LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
CERITA 2


__ADS_3

Hari pertama ketika Adzriel ada diladang atau diperkebunan Kak Arjuna, sungguh Adzriel sangat kesusahan sekali, karena biasanya Adzriel bekerja duduk diruangan yang nyaman sambil terkena AC yang menyejukkan, dia sekarang harus terkena sinar matahari langsung yang sangat membakar kulitnya yang putih itu.


Adzriel dengan perlahan tapi pasti, walau sedikit kesusahan dia tetap bisa mengatasinya, akan tetapi jika disuruh untuk naik keatas pohon mangga Adzriel tidak mau, karena jujur dia tidak bisa naik pohon.


Ketika Adzriel membantu Kak Arjuna dikebun para pekerjanya Kak Arjuna mereka sangat senang sekali bisa melihat dan mengenal lebih dekat sosok seorang Adzriel yang sudah terkenal dikampung itu sebagai calon suaminya Mayang anak dari Ayah Rahman.


Sementara Adzriel membantu Kak Arjuna dikebun, dia menyuruh Mayang untuk dirumah saja membantu Ibu Ajeng untuk beres-beres rumah dan juga memasak.


Kak Arjuna yang melihat cara kerjanya Adzriel, dia sangat yakin jika Adzriel orangnya pekerja keras dan sangat berpendidikan tinggi.


Dengan keadaan yang belum menguasai pekerjaan dikebun, Adzriel bahkan berani dan tidak malu untuk bertanya kepadanya serta para pekerja yang lainnya.


Sungguh Kak Arjuna yang daritadi memperhatikan Adzriel secara diam-diam, dia menjadi salut sendiri kepada Adzriel.


Walau bekerjanya menggunakan sabit, cangkul dan alat-alat perkebunan yang lainnya, Adzriel dengan mudah dan cepat memahaminya, walau pun masih kaku cara menggunakannya.


Kak Arjuna dengan sabar membimbing Adzriel untuk memetik buah-buahan dan sayuran yang ada dikebun.


Ketika Adzriel yang sedang mengambil dan memanen sayuran, dia tiba-tiba merasakan gatal dikedua tangannya dan juga lehernya.


Walau Adzriel sudah memakai baju berlengan panjang, dengan celana training panjang juga dan sepatu boot, serta topi, tetap saja Adzriel merasakan gatal-gatal yang tidak pernah dirasakannya seperti itu.


Kak Arjuna yang melihat Adzriel gatal-gatal sambil menggaruk terus tangan dan juga lehernya, dia lalu bertanya kepada Adzriel.


"Kamu kenapa Dzriel, ko garuk-garuk terus seperti itu??", tanya Kak Arjuna sambil mendekati Adzriel.


"Tidak tahu nih Mas, tiba-tiba gatal sekali begini", jawab Adzriel kepada Kak Arjuna sambil menggaruk tangannya.


"Coba saya lihat", kata Kak Arjuna sambil melihat lengan dan lehernya Adzriel.


"Oh ini kamu kena ulat bulu Dzriel, pantas saja gatal, mungkin kamu menyenggol atau mungkin juga kamu memegangnya akan tetapi kamu tidak sadar", kata Kak Arjuna kepada Adzriel ketika sudah melihat bentol-bentol yang ada dibadannya Adzriel.


"Resikonya ya begini salah satunya bekerja dikebun dan ladang Dzriel", sambung lagi perkataannya Kak Arjuna kepada Adzriel.

__ADS_1


"Terus saya harus bagaimana Mas, saya sungguh sangat tidak tahan dengan rasa gatalnya ini", tanya Adzriel kepada Kak Arjuna sambil terus menggaruk-garuk badannya.


Dan sekarang wajahnya pun juga ikutan gatal-gatal dan memerah.


"Kamu pulang saja, suruh Mayang untuk mengolesi salep atau minyak yang biasanya kami pakai Dzriel, dan jika sudah tidak gatal lagi kamu mandi saja nanti", jawab Kak Arjuna kepada Adzriel.


"Dan kamu tidak perlu kembali lagi kesini, karena ini saja sudah jam sepuluh lebih dan sebentar lagi waktunya istirahat", kata Kak Arjuna lagi kepada Adzriel.


"Baik Mas, kalau begitu saya permisi pulang dahulu", kata Adzriel kepada Kak Arjuna dan langsung berlalu pulang menuju kerumahnya Ayah Rahman.


Kak Arjuna hanya mengangguk saja menanggapi perkatannya Adzriel dan sambil tersenyum ramah.


