LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
SEBUKET MAKANAN


__ADS_3

"Mungkin kamu benar-benar bukan jodohku Zahra", kata orang itu yang melihat interaksi antara Aulian dan Zahra.


Sepasang mata itu masih melihat Zahra sampai Zahra masuk kedalam rumahnya, dan sepasang mata itu juga melihat jika Aulian sudah pergi dari rumahnya Zahra.


"Mulai malam ini aku akan berusaha melupakan rasa ini untukmu Zahra, aku melihat sendiri jika Tuan Aulian benar-benar sangat mencintaimu, kamu berhak mendapatkan yang lebih baik dariku, dan aku yakin Tuan Aulian adalah laki-laki yang bisa membahagiakanmu", kata orang yang tadi melihat Zahra dan juga Aulian digelapnya malam. Sambil melihat fotonya Zahra yang dia ambil secara candid dan ditaruh didalam dompetnya


"Bahkan dari tatapan matamu saja berbeda jika memandang Tuan Aulian", kata orang itu masih dengan melihat fotonya Zahra.


Orang itu adalah Zain, Zain yang sepulang tadi dari Cafe dia sengaja tidak pulang kerumah kontrakannya yang baru, akan tetapi dia sengaja menunggu Zahra pulang kerumahnya.


Ketika Zain melihat ada mobil yang berhenti tepat didepan rumahnya Zahra, Zain langsung saja bersembunyi dibalik pohon besar seberang rumahnya Zahra, dan yang sebelumnya motornya sudah dia taruh terlebih dahulu tidak jauh dari tempat dia bersembunyi.


"Zahra", kata Zain ketika waktu itu melihat Zahra baru turun dari mobilnya Aulian.


"Tuan Aulian", kata Zain lagi ketika melihat Aulian juga ikut turun mengikuti Zahra.


"Apakah apa yang dikatakan Tuan Aulian tadi diCafe itu benar Zahra, hingga pulang pun malam-malam begini kamu mau diantar pulang oleh laki-laki yang belum halal bagimu dan berada dalam satu mobil yang sama?? ", tanya Zain untuk dirinya sendiri, sambil terus mengamati Aulian dan juga Zahra digelapnya malam.


Ketika Zain melihat Aulian mengusap lembut kepalanya Zahra yang tertutup hijab, hati Zain semakin remuk saja rasanya.


"Bahkan kepala kamu diusap lembut oleh Tuan Aulian pun kamu diam saja Zahra, padahal biasanya jika ada yang memegang tanganmu saja tanpa sengaja kamu langsung menghindar", kata Zain saat itu ketika melihat adegan romantisnya Aulian dan Zahra.


"Bukannya marah, kamu malah memberikan senyuman termanismu untuk Tuan Aulian Zahra", kata Zain lagi dengan lirih, sambil masih terus menatap kearah Aulian dan juga Zahra waktu itu.


Ketika Aulian sudah pergi dari rumahnya Zahra dan Zahra pun sudah masuk kedalam rumahnya, Zain bertekad sekuat hati untuk melupakan Zahra, karena yang terpenting bagi Zain adalah Zahra bisa bahagia. Karena mencintai tidak harus memiliki.


Zain dia bukan tipe laki-laki yang suka harus memaksakan sesuatu, jika dia fikir Zahra bukan jodohnya, Zain akan berusaha melupakan perasaan itu.


Bukannya Zain tidak mau memperjuangkan rasa cintanya kepada Zahra, akan tetapi Zain yakin betul akan arti tatapannya Zahra kepada Aulian, berbeda dengan Zahra jika memandang dirinya atau laki-laki lain, karena Zain berteman dengan Zahra sejak kecil dan rumah mereka pun masih satu kampung, jadi Zain sudah mengenal betul bagaimana Zahra, dan Zain tahu kapan dia harus maju dan kapan dia harus mundur.


Dan Zain memutuskan untuk mundur mulai dari sekarang, karena jika dirinya mundurnya nanti akan semakin membuat hatinya terluka dan semakin hancur saja hatinya.

__ADS_1


................ °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°.......... ......


Pagi pun menjelang, Zahra yang kesulitan untuk tidur semalam, dan baru bisa tidur sekitar jam dua dini hari. Hari ini dia kesiangan untuk bangun, yang biasanya Zahra bisa bangun sebelum subuh sekitar jam tiga atau empat, kali ini dia sedikit kesiangan, dan bangun sekitar jam lima pagi.


Zahra yang melihat jam tergantung didinding kamarnya menunjukkan pukul lima pagi, dia langsung terbelalak kaget melihatnya. Zahra langsung saja begegas turun dari ranjangnya dan segera menuju kekamar mandi untuk menunaikan sholat subuh.


Setelah selesai sholat, Zahra langsung memasak nasi dengan menggunakan air panas yang ada didespensernya. Setelah selesai Zahra langsung bergegas untuk menyapu dan bersih-bersih rumah, walau rumahnya sudah bersih karena Zahra suka kebersihan dan sering membersihkan rumahnya, akan tetapi Zahra ingin memberikan kesan pertama yang baik untuk Aulian nanti jika Aulian jadi datang menjemputnya.


Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam pagi, kebiasaan Zahra adalah mandinya nanti setelah dia selesai semuanya. Ketika Zahra sedang memasak masakan untuk dirinya sarapan, tiba-tiba dia mendengar suara pintu rumahnya diketuk dari luar.


Zahra langsung saja meninggalkan kegiatan memasaknya dan berjalan menuju ruang tamu untuk membuka pintunya.


