
"Begitulah Bu ceritanya ketika Nak Adzriel datang kerumah kita", kata Ayah Rahman kepada Ibu Ajeng ketika sudah selesai menceritakan semuanya kepada istrinya.
"Ayah sangat salut dengan keberanian dan kejujuran dari Nak Adzriel Bu, dia dengan terang-terangan berani menceritakan kesalahannya kepada Ayah dan juga Arjun tanpa ditutup-tutupi sama sekali", sambung Ayah Rahman lagi kepada Ibu Ajeng.
"Iya Yah, May tadi juga sudah bercerita sama Ibu seperti apa yang Nak Adzriel ceitakan kepada Ayah dan juga Arjun", kata Ibu Ajeng kepada suaminya.
"Dan menurut Ibu Nak Adzriel ini anaknya baik deh Yah", kata Ibu Ajeng lagi kepada Ayah Rahman, sedang Kak Arjuna dia asik sediri dengan ponselnya, akan tetapi dia juga masih mendengarkan pembicaraan dari kedua orang tuanya.
"Iya Bu, Ayah juga merasa seperti itu, akan tetapi kita kembali keMay, karena May juga umurnya masih terbilang kecil Bu", jawab Ayah Rahman kepada Ibu Ajeng.
"Iya Yah, tapi jika May mau sama Nak Adzriel, Ibu setuju-setuju saja Yah, karena tidak semua laki-laki mau mengakui kesalahannya didepan orang tua wanita yang dicintainya Yah", jawab Ibu Ajeng kepada Ayah Rahman.
Dan Ayah Rahman dia hanya mengangguk saja menanggapi perkataan dari istrinya, karena memang benar apa yang dikatakan oleh istrinya itu.
"Kamu sedang menelfon siapa sih Nak, sepertinya sedang sibuk sekali??", kata Ibu Ajeng kepada Kak Arjuna yang daritadi melihat Kak Arjuna sibuk menghubungi seseorang akan tetapi belum diangkat.
"Sedang menelfon Mbak Zahra atau Mas Aulian Bu, ingin menanyakan soal Adzriel kepada mereka, akan tetapi belum diangkat sama sekali sama mereka", jawab Kak Arjuna kepada Ibunya sambil terus mencoba menghubungi Aulian dan juga Zahra.
"Mungkin mereka sedang sibuk Nak, karena setahu Ibu mereka sedang berbulan madu", jawab Ibu Ajeng kepada Kak Arjuna.
"Baiklah, lain kali saja Arjun menghungi mereka Bu", jawab Kak Arjuna kepada Ibunya.
"Bu, Yah, apa tidak apa-apa kita tinggalkan mereka berdua saja didalam sana, takutnya jika May nanti mengamuk kepada Adzriel bagaimana??", tanya Kak Arjuna kepada Ibu dan Ayahnya.
"Tidak apa-apa Nak, percayalah", jawab Ibu Ajeng sambil tersenyum kepada Kak Arjuna.
"Iya Nak tidak apa-apa, kita berikan waktu dahulu kepada mereka, karena Mayang dia harus bisa menyelesaikan masalahnya sendiri", sambung Ayah Rahman kepada Kak Arjuna.
"Ok, Oh ya Ibu sama Ayah mau makan apa??, biar Arjun belikan", kata Kak Arjuna kepada kedua orang tuanya.
Ayah Rahman dan Ibu Ajeng mereka berdua langsung saja menyebutkan makanan yang ingin dimakannya, karena May masih harus menginap malam itu diklinik dan baru boleh pulang esok harinya, untuk menghabiskan infusannya terlebih dahulu dan memulihkan tenaganya Mayang yang masih lemas karena anemia juga.
__ADS_1
"Itu May, Nak Adzriel dan juga sama anak buahnya Nak Adzriel dibelikan juga ya Nak, kasihan mungkin mereka juga pada belum makan", kata Ibu Ajeng kepada Kak Arjuna.
"Baik Bu", jawab Kak Arjuna kepada Ibunya dan dia langsung berlalu pergi untuk membeli makanan.
Sedangkan Adzriel dan juga Mayang yang tadi ditinggal oleh Kak Arjuna, Ibu Ajeng dan juga Ayah Rahman berdua saja didalam kamar rawat inap, mereka pada saling diam dengan Adzriel yang selalu tersenyum kepada Mayang.
"Halo May apa kabar??", kata Adzriel kepada Mayang sambil tersenyum.
Sedang Mayang dia hanya diam saja sambil terus memandang kedapan tanpa melihat kearahnya Adzriel.
"Maafkan atas sikap saya kemarin ya May, saya sungguh sangat menyesal dan dihantui rasa bersalah sebelum kamu mau memaafkanku", kata Adzriel mencoba berbicara kepada Mayang lagi.
Namun tetap saja Mayang hanya diam saja tanpa mengalihkan pandangannya kearahnya Adzriel.
"Tadi saya sudah menceritakan semuanya kepada Kakak dan juga Ayah kamu May, dan inilah hadiah yang saya dapat dari mereka", kata Adzriel terus mencoba berbicara kepada Mayang sambil menunjuk wajahnya sendiri menggunakan tangannya, akan tetapi masih saja belum ada tanggapan dari Mayang.
