
Detik berganti menit, menit berganti jam, jam pun berganti hari, hari berganti minggu dan minggu juga sudah berganti bulan, dan tanpa terasa usia kandungannya Zahra sudah semakin besar saja, dan juga sudah memasuki usia tua yaitu sekitar delapan bulan.
Begitupun juga dengan usia kandungannya Mayang yang sudah menginjak sekitar enam jalan ketujuh bulan, karena kehamilannya Mayang serta Zahra hanya selisih sedikit.
Bahkan baby Adzkhan pun umurnya sudah menginjak hampir satu tahunan, namun diantara mereka semua hanya Ameera yang belum hamil sendiri, mungkin karena kesibukan Ameera ditoko rotinya itu juga bisa membuat Ameera sedikit kecapekan dan belum bisa hamil.
Namun Ameera maupun Zain mereka tidak mempermasalahkan itu semua. Zain terus mendukung semua kegiatan istrinya jika itu hal yang positif dan Zain juga memberi kebebasan kepada Ameera untuk semakin bisa berenofasi dalam mengembangkan usaha kuenya.
Namun dengan satu syarat Ameera harus bisa membagi waktunya dirumah dan juga dirinya.
Zain sendiri jika dia tidak terlalu banyak pekerjaan dikantor, dan dia juga tidak terlalu capek sepulang bekerja, dia akan membantu Ameera untuk mencari ide-ide baru yang membuat toko rotinya Ameera semakin berkembang.
Zain sendiri semenjak menikah dengan Ameera dia sering membawa bekal roti yang dibuatkan oleh Ameera dan selalu membaginya dengan Indra, maupun Aulian.
Saat ini Zain dan juga Ameera lagi menikmati waktu berdua mereka dirumah pemberian dari kedua orang tuanya Ameera sebagai kado pernikahan mereka berdua kemarin, sambil memandangi langit yang malam itu sangat cerah disinari bintang-bintang, Zain dan juga Ameera yang lagi duduk-duduk santai dikursi teras rumah mereka berbincang hangat dari hati kehati.
"Mas kenapa Meera sampai sekarang belum hamil juga ya, Meera ingin sekali hamil seperti Zahra dan juga Khansa, bahkan anaknya Khansa saja sudah besar sekarang", kata Ameera sambil menyandarkan kepalanya dipundaknya Zain dengan perasaan yang sedikit bersedih.
"Sabar sayang, semua itu butuh proses, mungkin Allah belum percaya kepada kita untuk mempunyai seorang anak, namun percayalah, rencana Allah itu lebih indah dari rencana kita sayang", jawab Zain kepada Ameera sambil mengusap lembut lengannya Ameera yang dipeluknya itu.
"Apakah ibu marah Mas sama Meera karena belum bisa memberikan cucu kepadanya", kata Ameera lagi kepada Zain sambil menghadap kearah wajahnya Zain.
Dan yang dimaksud Ibu adalah Ibu Kani, Ibunya Zain.
"Ibu tidak marah sayang, kalau pun Ibu sampai marah Mas akan tetap memilihmu, karena kamu sudah menjadi tanggung jawabnya Mas sekarang, dan Mas akan tetap mencintaimu walau kita belum diberikan keturunan",, jawab Zain sambil menenangkan Ameera yang sepertinya lagi gundah perasaannya.
__ADS_1
"Sudah kamu tenang saja sayang, lagi pula usia pernikahan kita juga baru sebentar, belum ada satu tahun juga, kita banyak-banyakin berdoa sama Allah semoga apa yang kita inginkan segera dikabulkan sama Allah sayang", kata Zain lagi dengan tersenyum manis untuk menenangkan Ameera.
Ameera tidak membalas perkataannya Zain, melainkan dia langsung saja memeluk Zain lagi dan dibalas juga pelukannya oleh Zain.
Didalam hatinya Ameera dia bertekad ingin mengurangi kegiatannya ditoko roti, dan hanya ingin sesekali saja mengeceknya karena dia ingin progam hamil sendiri serta akan menyetok berbagai jenis makanan yang sehat dan buah-buahan yang menunjang progam hamilnya.