Sungguh Zahra sangat terkejut ketika dia melihat siapa tamu yang mengetuk pintunya tadi.


"Tu...... Tuan Aulian", kata Zahra reflek ketika dia baru saja membuka pintu, dan melihat Aulian sudah gagah, ganteng dengan setelan jas kerjanya.


"Eh..... Panggilnya bagaimana tadi?? ", kata Aulian sambil menyembunyikan sesuatu dibalik punggungnya.


"Maaf, maksudnya Abang Aulian", kata Zahra malu kepada Aulian.


Zahra yang melihat mata Aulian mengamati dirinya, membuat dia semakin malu saja, pasalnya dia belum mandi, belum bersih-bersih badannya, masih bau keringat, dan juga dia masih menggunakan baju tidurnya yang mirip dengan daster itu, akan tetapi berlengan panjang dan hijab yang tidak pernah lupa oleh Zahra.


"Maaf Bang, Zahra belum man..... mandi", kata Zahra malu-malu kepada Aulian.


"Lagi pula ini masih jam enam lebih lima belas menit Bang, apa tidak terlalu kepagian Abang berangkat kekantornya", kata Zahra lagi kepada Aulian.


"Abang sengaja kesini pagi-pagi Zahra", jawab Aulian kepada Zahra sambil memberikan sesuatu yang dia sembunyikan tadi dibalik punggungnya.


Zahra yang menerima pemberian dari Aulian dia tertawa lucu melihatnya, pasalnya Aulian memberikan siomay, dimsum, sushi, dan berbagai jenis makanan lainnya ada sepuluh jenis makanan yang dibentuk seperti buket bunga yang malah menjadikan makanan itu untuk sayang dimakan.(ngehalunya Author😆).


The power of duwit ya begitu, apapun bisa dilakukan asal ada uang. Ada-ada saja kelakuannya Aulian. Jika yang lain pada memberikan buket bunga atau coklat, dia malah memberikan sebuket makanan yang ditata begitu rapi dan cantik.

__ADS_1


"Wajah tanpa makeup, harum tubuh alami, senyum cerah dipagi hari beginilah yang Abang ingin lihat, makanya Abang sengaja kesini pagi Zahra", kata Aulian lagi membuat Zahra langsung terdiam dari tertawanya karena buket pemberian dari Aulian.


Mereka berdua masih berbicara didepan pintu, karena Aulian belum dipersilahkan duduk ataupun masuk oleh Zahra.


"Abang memberikan ini kepada Zahra, rasanya sayang untuk dimakan, ini bisa dimakan kan Abang", tanya Zahra kepada Aulian.


"Yang ngasih tidak disayang juga Zahra", goda Aulian kepada Zahra, membuat Zahra reflek menggelengkan kepalanya karena geli dengan godaannya Aulian.


"Itu semua bisa dimakan Zahra, kan bisa buat sarapan kita berdua, Abang yakin pasti Zahra belum sarapan kan?? ", kata Aulian lagi kepada Zahra.


"Tapi Zahra sedang masak Bang, dan ini pun masakan Zahra sudah hampir selesai", jawab Zahra kepada Aulian.


"Em kalau begitu, masakan Zahra buat Abang saja, sekalian nanti masukin buat bekal Abang ya, Zahra makan makanan ini saja, bagaimana?? ", kata Aulian kepada Zahra.


"Em, baiklah, tapi nanti jangan marah ya Bang, jika masakannya Zahra tidak enak", kata Zahra kepada Aulian.


"Setidaknya kamu sudah berusaha memasak yang terbaik, Abang akan menghabiskan semua masakanmu Zahra", jawab Aulian sambil tertawa kecil kepada Zahra.


"Ya sudah, ayo masuk saja dulu Bang, biar Zahra selesaiin dulu masakannya dan siapin ini dipiring", kata Zahra kepada Aulian sambil menyuruh masuk Aulian dan menunjuk buket makanan yang diberikan Aulian tadi.


Aulian lalu masuk kerumahnya Zahra dan langsung duduk diruang tamunya Zahra, serta jangan lupakan pintu rumahnya Zahra yang dibuka dengan lebar, agar tidak menimbulkan fitnah.


Zahra sengaja menyuruh masuk Aulian, karena kasihan jika Aulian nanti disuruh menunggu diluar, sedangkan dia sedang menyelesaikan kegiatan memasaknya yang membutuhkan waktu lumayan.


Ketika Aulian sudah duduk diruang tamunya Zahra, Aulian lalu mengamati apa saja yang ada diruang tamunya Zahra. Dan tiba-tiba diindera penciumannya Aulian mencium aroma sedap makanan yang dimasak oleh Zahra.


"Tidak salah aku dirumah tadi belum sarapan, bau masakannya saja harum begini, bikin perutku yang tadinya masih kenyang karena melihat senyumnya Zahra, tiba-tiba jadi keroncongan begini", kata Aulian dengan suara kecil untuk dirinya sendiri sambil mengusap perutnya yang tadi berbunyi.


🍑🍑🍑🍑🍑🍑🍑🍑🍑🍑🍑🍑


Ceritanya dibuat santai-santai selow saja ya readers😉, karena kehidupan novel mau author samain dicerita nyata😂, ngehalunya yang bikin hati readers tenang-tenang saja, tidak usah sampai nyesek, 😃, eh tapi ini bukan kisahnya Author lho ya😆.

__ADS_1


💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


***TBC***


__ADS_2