
Aulian dan juga Zahra yang sudah merasa cukup berjemurnya mereka langsung saja memutuskan untuk masuk kedalam rumah mereka dan ikut duduk bergabung bersama Ibu Dina dan juga Bunda Lili dishofa yang ada diruang keluarga.
Ketika Aulian sudah duduk dishofa entah kenapa tiba-tiba dia ingin sekali minum jus lemon tanpa gula, dan waktu Aulian membayangkan rasa dari kesegaran jus lemon itu, dia tanpa sadar sampai menelan air ludahnya terus.
Aulian langsung saja mengungkapkan keinginannya itu kepada Zhara dan masih didengar oleh Ibu Dina dan juga Bunda Lili.
"Sayang tolong buatkan jus lemon dong, masih ada kan lemonnya didalam kulkas??", kata Aulian kepada Zahra.
"Kamu masih pagi begini mau minum jus lemon Nak??", kata Bunda Lili kepada Aulian yang mendengar permintaannya Aulian itu kepada Zahra.
Sedang Zahra yang mendengar perkataan dari Aulian dia sangat terkejut sekali, karena pasalnya Aulian dia tidak suka sekali dengan namanya lemon, walau Aulian suka yang asem-asem akan tetapi Aulian dia tidak suka dengan lemon.
"Abang kan tidak suka dengan lemon??", kata Zahra kepada Aulian dengan ekspresi bingungya.
Sedang Ibu Dina yang menyadari duluan ketimbang Zahra dan juga Bunda Lili jika Aulian sedang mengidam, dia langsung saja menyuruh Zahra untuk segera membuatkannya.
"Nak Aul sedang mengidam itu Nak, sudah buatkan saja, seingat Ibu didalam kulkas masih ada tiga buah lemon", kata Ibu Dina kepada Zahra.
"Aul-Aul, sebegitu cintanya kamu dengan Zahra hingga kamu yang merasakan dan menggantikan Zahra mengidam serta merasakan morning sickness", kata Bunda Lili kepada Aulian sambil menggelengkan kepalanya dan juga tersenyum lucu.
Zahra yang mendengar perkataan dari Bunda Lili dia hanya tersenyum kecil saja dan langsung berlalu dari hadapan mereka semua untuk menuju kedapur dan untuk membuatkan jus yang diminta oleh Aulian.
Akan tetapi tadi Aulian juga sudah memberitahu kepada Zahra jika dia tidak mau ditambahi gula dijus lemonnya, dan tadi juga membuat Zahra, Ibu Dina serta Bunda Lili yang mendengarnya sudah membayangkan rasa asam dari buah lemonnya.
"Entahlah Bund, semua terasa aneh ditubuh dan lidahnya Aul hari ini", jawab Aulian kepada Bunda Lili sepeninggalan dari Zahra.
"Tidak apa-apa, biar kamu tahu bagaimana rasanya wanita hamil yang sedang mengidam dan sedang merasakan morning sickness", jawab Bunda Lili kepada Aulian.
"Dan supaya kamu juga memikir untuk tidak mencampakkan seorang wanita, karena mengandung dan melahirkan itu sangat susah sekali", sambung lagi perkataan dari Bunda Lili kepada Aulian.
"Kan Bunda tahu sendiri, Aul tidak seperti itu orangnya", jawab Aulian kepada Bundanya.
"Tadi Aul juga meminum jamu herbal racikan dari Ibu sangat enak dan tidak bikin eneg diperutnya Aul Bund", kata Aulian lagi kepada Bunda Lili.
__ADS_1
"Oh ya jamu apa itu", jawab Bunda Lili dengan sangat penasaran sekali.
"Itu cuma minuman herbal resep dari Neneknya Zahra Mbak", jawab Ibu Dina kepada Bunda Lili sambil tersenyum.
"Rempah-rempahnya apa saja yang tadi Mbak Dina pakai??", tanya Bunda Lili kepada Ibu Dina.
Ibu Dina langsung saja menyebutkan semua rempah-rempah yang dipakainya untuk membuat minuman herbal itu, dan sama seperti ibu-ibu yang lainnya, mereka lalu membahas perbagai rempah-rempah dan juga bumbu dapur.
Sedang Aulian dia hanya mendengarkan saja karena tidak faham akan pembahasan yang dibahas oleh Ibu mertuanya dan juga Bundanya.
"Iya Mbak, dulu Ayahnya Zahra dia yang mengalami seperti Nak Aul ketika saya mengandung Zahra, jadinya Ibu saya menyuruh saya membuatkan minuman itu untuk diminum sama Ayahnya Zahra", kata Ibu Dina lagi kepada Bunda Lili.
