tadi kamu katakan kepadaku", kata Via kepada Zahra. Dan Zahra dia hanya mengangguk kecil kepada Via.


"Ada apa kalian, bisa jelaskan kepada Abang Zahra??", kata Aulian berpura-pura bingung dengan situasi yang ada.


"Abang Zahra mau pernikahannya kita dibatalkan, dan Abang menikah saja dengan Mbak Via, dia sangat mencintai Abang tidak seperti Zahra yang cintanya Zahra sudah terbagi dengan laki-laki lain selain Abang", kata Zahra berakting kepada Aulian.


"Apa yang kamu katakan Zahra, jangan bercanda kepada Abang, semua undangan sudah kita sebar Zahra, Abang tidak mungkin membatalkannya begitu saja", kata Aulian berpura-pura syok mendengar perkataannya Zahra.


Sedang Via dia begitu bahagia sekali mendengar Zahra mau membatalkan pernikahannya dengan Aulian.


"Zahra tidak bisa Abang, maafkan Zahra, untuk masalah undangan itu, posisi Zahra bisa digantikan dengan Mbak Via Abang", kata Zahra sambil berakting menangis juga dihadapannya Via.


Via sungguh sangat suka sekali pemandangan yang ada dihadapannya itu, pemandangan Zahra dan Aulian yang sedang bertengkar dan Zahra akan membatalkan pernikahannya.


"Aku tidak bisa, pokoknya tidak bisa dan tidak mau Zahra", jawab Aulian dengan begitu mendramatisir mimik mukanya.


"Maafkan Zahra Abang", kata Zahra kepada Aulian dan dia langsung berdiri dan akan berlalu pergi dari hadapannya Aulian.


Akan tetapi Aulian dia tidak akan membiarkannya Zahra pergi meninggalkannya dengan Via. Aulian langsung beranjak berdiri dari duduknya sambil memegangi tangannya Zahra yang akan pergi sambil berkata dengan sura lantangnya.


"Tangkap dia", kata Aulian dengan begitu lantangnya sambil menunjuk Via yang sedang duduk didepannya.


...*Flashback Off*...


"Tuan Ziyas saya mohon jangan laporkan anak saya kekantor polisi yang sudah menyalah gunakan media sosial untuk merusak hubungannya anak anda dengan tunangannya Tuan", kata Tuan Andi memohon kepada Papah Ziyas yang berdiri tidak jauh dari mejanya Aulian dan juga Zahra.


"Mereka semua sudah mendengar sendiri Tuan Andi, saya menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian", jawab Papah Ziyas kepada Tuan Andi.


"Jika aku tidak bisa mendapatkan Zahra lebih baik aku tidak akan menikah sampai aku bisa menemukan wanita yang mempunyai karakter seperti Zahra Via, bukan kamu tentunya, lihat saja sifat, sikap dan perilaku kamu bahkan tidak ada sama sekali dengan kriteria wanita idamanku, ditambah lagi kamu juga tidak berhijab, jauh dari wanita idamanku", kata Aulian dengan tenang kepada Via dan langsung mengskakmat Via.


"Jahat kamu Aulian", kata Via sambil menangis kepada Aulian.


"Maaf Tuan Andi anak anda Via sudah termasuk menyalahgunakan fotonya Tuan Aulian tanpa seijinnya, dan Tuan Aulian sangat terganggu akan hal itu, apalagi tujuan Nona Via adalah untuk menghancurkan hubungannya Tuan Aulian dan juga nona Zahra yang akan menikah sebentar lagi, itu sama saja melanggar Undang-Undang ITE Tuan Andi", kata Pak Polisi yang sedang menyamar itu kepada Tuan Andi Ayahnya Via.


"Nak Aulian, tolong bantu saya, maafkan anak saya, anda tahu sendiri jika Via adalah anak saya satu-satunya Tuan, tolong jangan masukkan anak saya kepenjara Tuan, sebagai jaminannya saya yang akan menjamin jika anak saya Via tidak akan menggangu kalian semua lagi", kata Tuan Andi memohon dengan sangat kepada Aulian.


Aulian dia memalingkan mukanya dari Tuan Andi, sedangkan Zahra dia terenyuh mendengar perkataannya Tuan Andi itu, karena Zahra menjadi rindu dengan almarhum Ayahnya yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.


Zahra langsung maju kedepan mendekat kerahnya Tuan Andi, sambil berkata yang membuat semua orang terenyuh dan bangga kepada Zahra.

__ADS_1


"Sungguh jika Ayahku masih hidup, beliau mungkin juga akan membelaku dan memelukku jika saya mengalami situasi yang seperti ini Tuan, walau sebesar apapun kesalahanku", kata Zahra kepada Tuan Andi sambil tersenyum.


Zahra langsung bergantian berjalan kearahnya Via yang sedang ditahan oleh anak buahnya Papah Ziyas itu.


