
Pagi harinya Aulian yang terbangun lebih dahulu dari Zahra sekitar jam empat lebih dua puluh lima menit, ketika bangun Aulian langsung saja memeluk Zahra dengan begitu eratnya karena rasa bahagia yang sangat-sangat dia rasakan pagi itu.
Aulian semalam padahal baru bisa tidur pukul satu lebih lima belas menit. Malam itu Aulian yang belum bisa tidur dia terus memandangi wajahnya Zahra yang sudah tertidur lebih dahulu karena rasa letih yang dirasakan Zahra ketika digempur terus sama Aulian tadi.
Aulian memandangi Zahra sambil terus mengusap pipinya Zahra dengan lembut, dan senyum dibibirnya Aulian pun tidak pernah luntur.
"Sungguh malam ini Abang sangat bahagia sekali Zahra, terimakasih atas semuanya, dan kamu juga masih menjaganya selama ini, hingga Abang yang bisa mendapatkannya untuk pertama kali bagimu", kata Aulian kepada Zahra yang sudah tertidur.
"Tidak akhlak kamu saja yang baik, ternyata wajah kamu juga sangat cantik begini, sungguh beruntungnya Abang", kata Aulian lagi dan kali ini dia langsung mencium keningnya Zahra.
Setelah berkata seperti itu dia langsung memeluk dan membawa Zahra kedalam pelukan hangatnya. Aulian ingin sekali memejamkan matanya, akan tetapi rasanya susah sekali, sebab Zahra yang sedang tertidur didalam pelukannya dia belum memakai pakaiannya membuat Aulian rasanya antara tersiksa dan senang secara bersamaan.
"Tidak bertemu dengan Zahra rasanya sudah tersiksa sekali, ini sudah bisa tidur dengan Zahra ternyata lebih tersiksa lagi", kata Aulian lagi untuk dirinya sendiri sambil tertawa sendiri.
"Biarlah yang penting aku happy", kata Aulian lagi sambil memainkan squishynya Zahra, dan tidak cuma memainkan squishynya Zahra dia juga sambil menyusu seperti baby, dan ternyata itu cukup ampuh bisa langsung membuat Aulian tertidur dengan pulasnya.
Mangkanya tidak heran ketika bangun pagi Aulian bisa merasakan energi yang sangat full ditubuhnya, padahal malamnya Aulian tidurnya sudah cukup larut sekali jamnya.
Singkat cerita Aulian dan juga Zahra yang sudah pada selesai melaksanakan mandi besar dan sholat subuh, mereka saat ini sedang duduk bersantai dibalkon yang ada didalam kamar mereka sambil menunggu sarapan mereka datang diantarkan oleh pelayan hotel.
Aulian dan Zahra mereka sangat menikmati suasana berdua mereka, sambil mencurahkan rasa bahagia mereka masing-masing, sebelum mereka sibuk dengan pesta resepsi yang nanti akan mereka lakukan hari itu.
"Sungguh sayang, malam tadi adalah malam terindah dihidupnya Abang", kata Aulian kepada Zahra sambil berpelukan dikursi panjang yang ada dibalkon kamar mereka.
"Iya, untuk pertama kalinya dihidupnya Zahra, Zahra juga senang bisa melakukan itu bersama orang yang Zahra cintai, dan pagi tadi juga Zahra dikejutkan oleh bayi besar yang sedang menyusu", kata Zahra kepada Aulian, membuat Aulian langsung tertawa dengan begitu kerasnya ketika mendengar perkataannya Zahra.
"Habisnya Abang tadi malam tidak bisa tertidur sayang, karena kamu tidurnya dengan begitu menggoda sekali untuk Abang, tapi cara yang Abang lakukan sangat ampuh sekali bisa langsung membuat Abang tertidur dengan pulas", jawab Aulian kepada Zahra sambil tertawa bahagia sekali.
Dan Zahra pun juga sama bahagianya ketika bisa melihat Aulian sangat begitu bahagia sekali.
"Nanti malam, Abang ***** lagi ya sayang, biar Abang bisa tidur dengan pulas seperti tadi malam", kata Aulian lagi kepada Zahra sambil tertawa menggoda.
