
Aulian yang baru saja sampai dikantornya, dia langsung saja turun dari dalam kobilnya dan tidak lupa juga tas kecil yang berisi dua kotak bekal yang tadi dibuatkan oleh Zahra untuknya.
Dengan sangat pedenya dan senyum yang terus mengembang tidak seperti biasanya membuat para karyawan yang menyapa dan melihat Aulian pada terheranan dan bingung.
Pasalnya atasan mereka Aulian yang terkenal cuek dan jika disapa hanya cuma mengangguk pagi itu tidak cuma mengangguk akan tetapi juga tersenyum.
"Eh itu Pak Aulian kenapa sih, kesambet apa dia, pagi ini murah senyum",
"Iya, dan tumben-tumbenan Pak Aulian juga membawa kotak bekal",
"Itu Bos favoritmu, CEO gantengmu yang rada-rada",
Yah begitulah salah satu gosip dan perkataan para karyawan yang melihat Aulian berbeda dari biasanya.
Dan Aulian yang ketika lift yang Aulian naiki sudah sampai dilantai ruangannya. Aulian segera keluar dengan senyum yang masih mengembang, membuat Zain yang melihat dan menyapa tadi jadi teringat dengan kejadian kemarin malam diCafe.
"Itu Tuan Aulian banyak senyum dan tumben juga membawa kotak bekal, apa itu pemberian dari Zahra ya", batin Zain ketika Aulian sudah masuk keruangannya.
"Biarlah, kan mulai kemarin malam aku sudah bertekad untuk melupakan Zahra, Tuan Aulian sudah sangat baik sekali kepadaku, aku tidak mau sampai mengecewakan dia", kata batin Zain lagi. Dan setelah itu Zain melanjutkan lagi pekerjaannya.
Aulian yang baru saja duduk dikursi kerjanya, dia lalu menaruh kotak bekal makanan yang dia bawa disamping komputernya, dan ketika Aulian mengetik pekerjaannya Aulian selalu melirik kotak bekal itu sambil tersenyum sendiri.
Waktu baru menunjukkan pukul sembilan pagi, Aulian yang tidak lupa untuk sholat sunnah, langsung saja bergegas meninggalkan pekerjaannya sejenak untuk menunaikan sholat sunnah dhuha terlebih dahulu.
Sebelum mengambil air wudhu, Aulian mengirimkan pesan kepada Zahra terlebih dahulu.
"Pagi Zahra, sempatkan sholat sunnah dhuha sesibuk apapun pekerjaanmu, walau cuma dua rokaat itu lebih utama, daripada tidak sama sekali", pesan yang dikirimkan Aulian kepada Zahra melalui handphonenya sambil menambahkan emotikon senyum dan love.
Setelah itu Aulian menaruh hpnya dimeja kerjanya, dan Aulian langsung saja mengerjakan sholat sunnah dhuha.
DiPerusahaan Ibrahim Company Zahra yang sedang mengetik dan mengerjakan pekerjaannya tiba-tiba merasakan getaran dan mendengar hpnya berbunyi.
Zahra langsung saja mengambil hpnya dan melihat siapakah yang mengirimkan pesan kepadanya, takutnya Zahra bila pesan itu dari koleganya Kia.
Ketika Zahra melihat nama Tuan Aulian tertera jelas dilayar hpnya, jantung Zahra tiba-tiba berdetak sangatlah kencang. Zahra lansung saja membuka pesan yang dikirimkan oleh Aulian kepadanya.
"Pagi Zahra, sempatkan sholat sunnah dhuha sesibuk apapun pekerjaanmu, walau cuma dua rokaat itu lebih utama, daripada tidak sama sekali", kata Zahra yang membaca pesan dari Aulian.
"Masyaallah, apa Tuan Aulian sekarang sedang sholat dhuha, apa Tuan Aulian setiap hari melaksanakan sholat dhuha?? ", kata Zahra kepada dirinya sendiri.
"Terimakasih Abang Aul, sudah mengingatkan Zahra, hampir saja Zahra kelupaan karena sedang banyak pekerjaan", balas Zahra kepada Aulian.
Setelah membalas pesannya Aulian, Zahra langsung saja mengerjakan sholat dhuha diruangannya seperti yang dilakukan oleh Aulian.
Mereka sama-sama sholat dhuha ditempat berbeda, dan doa yang Aulian serta Zahra panjatkan kepada Rabbnya pun hampir sama.
"Ya Allah, dekatkanlah Zahra jika Zahra benar-benar jodoh hamba, lancarkanlah pendekatan hamba untuk mendapatkan hatinya dan meyakinkan Zahra Ya Rabbi, hamba mohon ya Allah berikanlah petunjuk-Mu dan jagalah hati hamba untuk selalu bisa menjaga iman hamba bila selalu didekatnya ya Allah, Aamiin", begitulah salah satu doa yang Aulian panjatkan kepada Rabbnya ketika selesai sholat dhuha tadi.
