
Aulian ternyata tidak mengantarkan Zahra langsung kePerusahaannya Ayah Ibrahim tempat Zahra bekerja, melainkan mengajak Zahra datang kekantornya.
Sebelum turun dari dalam mobilnya Aulian menghubungi seseorang terlebih dahulu.
"Halo Rion, hari ini Zahra akan datang terlambat, jika masalahnya belum selesai dia tidak akan datang kekantor", kata Aulian yang ternyata menelfon Rion atasannya Zahra.
"Iya Kak", jawab Rion kepada Aulian. Walau Rion jauh lebih tua dari Aulian akan tetapi dia menikahi adik sepupunya Aulian, jadi Rion sangat menghormati Aulian sebagai Kakak sepupunya serta juga sebagai rekan bisnis.
Setelah mendapat jawaban dari Rion, Aulian langsung saja mematikan sambungan telefonnya.
Walau Zahra daritadi sudah tahu jalan yang ditempuh bukannya jalan menuju ketempatnya bekerja, Zahra tidak banyak bertanya kepada Aulian, dia hanya diam saja, karena Zahra benar- benar sangat malas berbicara kepada Aulian, sambil terus beristighfar.
Bahkan sampai didepan loby kantor dan mendengar Aulian menelfon Rion atasannya yang sekarang, Zahra tetap bungkam dan tidak bertanya sama sekali kepada Aulian.
Tanpa disuruh Aulian ketika Zahra melihat Aulian keluar dari dalam mobil Zahra juga langsung ikut keluar. Padahal Aulian keluar terlebih dahulu tanpa berkata apa-apa kepada Zahra, walau marah akan tetapi Aulian tadi masih ingin membukakan pintu mobil untuk Zahra.
Dan ketika Zahra keluar lebih dahulu sebelum Aulian sampai membukakan pintunya, membuat Aulian semakin marah. Marah yang dirasakan Aulian bukannya tertuju kepada Zahra melainkan kepada orang yang mengirimkan foto itu kepada Zahra, hingga membuat Zahra marah kepadanya.
Zahra langsung saja berjalan berdampingan bersama Aulian, dan tidak ada yang tahu jika mereka sebetulnya sedang marahan, karena Aulian dan Zahra sekuat tenaga menyembunyikan muka marahnya didepan umum dan didepan para karyawan.
Didalam lift pun mereka berdua masih diam-diaman satu sama lainnya, jika Zahra masih malas berbicara kepada Aulian, sedang Aulian dia sedang memendam amarahnya kepada si pengirim pesan kepada Zahra, jadi itu yang membuatnya diam.
Zahra masih dengan setia mengikuti kemana langkah kakinya Aulian melangkah, dan ternyata Aulian mengajak Zahra masuk keruang kerja Papahnya.
Papah Ziyas yang sedang memeriksa berkas dia sedikit terkejut ketika melihat pintu ruangannya tiba-tiba terbuka dengan cukup kasar seperti itu.
Dan ketika Papah Ziyas melihat Zahra datang bersama Aulian, semakin membuat Papah Ziyas terkejut saja, pasalnya hari itu adalah hari kerjanya Zahra.
"Zahra ko kamu kesini, apa ada kerjasama dan Aulian kenapa muka kamu seperti itu apa kalian sedang marahan?? ", kata Papah Ziyas kepada Zahra dan juga Aulian yang masih berdiri didepan meja kerjanya.
Dan Zahra juga tidak bertanya kepada Aulian kenapa mengajaknya masuk keruanganya Papah Ziyas bukan keruang kerjanya Aulian sendiri.
"Papah Aulian minta tolong sekali, bantu Aulian siapa dibalik dalang pengiriman foto ini Pah, karena Zahra tidak percaya sama Aul Pah jika yang didalam foto itu bukannya Aulian Pah, bahkan Zahra mau membatalkan pernikahan kita padahal undangan semuanya sudah disebar", kata Aulian sambil meletakkan ponselnya Zahra diatas meja kerjanya Papah Zitas.
Papah Ziyas langsung saja membuka ponselnya Zahra, dan beliau sangat terkejut sekali melihat dua foto yang begitu mesra sekali seperti itu, dan wajah laki-laki itu sangat mirip sekali dengan Aulian.
__ADS_1
"Apakah ini benar-benar bukan kamu Aul?? ", tanya Papah Ziyas antara yakin dan tidak yakin jika didalam foto itu adalah Aulian.
"Pah demi Allah Pah, Aul tidak pernah melakukan foto itu kepada seorang wanita, Papah harusnya lebih tahu karakter dan sifatnya Aul Pah", kata Aulian sangat ketakutan jika Papahnya tidak percaya juga kepadanya.
Papah Ziyas lalu mengamati foto itu dengan seksama, hingga Papah Ziyas bisa menyimpulkan jika yang ada didalam foto itu bukanlah Aulian anaknya.
"Yang mengedit ini dia sangat pintar sekali Papah akui, Papah berani menjamin jika foto ini adalah editan Zahra", kata papah Ziyas kepada Zahra dan Aulian yang mendengarnya sangat lega sekali.
Papah Ziyas setelah berkata seperti itu dia lalu menelfon seseorang menggunakan telefon yang ada diatas meja kerjanya.
"Kak keruangannya Papah sekarang", Kata Papah Ziyas yang ternyata menelfon Kak Qiyas.