"Itu sih maunya Abang, boleh asal jangan digigit, apa mau sekarang nih boleh", jawab Zahra kepada Aulian sambil menggodanya juga.
__ADS_1
Aulian yang mendengar perkataannya Zahra dia langsung tertawa dengan sangat keras sekali, dan dia langsung membawa Zahra kedalam pelukannya.
Ya begitulah sekiranya yang dilakukan Zahra serta Aulian untuk menunggu mereka bersiap-siap dan melangsungkan pesta resepsinya mereka.
Bukannya Aulian dan Zahra tidak mau bersiap-siap dari awal, akan tetapi semua persiapan sudah siapkan oleh para orang tua mereka, dan Aulian serta Zahra mereka hanya perlu untuk dimakeup saja. Ketika waktu sudah menunjukkan pukul enam pagi, Bunda Lili dan Ibu Dina mereka pada datang kekamarnya Aulian dan juga Zahra untuk melihat keadaannya Zahra dan juga Aulian.
"Kalian berdua sudah sarapan belum??", tanya Bunda Lili kepada Zahra yang sudah ikut duduk diruang tamu bersama Zahra.
"Belum Bund, ini sebentar lagi makanannya mau diantarkan kesini", jawab Zahra kepada Bunda Lili.
"Oh ya Nak, nanti kamu berhiasnya dikamarnya Ibu ya, dan Nak Aulian dia nanti dikamarnya mertua kamu", kata Ibu Dina kepada Zahra.
"Baik Bu", jawab Zahra kepada Ibunya.
"Ini Aul ngomong-ngomong lagi dimana Zahra, ko tidak kelihatan??", tanya Bunda Lili kepada Zahra, dan mereka sedang berbincang diruang tamu kamarnya Zahra.
"Katanya mau buang air besar tadi Bund", jawab Zahra kepada Bunda Lili.
Zahra yang mengetahui maksud dari Bunda Lili Ibu mertuanya dia hanya tertawa malu saja, sedangkan Ibu Dina yaitu Ibunya Zahra dia hanya tersenyum lucu ketika melihat muka malunya Zahra.
"Apaan sih Bund tanya begitu, bikin malu Zahra saja tuh", kata Aulian yang tiba-tiba sudah berjalan kearah mereka bertiga.
"Kan takutnya nanti Zahra kecapekan kasihan Aul", jawab Bunda Lili kepada Aulian yang sudah ikut duduk bergabung bersama mereka bertiga.
Ketika mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk dari luar, dan ketika dibuka Aulian ternyata yang datang adalah pelayanan kamar yang sedang mengantarkan sarapan untuk Aulian dan juga Zahra.
"Sudah biar Abang saja yang menyiapkannya, kamu diam saja disitu", kata Aulian kepada Zahra yang sedang berdiri ingin menyiapkan makanannya diatas meja makan yang ada didalam kamarnya Aulian serta Zahra.
Aulian sengaja berkata seperti itu kepada Zahra, karena tadi pagi ketika bangun tidur Aulian melihat Zahra dia kesulitan untuk berjalan membuat Aulian tadi antara kasihan dengan Zahra dan mau bagaimana lagi Aulian juga bingung mau berbuat apa kepada Zahra.
Akhirnya tanpa fikir panjang Aulian yang melihat Zahra kesusahan berjalan, dia langsung menggendong Zahra menuju kedalam kamar mandi, akan tetapi sebelum Zahra mandi, Aulian sudah menyuruh Zahra untuk menunggunya terlebih dahulu karena Aulian akan menyiapkan air hangat untuk Zahra berendam supaya lebih enakan badannya Zahra, terutama miliknya Zahra.
Tanpa terasa waktu sudah berjalan dengan cukup cepat sekali. Aulian dan Zahra serta semua Keluarganya Zahra sudah pada bersiap-siap untuk menyambut pesta resepsinya Zahra dan juga Aulian diballroom hotel tempat mereka menginap, karena pesta resepsinya Aulian dan Zahra akan dilaksanakan pukul sepuluh pagi.
__ADS_1
Aulian sedang dirias dan dimakeup oleh para MUA yang sudah disewa oleh Bunda Lili, begitupun dengan Zahra dia juga sedang didandani dan dimakeup dengan begitu mempesona sekali oleh para MUA yang lebih mahal dan terkenal dari MUA yang merias pesta ijab kabulnya Zahra kemarin.
