LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
MUNGKIN JODOHNYA ADZRIEL


__ADS_3

Tadi ketika Aulian yang melihat Zahra baru saja keluar dari tempat persembunyiannya, Aulian melihat Zahra dengan begitu terpesonanya sekali, hingga Kak Qiyas yang duduk bersebelahan dengsan Aulian dia lalu mulai menggoda adiknya Aulian itu.


"Aul itu air liurnya menetes itu lho", goda Kak Qiyas kepada Aulian sambil tertawa kecil. Dan Aulian langsung reflek mengusap sudut bibirnya. Membuat semua Keluarga yang mendengar pada tertawa semua. Sedang Zahra dia hanya tersenyum lucu ketika melihat tingkahnya Aulian, yang sekarang menjadi suaminya.


Dan ketika Zahra sudah sampai disampingnya, jantung Aulian sungguh berdetak dengan sangat kencang sekali, sama seperti yang Zahra rasakan.


"Istriku", batin Aulian sambil melihat Zahra yang baru saja duduk disampingnya dengan senyum merekah yang sangat lebar sekali, karena Aulian dia merasa sangat bahagia sekali.


Ketika Zahra mulai mencium tangannya Aulian, Aulian begitu senang sekali, rasanya dia tidak ingin melepaskan pegangan tangannya Zahra ditangannya, dan ketika Aulian disuruh mencium keningnya Zahra, sungguh Aulian tidak menyangka jika dia begitu sangat mencintai Zahra, dan tanpa sepengetahuan semua orang hatinya Aulian begitu menghangat ketika dia mencium keningnya Zahra.


Selama sesi meminta restu kepada kedua orang tua dan Keluarga, Aulian dan Zahra sangat-sangat bahagia sekali. Hingga akhirnya acaranya selesai dan mereka kembali kerumahnya Papah Ziyas tempat diadakannya syukuran atas pernikahannya Aulian dan juga Zahra.


Aulian dan Zahra mereka selalu bergandengan tangan, serasa ada lem dan magnet ditangan mereka, sambil mengumbar senyum terus-menerus, karena mereka hari itu sungguh sangat-sangat bahagia sekali.


Akhirnya mobil yang ditumpangi oleh Zahra dan juga Aulian sampai juga dikediamannya Papah Ziyas, Aulian lalu membantu Zahra untuk turun dari mobil dan masuk kedalam rumah yang halamannya sudah disulap dengan sedemikian rupa itu.


Bahkan sudah disediakan panggung pelaminan kecil juga untuk Zahra dan juga Aulian. Para pencarin gosip dan berita, khususnya para wartawan mereka ketika mengetahui Keluarga Irawan akan menikahkan anak ketiganya yaitu Aulian, mereka sudah sering mendatangi rumahnya Papah Ziyas.


Akan tetapi Papah Ziyas, Aulian dan juga Kak Qiyas sudah mengantisipasinya dengan sengaja menyediakan begitu banyak bodyguard dan anak buah untuk mengatasi para wartawan supaya tidak mengganggu jalannya acara.


Acara pesta pernikahannya Aulian dan juga Zahra diadakan tertutup untuk para pencari berita diluar rumahnya Papah Ziyas. Bahkan ketika acara pengajian dan yang lainnya pun juga dijaga ketat oleh para anak buahnya Papah Ziyas.


Walau para rombongan pengantin pada berjalan kaki tadi ketika akan kemasjid, mereka semua tidak diganggu berbagai pertanyaan dari wartawan karena para wartawan sudah ditahan dipintu masuk komplek, untuk beberapa hari sebelum acara pernikahannya Aulian dan juga Zahra, Papah Ziyas sudah meminta ijin kepada Ketua Rt untuk memperketat penjagaan dipintu masuk komplek, demi kenyamanan semua Keluarga dan Kelancaran pesta pernikahannya Aulian dan juga Zahra.


