LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
SARAPAN BERSAMA


__ADS_3

"Tidak salah aku dirumah tadi belum sarapan, bau masakannya saja harum begini, bikin perutku yang tadinya masih kenyang karena melihat senyumnya Zahra, tiba-tiba jadi keroncongan begini", kata Aulian dengan suara kecil untuk dirinya sendiri sambil mengusap perutnya yang tadi berbunyi.


Aulian setelah berkata seperti itu dia langsung merebahkan kepalanya disandaran shofa yang dia duduki, sambil mengamati isi dalam ruang tamunya Zahra.


Ketika sedang asik mengamati ruang tamunya Zahra, tiba-tiba keluarlah Zahra dari dalam rumahnya sambil membawa masakan yang tadi dia masak.


Aulia langsung tersentak kaget ketika melihat Zahra keluar dari dalam rumah, dan ketika Zahra menghidangkan masakan yang dimasaknya diatas meja membuat perutnya Aulian semakin keroncongan.


Satu persatu masakan dan juga nasi sudah Zahra keluarkan dihidangkan diatas meja ruang tamu. Hanya masakan sederhana yaitu capcay dengan sayur yang lumayan komplit dicampur dengan suwiran ayam, ayam bumbu pedas manis, dan tempe goreng, serta jangan lupakan dua gelas air putih dan dua gelas teh manis yang khusus Zahra buat untuk menemani sarapan mereka berdua.


Zahra selalu sedia sayur dan bahan masakan dikulkasnya, dan Zahra berbelanjanya disupermarket ketika pulang kerja, sedangkan jika hari libur Zahra lebih suka berbelanja dipasar, lebih irit dan hemat.


Zahra tersenyum lucu ketika mendengar suara perutnya Aulian, dan Aulian dia tertawa malu sambil mengusap tengkuknya, karena perutnya yang berbunyi dan didengar oleh Zahra.


Zahra juga menyiapkan buket makanan yang dibawa Aulian tadi. Sudah Zahra pindah semua dipiring, dan Aulian yang melihatnya pun semakin sudah tidak sabar ingin segera makan.


Sungguh masakan yang sangat sederhana bagi Aulian, karena biasanya dirumahnya dia dimasakin beraneka macam oleh Bunda dan pembantunya, akan tetapi walau cuma masakan sederhana yang Zahra masak, membuat Aulian sudah seperti belum makan selama tiga hari dari gelagatnya yang ingin segera mencicipi masakannya Zahra.


"Zahra, bolehkah Abang memakannya sekarang?? ", tanya Aulian kepada Zahra.


"Silahkan Abang, dan ini bekal untuk Abang nanti dikantor", kata Zahra mempersilahkan Aulian untuk makan sambil memberikan bekal yang Aulian minta tadi.


Sungguh Aulian merasa senang sekali mendapat perhatian dari Zahra, bukan maksud Zahra ingin memberikan harapan kepada Aulian, tapi memang begitulah karakternya Zahra, yang selalu baik kepada semua orang, akan tetapi jika Zahra melakukannya untuk Aulian ada rasa berbeda dihatinya.


Dengan menghormati tamu dan menghormati Aulian sebagai laki-laki, Zahra dengan segera mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk Aulian makan.


Aulian yang mendapat perhatian begitu dari Zahra, hatinya sangat menghangat dan rasanya nyaman sekali, seperti benar-benar sudah punya istri.


"Ini Abang, silahkan dimakan, dan maaf jika nanti masakannya tidak sesuai lidahnya Abang", kata Zahra kepada Aulian sambil menyerahkan piring yang sudah berisikan lauk pauk untuk Aulian makan.


"Abang makan sendiri saja dulu ya, saya ijin mau mandi dulu", kata Zahra lagi kepada Aulian.


"Tunggu, tidak usah mandi, kamu yang natural begini tambah cantik, temani Abang sarapan ya, tidak enak makan sendirian begini dan ngomong-ngomong kamar mandinya dimana ya Zahra, Abang mau menumpang kekamar mandi sebentar, sekalian mau cuci tangan", kata Aulian kepada Zahra.


"Itu disebelah kamarnya Zahra Bang, yang pintu hijau", kata Zahra memberitahu Aulian.


Karena dikontrakannya Zahra ada dua kamar, serta satu kamar mandi dan kamar mandinya berada diluar kamar.

__ADS_1


Aulian langsung mengangguk kepada Zahra, setelah itu dia lalu beranjak dari duduknya untuk menuju kekamar mandi.


"Tadi Zahra bilang pintunya yang cat warna apa ya, ko lupa aku gara-gara sudah sangat lapar begini, pintunya yang bercat hijau apa cat coklat?? ", kata Aulian bergumam sendiri ketika dihadapkan dua pintu dihadapannya.


"Mungkin cat yang coklat, masa kamar mandi pintunya cat hijau", gumam Aulian lagi.


Dan Aulian langsung saja membuka pintu yang bercat coklat, sungguh Aulian sangat terkejut ketika dia membuka pintu itu, dan ternyata adalah pintu kamarnya Zahra.


Sejenak Aulian terpaku beberapa detik mengamati kamarnya Zahra, akan tetapi sebelum ketahuan Zahra, Aulian langsung saja menutup pintu kamarnya Zahra dan langsung membuka pintu yang bercat hijau disebelahnya.


Dan kali ini Aulian benar. Aulian langsung saja segera menyelesaikan kegiatannya yang berada didalam kamar mandi, sekalian cuci tangan. Dan setelah itu Aulian keluar dan bergabung dengan Zahra yang sudah menunggunya diruang tamu untuk makan.


"Sudah Bang?? ", tanya Zahra kepada Aulian yang baru saja duduk dishofa ruang tamunya Zahra.