"Yah begitulah jika kulitnya terawat, kalau bentol sedikit langsung memerahnya seperti terbakar", kata Kak Arjuna untuk Adzriel ketika Adzriel sudah berlalu pergi dari hadapannya.


Padahal kulitnya Adzriel bisa putih bersih memang asli dari sananya, bukan karena perawatan. Bahkan Ayah Falah walau sudah tua, beliau masih terlihat tampan dan juga warna kulitnya masih sama seperti kulitnya Adzriel.


Jika Kak Arjuna dia mau merawat kulit ditubuhnya terutama dibagian wajah, Kak Arjuna akan sama tampannya seperti Zain, akan tetapi karena dia sudah sibuk diladang dan dikebun serta setiap hari harus terpapar sinar matahari alhasil kulit wajahnya Kak Arjuna menjadi kecoklatan akan tetapi masih terlihat manis jika dipandang.


Dan Adzriel dia langsung saja berlalu dari hadapannya Kak Arjuna untuk pulang menuju kerumahnya Ayah Rahman, ketka sudah melihat anggukannya Kak Arjuna tadi.


Ayah Rahman hari itu beliau tidak pergi kekebun sebab badannya lagi kurang sehat, karena faktor usia juga.


"Kamu kenapa Nak Adzriel, ya Allah sampai merah-merah begitu", kata Ayah Rahman kepada Adzriel yang terkejut melihat wajah serta lehernya Adzriel yang memerah.


"Pasti ini kena ulat bulu kan dikebun", kata Ayah Rahman lagi kepada Adzriel.


"Iya Pak, dan rasanya gatal sekali, karena baru kali ini saya merasakan apa yang namanya kena ulat bulu", jawab Adzriel kepada Ayah Rahman sambil terus menggaruk badannya.


Ayah Rahman langsung saja berteriak memanggil namanya Mayang untuk keluar sebentar.


"May-May", panggil-panggil Ayah Rahman kepada Mayang.


Dan Mayang dia langsung saja meninggalkan kegiatan memasaknya dan menuju kedepan kearah Ayahnya.

__ADS_1


"Iya Yah ada apa??", kata Mayang ketika sudah berada didepan Ayahnya.


"Ya Allah Mas Adzriel!!!", kata Mayang ketika mengalihkan pandangannya kearahnya Adzriel dan melihat wajah serta lehernya Adzriel yang sangat merah sekali seperti itu.


"Ini Ayah mau menyuruh kamu untuk mengobati Nak Adzriel pakai salep atau minyak yang biasanya kita pakai itu, sana May, kasihan itu Nak Adzriel sudah memerah semua badannya", kata Ayah Rahman kepada Mayang.


Dan Mayang hanya mengangguk saja menanggapi perkataan dari Ayahnya.


"Ayo Mas", kata Mayang kepada Adzriel.


Adzriel langsung saja mengikuti Mayang yang sudah masuk kedalam rumah.


"Mas Adzriel duduk disini dulu ya biar May ambilkan minyaknya dulu", kata Mayang kepada Adzriel dan menyuruh Adzriel untuk duduk dishofa yang ada diruang tamu.


Adzriel hanya mengangguk pelan saja kepada Mayang, dan Mayang langsung berlalu mengambil minyak yang ada dikotak P3K yang berada didekat ruang makan.


Setelah beberapa menit akhirnya Mayang sudah duduk dishofa sebelahnya Adzriel sambil membawa sebuah salep dan sebuah minyak.


"Sini Mas coba May lihat dulu gatalnya", kata Mayang sambil menarik tangannya Adzriel dengan pelan.


Dan Adzriel pun hanya diam saja ketika Mayang mencoba menaikan lengan bajunya hingga kesiku sambil melihat kewajahnya Mayang.


"Mimpi apa semalam, bisa sedekat ini dengan May", batin Adzriel sambil melihat kearah wajahnya Mayang yang sedang memperhatikan luka gatalnya.


"Oh ini pakai minyak saja, tidak perlu pakai salep", kata Mayang ketika sudah melihat luka gatalnya Adzriel.


Dengan telaten Mayang lalu mengoleskan minyak dikedua lengannya Adzriel dengan sangat hati-hati sekali.


Bahkan Mayang tidak menyadari sama sekali jika Adzriel daritadi memperhatikan wajahnya yang cukup dekat dengan Adzriel.


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’...


Ingat Dzriel jangan khilaf lagi 🀣, dan Flashbacknya masih berlanjut ya readers😁😁😁😁😁

__ADS_1


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


***TBC***


__ADS_2