LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
KHAWATIRNYA AULIAN


__ADS_3

"Apaaaaaaaaa!!!!!!!! ", teriak Aulian dengan begitu kerasnya ketika mendengar perkataan dari Bibi.


"Tuan Aulian ada apa?? ", kata Indra ketika langsung masuk keruangannya Aulian dengan nada yang juga khawatir karena tiba-tiba mendengar teriakannya Aulian.


"Tidak apa-apa Indra, ada sesuatu dirumah, aku harus segera pulang, tolong kamu bereskan meja kerjaku" jawab Aulian kepada Indra. Dan dia langsung saja berlalu keluar dari ruang kerjanya sambil mematikan sambungan telefonnya dari Bibi yang bekerja dirumah yang ditempatin oleh Zahra.


Aulian langsung saja berlari menuju kelift, ketika didalam lift dia langsung saja menelfon Dokter Keluarganya untuk segera datang kerumah yang sedang ditempatin oleh Zahra.


Sesampainya diloby Aulian dia langsung saja masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan oleh anak buahnya dan dia langsung juga tancap gas dengan kecepatan yang cukup tinggi.


Empat puluh lima menit kemudian, Aulian sampai juga dirumahnya Zahra yang sebentar lagi menjadi miliknya juga itu, bersamaan datangnya dengan Dokter Keluarga yang tadi ditelfon Aulian didalam lift.


"Tuan Aulian", kata Dokter Keluarga itu kepada Aulian.


"Ayo mari Dok", jawab Aulian dan dia langsung saja mengajak masuk Dokter tersebut kekamarnya Zahra.


Ketika sampai dikamarnya Zahra, Aulian melihat Zahra sedang ditunggui oleh seorang asisstan rumah tangganya yang bernama Bi Iyah sambil terus memijat kakinya Zahra. Dan Bi Iyah ketika melihat Aulian serta seorang Dokter masuk kedalam kamar dia langsung saja berpamitan kepada Aulian untuk keluar dari kamarnya Zahra.


"Akan saya periksa dahulu Tuan, Nona Zahranya", kata Dokter itu kepada Aulian, dan dia langsung saja mengeluarkan alat-alat kedokterannya.


Aulian dia dengan setia dan terus memperhatikan Dokter tersebut yang sedang memeriksa Zahra dengan wajah yang benar-benar sangat khawatir sekali kepada Zahra.


"Harusnya tadi aku tidak berangkat lagi kekantor, dan harusnya tadi aku kembali masuk saja kerumah ini untuk menunggui Zahra", kata batin Aulian menyalahkan dirinya sendiri sambil melihat kearahnya Zahra terus yang sedang diperiksa oleh Dokter.


"Bagaimana Dok keadaannya Zahra, apa yang sebenarnya sedang terjadi kepadanya?? ", tanya Aulian dengan terburu-buru ketika sudah melihat Dokter itu selesai memeriksa Zahra.


"Nona Zahra hanya terlalu kecapekan saja Tuan, sepertinya dia bekerja terlalu diforsir, makannya pun tidak teratur dan serta Nona Zahra dia juga kurang tidur, serta tidurnya pun tidak teratur, itu yang menyebabkan Nona Zahra bisa pusing dan sampai pingsan begini Tuan", jawab Dokter Keluarga itu kepada Aulian.


"Dan ini saya resepkan obat serta vitamin, tolong nanti Nona Zahra jika sudah siuman untuk meminum obatnya yang saya resepkan ya Tuan, tapi sebelum minum obatnya Nona Zahra suruh makan dahulu Tuan Aulian", sambung Dokter itu lagi kepada Aulian sambil memberikan selembar kertas resep kepada Aulian.


"Apakah Zahra akan segera siuman Dok, dari pingsannya?? ", tanya Aulian kepada Dokter itu.


"Sebentar lagi Nona Zahra akan siuman Tuan", jawab Dokter itu lagi kepada Aulian.


"Kalau begitu saya permisi Tuan", pamit Dokter itu kepada Aulian sambil berjabat tangan ketika sudah memasukkan semua peralatannya ketas yang dia bawa.


"Terimakasih Dokter", jawab Aulian kepada Dokter itu, dan Aulian hanya mengantarkannya sampai depan kamarnya Zahra saja.

__ADS_1


Ketika Dokter itu sudah pergi, Aulian lalu melihat kearahnya Zahra lagi yang seperti sedang tidur itu, sebelum keluar kamar Aulian sudah memanggil salah satu pembantunya untuk menemani Zahra didalam kamar.


Setelah keluar kamar, Aulian langsung memanggil kedua pembantu lainnya untuk menghadap kepadanya diruang Keluarga.


"Bi, bagaimana ceritanya Zahra bisa sampai pingsan begini?? ", tanya Aulian kepada Bibi diruang Keluarga.


"Tadi kan, setelah pulang dari pergi sama Tuan Aulian, Non Zahra berpesan kepada kami, untuk jangan mengganggunya, karena katanya kepalanya sedang pusing ingin istirahat, dan Bibi juga melihat wajahnya Non Zahra terlihat pucat sekali. Sekitar jam empat sore tadi, Non Zahra masuk kedapur dan Bibi tanya katanya mau ambil minum, namun baru sampai dimeja makan, Non Zahra dia merasakan sangat pusing sekali dikepalanya dan Non Zahra langsung pinsan Tuan", jawab Bibi Iyah kepada Aulian.


"Iya Tuan, dan kami langsung berteriak memanggil penjaga diluar, ketika para penjaga datang Non Zahra langsung digendong anak buahnya Tuan menuju kedalam kamarnya, lalu saya langsung menelfon Tuan Aulian", kata Bibi yang satunya yang bernama Bi Suti.