"Dan saya juga sudah melamar kamu kepada Ayah dan juga Kakak kamu May, mereka mau menerima saya, asal kamu juga mau menerima saya May", kata Adzriel untuk kesekian kalinya kepada Mayang.
"Iya May, saya benar-benar mencintai kamu, hingga ketika mendengar kamu sedang sakit begini saya langsung meninggalkan pekerjaan saya dan langsung menuju kemari, karena saya benar-benar sangat khawatir sekali dengan kamu Mayang", kata Adzriel sambil terus mengajak berbicara Mayang yang masih terdiam namun Mayang sudah mau melihat kearahnya Adzriel.
"May, apakah kamu menikah dengan saya, dan menjadi istri serta Ibu untuk anak-anak saya??", kata Adzriel kepada Mayang sambil menampilkan wajah serius kepada Mayang.
"Maaf Om, jika Om ingin menjadikan saya istri karena rasa bersalahnya Om kepada saya, maaf saya tidak bisa, karena itu tidak baik dan akan merugikan May nantinya setelah menikah jika May menerima lamarannya Om", jawab Mayang akhirnya kepada Adzriel.
"Saya benar-benar mencintai kamu May, tidak ada niatan sedikit pun ingin menjadikanmu istriku karena rasa bersalahku kepadamu May, itu semua karena saya benar-benar mencintai kamu Mayang", jawab Adzriel kepada Mayang dengan sangat bersungguh-sungguh sekali.
"Maaf Om, May tidak bisa untuk menjadi istrinya Om, untuk masalah itu, kita lupakan saja Om, May sudah memaafkan Om dan May mohon Om segera kembali pulang saja kekota", kata Mayang dengan dinginnya kepada Adzriel.
"Tidak May, saya tidak akan kembali kekota sebelum kamu mau memaafkan saya, saya akan terus berjuang untuk mendapatkan hati dan juga maaf tulusmu itu May", jawab Adzriel dengan mantap kepada Mayang.
"Terserah", jawab Mayang kepada Adzriel dengan jutek.
__ADS_1
Dan ketika Mayang dan Adzriel langsung pada saling diam, tiba-tiba pintu ruang inapnya diketuk dan masuklah Ibu Ajeng sambil membawa makanan untuk Adzriel serta Mayang yang tadi dibeli oleh Kak Arjuna.
"Maaf menganggu, ini Nak Adzriel Ibu bawakan nasi goreng kampung yang tadi dibeli oleh Kak Arjun, dan ini untuk kamu May semur ayam plus nasinya tidak pedas, karena kamu belum boleh makan yang pedas dahulu May", kata Ibu Ajeng kepada Adzriel dan juga Mayang sambil menyerahkan nasi goreng kepada Adzriel.
"Sini Bu, biar Adzriel yang menyuapi May makan", kata Adziel kepada Ibu Ajeng ketika Ibu Ajeng masih memegang semur ayam untuk Mayang, dan Adzriel sudah menaruh nasi gorengnya terlebih dahulu diatas meja yang ada disebelah ranjang pasien.
"May sudah kenyang Bu, bawa keluar saja", jawab Mayang dengan segera ketika tahu dia akan disuapi oleh Adzriel.
"Tadi kan tidak jadi makan May, karena tumpah makanannya, sekarang makan dulu ya", jawab Ibu Ajeng kepada Mayang.
"Kalau begitu biar Mayang makan sendiri saja Bu", jawab Mayang kepada Ibunya.
"Tidak apa-apa, kamu kan masih sakit, sini biar saya saja yang menyuapi kamu", kata Adzriel kepada Mayang dengan lembut.
Ibu Ajeng yang mendengar perkataannya Adzriel dia hanya tersenyum saja kepada Adzriel sambil memberikan semur ayam yang dibawanya untuk Mayang tadi.
"Ibu disini kan makannya??", tanya Mayang kepada Ibunya, karena Mayang tidak mau ditinggal lagi berdua saja bersama Adzriel.
"Ibu mau keluar May, soalnya Ayah tidak ada temannya, sedang Kakak kamu Arjun dia harus kembali pulang sebentar karena mau mengecek sesuatu katanya tadi", jawab Ibu Ajeng kepada Mayang lagi.
"Adzriel akan menjaga May disini ko Bu, Adzriel tidak akan menyalahgunakan kepercayaan dari kalian lagi ko", kata Adzriel ikut menimpali percakapannya Mayang dengan Ibunya sambil tersenyum.
"Itu sudah ada Nak Adzriel ko May, Ibu keluar dahulu ya, kasihan Ayah nanti jika kelamaan Ibu didalam sini", kata Ibu Ajeng kepada Mayang.
Dengan berat hati May akhirnya membiarkan Ibunya keluar dari ruang inapnya menemani Ayahnya, sedang dia harus bersama Adzriel lagi berduaan didalam ruang rawat inapnya.
"Ayo adik kecilku sayang aaa", kata Adzriel kepada Mayang sambil meyodorkan satu sendok makanan ketika Ibu Ajeng sudah berlalu keluar.
πππππππππππππ
***TBC***
__ADS_1