LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
ORANG TUA RIZKY


__ADS_3

Setelah beberapa menit menunggu dalam keterdiaman, akhirnya orang yang ditelefon oleh Papah Ziyas pun datang juga.


"Iky", teriak dari Mamahnya Rizky dan dia langsung saja berlari memeluk anaknya itu yang sudah babak belur dihajar oleh Aulian dan anak buahnya.


"Apa yang kalian semua lakukan kepada anakku", teriak Mamahnya Rizky kepada semua orang yang ada disitu.


"Silahkan duduk dulu Tuan Ferdinan", kata Papah Ziyas kepada Tuan Ferdinan.


Tuan Ferdinan dia lalu duduk dishofa seberangnya Papah Ziyas.


"Ini ada apa Tuan Ziyas, kenapa anak saya Rizky kalian pukuli hingga seperti itu?? ", tanya Tuan Ferdinan kepada Papah Ziyas.


"Anda bisa tanyakan sendiri kepada anak anda itu Tuan Ferdinan yang terhormat", jawab tenang Papah Ziyas kepada Tuan Ferdinan.


"Iky, apa yang kamu lakukan kepada Keluarga Irawan nak, hingga mereka sampai membuatmu begini, tidak mungkin jika mereka asal memukulimu saja", tanya Tuan Ferdinan kepada Rizky anaknya, masih dengan bernada lembut.


"Iky hanya melakukan apa yang harus Iky lakukan Yah, dan Iky hanya melakukannya kepada milik Iky seorang", jawab Rizky yang mengundang amarah dari Aulian.


"Bre***k, apa yang kamu katakan, kamu itu hampir saja memperkosa tunanganku!!!! ", kata Aulian dengan berteriak dan sambil menunjuk wajahnya Rizky.


"Tunanganmu yang mana Nak, tidak mungkin anak saya berbuat seperti itu kepada tunangan kamu, karena kami selaku orang tua tidak pernah mengajarkan hal-hal yang tidak senonoh seperti itu", jawab Mamahnya Rizky kepada Aulian.


"Zahra, dia tunanganku Nyonya, dan saya yakin anda pasti mengenalnya", jawab Aulian kepada Mamahnya Rizky.


Mamahnya Rizky yang mendengar nama Zahra disebut, dia langsung menjadi marah, karena pasalnya dari awal dia memang sudah tidak menyukai Zahra.


"Zahra ya saya mengenalnya, dan pasti wanita itulah yang menggoda anakku, karena dia anak orang miskin, pasti dia juga menggoda kamu kan, makanya dia mau dijadikan tunanganmu, untuk menikmati uang kamu. Pantas saja dia menolak anakku Rizky ternyata dia sudah mendapatkan gantinya yang lebih kaya dari anakku Rizky", kata Mamahnya Rizky yang langsung membuat Papah Ziyas, Kak Qiyas terutama Aulian sangat murka sekali.


Karena Papah Ziyas tahu betul siapa itu Zahra, sebab Papah Ziyas sudah menyelidiki semua latar belakang Zahra dan Keluarganya. Memang benar Zahra berasal dari Keluarga yang terbilang kurang mampu, akan tetapi Papah Ziyas yakin jika Zahra dari Keluarga baik-baik, makanya Papah Ziyas setuju-setuju saja jika Aulian akan bersanding dengan Zahra.


"Jik........ Perkataan dari Aulian langsung saja terpotong dengan perkataan dari Papahnya, sebab jika tidak begitu, Papah Ziyas takut Aulian akan meluapkan emosinya lagi, karena mendengar tunangannya dihina.


"Perkataan anda bisa membuat anda masuk penjara Nyonya, diruang tamu saya tidak hanya ada satu CCTV dan perkataan anda bisa membuat saya menuntut anda Nyonya, yang sudah berani menghina calon menantu Keluarga Irawan", jawab santai Papah Ziyas kepada Mamahnya Rizky.


Mamahnya Rizky yang mendengar perkataan dari Papah Ziyas dia hanya diam saja sambil memasang wajah marahnya kepada Papah Ziyas.

__ADS_1


Sedangkan Tuan Ferdinan dia masih menyimak dan juga sedikit takut jika istrinya akan dimasukkan kedalam penjara oleh Keluarga Irawan, sebab itu bisa menghancurkan nama baiknya dan reputasinya.


"Tolong maafkan perkataan dari istri saya Tuan Ziyas, dan mohon jelaskan kepada saya apa yang sebenarnya terjadi", kata Tuan Ferdinan kepada Papah Ziyas.


"Rizky jujur kepada Ayah, apa yang kamu lakukan kepada Zahra, jujur Rizky", kata Tuan Ferdinan mengalihkan pandangannya kepada Rizky anaknya dengan sedikit berteriak.


"Stop, kenapa Ayah juga ikut-ikutan menyudutkan Iky, apa Ayah juga akan membela gadis miskin itu, daripada anak Ayah sendiri", kata Mamahnya Rizky kepada suaminya Tuan Ferdinan.


"Mamah bisa diam tidak, jika Mamah berbicara dan membuat suasana menjadi keruh, lebih baik diam", bentak Tuan Ferdinan kepada istrinya.


"Ayah berani membentak dan mempermalukan Mamah dihadapan mereka semua", kata Mamahnya Rizky kepada Tuan Ferdinan dengan marah.


"Yang mempermalukan itu bukan Ayah, tapi diri Mamah sendiri, sudahlah", jawab Tuan Ferdinan kepada istrinya.


"Iky cepat jawab jujur apa yang tadi kamu lakukan kepada Zahra",.....


