LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA

LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA
MENGINTROGASI


__ADS_3

Bunda Lili yang awalnya tidak tahu apa-apa dia menjadi terkejut ketika melihat banyak orang datang kerumahnya dengan membawa seseorang yang sedang babak belur wajahnya.


Dengan wajah kebingungannya Bunda Lili pun akhirnya bertanya kepada Papah Ziyas.


"Pah ini ada apa?? dan dia siapa Pah, kenapa luka semua wajahnya", tanya Bunda Lili kepada suaminya.


"Dia adalah orang yang sudah membuat calon menantu Bunda syok berat, dan mereka adalah anak buahnya Papah dan anak buahnya Aul", jelas Papah Ziyas kepada Bunda Lili.


"Maksud Papah syok berat bagaimana Pah?? ", tanya Bunda Lili dengan bingung dan khawatir.


"Nanti saja ceritanya Bund, jika Aulian datang bersama Zahra, tolong Bunda temani Zahra dulu, agar dia bisa tenang", perintah Papah Ziyas kepada istrinya.


"Baik Pah, kalau begitu Bunda mau kedalam dulu", jawab Bunda Lili kepada suaminya. Dan Papah Ziyas dia hanya mengangguk kepada Bunda Lili.


Ketika kepergian dari istrinya, Papah Ziyas lalu bertanya tentang Rizky kepada anak buahnya. Dan baru beberapa menit bertanya, Papah Ziyas mendengar suara mesin mobil masuk kedalam garasi rumahnya, Papah Ziyas yakin jika itu adalah mobilnya Aulian.


Dan benar saja apa yang difikirkan oleh Papah Ziyas, akhirnya mobil yang dikendarai Aulian dan juga Zahra sampai juga dirumahnya Papah Ziyas dengan memakan waktu diperjalanan sekitar empat puluh lima menit.


Aulian yang melihat Zahra tertidur, dia rasanya tidak tega sekali untuk membangunkan Zahra. Akhirnya dengan perlahan dan hati-hati Aulian menggendong Zahra ala bridal style masuk kedalam rumahnya dan langsung saja menuju kekamar Kakaknya dulu lewat pintu garasi.


Ketika Aulian baru saja sampai dirumahnya, Aulian melihat sudah banyak orang diruang tamunya, karena anak buahnya sudah sampai daritadi dirumahnya dengan masih menyandera Rizky.


Bunda Lili yang sedang menunggu Aulian diruang Keluarga dia melihat Aulian masuk sambil menggendong Zahra. Sontak Bunda Lili langsung saja berdiri dari duduknya dan menyamperi Aulian.


"Tolong bukakan pintu kamarnya Kak Anin dulu Bund", kata Aulian dengan suara yang sangat kecil.


Dan Bunda Lili yang mengerti pun dia dengan segara langsung saja bergegas bersama Aulian untuk membukakan pintu kamarnya Kak Anin yang berada dilantai atas, dekat dengan kamarnya Aulian.


"Bunda tolong temani Zahra dulu ya Bund, nanti Auli ceritakan semuanya kepada Bunda, jika masalah ini sudah selesai", kata Aulian kepada Bundanya.


"Iya Nak, pergilah dan selesaikan masalah ini secepatnya, biar Bunda yang menemani Zahra disini", jawab Bunda Lili kepada Aulian.


"Terimakasih Bund, Aul mau kebawah dulu", kata Aulian dan Bunda Lili hanya mengangguk saja kepada Aulian.


Aulian langsung saja keluar dari kamarnya Kak Anin, dan ketika baru saja Aulian menutup pintu dari luar, Aulian langsung saja menelfon Kakaknya terlebih dahulu sebelum dia turun kebawah.


"Assalamu'alaikum Kak, Kakak bisa tidak datang sekarang kerumah, karena ada keadaan yang tidak mengenakan terjadi, tolong ajak juga Kakak Ipar", kata Aulian kepada Kak Qiyas disambungan telefon.


"Wa'alaikumussalam iya, Kakak akan segera kesana bersama istri Kakak", jawab Kak Qiyas kepada Aulian.

__ADS_1


Dan setelah itu sambungan telefon mereka benar-benar terputus. Kak Qiyas tidak banyak bertanya kepada Aulian karena Kak Qiyas tahu jika Aulian sudah berbicara singkat begitu, pertanda ada kejadian atau sesuatu hal yang sedang terjadi.


Setelah itu Aulian langsung saja turun kebawah bergabung dengan Papah Ziyas dan lainnya. Ketika baru saja sampai diruang tamu, Aulian langsung saja memasang wajah marah kepada Rizky.


"Siapa nama kamu?? ", tanya Aulian dengan tegas kepada Rizky.


"Apa saya punya kewajiban untuk menjawabnya", kata Rizky masih berani membantah Aulian.


"Baj****n kamu", kata Aulian sambil ingin memukul wajahnya Rizky lagi. Dan langsung segera ditahan oleh Papah Ziyas.


"Anak muda, saya bertanya baik-baik siapa nama kamu?? ", tanya Papah Ziyas dengan bernada enak didengar akan tetapi tetap terdengar tegas.


"Jawab", kata anak buahnya Papah Ziyas sambil menampar keras mukanya Rizky, karena Rizky tidak kunjung menjawab ketika ditanya oleh Papah Ziyas.


"Rizky, nama saya Ahmad Rizky Ferdinan", jawab Rizky sambil menahan wajahnya yang sakit karena baru saja ditampar oleh anak buahnya Papah Ziyas.