Ditempat lain Zahra juga baru saja selesai menunaikan sholat dhuha diruangannya, dan saat ini dia sedang bermunajat serta berdoa kepada Rabbnya.
__ADS_1
"Ya Allah ya Tuhanku, hamba berserah diri kepadamu ya Allah, jodoh dan maut hanya Engkau yang tahu, hamba dengan setulus hati memohon kepada-Mu ya Rabb, berikanlah hamba petunjukmu tentang jodoh hamba ya Allah, dengan segala keridhoanmu hamba meminta kepada-Mu ya Rabbku, lancarkan dan mudahkanlah jalan kami bersatu jika Tuan Aulian adalah benar-benar jodoh hamba ya Allah, dan jauhkanlah ia dari hamba jika Tuan Aulian bukan jodoh hamba ya Allah, sebelum hati ini terpaut terlalu jauh kepadanya ya Allah, aamiin", itulah sepenggal dan salah satu doa yang juga Zahra panjatkan kepada Rabbnya ketika baru saja selesai sholat dhuha.
Aulian yang baru saja selesai sholat dhuha, dia langsung saja membuka handphonenya dan melihat ada balasan dari Zahra.
Ketika Aulian membuka dan mebaca balasan pesan dari Zahra, Aulian tersenyum sendiri, sungguh Aulian benar-benar merasakan apa yang namanya jatuh cinta itu.
Ketika Aulian ingin membalas pesannya Zahra, tiba-tiba dia mendengar pintu ruangannya diketuk dari luar. Langsung saja Aulian mempersilahkan masuk orang yang mengetuk pintu tadi, dan ternyata yang mengetuk adalah Zain sekretarisnya.
"Tuan Aulian, diluar sekretaris dari Perusahaan Jaya Tbk datang ingin menemui anda Tuan", lapor Zain kepada Aulian.
"Suruh dia masuk Zain, dan tolong kamu juga buatkan minum untuknya", kata Aulian kepada Zain.
"Baik Tuan, permisi", jawab Zain kepada Aulian.
Zain langsung saja berlalu pergi meninggalkan ruangannya Aulian dan menyuruh masuk tamu yang ingin menemui Aulian.
"Permisi Tuan Aulian", kata tamu itu kepada Aulian.
"Silahkan duduk Nona Hani", kata Aulian kepada sekretaris dari Perusahaan Jaya Tbk.
Hani langsung saja duduk dishofa yang ada diruangannya Aulian. Dan Aulian langsung saja menyusul Hani duduk dishofa setelah mengesave file yang baru saja dia selesaikan.
"Bagaimana dan ada apa yang membuat Nona Hani jauh-jauh datang kesini?? ", tanya Aulian formal kepada Hani.
Hani langsung saja menyampaikan maksud kedatangannya kePerusahaan Irawan Corp kepada Aulian, dan Aulian yang mendengarnya merasa aneh dengan gelagatnya dari Hani.
"Bukannya untuk urusan itu sudah saya serahkan kepada anak buah saya Nona, kenapa masih dibahas lagi kepada saya, Nona bisa bicarakan kepada bawahan yang saya tunjuk untuk mengurusi urusan itu", kata Aulian kepada Hani.
Zain langsung saja menghidangkan teh itu untuk Aulian dan tamunya. Setelah itu Zain berpamitan pergi dari situ.
Hani langsung berkelah ketika mendengar jawabannya Aulian. Sebenarnya Hani datang kePerusahaan Irawan Corp hanya ingin melihat Aulian saja dan ingin mengambil perhatian dari seorang Aulian.
"Maaf Nona saya tidak punya banyak waktu untuk membahas masalah ini, proyek ini sudah saya serahkan kebawahan saya, dan anda tahu betul itu, untuk itu silahkan Nona keluar dari ruangan saya sekarang, saya masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan, anda bisa membicarakan ini kepada bawahan saya yang menangani proyek ini", kata Aulian dengan tegas kepada Hani.
Bukannya marah ketika Aulian berkata tegas seperti itu, Hani malah mengambil secarik kertas dari dalam tasnya dan diberikan keads Aulian.
"Baik Tuan, dan Tuan jika ada waktu anda bisa datang kesini", kata Hani sambil menyerahkan secarik kertas kepada Aulian.
"Itu nomor kamar apartemen saya Tuan Aulian, saya permisi dulu, dan selamat siang", kata Hani dengan gaya yang lebih genit dari sebelumnya. Dan dia langsung saja berlalu pergi dari ruangannya Aulian.
Aulian dia hanya tersenyum miring ketika melihat secarik kertas yang ada dimeja dan Aulian langsung saja menyobek kertas itu ketika Hani sudah keluar dari ruangannya.
Ketika Zain melihat jika tamu atasannya sudah pergi dari ruangannya Aulian, Zain langsung berdiri dari duduknya dan masuk keruangannya Aulian untuk mengambil gelas bekas minumannya tadi.