"Saya memang anak orang miskin Mbak Via, akan tetapi bukan harta yang membuat kita miskin, melainkan perilaku kita sendiri Mbak. Disini sesama perempuan saya memahami sekali perasaannya Mbak Via yang sudah dibutakan oleh cinta, ini bukan cinta Mbak namanya melainkan obsesi. Jika Mbak Via mencintai Abang Aul dan Abang Aul memilih wanita lain selain Mbak Via, Mbak Via seharusnya bisa merelakannya, bukannya banyak yang mengatakan, jika mencintai tidak harus memiliki, dan walau kita tidak memiliki orang yang kita cintai akan tetapi dia sudah bahagia dengan pilihannya, bukannya kita juga turut meraskan bahagia", kata Zahra begitu bijak kepada Via.


"Bila yang kamu cintai tidak bersanding denganmu, itu namanya dia tidak berjodoh denganmu Mbak, kejarlah impianmu, raihlah masa depanmu Mbak Via, masih banyak begitu laki-laki yang lebih baik lagi dari calon suamiku. Aku segenap hati memaafkanmu Mbak Via", kata Zahra kepada Via sambil tersenyum manis sekali.


Via langsung saja menangis mendengar perkataannya Zahra, begitupun dengan yang lain, mereka pada terenyuh dengan perkataannya Zahra. Dan Aulian tambah semakin yakin untuk menjadikan Zahra sebagai istrinya, bahkan Aulian dia tersenyum sangat tipis sekali ketika mendengar perkataannya Zahra yang begitu bijak dan sangat dewasa.


Via langsung saja melepaskan pegangan tangan para anak buahnya Papah Ziyas dan dia langsung saja memeluk Zahra dengan erat, dan dibalas juga oleh Zahra pelukannya Via.


"Kamu memang benar-benar wanita yang baik Zahra, sungguh maafkan saya yang tadi ada niatan untuk memisahkanmu dengan Aulian, maukah kamu menjadi temanku Zahra", kata Via dengan sangat menyesal kepada Zahra.


"Dengan senang hati Mbak", jawab Zahra kepada Via ketika mereka sudah melepaskan pelukannya.


"Aulian maafkan aku, dan mulai detik ini aku berjanji tidak akan mengganggu hubungan kalian lagi, dan aku juga pasrah jika kalian akan memasukkanku kedalam penjara", kata Via kepada Aulian dengan tersenyum sendu meratapi akan nasibnya.


"Pah bolehkah??", kata Zahra kepada Papah Ziyas, dan Papah Ziyas mengerti maksud dari perkataannya Zahra, dia lansung saja mengangguk kepada Zahra.


"Mbak, saya ikhlas memaafkan Mbak Via, dan saya tidak akan memasukkan Mbak Via kedalam penjara, raihlah impianmu Mbak, bahagiakan kedua orang tuamu, bahkan Ayah Mbak Via saja mau merendahkan harga dirinya hanya untuk memohon supaya Mbak Via tidak dimasukkan kedalam penjara", kata Zahra kepada Via.


"Terimakasih Zahra, aku sangat berterimakasih sekali kepadamu, dan sekali lagi maafkan saya", kata Via lagi kepada Zahra sambil memegang kedua tangannya Zahra.


"Nak terimakasih, sungguh mulia sekali hati kamu Nak, dan saya malu tidak bisa membimbing anak saya seperti dirimu", kata Tuan Andi kepada Zahra.


"Kalau begitu kami permisi dahulu Nak, Tuan Ziyas, Tuan Aulian dan Tuan Qiyas", sambung lagi Tuan Andi berpamitan kepada semua orang yang tadi disebutkannya.


Setelah itu Tuan Andi dan Via mereka berdua berlalu pergi dari Cafe itu. Semua orang merasa bangga kepada Zahra, terutama Aulian dan Papah Ziyas dia semakin sayang dengan Zahra layaknya dia sayang kepada anak kandungnya sendiri.


Semua kejadian tadi tidak luput dari rekaman para wartawan yang berjumlah dua orang itu yang tadi sengaja diundang oleh Kak Qiyas untuk mengantisipasi jika beritanya akan tersebar yang tidak-tidak tentang Aulian, apalagi pernikahannya Aulian dan Zahra tinggal menghitung hari.


Setelah semuanya selesai mereka semua kembali lagi pada kegiatan mereka masing-masing, dan untuk urusan Cafe Kak Qiyas sudah menyerahkannya kepada anak buahnya untuk mengurusnya. Bahkan belum ada satu hari masalah itu sudah terselesaikan dengan baik, berkat pemikiran Zahra juga yang sangat dewasa.


Dan orang yang paling lega disitu adalah Aulian, karena dia menjadi bisa untuk meneruskan pernikahannya dengan Zahra.


...🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺...


Nih tak kasih bonus readers, nanti readers kebawa mimpi karena saking penasarannyaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.

__ADS_1


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


***TBC***


__ADS_2