"Mamah sudah diam jangan ikut campur lagi",


Kata Tuan Ferdinan kepada Istrinya ketika dia melihat istrinya akan membantahnya lagi dan juga anaknya Rizky yang tidak kunjung menjawab pertanyaan darinya.


"Jujurlah saja Nak, apa yang sebenarnya terjadi, saya bisa saja mencari tahu sendiri, karena orang-orang saya yang mengawasi Zahra tidak sedikit dan CCTV tersembunyi disekitar rumah Zahra pun juga banyak saya pasang disana,......", kata Papah Ziyas sengaja menjeda perkataannya.


"Jika kamu mau jujur dari mulutmu sendiri, saya akan meringankan hukuman untukmu dan mungkin saya bisa mengampunimu, akan tetapi jika saya mencari tahu sendiri maka kamu harus menerima hukuman yang saya berikan, dan itu akan berimbas juga oleh kedua orang tuamu", sambung Papah Ziyas lagi kepada Rizky.


Rizky mulai diambang kebingungan ketika mendengar perkataan dari Papah Ziyas, sedangkan Tuan Ferdinan dia semakin ketakutan jika karir yang dia bangun dengan susah payah akan hancur sekejap karena ulah istri dan juga anaknya Rizky.


"Rizky jujur, jika kamu tidak mau jujur, Ayah akan mengirimmu keasrama yang tidak pernah kamu bayangkan", kata tegas Tuan Ferdinan kepada anaknya.


Ditambah perkataan dari Ayahnya, Rizky semakin bingung dan semakin gelisah didalam duduknya.


Sebelum Rizky menjawab ada suara seorang wanita yang langsung saja mengalihkan pandangan semua orang yang ada disitu.


"Jika kalian semua ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi saya bisa menjelaskannya Tuan-Tuan", kata seseorang yang mengalihkan pandangan mereka semua kepada seorang wanita yang baru saja datang itu daru dalam rumah.


Qiyas yang melihatnya dia langsung saja berdiri dan langsung juga mendekati seseorang itu.

__ADS_1


"Ayo duduk bersama Kakak Balqis", kata Kak Qiyas kepada Kia istrinya.


Ya orang yang baru saja datang dan menyela mereka itu adalah Kia istri dari Kak Qiyas dan Qiyas langsung saja menuntun Kia duduk dishofa sebelahnya.


"Mungkin Nyonya dan Tuan bertanya-tanya siapakah saya yang berani menyela pembicaraan kalian semua", kata Kia kepada Tuan Ferdinan dan istrinya.


"Perkenalkan nama saya Adzkia Nabilah Balqis, saya adalah anak kandung dari Tuan Ibrahim, dan pasti anda mengenalnya kan Tuan Ferdinan", kata Kia kepada Tuan Ferdinan.


"Tuan Ibrahim yang mempunyai Perusahaan besar Ibrahim Company itu Nona?? ", tanya Tuan Ferdinan kepada Kia.


"Iya anda benar sekali Tuan, saya adalah seorang CEO diPerusahaan itu, dan Zahra dia tangan kanan sekaligus sekretaris kepercayaan saya, saya pun menggaji Zahra bahkan lebih besar dari gaji anak anda Tuan Ferdinan, belum lagi bonus-bonus yang Zahra dapatkan Nyonya", jawab Kia dengan tegas dan sopan kepada Tuan Ferdinan dan Mamahnya Rizky.


"Dan saya juga menantu diKeluarga Irawan Tuan Ferdinan, pasti anda juga sudah tahu itu kan Tuan", kata Kia lagi kepada Tuan Ferdinan lagi.


Kia sengaja menyombongkan diri, karena dia tadi sudah mendengar semua perkataan sombongnya dari Mamahnya Rizky. Karena orang seperti Mamahnya Rizky harus diberi pelajaran dan pengertian akan arti dari harta dan kekayaan itu.


Sedangkan Mamahnya Rizky dia terkejut sekali ketika mendengar Kia menyebutkan jati dirinya dihadapan mereka semua. Dan juga mendengar gaji yang Zahra terima.


"Asal anda tahu Nyonya, Zahra jika disuruh untuk membeli rumah mewah sendiri dari hasil kerja kerasnya bekerja dengan saya selama lebih dari dua tahun ini dia mampu Nyonya, akan tetapi dia tidak mau, dia tidak tamak akan dunia seperti anda Nyonya", kata Kia kepada Mamahnya Rizky.


Papah Ziyas, Aulian, dan Kak Qiyas mereka diam saja ketika Kia menyombongkan diri dan menyudutkan Mamahnya Rizky, karena mereka semua tahu, sifat Kia bukan seperti itu jika bukan orang itu sendiri yang memulai.


Mamahnya Rizky dia hanya diam saja ketika mendengar kenyataan yang baru saja dia ketahui.


"Jika Nyonya dan Tuan Ferdinan ingin mengetahui semuanya dengarkan baik-baik cerita yang akan saya ceritakan kepada kalian semua", kata Kia kepada semuanya terutama Tuan Ferdinan dan Mamahnya Rizky.


"Dan untuk kamu Rizky, siap-siap menerima hukuman yang pantas untukmu", kata Kia kepada Rizky yang mulai ketakutan.


Semuanya langsung saja memasang telinga baik-baik untuk mendengarkan cerita yang akan Kia ceritakan dan hampir semuanya mengalihkan pandangannya kearahnya Kia semua.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Ceritanya Kia dipart selanjutnya yah readers, kaboooor dulu ah, sebelum dicubit para readers yang sudah sangat penasaranπŸ˜œπŸ˜œπŸ˜πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2