Zahra dan Aulian mengusung konsep modern yang simple akan ketetapi walau simple masih terlihat sangat mewah dan elegan sekali. Semua konsep itu Bunda Lili dan Mamah Dian yang mengatur, sedangkan Ibu Dina dia mengikut saja.
Aulian dan Zahra mereka menyerahkan semuanya kepada para orang tua mereka masing-masing, berapapun biayanya yang terpenting bagi Aulian Zahra bisa bahagia.
Zahra walau dia berhijab, dia terlihat bak puteri raja yang sedang menunggu pangerannya untuk datang menjemputnya. Dengan gaun yang berwarna putih dan begitu mewahnya yang menjuntai kebawah dengan ekor gaun yang tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek, serta hiasan mutiara-mutiara kecil diarea pinggang rampingnya Zahra membuat gaun rancangan desainer luar negeri yang sudah sangat terkenal begitu indah sekali dipakai oleh Zahra.
Dan jangan lupakan sebuah mahkota indah yang dipesan khusus oleh Papah Ziyas kepada pengrajin emas, menambah Zahra begitu sangat memukai hari itu.
Mahkota yang dipesan oleh Papah Ziyas salah satunya untuk hadiah kepada Zahra yang harganya berkisar sekitar satu miliar itu sungguh sangat-sangat indah sekali, karena ada tiga berlian dimahkota yang dipakai oleh Zahra. Dan yang paling besar ditengah-tengah bagian mahkotanya Zahra.
Sebelumnya Zahra sudah membicarakan dengan Aulian jika Zahra juga ingin memberika sejumlah uang untuk membantu membiayai pesta resepsi mereka, akan tetapi Aulian melarangnya dengan keras.
Tidak kalah dengan Zahra, Aulian dia sudah memakai jas dan sepatu yang sudah dipesan khusus untuk pesta resepsinya mereka. Aulian nanti jika disandingkan dengan Zahra mereka akan terlihat sangat serasi sekali dan mereka akan terlihat sangat memukau para tamu undangan yang hadir.
"Ayo Aul, jemput Zahra, pasti dia sudah selesai juga, karena ini juga sudah jam setengah sepuluh, dan para tamu pun sudah pada berdatangan", kata Kak Qiyas yang menemani Aulian yang sedang dimakeup oleh para MUA.
"Aul, ayo Zahra sudah menunggumu", kata Bund Lili kepada Aulian yang tiba-tiba sudah masuk kedalam kamar yang untuk Aulian bersiap-siap.
Sedang Papah Ziyas dan para Keluarga yang lain sudah pada dibawah tepatnya diballrom untuk menyambut para tamu yang datang. Para tamu undangan sudah banyak yang datang dari pukul sembilan pagi tadi.
Semua para kolega, rekan bisnis yang dari dalam maupun luar negeri pada menyempatkan datang semuanya. Bahkan para wartawan pun sudah pada datang pada pukul tujuh pagi tadi untuk melihat pesta resepsinya penerus Keluarga Irawan yang terakhir yaitu Aulian dengan sang istri yaitu Zahra.
Bahkan pesta resepsinya Aulian dengan Zahra tidak kalah mewah dan megahnya dengan pesta resepsinya Kak Qiyas dan Kia kemarin. Souvenir yang disiapkan untuk para tamu undangan yang hadir pun juga tak kalah bagusnya dengan souvenir yang kemarin dipesta resepsinya Kak Qiyas dan Kia.
Aulian sengaja memilih hiasan meja yang bentuknya sangat unik dengan desain yang sangat berkelas untuk koleksi para koleganya serta tamu undangan yang hadir dengan dilapisi emas murni dua puluh empat karat membuat hiasan meja itu terkesan sangat mewah sekali.
Para bodyguard, anak buah, para petugas keamanan hotel dan juga para polisi, mereka semua sudah pada stanbye diarea hotel dan area ballroom hotel sejak pukul delapan pagi untuk mengamankan jalannya pesta resepsinya Aulian dan juga Zahra.
...πππππππππππππ...
***TBC***
__ADS_1