"Sudah Zahra, ayo kita sarapan nanti keburu dingin jadi tidak enak", kata Aulian menutupi kegugupannya yang baru saja melihat kamar pribadinya Zahra.


Aulian langsung saja melepaskan jasnya dan menggulung lengan kemejanya sampai kesiku. Zahra sedikit terpesona dengan Aulian pagi itu, dimata Zahra pagi itu dia merasa benar-benar sedang melayani seorang suami dipagi hari.


"Bissmillahhirrohmaanirrohiim", kata Zahra dan Aulian secara bersamaan.


Aulian langsung saja memasukkan makanannya kedalam mulutnya sambil merasakan masakannya Zahra. Sedangkan Zahra yang melihat ekspresinya Aulian yang tidak bisa ditebak, membuatnya bingung dan malu jika tidak enak.


"Masakan kamu sangat cocok dilidahnya Abang, dan termasuknya enak Zahra, Abang suka, jika nanti Zahra sudah menjadi istrinya Abang, nanti Abang bukain resto atau Cafe ya buat Zahra kelola", kata Aulian sambil terus memakan makanannya.


Zahra yang mendengar perkataannya Aulian yang mengatakan masakannya enak rasanya dia lega sekali, hingga Zahra dia tidak mendengarkan apa terusannya lagi. Jadi Zahra tidak terlalu sadar dengan perkataannya Aulian yang terakhir.


"Syukurlah Abang, jika Abang suka", jawab Zahra dengan tersenyum lega dan sambil memakan makanannya.


Setelah selesai sarapan, Zahra lalu membereskan bekas piring dan makanan yang masih tersisa diatas meja.


"Tunggu, itu ayamnya masih, buat Abang saja ya Zahra, biar Abang makan nanti dikantor", kata Aulian kepada Zahra dengan tidak tahu malunya.


Zahra yang mendengar perkataannya Aulian dia tersenyum senang, karena masakannya bisa disukai oleh Aulian. Sebab biasanya dia hanya memasakan untuk Ibu dan juga adiknya saja, jadi ketika Zahra mendengar komentar serta pujian dari Aulian membuat Zahra sangatlah senang sekali.


"Baik Abang, sebentar", kata Zahra kepada Aulian.


Zahra langsung saja menyiapkan permintaannya Aulian, dan setelah itu dia memberikannya kepada Aulian.

__ADS_1


"Ini Abang, Zahra mau mandi dan siap-siap dulu ya Bang", kata Zahra kepada Aulian sambil menyerahkan kotak bekal lagi berisi ayam tadi.


"Terimakasih Zahra, kalau begitu Abang tunggu saja diluar ya, sekalian mau menaruh ini bekalnya didalam mobil", kata Aulian kepada Zahra. Dan mendapat anggukan oleh Zahra.


Setelah Aulian keluar, Zahra langsung bergegas masuk kedalam kamarnya dan bersiap-siap mandi untuk berangkat kekantor. Sedangkan Aulian dia menunggu Zahra diteras rumahnya Zahra sambil membalas chat dari para sekretaris dan koleganya.


Hanya membutuhkan waktu tiga puluh menit saja Zahra sudah selesai dari kegiatannya yang bersiap-siap untuk berangkat kerja. Karena Zahra bukan tipekal wanita yang suka berdandan, jadi dia tidak terlalu banyak membutuhkan waktu untuk bersiap-siap.


"Ayo Abang kita berangkat", kata Zahra ketika sudah berada disampingnya Aulian.


Aulian langsung saja mengalihkan pandangannya dari hp kesumber suara yang ada disebelahnya, sungguh Aulian dibuat terpaku akan kecantikannya Zahra yang fresh pagi itu.


"Masyaallah bidadari", kata gombal dari mulutnya Aulian untuk Zahra, ketika Aulian melihat Zahra.


"Abang-abang", kata Zahra kepada Aulian dengan tersenyum.


"Iiiih, greget rasanya ingin kubelai itu pipi sama kucium itu kening", kata Aulian lagi kepada Zahra membuat Zahra tertawa kecil mendengarnya.


"Sudah siap Zahra, ayo berangkat sekarang kalau begitu, tapi tunggu Zahra, itu jasnya Abang tolong ambilkan dong ketinggalan didalam", kata Aulian kepada Zahra. Dan Zahra langsung bergegas masuk untuk mengambilkan jasnya Aulian yang tertinggal dishofa ruang tamunya.


Setelah mengunci pintu dengan rapat, Aulian dan Zahra mereka berangkat kekantor bersama. Seperti biasa Zahra disuruh duduk didepan disampingnya Aulian, kata Aulian jika Zahra tidak mau duduk didepan, Aulian tidak mau menjalankan mobilnya, begitulah senjata ampuh yang sering Aulian katakan untuk Zahra.


Pagi itu mereka menjalaninya seperti sepasang suami istri. Zahra yang sedari semalam kefikiran terus harus bagaimana jika ada Aulian nanti, akhirnya dia memasrahkan keadaan saja, dan begitulah ternyata yang terjadi ketika ada Aulian.


🍎🍏🍎🍏🍎🍏🍎🍏🍎🍏🍎🍏


Author: ucapin terimakasih begitu sama saya, sudah saya buat menang banyak kamu daripada yang lain. πŸ˜ͺ


Aulian: iya-iya, terimakasih ThorπŸ™„


Author: tidak ikhlas banget sepertinya😏


Aulian: author yang cantik, terimakasih ya sudah buat alur cerita yang bagus untukkuπŸ€—πŸ€—πŸ˜β€


Author: nah begitu kan enak didengarπŸ˜πŸ˜†πŸ˜†


Aulian: πŸ˜‘πŸ™„πŸ˜’πŸ˜ͺ

__ADS_1


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


***TBC***


__ADS_2