
Selamat Hari SANTRI 2021 readersβΊβΊ maaf telat ngucapinnyaπ
Dari kemarin Author sok sibuk karena ada kegiatan memperingati hari Santri, jadi Updatenya lama πππ.
Dan jika tidak ada kegiatan, tapi tidak Update-Update itu berarti Auhtornya ketiduran πππππ, gara-gara melihat banyak huruf yang berbabaris rapi ketika sudah mengetik separuh cerita+kecapekan juga momong duo krucilnya Auhtorπππππ. Nyebelin kan Authornyaπ
Yuk Cuz, tidak pakai lama, kita bahas Aulian dulu ya readersπ
πππ
........ °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°........
*Flashback Off*
"Aul, tolong jangan ganggu Kakak terus, Kakak sedang mengerjakan PR ini", kata Qiyas kepada Aulian kecil.
Ya waktu itu Aulian masih SD sekitar kelas lima, sedangkan Qiyas Kakaknya sudah kelas satu SMA, Aulian dan Kakaknya Qiyas mereka selisih sekitar lima tahunan. (Yang umur diNovel BWY lagi tahap revisi ya readers).
Kenakalan Aulian bukan kenalan seperti anak-anak diluar sana, tapi kenakalan Aulian adalah kenakalan yang sering menjahili Kakak-kakanya, dan orang-orang yang cuman dekat dengannya saja.
Dari kecil watak dan sifat Aulian sudah terlihat jelas, jika dia anaknya sangat aktif, dan suka bikin suasana menjadi lebih berwarna, berbeda jauh dengan sifat Kakaknya Qiyas.
"Aul kan cuman baca dan bukain ini bukunya saja Kak", elak Aulian kecil sambil membuka dan mencoret-coret buku pelajarannya Qiyas.
"Tapi kamu bukan baca dan bukain saja, akan tetapi kamu juga mencoret-coret juga Aul", kata Qiyas masih dengan sabar menghadapi kejahilan adiknya Aulian.
"Iya-iya Kak, Aul hapus", kata Aulian sambil menghapus coretannya tadi pakai penghapus pensil, karena Aulian mencoret-coret menggunakan pensil.
Setelah selesai Aulian dia keluar dari kamar Kakaknya Qiyas dan berlalu pergi entah kemana. Dan Qiyas yang melihat adiknya Aulian pergi dia hanya melihat saja dan membiarkannya.
Setengah jam berlalu Aulian masuk lagi kedalam kamar Kakaknya Qiyas dan membawa dua gelas berisi jus jeruk yang tadi Aulian minta untuk dibuatkan oleh pelayan dirumahnya.
Kakaknya Qiyas yang melihat Aulian masuk lagi sambil membawa dua gelas jus jeruk dia hanya meliriknya saja, sambil masih serius mengerjakan PRnya.
"Ini Kak, yang satu buat Kakak", kata Aulian waktu itu kepada Kakaknya Qiyas sambil menyerahkan satu gelas jus jeruk yang dia bawa.
__ADS_1
"Iya terimakasih adikku tersayang, paling nanti ini kamu minum juga", jawab Qiyas kepada Aulian sambil menerima satu gelas jus jeruk yang dikasih oleh Aulian.
Aulian dia reflek langsung tertawa lebar mendengar perkataan dari Kakaknya Qiyas. Memang benar apa yang dikatakan Kakaknya Qiyas, jika Aulian memberi kepada Kakaknya Qiyas, nanti juga Aulian lagi yang memakan dan menghabiskan semua.
Qiyas yang melihat adiknya Aulian tertawa dia hanya menggeleng dan melanjutkan lagi mengerjakan PRnya. Aulian yang melihat Kakaknya sangat serius dalam mengerjakan pekerjaan rumahnya sambil meminum jus yang tadi dia bawa, lama-kelamaan dia menjadi bosan.
"Kakak, sudah belum sih, daritadi belum selesai-selesai, lagian ini juga masih jam empat sore Kak, ayolah kita main saja, jangan jadi orang terlalu rajin kenapa sih", rengek Aulian kecil kepada Kakaknya Qiyas.
"Kalau kita tidak rajin, bagaimana kita bisa menjadi orang sukses seperti Papah Aul", kata Qiyas tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang dia kerjakan.
"Tapi Aul bosan menunggui Kakak daritadi", kata Aulian lagi kepada Kakaknya Qiyas.
"Siapa yang menyuruhmu menunggui Kakak Aul", jawab Qiyas dengan gemas kepada adiknya Aulian.
"Sudah kamu main saja sana sama teman-temanmu, daripada daritadi gangguin Kakak terus begini, kan biasanya jam segini kamu lagi main sepak bola itu ditaman sama teman-teman kamu", kata Kakaknya Qiyas lagi tanpa mengalihkan pandangan dari buku dihadapannya.
"Bosan Kak, main sama mereka terus", kata Aulian sambil cemberut.
Qiyas yang mendengar jawaban dari adiknya dia hanya diam saja, tanpa menjawabnya. Aulian yang melihat Kakaknya mencuekin dirinya, dia tiba-tiba mendapat ide untuk mengerjai Kakaknya dengan cara mengambil buku yang sedang dikerjakan oleh Kakaknya Qiyas.
