
Ketika Aulian belum berangkat tadi kerumahnya Zahra. Aulian yang biasanya bangun setengah lima pagi, kali ini dia bangun sekitar jam tiga pagi.
Jika Aulian tidak sedang kecapekan dan tidak kurang istirahat Aulian sering bangun malam untuk sholat sunnah malam. Akan tetapi kali ini berbeda ceritanya.
Aulian yang sudah tidak sabar menunggu esok hari pun, dalam tidurnya dia sering terbangun, ketika pukul tiga dini hari tadi Aulian dia sudah terjaga dari tidurnya, dan Aulian dia tidak bisa melanjutkan tidurnya lagi karena takut nanti akan terlambat menjemput Zahra.
Aulian langsung saja melaksanakan sholat sunnah tahajud, dilanjutkan dengan sholat witir dan setelah itu dilanjutkan dengan tadarus Al-qur'an sebentar.
Waktu subuh yang masih lumayan lama, Aulian gunakan untuk mengerjakan pekerjaannya yang dia bawa kerumah.
Ketika mendengar adzan subuh berkumandang, Aulian langsung saja bergegas untuk mandi dan bersiap melaksanakan sholat subuh.
Waktu baru saja menunjukkan pukul lima lebih sedikit, akan tetapi Aulian dia sudah siap dengan setelah jas kerjanya tidak lupa dengan sepatu fantovelnya juga.
Ketika Aulian turun kebawah dia langsung menuju kedapur untuk berpamitan kepada Bundanya yang sedang memasak. Bunda Lili sangat terkejut melihat anak bungsunya baru jam lima sudah sangat rapi bahkan sangat harum sekali.
"Bunda, Buuuund", panggil Aulian kepada Bunda Lili sambil menuju kearah dapur.
"Ada apa sih Aul, masyaallah wangi sekali", kata Bunda Lili dengan nada terkejut kepada Aulian.
"Kamu tumben jam segini sudah rapi dan wangi sekali, kamu apa mau beralih profesi menjadi penjual parfum Aul?? ", tanya Bunda Lili kepada Aulian.
"Aul mau kerjalah Bund, enak saja Aul mau jualan Parfum", kata Aulian kepada Bundanya.
Bunda Lili langsung menghentikan kegiatan masaknya, dan dia lalu melihat Aulian dengan tatapan aneh serta curiga.
"Benar kamu mau kerja?? ", tanya Bunda Lili dengan nada curiga.
"Terus kalau tidak bekerja mau kemana Aul Bund?? ", jawab Aulian. Dan Aulian sengaja tidak jujur jika harus menjemput Zahra dulu.
"Sudah Bund, Aul berangkat dulu nanti terlambat", kata Aulian sambil menyalami tangan Bundanya, dan setelah itu dia langsung berlalu pergi dengan berlari kecil.
"Hey Aul, kamu belum sarapan Nak", teriak Bunda Lili kepada Aulian.
"Nanti saja Bund disana", jawab Aulian dengan berteriak juga kepada Bundanya.
__ADS_1
"Itu anak tadi bilang dia akan terlambat, ini kan baru jam lima, terserah dia sajalah, yang penting dia tidak bermacam-macam diluar, kalau sampai macam-macam, akan aku sunnat habis itu burungnya", kata Bunda Lili dan didengar oleh pembantunya yang membantunya memasak.
"Kalau satu macam berarti boleh dong Nyonya", kata Pembantu yang membantu Bunda Lili memasak.
"Satu macamnya apa itu Siti?? ", tanya Bunda Lili kepada pembantu yang bernama siti.
"Itu menculik anak gadis orang, contohnya Nyonya", jawab Siti dengan asalnya.
"Sembarangan kamu kalau berbicara", jawab Bunda Lili dengan gemasnya. Dan dijawab tertawa kecil oleh Siti.
Papah Ziyas yang tadi mendengar istri dan anaknya berteriak-teriak dia langsung saja keluar dari dalam kamarnya, dan berjalan menuju kedalam dapur untuk bertanya kepada istrinya.
"Bunda kenapa sih, berteriak-teriak seperti tadi, Aul juga", tanya Papah Ziyas ketika sudah sampai didalam dapur.
"Itu anak Papah, masa jam segini sudah berangkat bekerja, katanya nanti terlambat, disuruh untuk makan dulu tidak mau, memang dikantor apa lagi ada banyak pekerjaan ya Pah?? ", jawab dan tanya Bunda Lili kepada suaminya.
"Tidak Bund, kantor lagi aman-aman saja", jawab Papah Ziyas kepada Bunda Lili.
"Entahlah Pah, anak Papah yang itu kan susah ditebak orangnya", kata Bunda Lili lagi kepada Papah Ziyas.