Ameera bersyukur mempunyai suami seperti Zain yang tidak banyak menuntut darinya, namun Ameera sadar diri dan tahu diri jika didalam hatinya Zain pasti juga ingin segera mempunyai seorang anak, terlihat sekali jika mereka sedang jalan berdua, dan tidak sengaja berpas-pasan dengan anak kecil maupun bayi Zain selalu memandang mereka dengan penuh kelembutan dimatanya.
Kembali lagi keZahra dan juga Aulian. Semakin besar kandungannya Zahra Aulian tidak pernah lupa selalu mengajak berbicara dan mengobrol dengan calon anaknya itu.
Ketika pertama kali Aulian merasakan tendangan pertama dari calon anaknya, dia sungguh sangat senang sekali, bahkan dia sering mengajak bercanda kepada anaknya walau terkadang anaknya tidak merespon perkataannya.
Zahra pun juga sudah tidak sabar sekali ingin segera melihat wajah dari anak yang dia kandung selama ini.
Aulian dan juga Zahra jika ditanya apakah jenis kelaminnya mereka selalu menjawab rahasia, karena mereka memang ingin memberikan sebuah rahasia dan kejutan bagi semuanya.
Kak Arjuna dan juga Khumairah mereka berdua juga sudah menikah sejak sekitar tiga bulan yang lalu, ketika usia kandungannya Zahra baru menginjak lima bulanan.
Setelah kemarin Zahra dan juga Aulian baru saja berkunjung kerumahnya Hafiz, satu minggu kemudian mereka berdua menghadiri acara pesta pernikahannya Kak Arjuna dan juga Khumairah diballroom hotel milik keluarganya Adzriel.
Namun sayang, Adzriel dan juga Mayang mereka berdua tidak bisa berlama-lama berada diacara penting Kakaknya itu.
Mengingat kondisinya Mayang yang tidak boleh terlalu kecapekkan.
Semua keluarga memakluminya, walau Kak Arjuna sebenarnya ingin sekali Mayang bisa menemaninya sampai acara pesta pernikahannya selesai, akan tetapi Kak Arjuna juga mengerti akan kondisi dari adik tersayangnya itu.
__ADS_1
Hatinya Kak Arjuna sungguh sangat-sangat bahagia sekali bisa memperistri Khumaira, wanita yang tidak dibayangkannya akan menjadi istrinya.
Khumairah memilih menetap dikampungnya Kak Arjuna karena dia sangat menyukai suasana dikampungnya Kak Arjuna yang sangat asri dan juga sejuk sekali karena berada dibawah kaki bukit.
Dan semakin bahagia lagi ketika Kak Arjuna dan juga Khumairah yang baru menikah satu bulan, Khumairah diyatakan positif hamil oleh Dokter ketika Khumairah dibulan kedua pernikahannya belum mendapatkan tamu bulanannya sampai kebulan ketiganya.
Sungguh Keluarganya Mayang yaitu Ibu Ajeng dan juga Ayah Rahman sangat bahagia sekali karena akan diberikan cucu dua langsung dari kedua anak mereka.
Ayah Rahman dan juga Ibu Ajeng selalu berdoa untuk kedua anak dan kedua menantunya supaya sehat selalu, serta diberi kelancaran jika akan menghadapi persalinan nanti.
Begitupun juga dengan Papah Ziyas serta Bunda Lili yang baru saja diberikan cucu lagi oleh Kak Qiyas dan juga Kia yang sudah berumur sekitar lima bulanan.
Aulian, Kak Arjuna, dan juga Adzriel mereka bertiga sudah siap menjadi suami yang siaga untuk mengurus istri tercinta yang sedang mengandung buah hati mereka masing-masing.
Apalagi Aulian, dia semakin overprotektif kepada Zahra, karena takut jika Zahra semakin kecapekan jika terlalu banyak beraktifitas.
Yang namanya hidup berumah tangga pasti akan ada yang namanya naik turun dan pasang surutnya, namun mereka semua selalu bisa mengatasinya dengan baik serta selalu saling terbuka satu sama lainnya dengan pasangan mereka masing-masing.
...π π π π π π π π π π π π π ...
Novel ini akan segera author tamatin ya readersπ€π
...πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ...
***TBC***
__ADS_1