Ketua Rt begitu kooperatif dan mensetujui permintaannya Papah Ziyas. Dan untuk warga komplek yang lain mereka setuju-setuju saja dan memaklumi sebab mereka semua tahu siapa itu Keluarga William.


Aulian dan Zahra walau sudah duduk dipanggung pelaminan sederhana tapi tetap saja masih terkesan mewah, mereka tetap berpegangan tangan seakan enggan untuk melepaskan satu sama lainnya.


Untuk para sahabatnya Aulian dan juga Zahra mereka semua juga diundang diacara pernikahannya Zahra dan juga Aulian. Mereka yang terdiri dari, Khansa dan juga Hafis, Ameera dan juga Zain, serta Adzriel mereka semua turut hadir menyaksikan jalannya ijab kabulnya Aulian dan juga Zahra.


Bahkan Khansa sendiri yang sedang hamil lima bulan dia begitu semangat dan bahagia sekali ketika mendengar Zahra akan menikah, sampai-sampai dia tadi datang kerumahnya Papah Ziyas pagi sekali sekitar jam tujuh pagi, dan dia juga menemui Zahra dan serta menemani Zahra ketika sedang dimakeup.


Untuk Ameera sendiri hubungannya dengan Zain juga semakin dekat saja, bahkan kedua keluarga mereka sudah saling bertemu dan saling megenal dengan baik.


Ketika Zain menemui Zahra dan juga Aulian untuk meminta tolong kepada Zahra supaya Ibunya bisa hadir dalam acara lamaran resminya dengan Ameera, Zahra sekuat hati berusaha ikhlas memberikan hadiah kepada Zain dengan mencabut tuntutannya kepada Ibu Kani Ibunya Zain.


Ibu Kani dia begitu tertampar sekali dengan sikapnya Zahra kepadanya, karena selama bertahun-tahun dia sudah berbuat jahat kepada Zahra, akan tetapi Zahra mau berlapang dada memaafkan semua sikap jahatnya kepada Zahra.


Ibu Kani begitu menyesal sekali kepada Zahra, dan dia setulus hati meminta maaf atas sikapnya yang dulu pernah dilakukannya kepada Zahra dan juga kepada Ibu Dina Ibunya Zahra.

__ADS_1


Sejak saat itu Ibu Kani dia selalu bersikap baik kepada Zahra, dan Ibu Kani sekarang menyesal kenapa dia dulu bisa begitu membenci gadis yang begitu baik seperti Zahra, dan andai saja dia tidak benci dengan Zahra, mungkin saat itu Zahra sudah menjadi menantunya.


Tapi apalah daya, nasi sudah menjadi bubur, jadi sekarang walau Zahra bukan menantunya dia akan menganggap Zahra sebagai anak kandungnya sendiri, begitupun dengan Ameera, calon menantunya.


Zain begitu sangat bahagia sekali ketika Zahra mau mencabut tuntutannya dan mau membebaskan Ibunya dari penjara. Sungguh Zain sangat senang bisa pernah mencintai Zahra dahulu, akan tetapi Zain sekarang sudah akan membuka lembaran baru dengan Ameera yang sifat dan akhlaknya hampir mirip dengan Zahra.


Bahkan Zain sekarang sudah sangat mencintai Ameera, dan cintanya untuk Zahra sudah tersimpan apik didasar hatinya yang paling dalam. Untuk pernikahannya Zain dan juga Ameera sendiri kedua belah Keluarga mereka sudah menentukan jika acaranya akan diadakan dua bulan dari hari acara lamarannya Zain dengan Ameera kemarin.


Kembali lagi keAulian dan juga Zahra. Mereka begitu serasi dan begitu terlihat sekali jika mereka sangat mencintai satu sama lainnya.


"Zahra, akhirnya hari yang paling Abang tunggu dari dulu bisa terjadi juga, dan Abang sangat bahagia sekali sayang", kata Aulian kepada Zahra sambil duduk diatas panggung pelaminan.