"Iya", jawab singkat Bunda Lili untuk suaminya.
Setelah itu Papah Ziyas dia berjalan menuju keruang kerjanya. Ketika sudah berada didalam ruang kerjanya, Papah Ziyas lalu mengambil hp yang ada didalam saku bajunya untuk menghubungi seseorang.
"Halo Assalamu'alaikum Tuan Ziyas?? ", salam dari seseorang diseberang sana.
"Wa'alaikumussalam, bagaimana?? ", kata Papah Ziyas kepada seseorang yang berada diseberang telefon.
"Tuan Aulian sedang berkendara menuju kejalan Flower Tuan", lapor orang suruhan Papah Ziyas.
"Terus kabari kesaya, jangan sampai lengah, dan jika sampai terjadi apa-apa sama anakku, kamu akan tahu akibatnya", perintah tegas Papah Ziyas lagi kepada orang yang ditelefonnya.
"Baik Tuan", jawab orang suruhannya Papah Ziyas.
"Itu, kamu tahu sekarang si Aulian lagi berada dimana?? ", tanya Papah Ziyas kepada anak buahnya.
__ADS_1
"Dia baru saja sampai dirumah seorang wanita Tuan, dia cantik dan berhijab", lapor lagi orang itu kepada Papah Ziyas.
"Ya sudah, kamu awasi saja mereka berdua, dan ikuti kemana saja anakku pergi nanti, serta suruh anak buah kamu untuk juga mengawasi wanita yang saat ini sedang ditemui Aulian", perintah Papah Ziyas lagi kepada yang ditelefon.
"Baik Tuan", jawab orang suruhannya Papah Ziyas lagi.
"Kamu tolong kirimkan foto wanita yang sepagi ini sudah didatangi rumahnya oleh anakku Aulian", kata Papah Ziyas.
"Siap Tuan laksanakan", jawab orang itu lagi kepada Papah Ziyas.
"Baiklah saya tunggu, Assalamu'alaikum", kata Papah Ziyas kepada orang yang dia telefon, dan Papah Ziyas langsung mematikan sambungan telefonnya ketika sudah mendapatkan jawaban dari seberang sana.
Hanya beberapa menit saja setelah itu Papah Ziyas mendatkan sebuah kiriman foto dari anak buahnya. Dan Papah Ziyas yang melihat ternyata wanita itu adalah Zahra, dia hanya tersenyum gemas untuk Aulian.
"Sudah Papah tebak jika wanita itu adalah Zahra, dan ternyata adalah benar Aul-Aul", kata Papah Ziyas berbicara sendiri ketika melihat foto Zahra yang sedang berbicara dengan Aulian didepan pintu rumahnya Zahra.
"Dasar anak itu", kata Papah Ziyas lagi langsung mengantongi hpnya kedalam saku bajunya sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkahnya Aulian yang sedang memperjuangkan cintanya kepada Zahra.
Sedangkan disisi lain, Aulian yang tadi baru saja keluar dari rumahnya dia langsung menuju kerestoran temannya untuk mengambil buket makanan yang dia pesan tadi malam.
Dengan berbagai cara dan bujuk rayu akhirnya temannya mau membuatkan buket makanan sesuai pesanannya Aulian tadi malam sebelum dia tidur.
"Demi bayaran yang sangat besar, khusus aku buatkan ini untukmu Aul, bahkan restoranku saja belum buka, aku bela-belain tidur disini tadi malam hanya untuk bisa membuat buket aneh pesananmu ini Aul", kata teman Aulian sambil menyerahkan buket makanan pesanannya Aulian.
"Terimakasih Xaviera, sungguh kamu memang teman yang sangat baik untukku, bayarannya sudah aku transfer ya, aku pergi dulu, bye", kata Aulian kepada temannya Xaviera, sambil menerima buket makanan yang dia pesan dan setelah itu Aulian langsung saja pergi dari hadapannya Xaviera dan lalu tancap gas menuju kerumahnya Zahra.
Aulian ketika perjalanan menuju kerumahnya Zahra, jantung Aulian rasanya sangat deg-degan sekali. Semakin dekat dengan rumah Zahra, semakin kencang pula jantung Aulian berdetak.
Ketika sudah sampai dirumahnya Zahra Aulian yang baru turun dari mobil dia harus berulang kali mengaca dikaca mobilnya untuk melihat penampilannya. Dan ketika akan mengetuk pintu rumahnya Zahra, Aulian juga berulang kali harus mengatur nafas agar Zahra nanti tidak bisa melihat rasa gugupnya ketika melihatnya.
ππππππππππππ
Ini versi yang Aulian readersπ
ππππππππππππ
__ADS_1
***TBC***