"Baiklah, terimakasih Bi, dan tolong buatkan makanan untukku dan juga Zahra, saya akan makan nanti bersama Zahra", kata Aulian kepada para pembantunya.


"Baik Tuan", jawab para pembantu kepada Aulian, dan mereka langsung berlalu pergi menuju kedalam dapur untuk memasak makanan untuk Aulian dan serta Zahra.


Ketika para pembantunya sudah pergi, Aulian langsung menelfon para anak buahnya yang ada didepan menggunakan telefon yang ada diruang Keluarga.


"Dua orang dari kalian kesini", kata Aulian disambungan telefon kepada para anak buahnya.


"Baik Tuan Aulian", jawab anak buahnya yang mengangkat sambungan telefonnya Aulian.


Setelah menunggu cuma lima menit akhirnya dua orang anak buahnya Aulian sudah sampai didalam rumah dan juga sudah berada didepannya Aulian.


"Siap Tuan", jawab kedua bodyguard itu kepada Aulian.


Setelah kepergian dari bodyguardnya alias anak buahnya, Aulian lalu beranjak dari duduknya untuk melihat keadaannya Zahra.


Dan ketika Aulian masuk, Zahra ternyata sudah sadar sambil duduk diranjang dengan badan yang disandarkan kekepala ranjang, sambil memejamkan matanya. Dan bibi yang menemani Zahra dia langsung permisi keluar kepada Zahra dan juga Aulian.


"Zahra, syukurlah kamu sudah bangun", kata Aulian dengan segera berlari kecil mendekati Zahra.


"Abang disini?? ", kata Zahra kepada Aulian.


"Sungguh sangat khawatir sekali Abang mendengarmu pingsan tadi dari Bibi, kamu bagaimana keadaannya sayang?? ", kata Aulian kepada Zahra dan dia sudah duduk dipinggir ranjang dekat dengan kakinya Zahra.


"Pusing, lemas sekali badannya Zahra Abang", jawab Zahra dengan bibir pucatnya.


"Sebentar biar Abang menyuruh Bibi menyiapkan teh hangat dan buah-buahan untukmu sayang", kata Aulian kepada Zahra dan dia langsung beranjak dari duduknya.

__ADS_1


Ketika Aulian baru saja sampai pintu kamar dia dikejutkan dengan kedatangan kedua orang tuanya, yaitu Papah Ziyas dan Bunda Lili, karena pintu kamarnya Zahra memang sengaja tidak Aulian tutup.


"Papah, Bunda, ko kalian ada disini", tanya Aulian dengan terkejut kepada kedua orang tuanya.


Tanpa menjawab pertanyaan dari Aulian terlebih dahulu Bunda Lili dan Papah Ziyas langsung mendekati Zahra yang hanya tersenyum tipis melihat calon mertuanya datang.


"Ya Allah Nak, pucat sekali wajah kamu, dan badan kamu juga panas sekali", kata Bunda Lili kepada Zahra ketika sudah duduk didekatnya Zahra sambil mengecek suhu badannya Zahra.


"Iya Bund, Zahra hanya kecapekan saja, kata Dokter dia terlalu diforsir bekerjanya, dan kurang istirahat juga mangkanya sekarang dia ngedrop", jawab Aulian ketika sudah kembali lagi masuk dan berdiri didekatnya Papah Ziyas.


"Papah sama Bunda tahu darimana jika Zahra sedang sakit?? ", tanya Aulian lagi kepada kedua orang tuanya.


"Dari laporan anak buahnya Papah yang berjaga disini, katanya tadi Zahra pingsan", jawab Papah Ziyas kepada Aulian.


"Maafkan Aul Pah, Aul lupa untuk mengabari kalian, karena Aul saking khawatirnya sama Zahra tadi", kata Aulian kepada Papah Ziyas.


"Tidak apa-apa kami mengerti Aul", jawab Papah Ziyas kepada Aulian.


"Maafkan Zahra Pah, Bund sekali lagi merepotkan kalian berdua", kata Zahra dengan lirih kepada Papah Ziyas dan Bunda Lili.


"Sssuusst, kata siapa Zahra kamu merepotkan kami, kamu juga kan anak kami, iya kan Pah", jawab Bunda Lili kepada Zahra dan kepada Papah Ziyas.


"Iya Zahra, nanti biar Papah bilang sama Ayah Ibrahim supaya pekerjaan kamu dihandle oleh sekretarisnya dulu yaitu Rion", kata Papah Ziyas kepada Zahra. Dan Zahra hanya mengangguk saja kepada Papah Ziyas.


"Kamu tadi mau kemana Aul?? ", tanya Bunda Lili kepada Aulian.


"Oh ya lupa, tadi Aul mau menyuruh Bibi membuatkan teh hangat untuk Zahra, Papah sama Bunda mau sekalian dibuatkan tidak?? ", jawab Aulian kepada Bunda Lili.


"Bunda tidak mau, Papah kamu buatkan kopi susu saja", jawab Bunda Lili kepada Aulian.


Dan setelahnya Aulian langsung berlalu pergi keluar kamar menuju kedapur untuk menyuruh bibi membuatkan minumannya untuk Zahra dan juga Tuan Fredo.


🍎🍏🍎🍏🍎🍏🍎🍏🍎🍏🍎🍏


Lanjutannya part selanjutnya yah readers, sudah panjang dipart ini πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Dan terimakasih karena masih setia mengawal kisah percintaannya Aulian - Zahra sampai saat iniπŸ˜˜πŸ˜‰πŸ˜

__ADS_1


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


***TBC***


__ADS_2