"Zahra juga begitu bahagia sekali Abang, semoga Ayah disurga sana melihat dan menyaksikan kebahagiaannya Zahra bersama Abang saat ini", jawab Zahra kepada Aulian dengan mata yang berkaca-kaca karena teringat dengan Ayahnya yang sudah meninggal.


Aulian yang mendengar perkataannya Zahra dia langsung tersenyum manis sambil menenangkan Zahra.


"Suuussst, sudah ya sayang jangan sedih lagi, nanti Ayah disana juga ikutan sedih jika dihari bahagia seperti ini kamu sedang bersedih", kata Aulian kepada Zahra sambil merangkul pundaknya Zahra.


"Nanti setelah semuanya selesai kita berkunjung lagi kemakamnya Ayah ya Abang", kata Zahra kepada Aulian.


"Dengan senang hati istriku", jawab Aulian kepada Zahra sambil tersenyum manis sekali.


"Lanjut nanti malam lagi kan bisa tho, apa tidak malu tuh jadi tontonan gratis oleh mereka semua", kata Hafiz kepada Aulian ketika Hafiz sudah naik diatas panggung pelaminan.


Aulian langsung tertawa kecil kepada Hafiz, dan langsung saja berdiri dari duduknya.


"Selamat ya Aul, Zahra, aku mau pamit pulang sekarang karena nanti jam satu aku ada meeting dengan client penting, maafkan aku yang tidak bisa menemanimu hingga acara kamu selesai", kata Hafiz kepada Aulian.


"Iya Fiz, santai saja dan terimakasih sudah menyempatkan hadir diacaraku, akan tetapi besok jangan lupa datang lho diacara resepsiku", kata Aulian sambil mengajak Hafiz berpelukan khas laki-laki.


"Iya nih Kak Aulian, Mas Hafiz tidak asik orangnya, kan aku masih kepingin disini menemani Zahra", kata Khansa ikut menimpali percakapannya Aulian dan juga Hafiz sambil menangkupkan kedua tangannya kepada Aulian.


Sedang Hafiz dia sudah berpamitan kepada Zahra. Aulian dia hanya tertawa kecil menaggapi perkataannya Khansa.


"Iya tidak apa-apa, terimakasih sudah menyempatkan hadir ya Khansa diacaraku ini, dan semoga kamu juga dedek babynya sehat sampai lahiran", jawab Zahra kepada Khansa sambil bercipika cipiki serta mengusap lembut perutnya Khansa yang buncit itu.


"Aamiin, semoga kamu segera diberi momongan ya Zahra sama Kak Aulian", jawab Khansa kepada Zahra. Dan perkataannya Khansa langsung diaamiinin oleh Zahra dan juga Aulian.


Aulian memang sengaja meminta Khansa untuk memanggilnya Kakak, karena Khansa tidak mau ketika disuruh untuk memanggil namanya saja, sedangkan Zahra dia memanggil Hafiz serta Adzriel dengan panggilan Mas. Itu pun juga permintaan mereka berdua, kerena mereka tidak mau dipanggil Kakak oleh Zahra, dan Aulian dia setuju-setuju saja.

__ADS_1


Dan setelahnya Hafiz serta Khansa mereka berlalu turun dari panggung itu setelah berpamitan kepada kedua mempelai.


Setelah dirasa cukup lama dirumahnya Papah Ziyas, Ameera serta Zain mereka berdua juga berpamitan pulang dengan Zahra dan juga Aulian. Mereka semua yang hadir diacara pernikahannya Aulian dan juga Zahra nampak bahagia sekali, semua nampak gembira, bahkan Ibu Dina dia tidak henti-hentinya tersenyum.


Semua anak-anak panti dan juga semua para pengurus, mereka pada hadir semua dan dijemput oleh sopir yang ditugaskan oleh Papah Ziyas untuk menjemput mereka semuanya.