Walau Papah Ziyas sudah tidak memegang kendali penuh diPerusahaannya, akan tetapi dia masih terus memantau penuh Perusahaannya.
"Kenapa kalian daritadi berdiri terus, apa tidak capek, kenapa tidak duduk dulu Aulian, Zahra??", kata Papah Ziyas kepada Aulian dan juga Zahra.
Aulian dan Zahra yang saking emosionalnya perasaannya mereka sampai lupa jika belum duduk daritadi dan masih berdiri terus didepan meja kerjanya Papah Ziyas.
Setelah mendengar perkataannya Papah Ziyas, Aulian dan Zahra mereka berdua langsung saja duduk dikursi yang ada didepan meja kerjanya Papah Ziyas.
Selang bebrapa menit akhirnya Kak Qiyas sampai juga dan sudah masuk kedalam ruangannya Papah Ziyas. Ketika Kak Qiyas membuka pintu langsung saja mengalihkan pandangannya Papah Ziyas, Aulian dan juga Zahra.
"Ada apa Papah memanggil Iyas?? dan kenapa disini juga ada Zahra, apakah kamu tidak bekerja Zahra??", tanya Kak Qiyas kepada Papah Ziyas dan juga Zahra. Dan Zahra hanya menggelengkan kepalanya saja kepada Kak Qiyas.
"Mari kita duduk disana saja dulu", kata Papah Ziyas kepada semuanya untuk mengajak duduk dishofa yang ada diruangannya.
"Kak coba lihat ini", kata Papah Ziyas kepada Kak Qiyas sambil memberikan ponselnya Zahra kepada Kak Qiyas ketika mereka semua sudah pada duduk dishofa.
Kak Qiyas langsung saja menerima ponselnya Zahra yang diberikan oleh Papah Ziyas kepadanya. Kak Qiyas langsung saja melihat gambar foto yang membuat Zahra sedih.
Sama seperti Papah Ziyas, Kak Qiyas dia juga sama terkejutnya melihat foto itu.
Aulian dia menggelengkan kepalanya kepada Kak Qiyas ketika Kak Qiyas melihat foto itu sambil melihat kearahnya. Kak Qiyas terus mengamati foto itu dengan seksama, sampai dizoom dan dilihatnya secara detail.
"Apakah kamu mengenal wanita yang ada didalam foto ini Aul??", tanya Kak Qiyas yang sudah selesai mengamati foto itu.
__ADS_1
"Kenal Kak, dia teman Aul waktu Kuliah dulu, namanya Via", jawab Aulian kepada Kak Qiyas.
"Bagaimana menurut kamu Kak??", tanya Papah Ziyas kepada Kak Qiyas.
"Iyas yakin ini editan Pah, kita memang tidak boleh suudzon akan tetapi Iyas curiga dengan wanita yang bernama Via ini Pah", jawab Kak Qiyas kepada Papah Ziyas dan masih didengar Aulian serta Zahra.
"Papah juga curiga dengan wanita itu sebenarnya Kak", jawab Papah Ziyas kepada Kak Qiyas.
"Apakah dia mempunyai tingkah laku yang berbeda denganmu Aul, atau seperti dia cari perhatian begitu ??", tanya Kak Qiyas kepada Aulian.
Sedang Zahra daritadi dia masih diam menyimak perkataannya Papah Ziyas, Kak Qiyas dan juga Aulian.
"Ya dia sedikit centil kepada Aul Kak, dan suka cari perhatiannya Aul juga jika bertemu dengan Aul", jawab Aulian kepada Kak Qiyas dan perkataan dari Aulian membuat Zahra langsung mengalihkan pandangannya kearah Aulian.
"Bisa dipastikan jika dia menyukaimu Aul", jawab Kak Qiyas kepada Aulian.
"Terus apa yang harus Aul lakukan Kak, Aul tidak mau jika Zahra akan membatalkan pernikahan kita", jawab Aulian kepada Kak Qiyas dengan bersedih.
"Kamu tenang saja Kakak akan meminta tolong kepada orang kenalannya Kakak yang ahli IT, dan Zahra Kakak yakin seratus persen jika yang ada didalam foto itu bukanlah Aulian", kata Kak Qiyas kepada Zahra dan juga Aulian.
Zahra hanya mengangguk saja kepada Kak Qiyas, sedang Aulian dia sedikit lega setidaknya Keluarganya pada tidak percaya akan foto itu.
Kak Qiyas, Papah Ziyas, Aulian dan serta Zahra mereka merencanakan sesuatu untuk menjebak pengirim foto itu kepada Zahra dan juga ingin mengetahui motif apa yang ada dibalik dia mengirimkan foto itu kepada Zahra.
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
Maaf readers banyak yang komen ko nikahnya lama banget thor.
Disini author ingin menjelaskan lagi, author membuat cerita sesuai judulnya ya readers, kisah cinta Aulian - Zahra, Author lebih suka masalah-masalahnya itu sebelum menikah jadi nanti sesudah menikah mereka bisa happy, semua Author mempunyai karakter dalam penulisannya sendiri-sendiri ya readers. βΊοΈβΊοΈβΊοΈβΊοΈ
Semoga suka ya dan salam kenal readersπ€π€π€π€
ππππππππππππ
***TBC***
__ADS_1