"Tunggu Zain", kata Aulian kepada Zain ketika Zain aka keluar dari ruangannya Aulian.
"Iya Tuan", jawab Zain kepada Aulian.
"Berkas-berkas kerjasama dari PT Jaya Tbk, apakah kamu yang menyimpan?? ", tanya Aulian kepada Zain.
__ADS_1
"Bukan Tuan, yang menyimpan adalah Tuan Indra", jawab Zain kepada Aulian.
"Baiklah, kalau begitu tolong panggilkan Indra kesini", kata Aulian lagi kepada Zain.
"Baik Tuan, permisi", kata Zain sambil membungkukkan badannya sedikit dan dia langsung berlalu keluar dari ruangannya Aulian.
Dan setelah itu, masuklah Indra keruangannya Aulian ketika sudah diberitahu oleh Zain tadi.
"Permisi Tuan", kata Indra ketika sudah dipersilahkan masuk keruangannya Aulian.
"*B*erkas-berkas kerjasama PT Jaya Tbk, tolong ambil dan bawa sini Indra", perintah Aulian kepada Indra.
"Sebentar Tuan, akan saya ambilkan", kata Indra dan dia langsung berlalu keluar untuk mengambil apa yang diinginkan oleh Aulian.
Setelah mendapat berkas yang Indra cari, Indra langsung masuk keruangannya Aulian lagi.
"Ini Tuan berkasnya", kata Indra sambil menyerahkan berkas yang diperintahkan Aulian tadi.
"Baiklah, terimakasih kamu boleh kembali bekerja lagi", kata Aulian keada Indra.
"Permisi Tuan", kata Indra sambil membungkukkan badannya sedikit, dan langsung berlalu keluar. Dan Aulian hanya mengangguk kepada Indra.
Setelah Indra keluar, Aulian membaca lagi berkas-berkas kerjasama Perusahaannya dengan PT Jaya Tbk. Setelah selesai membaca berkasnya, Aulian langsung saja menghubungi CEO dari PT. Jaya Tbk menggunakan nomor pribadinya.
"Halo, selamat siang Tuan Aulian", kata CEO PT Jaya Tbk.
"Selamat siang juga Tuan Lesmana", jawab Aulian dengan suara formal kepada Tuan Lesmana.
"Apa ada yang bisa saya bantu Tuan Aulian, kehormatan bagi saya, hingga Tuan Aulian mau repot-repot menghubungi saya menggunakan nomor pribadi", kata Tuan Lesmana kepada Aulian.
"Tadi sekretaris anda datang menemui saya dikantor saya Tuan Lesmana, dan dia membahas lagi masalah serta urusan yang sudah beres kemarin dan urusan itu jelas-jelas sudah saya serahkan kepada bawahan saya, apakah anda yang menyuruhnya datang kemari Tuan?? ", kata Aulian dengan nada tegas kepada Tuan Lesmana.
"Sungguh saya tidak tahu dan saya juga tidak menyuruhnya untuk menemui anda Tuan Aulian, saya hanya menyuruhnya untuk menyerahkan proposal yang baru untuk sekretaris anda Tuan Aulian", jawab jujur Tuan Lesmana kepada Aulian.
"Sekretaris anda juga menyuruh saya untuk datang kekamar apartemennya Tuan, jujur saya tidak suka dengan cara kerja dari sekretaris anda Tuan Lesmana, sangat tidak profesional sekali, jika anda tidak segera mengganti sekretaris anda itu, mohon maaf dengan terpaksa saya akan membatalkan kerjasama kita Tuan Lesmana", kata Aulian dengan sangat tegas kepada Tuan Lesmana.
"Baik-baik Tuan, maafkan atas kejadian ini, tolong jangan dibatalkan kerjasama ini, segera, saya akan memecat sekretaris saya itu Tuan, sekali lagi tolong maafkan Tuan Aulian", kata Tuan Lesmana kepada Aulian dengan sangat ketakutan jika kerjasamanya sampai dibatalkan.
"Baiklah, Tuan Lesmana, terimakasih dan mohon maaf sudah mengganggu waktu anda", kata Aulian kepada Tuan Lesmana, dan sambungan telefon benar-benar terputus ketika Aulian sudah mendengar tanggapan dari Tuan Lesmana.
"Wanita seperti itu tidak cocok bekerja dikantoran", kata Aulian setelah menaruh hpnya diatas meja.
Ya kejadian seperti itu sering Aulian alami, tidak hanya sekali ataupun dua kali. Dan Aulian akan memberikan pelajaran kepada wanita-wanita penggoda itu sesuai dengan tindakan mereka. Jika masih bisa ditoleransi, paling Aulian akan memberikan gertakaan dan ancaman saja kepada mereka.
ππππππππππππ
Doakan Aulian readers semoga iman Aulian kuat ya, karena godaan terbesar seorang laki-laki adalah nafsu syahwatnyaπ
ππππππππππππ
__ADS_1
***TBC***