"Berarti ini resep turun temurun dong", jawab Bunda Lili kepada Ibu Dina.
"Bisa dibilang begitu Mbak", jawab Ibu DIna kepada Bunda Lili sambil tersenyum.
"Minumannya juga bisa untuk masuk angin lho Mbak, jika Papahnya Nak Aul masuk angin bisa dicoba", kata Ibu Dina lagi kepada Bunda Lili.
Dan Ibu Dina serta Bunda Lili mereka sudah semakin akrab saja dengan saling memanggil dengan panggilan Mbak.
Aulian yang sedang mendengarkan Ibu mertuanya serta Bundanya sambil menonton televisi tidak sadar ternyata cepat juga jus lemon yang dimintanya kepada Zahra sudah selesai juga.
Dan Zahra yang sudah selesai membuatkan jus lemon itu, dia langsung saja keluar dari dalam dapur dan berjalan menuju keruang Keluarga untuk memberikan jus lemon itu kepada suaminya.
"Abang ini jus lemonnya", kata Zahra kepada Aulian sambil menyerahkan jus lemon buatannya tadi.
"Oh ya sayang, terimakasih ya", jawab Aulian sambil menerima jus lemon itu dari Zahra sambil tersenyum manis.
Zahra langsung saja duduk dishofa sebelahnya Aulian, sedangkan Ibu Dina dan Bunda Lili yang melihat Aulian meminum jus itu dengan sangat nikmat sekali kelihatannya mereka hanya bisa menelan ludah mereka sendiri karena sudah membayangkan rasa asam dari jus lemon itu.
Dan setelah beberapa saat satu gelas jus lemon itu langsung habis dalam satu kali tegukan saja diminum oleh Aulian.
Bunda Lili, Zahra dan juga Ibu Dina mereka bertiga sedikit membuka mulut mereka karena melihat Aulian tidak merasakan keasaman sama sekali ketika meminum jus lemon itu.
__ADS_1
"Aah segarnya, enak sekali", kata Aulian ketika sudah menghabiskan satu gelas jus lemon itu.
"Apa kamu tidak merasakan asam sama sekali Nak??", tanya Ibu Dina kepada Aulian dengan wajah anehnya karena membayangkan rasa asam dari jus itu.
"Tidak Bu, malahan ini enak lho, segar sekali", jawab Aulian kepada Ibu Dina dengan semangat.
"Kamu yang minum, Bunda yng merasakan asamnya lemon Aul", kata Bunda Lili kepada Aulian, membuat Aulian langsung tertawa mendengarnya.
"Tadi Zahra mencobanya hanya satu sendok saja sudah tidak tahan Abang dengan rasa asamnya, ini Abang satu gelas tidak merasakan apa-apa??", kata Zahra juga kepada Aulian.
"Rasanya mulut Abang jika diminumin dan dimakanin yang seger-seger begini malah tidak eneg sayang", kata Aulian kepada Zahra.
"Kalau begitu Abang mau cari angin dulu ditaman ya sayang, kamu disini saja temanin Ibu sama Bunda", kata Aulian kepada Zahra ketika sudah menghabiskan satu gelas jus lemon itu.
"Iya sayang", jawab Zahra kepada Aulian sambil tersenyum manis.
Aulian langsung saja berlalu dari ruang Keluarga meninggalkan Ibu Dina, Bunda Lili dan juga Zahra yang pada sedang asik mengobrol.
Setelah beberapa saat mungkin setengah jam kemudian, Aulian dia masuk lagi kedalam rumah dan langsung duduk disebelahnya Zahra.
"Darimana tadi Abang??", tanya Zahra kepada Aulian yang sudah duduk disebelahnya.
"Dari jalan-jalan lihat disekeliling rumah, sudah lama juga tidak melihat-lihat disemua halaman rumah", jawab Aulian kepada Zahra sambil menaruh tangannya disandaran shofa belakang punggungnya Zhara.
"Oh", jawab Zahra hanya beroh ria saja kepada Aulian.
Dan Zahra dia langsung saja melanjutkan menonton televisinya lagi, serta Bunda Lili dan juga Ibu Dina mereka juga masih ada diruang Keluarga dan juga menonton acara televisi yang sama seperti Zahra.
Ketika mereka berempat sedang asik menonton televisi, tiba-tiba Bibi datang membawakan sesuatu yang tadi Aulian minta dibuatkan kepada Bibi, dan ketika Ibu Dina, Bunda Lili serta Zahra melihat apa yang ada diatas piring yang dibawa oleh Bibi mereka semua langsung saja sedikit melototkan matanya karena terkejut.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
***TBC***
__ADS_1