Setelah Keluarga Irawan membantu Zahra mengurus panti, panti asuhannya Zahra sekarang sudah berubah menjadi besar bahkan pengurus pantinya sendiri sudah berjumlah sepuluh orang, dan anak-anak pantinya pun mereka juga bertambah banyak.


Anak-anak panti dipanti asuhannya Zahra semua kebutuhannya tercukupi semuanya, dari sekolah bahkan uang jajan setiap harinya, semua berkat ketulusannya Zahra yang membuat Keluarga Irawan dan Keluarga Ibrahim dengan suka cita memberikan sebagian rejekinya kepada anak-anak pantinya Zahra.


Ada satu kejadian dihari pernikahannya Zahra dan Aulian, ketika Adzriel sedang asik duduk menikmati minuman yang disediakan, dia tidak sengaja jas mahalnya ketumpahan es krim yang sedang dibawa oleh seorang gadis yang begitu ceroboh dan polos menurut Adzriel.


"Aduh", kata gadis itu ketika dia tidak sengaja tersandung kakinya sendiri, dan es krimnya langsung jatuh mengenai jas mahalnya Adzriel.


Adzriel yang ketika duduk dia merasa terkejut sekali dengan es krim yang tiba-tiba mendarat indah dijas mahalnya.


"Astaghfirullah, maafkan saya om, kaki saya tersandung tadi", kata gadis itu dengan menyesal sekali kepada Adzriel sambil berusaha membersihkan es krim yang menempel dijasnya Adzireil.


Sedang Adzriel dia hanya diam saja sambil terus memperhatikan muka manisnya gadis itu.


"Aduh bagaimana ini, eem begini saja, ayo om ikut saya", kata gadis itu dan dia langsung saja mengajak Adzriel berdiri dari duduknya dan lalu menyeret Adzriel menuju kearah kamar mandi tamu yang ada dirumahnya Papah Ziyas.


Anehnya Adzriel dia daritadi hanya diam saja kepada gadis itu tanpa mengucapkan satu patah kata pun, dan bahkan dia juga ikut saja ketika gadis itu mengajaknya kedalam kamar mandi.


"Apakah Om punya sapu tangan??", tanya gadis itu kepada Adziel, dan Adzriel dia langsung saja memberikan sapu tangannya yang selalu dibawanya disaku jasnya kepada gadis situ.


Gadis itu langsung saja menerima sapu tangan yang diberikan Adzriel kepadanya, dan gadis itu langsung membasahi sapu tangannya itu menggunakan air dan lalu mulai membersihkan sisa eskrim yang menempel dijasnya Adzriel.


Adzriel dia hanya diam saja dengan tubuh tegapnya ketika jasnya dibersihkan gadis itu, sambil matanya Adzriel tidak lepas memandangi wajah sang gadis yang sedang begitu dekat dengan tubuhnya.


"Cantik juga gadis ini, tapi dia terlihat masih kecil untukku", batin Adzriel sambil melihat wajahnya gadis itu terus.


Gadis tadi yang merasa diperhatikan oleh Adzriel dia lalu mendongakkan kepalanya, karena tinggi gadis itu hanya setelinganya Adzriel saja, dan ketika gadis itu mendongakkan kepalanya bibirnya gadis itu dan bibirnya Adzriel hampir saja bersentuhan, membuat gadis itu dia langsung reflek memundurkan badannya yang tanpa sadar begitu dekat sekali dengan badannya Adzriel.


Walau Adzriel dia masih diam saja tanpa ekspresi akan tetapi Adzriel dia tiba-tiba merasakan jantungnya berdegub dengan kencang sekali, karena kejadian tidak sengaja itu.


...πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜...


Siapakah gadis itu readers, penasaran tidak nih, kalau author mah biasa saja 🀣🀣🀣

__ADS_1


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


***TBC***


__ADS_2