"Aul, tolong kembalikan bukunya Kakak, cepetan!!!! ",teriak Qiyas sambil menahan marah kepada adiknya Aulian.
"Tidak mau wleee, kalau bisa sini kejar Aul dulu Kak", kata Aulian sambil menjulurkan lidahnya kepada Qiyas.
Aulian setelah berkata seperti itu dia langsung saja berlari-lari didalam kamarnya Qiyas, dan Qiyas yang melihat juga terus mengejar Aulian sampai tiba-tiba ada suara yang membuat Qiyas benar-benar marah kepada Aulian...........
Kreeeekkkkk
"Upps", kata Aulian sambil menutup mulutnya ketika dia melihat buku Kakaknya Qiyas robek gara-gara tadi tarik-tarikan dengan Kakaknya Qiyas dan Aulian langsung saja menyerahkan bukunya Qiyas dengan sedikit melemparkannya keatas ranjangnya Qiyas.
Qiyas yang melihat buku sekolahnya robek, dia langsung marah kepada Aulian. Qiyas sangat bisa menahan amarah, akan tetapi jika sudah keterlaluan Kakaknya Aulian yang bernama Qiyas itu jika sudah marah akan sangat menakutkan sekali.
Qiyas sudah menahan marahnya daritadi, akan tetapi kelakuan Aulian yang satu itu dan yang sudah merobekkan buku sekolahnya membuat Qiyas benar-benar sangat marah sekali kepada Aulian.
Sebelum Aulian benar-benar melarikan diri dari dalam kamarnya, Qiyas sudah terlebih dahulu mencekal tangannya Aulian yang akan keluar dari kamarnya.
__ADS_1
"Mau kemana kamu", kata Qiyas dengan dingin, ketika sudah mencekal tangan kirinya Aulian yang mau melarikan diri.
"Maaf Kak, ampun, Aul hanya ingin main-main sama Kakak", kata Aulian memohon ampunan kepada Kakaknya Qiyas.
"Kamu mau mainkan, sekarang ikut Kakak", kata Qiyas masih dengan bernada dingin.
Qiyas sebelum keluar dari dalam kamarnya, dia lalu mengambil tali yang dia simpan dilaci mejanya. Entah kenapa Qiyas bisa menyimpan dan mempunya sebuah tali yang lumayan panjang dilaci mejanya, buat apa kegunaannya hanya Qiyas yang tahu.
Perkataannya Qiyas langsung mendapat anggukan cepat dari Aulian. Dan Qiyas ketika sudah mendapatkan talinya, dia lalu mengajak keluar Aulian dengan masih terus mencekal tangannya Aulian dengan sangat erat sekali. Aulian yang merasa bersalah kepada Kakaknya dia hanya menurut saja, takut Kakaknya nanti bisa tambah marah. Walau dia merasakan sakit dipergelangan tangannya.
Ada satu pelayan rumah tangga yang bekerja disitu melihat Qiyas menarik tangannya Aulian serta membawa sebuah tali keluar dari dalam kamar dan menuruni tangga dengan muka Qiyas yang terlihat begitu marah, dia lalu berinisiatif mengikuti Qiyas dan Aulian secara sembunyi-sembunyi hingga akhirnya sampai disebuah pohon mangga yang ada disamping rumah mereka.
"Itu Tuan Muda Qiyas dengan Tuan Muda Aulian mereka pada sedang apa?? ", kata pelayan rumah tangga yang mengikuti Qiyas dan Aulian.
Wajar saja tidak banyak yang melihat, karena jam-jam segitu adalah waktu pelayan rumahnya Papah Ziyas pada mandi, ada yang sholat ashar, ada yang bersiap-siap dibelakang untuk pulang kerumahnya dan ada yang sedang menyiapkan bahan-bahan untuk masak makan malam, sedangkan Bunda Lili dia sedang berada didalam kamarnya, dan Papah Ziyas dia belum pulang dari kantor.
"Kakak kenapa mengajakku kesini", kata Aulian dengan takut kepada Kakaknya Qiyas ketika sudah sampai dibawah pohon mangga samping rumah mereka.
"Katanya mau main ya mainlah, sudah sekarang kamu nurut apa kata Kakak", kata Qiyas dengan menyindir adiknya Aulian.
Qiyas setelah berkata seperti itu dia lalu melepaskan cekalan tangan Aulian dan langsung menyiapkan tali yang dia bawa tadi untuk ditalikan dikaki kanannya Aulian.
"Itu apa yang akan dilakukan tuan Qiyas ya kepada Tuan muda Aulian", kata lagi pelayan rumah yang sedang mengintip Qiyas dan juga Aulian.
Tiba-tiba pelayan rumah yang mengintip Qiyas dan Aulian dia berteriak histeris memanggil Bunda Lili.
π°π°π°π°π°π°π°π°π°π°π°π°
Maaf baru Up readers kemarin mau Up, Author ketiduran biasalah emak-emak, jika sudah capek ya merem πππ
Kira-kira kalian semua tahu tidak apa yang akan dilakukan Qiyas kepada adiknya Aulianππ
Itu Flashbacknya masih berlanjut ya πππ
ππππππππππππ
__ADS_1
***TBC***