"Apa kamu anaknya Tuan Ferdinan yang DPR itu?? ", tanya Papah Ziyas lagi kepada Rizky.


"Iya Tuan", akhirnya Rizky jujur juga kepada Papah Ziyas.


Aulian masih dengan menahan amarah memandang wajahnya Rizky.


Ketika Papah Ziyas sedang mengintrogasi Rizky, tiba-tiba terdengar salam dari seseorang, dan semua yang ada disitu langsung saja menjawab salamnya.


"Kakak Ipar, tolong temani Zahra didalam kamarnya Kak Anin didalam juga ada Bunda, pintu kamarnya yang cat warna pink ya Kak", kata Aulian kepada Kakak iparnya Kia. Dan Kia hanya mengangguk dan langsung saja berlalu menuju kekamarnya Kak Ani.


Sedangkan Qiyas dia langsung saja ikut bergabung duduk bersama mereka. Ternyata yang datang adalah Kak Qiyas beserta sang istri.


"Pah, Aul ada apa ini, dan siapa dia?? ", tanya Qiyas kepada Aulian dan Papah Ziyas sambil menunjuk kearahnya Rizky.


"Dia adalah laki-laki yang sudah berani mau melecehkan Zahra Kak", jawab Aulian kepada Kakaknya.


"Apa!!!! ", kata Kak Qiyas dengan terkejut.


"Siapa namanya Pah", tanya Kak Qiyas bertanya kepada Papahnya.


"Namanya Rizky, dan dia anaknya Ferdinan yang anggota DPR itu", jawab Papah Ziyas kepada Kak Qiyas.


"Apa Papah mengenal orang yang bernama Ferdinan itu Pah", tanya Kak Qiyas kepada Papahnya.

__ADS_1


"Kenal", jawab singkat Papah Ziyas kepada Kak Qiyas dan Rizky yang mendengar jika Papah Ziyas mengenal Ayahnya dia langsung mengalihkan pandangannya kearahnya Papah Ziyas.


Jika diruang tamu pada tegang, didalam kamarnya Kak Anin, Zahra yang tadi tertidur tiba-tiba dia berkeringat dingin sambil terus mengigau dan membuat Bunda Lili langsung sigap membangunkan Zahra.


"Zahra, hey Nak, ini Bunda, bangun Nak, bangun", kata Bunda Lili sambil menepuk-nepuk pelan pipinya Zahra.


Zahra yang terbangun dan melihat Bunda Lili dia langsung saja memeluknya dan sambil menangis sejadi-jadinya.


"Menangislah Nak, jika itu membuatmu lebih tenang, keluarkanlah semua apa yang kamu rasakan, agar kamu menjadi lebih rilax", kata Bunda Lili kepada Zahra.


Sekitar sepuluh menitan Zahra memeluk Bunda Lili sambil menangis, dan Bunda Lili dengan setia terus mengusap-usap lembut punggunya Zahra. Tiba-tiba terdengarlah pintu kamarnya diketuk dari luar, dan ketika masuk ternyata Kialah istri dari Kak Qiyas yang membuka pintu ketika sudah dipersilahkan masuk oleh Bunda Lili.


"Ya Allah Zahra, apa yang terjadi kepadamu", kata Kia sambil berlari menuju kearahnya Zahra, ketika sudah menutup pintu.


Zahra yang mendengar suaranya Kia, dia lalu melepaskan pelukannya dari Bunda Lili dan terus gantian memeluk Kia dan dibalas peluk juga oleh Kia.


"Tenanglah, jika sudah tenang, baru ceritalah sama saya, siapa tahu saya bisa membantumu, dan kamu juga bisa lebih lega bisa menceritakan kepadaku", kata Kia kepada Zahra.


Kembali lagi dibawah tepatnya diruang tamu rumahnya Papah Ziyas, mereka semua sedang mendesak Rizky untuk berterus terang tentang apa yang dia lakukan terhadap Zahra tadi, akan tetapi Rizky tetap diam dan tetap tidak mau menjawabnya. Malah Rizky dengan berani menantang Papah Ziyas, Kak Qiyas dan juga Aulian.


"Saya tidak wajib menjelaskan kepada kalian semua tentang apa yang saya baru saja lakukan terhadap Zahra, dan kalian itu siapa, khususnya untuk kamu, jika kamu tidak datang, Zahra bisa menjadi milikku selamanya", kata Rizky dengan sombongnya, kepada semuanya dan terutama kepada Aulian.


Aulian tanpa diduga dia langsung saja berdiri dan dia langsung meninju wajahnya Rizky sebanyak dua kali.


"Zahra itu tunangan saya asal kamu tahu, dan apa yang kamu lakukan kepadanya, sama juga kamu menyakitiku", kata Aulian sambil memukul wajahnya Rizky.


Papah Ziyas dan Kak Qiyas mereka langsung saja melerai dan menahan Aulian agar tidak memukuli Rizky lagi.


"Tenang Aul, Papah tahu kamu marah, tapi jangan begini", kata Papah Ziyas kepada Aulian sambil berteriak.


Papah Ziyas yang merasa kondisinya sudah tidak kondusif lagi, dia lalu mengambil ponselnya dari saku celananya dan menghubungi seseorang.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Kira-kira readers tahu Papah Ziyas sedang menghubungi siapa?? 😁😁😁


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2